• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

Dihadiri Dekan Fapet Unsoed, Reuni 30 Tahun Fapet 88 Berjalan Sukses

SKS 88 di depan Rumah Dinas Walikota Solo
Bertempat di Hotel Syariah Arini Solo, tanggal 3-4 Februari 2018 acara Reuni 30 tahun Keluarga Alumni Fapet (Kafapet) Unsoed SKS 88, berjalan sukses dan penuh suasana persaudaraan. Dekan Fapet Unsoed Prof . Ismoyowati menyempatkan diri menghadiri acara reuni ini hingga acara usai. Kebetulan Dekan Fapet yang menjabat sejak 2017 ini adalah juga angkatan 1988.
Siap-siap keliling Kota Solo dengan baik Bus Wisata Werkudoro 
Ketua Panitia reuni 30 tahun SKS  88 Sony Hermawan Sakti menyampaikan, acara ini dihadiri  64 orang alumni dan merupakan reuni 88 dengan jumlah peserta terbanyak dibanding acara sebelumnya yang biasanya diselenggarakan 2-3 tahun sekali.

Ketua Kafapet 88 Rudi Dewanto menambahkan, acara reuni dengan tema "Jalin Keakraban, Kekeluargaan dan Silaturahmi; Kanca Saklawase" sangat berkesan, karena dari reuni yang telah dilaksanakan oleh Fapet 88 reuni kali ini pesertanya paling banyak dan juga dihadiri oleh Dekan fapet unsoed. "Jadi kebanggan tersendiri dari keluarga besar Fapet 88 karena alumnusnya saat  ini menjadi Dekan Fapet Unsoed," ujar Rudi.


Hari pertama Sabtu 3 Februari, peserta langsung menuju Hotel Syariah Arini solo untuk registrasi, kemudian pembagian kamar dan sekitar pukul 19.00 acara dimulai dengan makan malam bersama dengan hidangan makanan khas solo  kemudian acara inti yaitu reuni dengan motto "paseduluran sak lawase" fapet unsoed 88, dimulai dengan membaca doa, sambutan Ketua Panitia, Ketua Alumni Fapet 88, sambutan  Dekan Fapet Unsoed , dilanjutkan dengan acara hiburan organ tunggal, acara menampilkan foto-foto masa kuliah, aneka games dan acara santai.

Hari kedua minggu 4 Februari, pagi hari dimulai dari jalan sehat bersama, sarapan bersama, setelah itu acara jalan-jalan berkeliling kota solo dengan menaiki bus tingkat Werkudoro (bus wisata kota Solo), setelah itu makan siang bersama dan berpamitan kembali ke rumah masing-masing. Seluruh rangkaian acara ini membuktikan bahwa alumni Fapet Unsoed 88 sangat kompak dan menjaga persaudaraan selamanya. Di acara Temu Alumni Kafapet tahunan yang berlangsung setiap tahun, SKS 88 termasuk angkatan yang hadir dengan peserta yang cukup banyak dibanding angkatan lainnya. ***


Share:

Mahasiswa Fapet Unsoed Raih Prestasi di Competition of Animal Science (COAS) 2018

Mahasiswa Fapet Unsoed berhasil memenangkan beberapa perlombaan di Competition of Animal Science (COAS) yang berlangsung di Kampus Fapet Unsoed Purwokerto 23-25 Maret 2018. Prestasi ini disambut sukacita oleh Mahasiswa maupun dosen.

Beberapa lomba di kegiatan COAS berikut juaranya antara lain kategori Judging juara pertama adalah Unsoed, juara kedua STPP Magelang dan juara ketiga adalah UNS.

Kategori lomba debat juara pertama UGM, kedua adalah Unsoed dan juara ketiga adalah UNS. Kategori lomba bussines plan juara pertama Unsoed, dan juara kedua Undip.

Kategori Lomba Essay juara pertama adalah Undip, kedua Unsoed dan ketiga adalah UGM. Kategori lomba poster juara pertama adalah Unsoed, juara kedua adalah STPP Magelang dan juara ketiga SMK N 1 Wanayasa.

Wakil Dekan III fapet Unsoed Dr. Yusuf Subagyo memuji prestasi mahasiswanya dalam acara ini. Ia mengharapkan di acara COAS berikutnya, para mahasiswa dapat lebih berprestasi lagi.

Acara COAS (Competition of Animal Science) diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) Wilayah III regional Jateng-DIY, dimana BEM Fapet Unsoed bertindak sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara dikelola oleh mahasiswa Fapet Unsoed dengan Ketua panitia Mujibur Rahman dan Ketua BEM Hanif. Sebelumnya kegiatan keilmiahanan di organisasi diberi nama TIMPI WIL III (Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia Wilayah III). Menurut catatan redaksi Kafapet-Unsoed.com TIMPI pertama kali diadakan di Universitas Brawijaya Malang tahun 1988 dimana pada saat itu berkumpul pengurus Senat Mahasiswa Peternakan seluruh Indonesia. Selanjutnya TIMPI diselenggarakan secara reguler di berbagai kampus.
Acara COAS 2018 dibuka  oleh Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan Dr. Yusuf Subagyo.  Kegiatan yang diusung sekaligus untuk memeriahkan acara Dies Natalies Fapet Unsoed yang ke 52 tahun ini bertemakan “Insan Peternakan Membangun Peradaban”. Adapun lomba yang diadakan adalah Animal Judging, Debat, Bussines Plan, Poster, Essay dan Lomba Cepat Tepat yang khusus untuk siswa/I SMA/SMK sederajat. Acara COAS dihadiri oleh 10 universitas se Jateng DIY yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Boyolali, Universitas Sebelas Maret, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Tidar, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Akademi Peternakan Karanganyar, STPP Magelang, dan Universitas Jenderal Soedirman sebagai tuan rumah.. Selain lomba-lomba yang menguji mental ilmiah setiap siswa dan mahasiswa, COAS 2018 ini menyisipkan kegiatan Training Class yang bertemakan Jurnalistik yang diisi oleh Farid Dimyati selaku Jurnalis Majalah Perunggasan (Poultry Indonesia) dan bertemakan Kepemimpinan yang diisi oleh Ir. Hadiyat Heru Nugroho, pengusaha peternakan ayam petelur.


Kegiatan lomba yang menguji mental akademik dan softskill ini melibatkan civitas akademika Fapet Unsoed sebagai juri pada semua lomba, diantaranya adalah Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.D, Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP, Dr. drh. Muhammad Samsi, MP, drh. Muhandas Indradji, MP, Afdhuha Nurus Syamsi, S.Pt, MP, Titin Widyastuti, S.Pt,. M.P,  Ir. Kusuma Widayaka, MS,  Mochamad Sugiarto, S.Pt, M.M,. Ph.D, Ir. Bambang Rijanto Japutra, MP, Fajar Hidayat, A.Md, Elda Milani, A.Md, Abdul Azis, A.Md dan Agus Darmanto, S.Pt. Tidak hanya itu, COAS 2018 juga menggandeng BBPTU HPT Barurraden dalam lomba Animal Judging sebagai penyedia hewan ternak yang unggul. Balai besar yang dikelola oleh kementerian pertanian ini juga melibatkan tenaga teknis lapangan sebagai juri yaitu Maya Lucyana Agustina S.Pt  dan Hermawan Setyo Widodo, S.Pt, MP.

Dukungan dan Kerjasama Berbagai Pihak

Sebagai instansi yang memiliki hubungan baik dengan Fakultas Peternakan Unsoed, Charoen Pokphand Indonesia turut andil dalam mendukung acara ini. Tidak hanya itu, majalah Poultry Indonesia, Livestockreview.com, dan Majalah Infovet mengambil bagian dalam media partner. 

Yusuf Subagyo mewakili Fakultas Peternakan Unsoed mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini, termasuk BBPTU HPT Baturraden yang menjediakan fasilitas ternak untuk lomba judging dan Homestay Taurus yang dijadikan tempat penginapan peserta delegasi dan lomba selama 3 hari berturut-turut. Momen terakhir acara COAS 2018 adalah berkunjung ke Lokawisata Baturraden sebagai peluruh lelah dari berbagai lomba yang diikuti. Acara COAS diisi dengan beberapa perlombaan yang diperuntukkan kepada mahasiswa/i dan siswa/i SMA/SMK sederajat se-Jateng DIY dan kegiatan lainnya .

“Semoga dengan diadakannya acara ini dapat menjadikan kekuatan bersama kepada seluruh mahasiswa peternakan Indonesia, civitas akademika, instansi pemerintahan dan pengusaha yang terlibat untuk terus bertekad menjadi Insan Peternakan yang Membangun Peradaban Indonesia, “ujar Yusuf. 
Share:

Mengenal Pejabat Kampus Fapet Unsoed Saat ini

Siapakah Dekan Fapet Unsoed saat ini? Ya betul, namanya Prof Ismoyowati, anggota Kafapet, SKS 88.  Siapa nama Ketua Jurusan Produksi Ternak? Siapa Ketua Program Studi S3? Hayo mulai bingung. Emang ada program S3? Hehe, ini pasti pertanyaan alumni jadul yang jarang nengok kampus.
Wahai anggota Kafapet, jangan sampe Anda ketinggalan informasi. .

Anggota Kafapet dimanapun Anda berkarya, perlu mengikuti perubahan pejabat di kampus tercinta. Inilah gunanya web kafapet. Berikut ini nama-nama pejabat kampus Fapet Unsoed saat ini (2018).

Jabatan

Nama
DekanProf. Dr. Ismoyowati, S.Pt., MP
Pembantu Dekan INovie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc.Ph.D
Pembantu Dekan IIIr. H. Ibnu Hari Sulistyawan, M.Si
Pembantu Dekan IIIDr. sc.agr. Ir. H. Yusuf Subagyo, MP
Ketua Jurusan Produksi TernakDr. Ir. Elly Tugiyanti,MP
Sekretaris Jurusan Produksi TernakImbang Haryoko, S.Pt., MP
Ketua Program Studi Ilmu Peternakan (S3)Dr. Ir. Satrijo Widi Purbojo, MP, Ph.D
Ketua Program Studi Ilmu Peternakan (S2)Dr. Ir. H. Muhamad Bata, MS
Sekretaris Program Studi Ilmu Peternakan (S2)Moch. Sugiarto, S.Pt, MM, Ph.D
Ketua Program Studi Peternakan (S1)Ir. Pambudi Yuwono, M.Sc.
Ketua Program Studi Produksi Ternak (D-III)Dr. Ir. Bambang Hartoyo, M.Si
Ketua Experimental FarmDrh. Sufiriyanto, M.P.
Kepala  PerpustakaanDr. Ir. Rosidi, MP
Kepala Tata UsahaDra. Lestari Rahajeng
Kepala Sub Bag. Akademik & KemahasiswaanMuhajir, SE
Kepala Sub Bag. Kepegawaian dan KeuanganDra. Pudji Lestari T.A.
Kepala Sub Bag. Umum dan PerlengkapanPurwoko, S.H
Kepala Sub Bag. Perencanaan & Sistem InformasiEko Edy Suyanto, SH

sumber : http://fapet.unsoed.ac.id/
Share:

MARS KAFAPET DENGAN ILUSTRASI TEMU KANGEN SKS 85



Karena sesuatu hal, Mas Suparji SKS 85 tidak bisa hadir dalam acara temu kangen 33 Tahun Fapet Unsoed  SKS 85 tanggal 17-18 Maret di Hotel Eden 2 Kaliurang Yogyakarta. Namun ketidakhadirannya  tidak menghalanginya untuk berbuat sesuatu yang sangat bermakna, Ia meminta dokumentasi dari panitia dan merangkainya sebagai ilustrai Mars Kafapet Unsoed.

Video Mars Kafapet versi Temu kangen SKS 85 ini telah diunggah di youtube dan dishare ke semua rekan-rekan keluarga sks 85. Temu kangen ini menjadi momen yang sangat mengesankan bagi warga sks 85. Tampak wajah ceria dan penuh kekeluargaan terpancar di video ini. Banyak di antaranya adalah peserta yang baru pertama kali ikut temu kangen setelah lebih dari 25 tahun meninggalkan kampus. Pas sekali nama acaranya, temu kangen. Aneka hidangan khas Purwokerto seperti mendoan, menjadikan acara temu kangen ini lebih mengesankan.

Acara jalan pagi  di kaliurang yang dimaknai sebagai acara "LDK (Latihan Dasar Keprajuritan) jilid 2" sempat bikin heboh karena dengan semangat Jenderal Soedirman yang membara, ternyata sebagian peserta tidak kuat jalan kaki di area menanjak menuju Museum Gunung Merapi. Akhirnya sebagian harus pulang ke hotel dengan naik kendaraan kereta wisata, dengan penuh keceriaan , gelak tawa, sekaligus kelelahan.

Sementara sang dosen, Dr. Satriyo Widhi Purbaya yang ikut jalan kaki mendampingi peserta temu kangen, staminanya terjaga dengan baik, tetap jalan kaki hingga garis finish di hotel. Pak Widhi memang hebat.

Terima kasih buat Mas Suparji yang meluangkan waktu untuk merangkai kenangan indah ini dalam lagu Mars karya mas Igie yang sangat pas untuk dihayati.
 Bersatu padu, bergandeng tangan
 Membangun persaudaraan sejati
 ......dst







Share:

Ketika Mahasiswa Baru Keracunan

Sebagai rektor artinya juga sebagai pemimpin. Prof Rubiyanto Misman memiliki banyak cerita saat dihadapkan pada masalah yang menuntut harus bersikap sebagai pemimpin. Berikut ini adalah salah satunya. Kisah pendek ini termuat dalam buku MEMENUHI PANGGILAN ALMAMATER, Biografi Rubiyanto Misman; Mahasiswa Unsoed Pertama - Alumnus Pertama - Pendiri dan Ketua Pertama Ikatan Alumni Unsoed - Dekan Alumnus Unsoed Pertama - Rektor Alumnus Unsoed Pertama.
Kisah ini termuat dalam buku yang ditulis oleh Sutriyono (Fak Peternakan'90)

Sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed mengalami keracunan makanan. Keracunan terjadi setelah sekitar 300 mahasiswa baru tersebut mengkonsumsi makanan yang disediakan panitia. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit DKT Purwokerto.
Peristiwa ini membuat heboh. Panitia mengalami kepanikan. Sejumlah dosen pendamping mahasiswa juga panik. Ir. Heri Suprapto (alm.) memberi gambaran bagaimana salah satu dosen karena begitu panik ikut mengurus permasalahan tersebut hanya mengenakan celana pendek, lupa mengenakan celana panjang.
Rubiyanto Misman di tengah suasana demonstrasi masa reformasi.


Banyak pihak komplain ke kampus Fakultas Peternakan, terutama kepada dosen-dosen yang ada di situ. Sementara dekan belum terlihat, Rubi datang menenangkan segalanya. Sebagai rektor Rubi mengambil tanggung jawab atas segala apa yang terjadi. “Tenang, semua ini anak saya,” katanya seperti diungkapkan ulang oleh Heri.

Unsoed menanggung semua biaya perawatan. Ketegangan pelan-pelan mereda dan bisa diatasi. Para mahasiswa yang keracunan tersebut akhirnya bisa terselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Share:

'Mall Rumput', Catatan Perjalanan Ign. Hariyanta Nugraha



Kabupaten Grobogan dan Rembang, dua lokasi yang melatarbelakangi catatan Wakil Ketua 2 Kafapet Unsoed (Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman), Ir. Ign. Hariyanta Nugraha, MSi.  Kepala Bidang Budidaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah yang lebih populer dengan sapaan ‘Igie’ ini merasa penasaran tentang bisnis rumput sebagai hijauan pakan ternak.  Pak Igie bersama Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ibu Ir. Rr. Sri Widayati, MM, menyambangi ‘mall rumput’ (23/3) di Desa Karangrejo, Grobogan tepatanya di jalur utama Grobogan – Pati.

Layaknya sebuah mall, di lokasi tersebut tentulah terjadi transaksi jual beli.  Uniknya, rumput yang menjadi barang dagangan yang diperjualbelikan.  Ansori, salah satu pelaku bisnis rumput  yang Pak Igie temui.  Seorang pebisnis rumput yang nampak polos, namun menanamkan nilai-nilai kejujuran dalam memasarkan dagangannya.  Di tengah kesibukannya melayani konsumen dan suppplier rumput yang silih berganti, Pak Ansori dengan penuh senyuman, dan  keramahan yang dimilikinya menyambut kedatangan Pak Igie, Ibu Sri, beserta tim dengan rendah hati. 


Pasokan rumput di ‘mall rumput’ milik Pak Ansori tidak hanya diperoleh dari kebun miliknya, para tetangga sekitar juga menjadi pemasok.  Memikul rumput, diangkut menggunakan sepeda motor, colt, ataupun menggunakan truck, merupakan cara yang  dilakukan para pemasok dalam mengantar hijauan ke ‘mall rumput’.

Meskipun Pak Ansori telah menanam sekitar 6 hektar (ha) hijauan di area tanah Perhutani serta beberapa hektar hijauan di lahan sawah, namun pasokan tersebut masih belum dapat memenuhi permintaan pasar.  Oleh sebab itu, Pak Ansori terus menggandeng para tetangganya untuk bersama ‘meramaikan mall rumput’.  Tiap harinya lebih dari 1.000 ikat hijauan terjual di ‘mall rumput’. Hijauan yang dipasarkan antara lain tebon jagung, rumput raja, rumput lapang, dan rumput gajah odot.    

Rumput gajah odot menjadi kenangan tersendiri bagi Pak Ansori.  Pasalnya, 5 tahun silam Pak Ansori penasaran terhadap rumput gajah odot.  Untuk mengobati rasa penasarannya, Pak Ansori mengambil 10 pols/batang rumput milik tetangganya untuk ditanam di lahan perhutani.  Setiap harinya Pak Ansori mencermati perkembangan rumput gajah odot yang ia tanam, hasilnya tumbuh dengan baik dan ia kembangkan sampai saat ini.

Menyimak cerita yang disampaikan Pak Ansori, Pak Igie semakin penasaran dengan pengembangan bisnis ‘mall rumput’.  Dengan penuh canda Pak Igie bertanya pada Pak Ansori, “Berapa sich pendapatan dari bisnis rumput ini?”  Tanpa menyebut nominal, Pak Igie merasa fantastis dengan jawaban Pak Ansori yang menyebutkan dalam satu tahun berjualan rumput dirinya sudah mampu membeli truck untuk opersional ‘mall rumput’.

Pak Ansori menjabarkan, “Dari pemasok saya beli seharga Rp. 4.000 per-ikat dan saya jual Rp. 5.000 per-ikat.”  Sudah terbayang bukan berapa rupiah yang Pak Ansori peroleh perbulannya.  Dari pertemuan tersebut, semakin membuat Pak Igie yakin dengan keberlangsungan bisnis rumput. Apa yang diperoleh Pak Ansori sebanding dengan dengan perjuangan yang ia curahkan. 

“Rumput yang selama ini dipandang sebelah mata, dianggap kotor, gatal, ternyata di tangan Pak Ansori terbukti menjadi ‘rupiah hijau’ yang terus memberi kehidupan yang layak,” sebut Pak Igie.  Tidak hanya keluarga Pak Ansori yang semakin mapan dari segi ekonomi, Pak Ansori juga membuka kesempatan kerja dan menjadikan tetangga sekitar makin sejahtera.

Pak Igie yang juga mendapat tugas sebagai Ketua Pokja Upsus Siwab Jateng (Kelompok Kerja Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting Jawa Tengah), menilai apa yang Pak Ansori lakukan dengan Mall rumputnya secara tidak langsung mendukung program Upsus Siwab.  Dengan kata lain, keberadaan mall rumput dalam menyediakan hijauan yang berkualitas membuat ternak tumbuh sehat, reproduksi ternak menjadi normal, siklus birahi tepat, saat inseminasi buatan (IB) berhasil dan ternak mengalami kebuntingan sesuai dengan yang dijadwalkan.

Catatan tentang Pak Ansori, hanyalah satu di antara beberapa pengembang ‘mall rumput’ yang ada di Kabupaten Grobokan.  Tahun 2017 lalu, melalui kegiatan Gerakan Pengembangan Pakan Ternak Berkualitas (Gerbang Patas) APBN 2017 telah dikembangkan 12.800.000 stek rumput di Wilayah Jawa Tengah.  Sebanyak 276 Kelompok di 27 Kabupaten/Kota terlibat dalam pengembangan rumput raja dan rumput gajah.  Dengana adanya kegiatan Gebang Patas diharapkan akan menjamur ‘mall rumput’ baru di Jawa Tengah.  Pak Igie juga menyebutkan, “Tahun 2018 akan ditambah 50 ha yang menyebar di 5 kabupaten.”. (IHN/269)
Share:

Alasan Masuk Unsoed

Bila kita bertanya pada banyak mahasiswa atau juga pada alumni, ada banyak alasan mengapa mereka masuk Unsoed. Berikut ini adalah salah satunya. Ini adalah alasan mantan Rektor Unsoed Prof Rubiyanto Misman masuk Unsoed. Kisah pendek ini termuat dalam buku MEMENUHI PANGGILAN ALMAMATER, Biografi Rubiyanto Misman; Mahasiswa Unsoed Pertama - Alumnus Pertama - Pendiri dan Ketua Pertama Ikatan Alumni Unsoed - Dekan Alumnus Unsoed Pertama - Rektor Alumnus Unsoed Pertama.
Kisah ini termuat dalam Bagian I.2. yang ditulis oleh Sutriyono (Fak Peternakan'90)



Menjadi Mahasiswa Karena Film Dunia Binatang

Apa hubungan antara program siaran flora-fauna Walt Disney dengan keputusan seseorang kuliah di Fakultas Biologi? Rubiyanto Misman menemukan hal itu dalam dirinya.
Selepas SMA pada tahun 1963 Rubi mencoba mengejar impiannya menjadi penerbang. Ia mendaftarkan diri ke Akademi Angkatan Udara (AAU). Setelah seleksi dua kali, Rubi dinyatakan tidak lolos.

Selagi bingung mencari informasi tempat kelanjutan studi, sahabatnya Subiakto Tjakrawedaya memberi informasi bahwa ada sebuah perguruan tinggi di Purwokerto membuka pendaftaran mahasiswa baru. Subiakto yang telah diterima di Universitas Kristen Indonesia memberi saran agar Rubi mendaftar di Unsoed tersebut.

Tahun 1963 kala itu Unsoed membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tiga fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi dan Fakultas Ekonomi.

“Kamu kan suka nonton film dunia binatang, true live adventure Walt Disney, masuk Biologi saja,” demikian saran dari sahabatnya itu.

Rubiyanto menuruti saran sahabatnya tersebut. Ia pergi ke Purwokerto yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Cilacap untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Rubi diterima. Akhirnya, Rubi yang tidak pernah bermimpi kuliah di Fakultas Biologi masuk menjadi mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman angkatan pertama.

Share:

LOWONGAN KERJA DI CHAROEN POKPHAND

Charoen Pokphand Jaya Farm membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi. Silakan sebarkan informasi ini ke yang membutuhkan.

Share:

Meriahnya Temu Kangen 33 Tahun SKS 85

Bertempat di hotel Eden -2 Kaliurang Jogjakarta, 17-18 Maret 2018, acara temu kangen 33 tahun SKS 85 Fapet Unsoed berjalan meriah dan penuh keakraban.
Ketua Kafapet Unsoed SKS 85 Sinung Nugroho mengaku terharu dan seperti mimpi, bisa berkumpul dengan sesama SKS 85 dengan jumlah yang lebih banyak dari perkiraan. Berdasarkan catatan panitia hadir 90 alumni dan ditambah keluarga alumni jumlahnya  total mencapai 170 orang .

Temu kangen ini menjadi acara yang istimewa karena dihadiri oleh Prof. Satriyo Widi Purbaya yang hadir mewakili kampus Fapet Unsoed.

Sinung menyampaikan ucapan terima kasih kepada prof Widi dan pihak fakultas yang menunjukkan perhatian yang sangat besar kepada alumni. Ia juga mengungkapkan selamat dan terima kasih kepada Parji beserta tim panitia yang bekerja keras untuk mengumpulkan para alumni dari berbagai kota.

Ketua panitia Parji WS mengatakan kesuksesan ini berkat dukungan  panitia serta putra putri alumni yang terlibat sejak persiapan hingga selesainya acara, serta dukungan dan kontribusi alumni. Bahkan sebagian acara dikelola oleh putra putri alumni sebagai tim kreatif.
"Hal ini sekaligus untuk meningkatkan keakraban sesama keluarga alumni,"ujar Parji.

Mars Kafapet Berkumandang

Untuk pertama kalinya temu kangen Fapet 85 diawali dengan menyanyiksn lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars Kafapet. Para alumni yang sebagian baru mendengar mars Kafapet merasa terhibur dan bangga dengan adanya Mars Kafapet. Menurut panitia, acara pembukaan temu kangen sekaligus untuk memperkenalkan Mars Kafapet yang selama ini sering dinyanyikan pada acara Kafapet pusat .

Temu kangen dimulai Sabtu 17 Maret jam 19, diisi dengan acara utama  ramah tamah, serta acara talkshow alumni berprestasi, dan hiburan dan permainan (games).
Selanjutnya Minggu pagi 18 Maret, acara dilanjutkan dengan senam pagi bersama, jalan sehat dan penutupan.

Perwakilan kampus Satriyo Widi Purbaya menyampaikan sambutan khusus memberikan kesan kesan tentang SKS 85 yang sangat kompak. Ia berpesan kekompakan ini terus dijaga dan ditingkatkan.





Share:

Pengurus Kafapet Irland Supriyanto Narasumber Seminar Unper

Bertempat di Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Unper), Jum'at 16 Maret 2018 berlangsung kegiatan Kuliah Umum Prodi Peternakan Unper. Kuliah umum dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa Prodi Peternakan Unper, dosen dan Pemateri (praktisi). Kuliah umum ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan bidang peternakan pada mahasiswa, membentuk mahasiswa peternakan yang berkarakter kejuangan, serta menjalin hubungan dan kerjasama dengan stakeholder bidang peternakan.
Irland Supriyanto saat presentasi

Dalam kesempatan ini Firgian Ardigurnita, S.Pt., M.P. (alumni Fapet Unsoed) yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unper menjelaskan bahwa Kuliah Umum ini merupakan bentuk komitmen dari Unper untuk membentuk sarjana peternakan yang berkarakter kejuangan. Adapun 2 tema strategis yang diangkat yaitu "Perkembangan Teknologi Dunia Perunggasan" dengan pemateri Irland Suprianto, S.Pt. dari PT. Multibreeder Adhirama Indonesia, Tbk. yang saat ini aktif sebagai Ketua Kafapet Unsoed wilayah Barlingmascakeb. Tema kedua" Strategi Penguatan Kesehatan Ternak " dengan pemateri Nursamat, S.Pt. dari PT. Medion (alumni Fapet Undip).
Moderator Nurul Frasiska dan pembicara Nursamat

" Kuliah Umum seperti ini kedepannya akan dilakukan secara rutin di Prodi Peternakan Unper ", jelasa Novia Rahayu, S.Pt., M.P. selaku Kaprodi. Ia menambahkan, Peternakan Unper sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama dari stakeholders eksternal (praktisi, pengusaha, pakar, akademisi, swasta, dinas dan peternak) dalam rangka mengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam bidang peternakan, sehingga mereka semakin yakin dalam menapaki masa depannya sebagai sarjana peternakan nantinya.

Firgie (batik coklat) bersama peserta dan pembicara
Prodi Peternakan juga menyatakan siap untuk menggandeng Keluarga Alumni Fakultas Peternakan dari berbagai Perguruan Tinggi seperti Unsoed, Undip, Unpad, UGM, IPB, Brawijaya, dan lainnya. Sebagai upaya untuk mencetak Sarjana Peternakan yang berkarakter kejuangan.
Share:

CARA GAMPANG MENULIS BERITA UNTUK WEB KAFAPET

Kami yakin banyak alumni yang ingin menulis kegiatan alumni maupun kegiatan organisasi Kafapet, untuk dimuat di website ini.
Namun banyak kendala yang menghadang, antara lain:
- Apa yang bisa ditulis
- Bagaimana cara menulisnya
- Terlalu sibuk dengan tugas kantor dan bisnis

Ok, menulis berita itu cukup 10-30 menit. Saya yakin Anda bisa.
Caranya gimana?
Wartawan zaman now bisa bikin berita dengan menggunakan template. Tinggal isi informasinya, berita langsung jadi.

Template Berita Sederhana

Penasaran? Berikut ini contoh template berita. perhatikan, huruf yang berwarna biru silakan diganti dengan informasi peristiwa yang akan diberitakan.

Bertempat di kantor majalah Infovet, Jumat 16 Maret 2018 berlangsung rapat pembahasan content web kafapet dan perkembangan data alumni. Rapat dihadiri oleh Bambang Suharno, Nurtania Sudarmi dan Darmanung Siswantoro. Rapat ini merupakan tindaklanjut dari rapat sebelumnya dengan Yudhi Akhmadi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu Bambang menjelaskan bahwa web kafapet itu bukan sekedar website berita melainkan sebagai bagian dari konsep integrasi sistem informasi yaitu pendataan alumni melalui sistem autoresponder (mulxim.com), aplikasi android sebagai pintu masuk data alumsi, webssite sebagai sarana penyebaran informasi dan komunikasi antara alumni.

"Konsep ini ke depannya masih perlu dukungan dari aktivitas medsos baik facebook, wa dan media lainnya", jelas Bambang. Ia menambahkan, untuk mengembangkan ini semua, dibutuhkan relawan yang tergabung dalam Tim Cyber Kafapet.

Nuratania menyatakan siap sebagai bagian dari tim Cyber dan akan mengajak rekan-rekan alumni lainnya untuk bergabung dalam Tim Cyber Kafapet.

Syarat 5W+1 H

Berita itu yang penting mengandung unsur 5 w +1 H, yaitu

  1. What
  2. When
  3. Why
  4. Who
  5. Where
  6. How

apakah contoh templat di atas sudah memenuhi syarat? silakan cek.

Nah kalau sudah selesai nulis, silakan kirim ke unsoed.kafapet@gmail.com
Jangan lupa kasih judul dan sertakan foto kegiatan dan keterangannya







Share:

Kafapet Unsoed Sediakan Beasiswa Untuk Bantu Tugas Akhir Mahasiswa

Ketua Umum Kafapet Unsoed Bambang Rijanto Japutra (BRJ) mengatakan, sebagai bentuk kepedulian kepada kemajuan pendidikan di Fapet Unsoed, sejak tahun 2016 pihaknya telah menyediakan beasiswa untuk mahasiswa yang kesulitan finansial dalam menyelesaikan tugas akhir. Ia mengatakan, ini adalah salah satu amanat program kerja kepengurusan Kafapet 2016-2021


Ketua Umum Kafapet (tengah) saat pemberian beasiswa di  Dies Natalis Fapet Unsoed 2017
Menurutnya, mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed memiliki latar belakang ekonomi keluarga yang berbeda-beda.  Banyak di antara mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan penghasilan yang terbatas sehingga seringkali mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biaya kuliah. Salah satu beban biaya yang harus ditanggung oleh mahasiswa adalah biaya yang terkait dengan penyelesaian tugas akhir, yaitu Praktik Kerja untuk mahasiswa D3 dan Penelitian-Skripsi untuk mahasiswa S1. 

"Sebagai bentuk kepedulian Keluarga Alumni Fakultas Peternakan (Kafapet) maka dikumpulkan dana dari alumni dan sumber lainnya untuk membantu mahasiswa tingkat akhir (D3 maupun S1) yang sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir, namun mengalami kesulitan biaya," jelasnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang berpartisiasi dengan program ini dan menghimbau para alumni yang lain untuk bisa ikut berpartisipasi.


Berikut ini uraian lengkap mengenai beasiswa.

Persyaratan Pendaftaran
  •  Fotokopi form pengajuan usulan tugas akhir yang telah disetujui oleh Komisi Tugas Akhir (Kerja Praktik untuk D3 dan Penelitian untuk S1)
  • Pernyataan tertulis yang berisi penyebab atau masalah atau kondisi yang menyebabkan bahwa mahasiswa tersebut memerlukan tambahan biaya untuk menyelesaikan tugas akhir (ditulis tangan)
  • Rincian anggaran biaya yang diperlukan untuk proses penyelesaian tugas akhir. Eligible cost (pengeluaran yang diperbolehkan) meliputi biaya untuk perjalanan ke tempat kerja praktek/penelitian, bahan habis pakai untuk penelitian dan penulisan laporan/skripsi, dan penggandaan/jilid laporan/skripsi.
Tujuan
Memberikan dukungan dana untuk membantu mahasiswa tingkat akhir (D3 maupun S1) yang sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir dan sebagai realisasi program kerja Kepengurusan Kafapet Unsoed 2016 – 2021.

Jumlah beasiswa
Total anggaran beasiswa untuk tahun anggaran 2016 sebanyak Rp. 3.000.000. (@ ± Rp. 1.000.000.) sehingga paling sedikit ada 3 mahasiswa yang mendapat beasiswa Kafapet untuk tahun 2016 sebagai awal pelaksanaannya dan untuk tahun-tahun berikutnya akan ditambah baik secara anggaran, jumlah penerima maupun lingkup sasaran 

Mahasiswa yang berminat menghubungi Sekretariat Kafapet untuk mengisi formulir pendaftaran beasiswa, dengan membawa dokumen:


      Mekanisme Seleksi

     Mekanisme seleksi calon penerima beasiswa adalah melalui wawancara (interview) antara mahasiswa pendaftar dengan Pengurus Pusat Kafapet Unsoed dan Fakultas Peternakan Unsoed. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang menurut Tim Pewawancara sangat membutuhkan tambahan biaya untuk penyelesaian tugas akhir.  Jika pendaftar melebih jumlah kuota (total dana) maka akan dilakukan ranking berdasarkan skala prioritas.

Kewajiban Penerima Beasiswa


Mahasiswa yang menerima beasiswa Kafapet Unsoed wajib untuk:
  •       Menggunakan dana beasiswa yang diterima sesuai dengan rencana anggaran
  •       Fokus pada penyelesaian tugas akhir (studi)
  •       Membuat laporan kepada Pengurus Pusat Kafapet setelah menyelesaikan studi dalam bentuk essay (testimoni) pendek 2-3 halaman dengan topik “ Aku Bersyukur, Bangga dan Semangat Menjadi Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman”

CONTACT PERSON 
1.IR.   BAMBANG RIJANTO JAPUTRA-ANG 86 (KETUA UMUM-08154268199)
2.DR.  JUNI SUMARMONO-ANG 88 (SEKRETARIS JENDERAL-085868818878)
3.IR.   IDA FARIDA-ANG 97 (BENDAHARA UMUM-08122664537)

REKENING KAS KAFAPET UNSOED (UNTUK DONATUR)

BANK MANDIRI PURWOKERTO
NO REKENING 139-00-1262254-8
ATAS NAMA : KAFAPET UNSOED
Share:

Mengenal Pengurus Pusat Kafapet Unsoed

Kafapet Pusat Unsoed sejak tahun 2016 dipimpin oleh Bambang Rijanto Japutra SKS 1986 yang dikenal dengan nama populer BRJ. Pelaku usaha peternakan unggas yang cukup kondang di wilayah Jateng ini menggantikan Minto B Raharjo (dikenal dengan nama MBR, SKS 1986)  dalam Munas Kafapet tahun 2016 di Purwokerto. Sebelumnya BRJ adalah Ketua Kafapet Bralingmascakeb (Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap Kebumen).

Jajaran Pengurus Pusat Kafapet yang bermarkas di Purwokerto tidak hanya yang berdomisili di Purwokerto melainkan juga ada yang di Semarang, Jakarta, Bandung, Subang Tasikmalaya dan sebagainya. Pengurus Pusat Kafapet dilantik oleh Ketua Keluarga Alumni Unsoed Haiban Hadjid di kampus Fapet Unsoed tanggal 11 April 2016



BRJ (pegang bendera)  didampingi Ketua Ka Unsoed Haiban Hadjid saat pelantikan  pengurus Pusat Kafapet 11 April 2016 

PENGURUS  PUSAT  KAFAPET UNSOED  2016-2021

 DEWAN PEMBINA ORGANISASI           : DEKAN FAKULTAS PETERNAKAN UNSOED                
 MAJELIS KEHORMATAN ORGANISASI : WK DEKAN III  FAPET UNSOED
                                                                     : AKHMAD MAWARDI (JAKARTA-1984)
                                                                     : ALI RAHMAN (JAKARTA-1979)
                                                                     : ARIS WINAYA (MALANG-1986)
                                                                      : BAMBANG SUHARNO (JAKARTA-1985)
                                                                      : MINTO BESAR RAHARJO (BEKASI-1986)
                                                                      : RIWANTORO (JAKARTA-1980)
                                                                      : WAEYANTO (BATANG-1985)
                                                                      : WENNY UTOYO          (SURABAYA-1981)
                                                                      : WISENO NURHAMZAH (JAKARTA-1983)
KETUA UMUM                                             : BAMBANG RIJANTO JAPUTRA                                                                                              (PURWOKERTO-1986)
                                         WK KETUA 1       : TEGUH MUNAJAT (JAKARTA-1986)
                                         WK KETUA 2       : IGN HARYANTA           (SEMARANG-1986)
                                         WK KETUA 3       : ERLAN SUYUDI  (KEDIRI-         1987)

SEKRETARIS JENDERAL                            : JUNI SUMARMONO (PURWOKERTO-1988)
                                         WK SEKJEN1       : ARIEF MAULIANTO (PURWOKERTO-2005)
                                         WK SEKJEN 2      : NUROSO          (TASIKMALAYA 1992)

BENDAHARA UMUM                                   : IDA FARIDA (PURWOKERTO-1997)
                               WK BENDAHARA 1      : CARLITA            (BANDUNG-1986)
                               WK BENDAHARA 2      : LUSI DIAN FITRIA (SUBANG-2010)

KEPALA BIDANG PUBLIKASI DAN PROMOSI  : NOVIE ANDRI SETIANTO-
                                                                                  PURWOKERTO-1992

KEPALA BIDANG SOSIAL                          : FIRGIAN ARDIGURNITA-PURWOKERTO- 
\                                                                       2006

KEPALA BIDANG KEMITRAAN INSTANSI      : HERY SUPRIADI-PURWOKERTO-1995

KEPALA BIDANG KEMITRAAN NON INTANSI : ERWIN RUSTIANTOMO-KEBUMEN-
                                                                                 1993

Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Pengunjung Web

Undangan Temu Alumni

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini