• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

Kafapet Harapkan LDK Dihidupkan Kembali untuk Tanamkan Spirit Soedirman

Kegiatan Ladasmil era 70an
Para senior Kafapet Unsoed mengharapkan Latihan Dasar Keprajuritan (LDK) dihidupkan kembali untuk menanamkan spirit Jenderal Soedirman kepada para mahasiswa baru Unsoed. Harapan besar ini tampak dari dukungan yang banyak saat redaksi Kafapet-unsoed.com menggulirkan informasi bahwa Indonesia Banking School (IBS) sebuah perguruan tinggi perbankan ternama di kawasan Kemang, Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan sejenis LDK bekerjasama dengan Rindam Jaya sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru untuk menanamkan kedisiplinan mahasiswa IBS. Informasi ini disampaikan di group wa KAFAPET, Minggu 29 April 2018.

Sertifikat LDK yag masih disimpan Gati Nikensari
Menanggapi informasi bahwa IBS mengadakan kegiatan LDK yang sudah dihapus di Unsoed, Ketua Kafapet Jabodebek Suci Roni Fadilah secara spontan mengatakan, " Ayo kita beri masukan ke Rektor Baru agar LDK diadakan lagi, Program LDK untuk mahasiswa baru adalah ciri khas Unsoed. Tujuannya untuk menumbuhkan jiwa sang Jenderal Soedirman ke setiap alumni Unsoed".

LDK angkatan 85 
Jani Sunarko, salah satu alumni yang berkarir di Japfa Group mengatakan, LDK adalah kenangan tak terlupakan. "Sebuah gemblengan yang membuat mental lebih kuat dan badan lebih sehat. Kegiatan semacam ini harus dipertahankan," demikian pandangan Jani.

"Saya seneng nih, senior-senior mendukung diadakan kembali LDK," tambah Bagus Pekik, alumni yang semasa mahasiswa aktif di Resimen Mahasiswa (Menwa), kini berkarir di Charoen Pokphand Indonesia.

Banner IBS yang menampilkan kegiatan kerjasama dengan Rindam Jaya
Alumni senior, Dr. Ning Rachmawati juga setuju LDK diadakan kembali di Unsoed. "Menurutku, LDK melatih disiplin, tanggungjawab dan semangat untuk berjuang," ujar Rachmawati yang mengalami gemblengan Ladasmil yang lebih keras dan lama di era 70an, semasa dia mahasiswa.

LDK semula bernama Latihan Dasar Militer (Ladasmil), merupakan kegiatan khas untuk mahasiswa baru Unsoed yang tidak dimiliki universitas lain. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan disiplin dan spirit Jenderal Soedirman yang pantang menyerah, maju terus pantang mundur. LDK  berlangsung sekitar 2 Minggu meliputi latihan baris berbaris, gerak jalan menyusuri medan  yang sulit dengan berbagai rintangan, serta materi penghayatan perjuangan dan kedisiplinan lainnya. Acara ini dilakukan lintas fakultas, sehingga pada masa orientasi mahasiswa baru ini, mahasiswa antar fakultas saling mengenal.

Roni mengatakan, kenangan paling indah saat LDK adalah semua mahasiswa laki-laki dibotakin, pakai baju hijau cuma satu-satunya, dijemur, dihujanin, campur keringat. Selama 2 minggu. Kulit tambah hitam. "Tapi karena dicampur mahasiswa beragai fakultas, jadi saling mengenal sebelum masuk kuliah di fakultas masing-masing," tambah Roni.

Perubahan nama dari Ladasmil menjadi LDK dilakukan sekitar tahun 1986, dimana waktu itu istilah "militer" dikesankan sebagai kegiatan pendidikan yang kurang pas untuk sebuah perguruan tinggi yang menjunjung tinggi kebebasan berpedapat atas dasar keilmuan. Istilah keprajuritan dimaksudkan untuk mengkomunikasikan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan militer melainkan kegiatan untuk menanamkan jiwa keprajuritan.

Menjelang reformasi makin banyak pihak mengkritik LDK karena dianggap sebagai kegiatan militeristik yang tidak sesuai dengan budaya ilmiah di kampus. Hingga akhirnya, ketika reformasi bertiup kencang tahun 1998, tuntutan pembubaran LDK makin kencang hingga akhirnya kegiatan khas Unsoed ditiadakan. Mahasiswa Unsoed tidak lagi memiliki pembekalan yang berbeda dengan kampus lainnya.

Para alumni Unsoed ketika mulai berkarir  di swasta maupun pemerintahan mulai merasakan bahwa LDK telah ikut berperan menggembleng alumni Unsoed menjadi tahan banting,

Ketua Kafapet Unsoed Jatim Takris Pratama mengaku terkejut bahwa LDK sekarang sudah tidak ada lagi. "lho piye tho. Kalau gitu sudah nggak Jenderal lagi Soedirmannya," ujarnya dengan logat khas Jawa Timurnya.

LDK Zaman Now

Perbincangan kafapet-unsoed.com dengan beberapa alumni Fapet menyimpulkan bahwa LDK justru perlu dikembangkan dengan materi yang lebih sesuai dengan zaman now. Mungkin mahasiswa baru saat ini kurang memahami siapa Jenderal Soedirman dan bagaimana perannya di awal kemerdakaan Indonesia. Serta bagaimana spirit tersebut dapat menjadi bekal ketika lulus kelak. Seorang alumni menyarankan agar LDK bisa disertai misalnya nonton bareng film tentang Jenderal Soedirman, berkunjung ke museum Jenderal Soedirman atau napak tilas perjuangan untuk lebih menghayati bagaimana perjuangan zaman old yang sangat  "seru" bagi generasi zaman now.

Para pakar SDM di Unsoed bisa memformulasikan pembekalan mahasiswa baru Unsoed dengan materi LDK plus motivasi yang bisa menjadi bekal softskill. Diyakini kelak hal ini akan berperan penting ketika alumni Unsoed terjun di masyarakat kelak.

Jangan seperti saat ini, ketika Unsoed meninggalkan LDK, justru kampus lain menyelenggarakan kegiatan sejenis LDK. "Dibanding sistem perpeloncoan mahasiswa yang sering membawa korban, LDK lebih aman , sehat dan konstruktif," ujar seorang alumni.***

Foto: group WA Kafapet


Share:

Prof Yedi Harapkan Rektor Baru Membawa Unsoed Masuk 10 Besar PT Terbaik

Rektor Unsoed Prof Suwarto
Rektor Unsoed periode 2013-2014 yang juga mantan Dekan Fapet Unsoed dua  Periode Prof. Dr. Ir. Yedi Sumaryadi mengharapkan Rektor Unsoed yang baru terpilih 24 April 2018 dapat membawa Unsoed lebih berkontribusi terhadap daya saing bangsa melalui karya-karya  akademik bermutu serta dapat membawa Unsoed menjadi 10 besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. 

Hal ini disampaikan Yedi secara khusus kepada wartawan Kapafet-Unsoed.com menangggapi terpilihnya Prof Dr Suwarto   sebagai Rektor Unsoed periode 2018-2022. 
Ia mengatakan , dalam 3 tahun terakhir Unsoed pernah menduduki peringkat 16 dari 3220 Perguruan Tinggi di Indonesia, namun kemudian turun peringkat 30 dan 25. Hal ini hendaknya menjadi catatan penting bagi Unsoed agar ke depan dapat bergerak naik menuju peringkat "Top Ten" Perguruan Tinggi Indonesia. 

Dalam rapat senat tertutup yang berlangsung di aula gedung rektorat Unsoed Purwokerto, Selasa siang hingga petang (24/4) Prof Dr Suwarto terpilih sebagai Rektor Unsoed periode 2018-2022.
Prof Wardhana Suryapratama

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof Dr Wardhana Suryapratama , sebagaimana dikutip Republika menyebutkan, dalam pemilihan rektor tersebut, Prof Dr Suwarto mendapatkan dukungan 60 suara. Dua pesaingnya, Prof Dr Mas Yedi Sumaryadi dan Dr Agus Nuryanto, masing-masing mendapatkan 28 suara dan 1 suara. "Dengan hasil ini, kami hanya tinggal menunggu Surat Keputusan Menteri Riset dan Dikti untuk penetapan Prof Dr Suwarto sebagai Rektor Unsoed periode 2018-2022," jelas Wardhana yang juga dosen senior Fapet Unsoed.
Prof Yedi saat dilantik mendikbud Muh Nuh sebagai rektor tahun 2013

Ia menjelaskan , proses pemilihan rektor diikuti oleh 58 orang dari 60 anggota senat yang ada di Unsoed. Dalam pemilihan rektor, dukungan yang diperebutkan tidak hanya dari kalangan anggota senat. Ada juga hak suara dari Kemenristekdikti yang ditetapkan sebanyak 31 suara. Sesuai ketentuan, hak suara dari kementerian berjumlah 35 persen dari jumlah suara senat. 

"Karena jumlah anggota senat Unsoed ada sebanyak 60 orang, maka hak suara Kemenristekdikti ada 31 suara," jelasnya. Dengan demikian, kata Prof Wardhana, jumlah suara yang diperebutkan dalam rapat senat tersebut sebanyak 89 suara. 
Prof. ismoyowati

Prof Dr Soewarto kepada media seusai pemilihan, menyatakan banyak pekerjaan rumah yang harus segera ditangani agar Unsoed semakin maju dan berkembang. Namun, dia menyebutkan, yang akan menjadi prioritas utama selama kepemimpinannya adalah upaya untuk peningkatan akreditasi, baik untuk insitusi maupun program studi yang ada di lingkungan Unsoed.

Prof Suwarto juga menekankan, seluruh civitas akademika Unsoed ke depan harus lebih banyak menyumbangkan karya-karya inovatif untuk masyarakat. "Tak hanya dalam bidang keilmuan, melainkan juga bidang terapan," kata dia.
Ketua Kafapet Bambang Riyanto

Selama ini, Prof Suwarto dikenal sebagai peneliti bidang pertanian, khususnya dalam hal pemuliaan tanaman padi. Bahkan pada 2015 lalu, Prof Suwarto menerima penghargaan dari presiden atas prestasinya sebagai inovator pangandaan pertanian. Salah satu padi unggul hasil penangkaran Prof Dr Soewarto, adalah padi aromatik Inpago Unsoed

Harapan Dekan Fapet dan Ketua Kafapet 
Ketika ada kabar bahwa Prof Mas Yedi ikut dalam bursa calon rektor Unsoed, keluarga Fapet dan Kafapet sangat berharap dan ikut mendoakan agar Prof Mas Yedi terpilih sebagai rektor pada periode ini. Harapan ini wajar karena Prof Yedi sudah berpengalaman memimpin di Fapet sebagai dekan selama 2 periode, serta menjabat pembantu rektor dan sempat diangkat sebagai rektor "antar waktu" tahun 2013-2014 menggantikan Prof Edy Yuwono. Hal ini tampak dari ramainya harapan dan doa di group alumni.

Namun demikian apapun hasilnya, semua menyadari dan berharap bahwa itulah yang terbaik. Dr Ning Rakhmawati, yang pernah menjadi seniornya Prof yedi di Laboratorium reproduksi Fapet Unsoed meyakini, apapun hasilnya , Tuhan akan menempatkan peran yang terbaik bagi Prof Yedi.

Dekan Fapet Prof Ismoyowati saat dihubungi wartawan Kafapet mengatakan," saya selalu Dekan Fapet dan sebagai Pribadi mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS. sebagai Rektor Unsoed periode 2018-2022. Semoga Prof. Suwarto dapat menjalankan tugas sebagai Rektor dengan amanah dan sukses mengembamgkan Unsoed untuk menaikkan peringkat Unsoed di kancah Nasional maupun international,"

"Kami juga berharap Rektor baru memilih wakil rektor dan unsur pimpinan lainnya dengan bijak mengedepankan kompetensi dan kebersamaan untuk membangun Unsoed," tambah Prof Ismoyowati.

Senada dengan Dekan Fapet, Ketua Kafapet Unsoed Bambang Riyanto Japutra berharap agar rektor yang baru dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan semakin manfaat bagi kemajuan Unsoed.

"Semoga Prof Suwarto selaku rektor bisa mambawa Unsoed menjadi Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia," ujarnya.***

Share:

Mengenang Ir Ahmad Gozali; Dosen yang Tegas, Ramah dan Humoris

Inna Lillahi Wa Innaa Ilaihi Roojiuun.
Telah meninggal dunia Ir.Ahmad Gozali pada pukul 05.00 WIB. Sabtu 21 April  2018 di RS. Margono Soekarjo Purwokerto.
Rumah duka di Jalan Overste Isdiman, Purbalingga.
Dimakamkan Sabtu Ba'da Dhuhur di TPU Kebutuh Sokaraja Kab.Banyumas.
*Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa' fuanhu.*
Semoga almarhum husnul khatimah, diterima seluruh amal baiknya dan diampuni seluruh kekhilafan dan kesalahannya, keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dan tawakal kepada Allah SWT.  Aamiin.

Di sebuah acara Latihan Dasar Manajemen dan Kepemimpinan Mahasiswa sekitar tahun 1987 seorang mahasiswa yang pengurus Senat Mahasiswa (sekarang BEM) bertanya kepada instruktur ," di setiap kepanitiaan mahasiswa biasanya susunan kepanitiaan sampai puluhan orang, tapi yang benar-benar bekerja hanya sekitar 5 orang. Bagaimana sebaiknya mengelola kasus kepanitian seperti ini?"

Ir. Ahmad Gozali
Sang instruktur dengan tegas menjawab," fokus saja pada yang aktif bekerja. Nggak usah dibuat pusing. Hal itu terjadi dimana-mana. Kita harus benar-benar menghargai yang bekerja. Catat dan bina mereka yang selalu aktif, kelak kaderisasi kepemimpinan mahasiswa bisa berjalan dengan baik".

Bersama keluarga
Yang bertanya adalah penulis sendiri dan yang menjawab adalah Ir Ahmad Gozali, dosen ilmu ternak perah Fapet Unsoed yang saat itu bertindak sebagai instruktur latihan dasar kepemimpinan mahasiswa yang diikuti oleh para mahasiswa yang menjadi pengurus senat dan unit kegiatan mahasiswa.Ahmad Gozali saat itu menyampaikan materi mengenai kepanitiaan mahasiswa. Pelajaran penting dari ahmad Gozali saat itu adalah kepanitiaan mahasiswa dapat berperan dalam proses kaderisasi kegiatan senat mahasiswa.  Sikapnya yang tegas sekaligus ramah dan humoris menjadi kenangan penting yang tak terlupakan bagi mahasiswa dan dosen Fapet Unsoed .
       
Di antara para alumni yang melayat: Prof. Achmad Sodik (rektor UNU), Parji WS, Dr. Pambudi Yuwono 

Soal sikapnya yang ramah dan humoris menjadi catatan penting bagi Dr. Ning Rachmawati Siswadi, dosen Fapet Unsoed yang juga alumni Fapet Unsoed yang mulai berkarir di Fapet tahun 1979 hampir bersamaan dengan A. Gozali. "Almarhum  Pak  Gozali kakak kelas, dua tahun di atas saya," ujar Rachmawati.

Rachmawati menceritakan, saat matrikulasi , ia bersahabat dengan keponakannya, Sulastri Anggorowati yang kuliah di Fakultas Biologi. "Karena mbak Lastri memanggil Pak  Gozali dengan sebutan  oom Li, maka saya juga ikut-ikutan memanggil beliau Om Li," 

Om Li  lahir di Pati tahun 1941. Ia adalah putera dari pensiunan Residen Pati, Jawa Tengah. Residen adalah jabatan di bawah Gubernur di era Zaman Hindia Belanda hingga awal orde Baru. Sebelum masuk Fapet, ia pernah di TNI Angkatan Laut lalu keluar dan nasuk ke Fakultas Kedokteran Undip. Entah kenapa di Fakultas Kedokteran tidak betah, kemudian keluar dan masuk ke Fapet Unsoed angkatan tahun 1967.          
Karena begitu begitu dekat, jika Om Li punya bahan candaan baru, kerap kali menemui Rachmawati. 

"Ning, kowe kowe ngerti artine kuping ora?," tanya Gozali kepada Ning, panggilan akrab Ning Rachmawati Siswadi suatu hari di Kampus. 
"Kaku njepiping," jawab Ning, sekenanya. kebetulan ia tahu tebak-tebakan seperti ini.
"Kalau kerikil?"
"Keri nang sikil," jawab Ning lagi. 
"Pinter kowe wkkkk," Keduanya tergelak.

"Suatu hari jika beliau punya lelucon baru jadi lagi-lagi mencariku,' ujar Ning mengenang almarhum. Tak jarang leluconnya tentang urusan reproduksi, alias lelucon dewasa, namun hal itu sudah menjadi hal biasa di kalangan peternakan.

Pernah suatu hari ia membuat lelucon yang membuat beberapa mahasiswi lari terbirit-birit. Yaitu ketika sepulang kami study tour di Bali, ia membeli gantungan kunci yang agak besar. Pas beberapa dosen dan mahasiswa berkumpul ia tunjukkan dengan gayanya yang lucu.                                                                                               
"Apa ini?," tanyanya sambil menunjukan gantungan kunci yang ternyata berbentuk alat kelamin laki-laki . Sontak para ibu dosen dan mahasiswa teriak-teriak sambil lari semua

Tentang perannya di Fakultas, Rachmawari mengatakan, Alm Pak Gozali ikut merintis berdirinya program D3 PTUP, dan sempat menjadi Direktur PTUP setelah periode Pak Mahfudin Boediono. Kepemimpinannya bagus dan staf pengajar juga senang karena tiap kali ngajar ada makanan kecil serta ada honor tiap bulannya. Selepas jadi Pimpinan PTUP, ia sempat di Bapendik, dan kemudian terakhir berkarya di lab Ternak Perah hingga masa pensiun.

Kepala Departemen Humas Keluarga Alumni Unsoed  (KAUNSOED) Alief Einstein yang juga dosen Fapet Unsoed mengabarkan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Hari Jum"at 20 April 2018 almarhum Pak A.Gozali naik motor - pagi hari menuju RSUD Purbalingga untuk mengambil nomor antrian di RSUD Purbalingga. Diperkirakan kecelakaan motor dengan motor sekitar pukul 05.00 pagi. Jum'at sore hari dirujuk ke RS. Margono Purwokerto. Sabtu pagi Pak A.Gozali meninggal pukul 05.30.

Almarhum Ahmad Gozali masuk Fapet Unsoed 1967  dengan nomor induk mahasiswa  035.Pt meraih gelar sarjana tahun 1978. Ia adalah Sarjana Fapet Unsoed yang ke -18. Almarhum meninggalkan 2 orang putra.  Kakak kandung almarhum adalah hakim agung R.Mochammad Iman Wongsodiredjo.  (Bambang Suharno) ***

Sumber foto: Group whatsapps Kafapet Unsoed



Share:

drh. Sufiriyanto, MP : Khasiat Segelas Susu Kambing



Rutin mengonsumsi susu? Yakin sudah sesuai takaran yang dianjurkan para ahli? Tak perlu risau.  Yuk simak tips mengonsumsi susu yang tepat.

drh. Sufiriayanto, MP, Dosen Fakultas Peternakan Unsoed, ditengah kesibukannya berbagi informasi takaran yang pas dalam mengonsumsi susu.  Pak Sufir, begitu ia kerap disapa, menganjurkan cukup segelas susu dikonsumsi setiap hari.  Atau setara dengan 200 ml.

Susu kambing yang dikonsumsi berlebih, 400 – 500 ml, akan memberikan efek negatif baik bagi tubuh.  Tensi darah akan ikut meningkat dan bau badan si konsumen juga akan menjadi prengus (bau khas kambing).

Meskipun hanya 200 ml, Pak Sufir menegaskan, “Rutin ya minumnya.”  Beberapa rekan Pak Sufir yang mengonsumsi susu khususnya susu kambing dengan takaran yang direkomendasikan selama 3 bulan berturut-turut penyakit asma yang diderita perlahan sirna.

Tidak hanya penyakit asma yang dapat ditanggulangi, penyakit bronkitis, hepatitis pun berangsur-angsur akan pulih.  Pak Sufir menambahkan, “Perlu telaten dalam minum susu ini, kalau takarannya terlalu banyak khasiatnya akan berbeda.”

Khasiat susu kambing akan semakin terasa jika diminum dalam keadaan mentah. “Minum susu kambing yang belum dipasturisasi akan memperoleh kandungan kolin yang tinggi” ujar Pak Sufir. 

Ukuran globulin (lemak susu) yang berukuran kecil menjadikan susu kambing terasa halus di lidah.  Rasa susu kambing pun lebih lezat dibandingkan susu sapi.
 
Sudah membuktikan pernah merasakan lezatnya susu kambing?  Ternyata tidak hanya lezat lho.  Susu Kambing juga banyak khasiatnya.  Yuk rutin minum susu. (269)

Sumber : www.agronet.co.id
Kredit Foto : flicker

Share:

Waspada Penipuan Mengatasnamakan KAFAPET UNSOED

Redaksi Kafapet-Unsoed.com baru saja mendapatkan kabar adanya penipuan kepada alumni yang  mengatasnamakan Kafapet Unsoed.

Kekompakan dan persaudaraan Kafapet Unsoed rupanya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menipu alumni. Modusnya adalah mengaku sebagai alumni atau pejabat dari Purwokerto dan meminta sumbangan atau mengajak kerjasama bisnis yang cukup menggiurkan.

Ashar Saputra, Ketua Kafapet Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka Kuningan) melaporkan, dirinya mendapat wa dan telepon  tanggal 5 April 2018, dari oknum yang mengatasnamakan Alumni Fapet Unsoed, yaitu Andrian Wibisono angkatan 96. Oknum tersebut dengan membawa-bawa  nama Kafapet Unsoed mengajak bisnis di Kalimantan, dengan sistem bagi hasil.  Ashar Saputra tidak pikir panjang, langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening bersangkutan. Setelah di transfer, no Hp tidak aktif lagi.


Contoh WA penipuan

Kejadian kedua, tanggal 18 April 2018, Alumni Fapet domisili di Cirebon. Ditelp juga sama orang yang mengaku bernama Aprianto SH MM, Kabag Keuangan "Kabupaten Purwokerto"  dengan modus "Pengembangan UKM yang di bawah Kafapet Unsoed". Untungnya Alumni ini konfirmasi dulu ke Kafapet Wilayah Jabodetabeksesuci Roni Fadilah. Akhirnya modus penipuan tersebut bisa digagalkan

Dari pengamatan redaksi, modus penipuan ini sebenarnya sudah sering. Hanya kali ini menggunakan Kafapet Unsoed yang dikenal kompak dan saling membantu.

Roni Fadilah mengimbau agar alumni hati-hati dan cermat menanggapi permintaan sumbangan atau sejenisnya dari pihak yang tidak dikenal dan mengatasnamakan keluarga atau sebuah organisasi seperti Kafapet. Jika mengatasnamakan Kafapet Unsoed, Roni menyarankan agar segera hubungi pengurus Kafapet wilayah setempat atau ke Kafapet Pusat.

Roni menganalisa, untuk kasus yang menimpa alumni Fapet Unsoed, jika dicermati whatapps penipu itu sebenarnya sudah mencurigakan. Penipu menggunakan kata "Kabupaten Purwokerto" yang jelas-jelas keliru, karena Purwokerto bukan Kabupaten. "Pejabat gadungan" ini juga minta ditelepon, sesuatu yang tidak lazim. Dan juga tidak logis seorang pejabat Kabupaten minta dana ke alumni perguruan tinggi.

Modus Penipu Beragam dan Bisa Pake Hipnotis

Semakin hari modus yang dilakukan juga semakin beragam. Mungkin kita sudah hapal dengan modus penipuan SMS yang akrab dengan sebutan "sms mama" yang bunyinya kurang lebih seperti ini "... tolong isikan pulsa 20 ribu ke nomor baru ini, penting ... mama". Penipuan model tersebut bertujuan untuk mendapatkan pulsa sebanyak mungkin dari calon korban, namun mungkin saat ini sudah banyak orang yang hafal dengan trik ini.

Kemudian muncul modus SMS lain yang berbunyi seperti " ... jangan transfer ke rekening ini, transfer saja ke rekening bank yang itu ... ", bila kita cermati bunyi sms penipuan ini jelas-jelas mengharapkan balasan dan biasanya pulsa handphone mereka tersedot oleh si penipu.
Untuk menghindari modus atau trik tipuan seperti diatas, hindarilah membalas sms dari orang yang tidak jelas, karena hingga saat ini pencurian pulsa dengan modus penipuan diatas masih tetap marak.
Penipuan melalui telepon rumah juga banyak terjadi, biasanya para penipu menelepon dengan mengatakan salah satu penghuni rumah mengalami kecelakaan atau masuk rumah sakit sampai dengan mengalami penahanan oleh pihak yang berwajib karena tersangkut narkoba dan kesemuanya memerlukan biaya untuk segera di transfer ke rekening yang mereka berikan, bahkan ada juga yang mengaku telah di hipnotis melalui telepon.

Menangkal Hipnotis Lewat Telepon
Berikut adalah cara menangkal hipnotis lewat telpon,atau cara mencegah serta mengatasi modus penipuan lewat telpon yang bersumber dari www.crimecyber.net

Sebelum melakukan sesuatu yang para penipu inginkan hendaknya cek terlebih dahulu kebenaran berita yang disampaikan. Sedangkan untuk kasus hipnotis, usahakan jangan sampai terlalu serius mendengarkan omongan orang yang tidak dikenal . Putuskan saja jika dirasa mengganggu , tidak usah merasa tidak enak atau tidak sopan.
Untuk modus penipuan yang mengaku dari bank harus kita ingat, bahwa pihak bank atau card center tidak akan menanyakan data pribadi kita jika posisi telepon adalah dari arah mereka (pihak bank yang menghubungi kita). Berbeda sekali bila kita yang menghubungi mereka, tentunya pihak bank wajib menanyakan hal-hal pribadi tersebut untuk keamanan.***

Share:

Reuni di Tengah Padatnya Rakorteknas Ditjen PKH

Dari kiri : Kusdiyarto (85), Dwijo (83), Igie (86), Faisal (98), Erna (85), Tri Harsi (84), Wignyo (81), Rinawati , Lily (86), Dedik , Agung, Joni (84)
Rapat Kordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yang berlangsung 16-17 April 2018 di IPB International Convention Center (IICC) kawasan Botani Square Bogor, menjadi ajang reuni para alumni Fapet Unsoed yang berkarir di lingkungan Ditjen Peternakan di Pusat dan daerah. Rakorteknas adalah acara tahunan Ditjen PKH yang dipimpin oleh Drh. Ketut Diarmita MP dan dihadiri oleh jajaran Ditjen PKH, Unit Pelaksana Teknis (UPT),  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang meliputi Dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan dan lembaga lainya. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkesempatan hadir juga dalam acara ini.

UPSUS SIWAB (Operasi Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang merupakan program unggulan Ditjen PKH saat ini, masih menjadi topik utama dalam forum Rakorteknas tahun ini.
dari kiri: Roni, Ignatius Haryanta (Igie), Kapti, Lilly Marwati
Beberapa nama alumni Fapet Unsoed yang tercatat hadir di acara ini antara lain Wignyo Satwoko (pusat) , Dedik Apriyanto (pusat), Lilik Marwati (Dinas Lampung), Erna Rusmiyati (Dinas DIY), Kusdiyarto (Dinas Jatim), Joni (Pemalang, Jateng), Tri Harsi (BIB Lembang), Ignatius Haryanta (Dinas Jateng), Agung Sri Kuncoro (Dinas Jateng), Rinawati (Balai Veteriner Medan)  Dwijo Harsono (Dinas Banten) dan lain-lain. Banyaknya alumni yang menjadi peserta dalam Rakorteknas menunjukan semakin eksisnya Alumni Fapet Unsoed di lingkungan Ditjen PKH baik di pusat maupun daerah.

Sehari sebelum acara, Ketua Kafapet Jabodebeksuci Roni Fadilah menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan makan malam bersama dengan beberapa alumni peserta Rakorteknas di sebuah rumah makan di Bogor.

Penandatanganan Kontrak Kinerja

Salah satu agenda penting dalam rakorteknas adalah penandatangan kontrak kinerja lingkungan Ditjen PKH, dimana Dwijo Harsono ikut menandatangani kontrak kinerja. Dwijo (sks 83) adalah Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten yang juga Ketua Kafapet Banten.

Selamat berkarya para anggota Kafapet di lingkungan Ditjen PKH , Kementan. Semoga dapat menyumbangkan karya terbaik.
Dwijo Harsono (kiri) dengan Dirjen PKH Ketut Diarmita usai penandatangan Kontrak Kinerja

.

Share:

Antara Kafapet Unsoed, Kaunsoed dan Himpuni

Haiban Hadjid paling kiri bersama Menteri Perhubungan saat serah terima kepengurusan HIMPUNI
Kafapet Unsoed adalah wadah alumni Fakultas Peternakan Unsoed lintas angkatan yang berdomisili dan berkarya dimana saja baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Saat ini Kafapet Unsoed dipimpin oleh Bambang Rijanto Japutra (BRJ), alumni Fapet angkatan 1986. Secara organisasi, Kafapet Unsoed merupakan bagian dari keluarga besar alumni Unsoed yang dikenal dengan nama Kaunsoed (Keluarga Alumni Unsoed). Ketua KaUnsoed saat ini adalah Haiban Hadjid, alumni Fakultas Pertanian angkatan 1980.
Foto bersama Menteri Perhubungan dengan anggota HIMPUNI

Kini ikatan alumni dari berbagai perguruan tinggi negeri bergabung dalam sebuah wadah dengan nama HIMPUNI (Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia )

HIMPUNI berdiri pada 20 Mei 2016 telah melaksanakan Munas HIMPUNI ke-1 di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 1 April 2017 . Selanjutnya pada hari Kamis 5 April 2018 HIMPUNI menggelar acara serah terima kepengurusan dari presidium 1 kepada presidium 2 di Bangka Room, Hotel Borobudur, Jakarta. Hadir pada acara serah terima yaitu Koordinator Presidium 1 Ridwan Djamaluddin (Ketua Ikatan Keluarga Alumni / IKA Institut Teknologi Bandung / ITB), Koordinator Presidium 2 Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan RI) sekaligus mewakili KAGAMA yang menerima tongkat estafet dari Koordinator Presidium 1, juga hadir perwakilan dari masing-masing Organisasi Alumni PTN di antaranya Haiban Hadjid (Ketua Umum KAUNSOED).

Humas Kaunsoed Alief Einstein  mengatakan,  Hasil Munas I HIMPUNI di Senggigi, Nusa Tenggara Barat, diputuskan kepemimpinan HIMPUNI selama 1 tahun memilih Koordinator Presidium I dari Ikatan Keluarga Alumni / IKA ITB yaitu Ridwan Djamaluddin dengan 8 (delapan) Wakil Koordinator yaitu HA IPB, IKA UNHAS, KAUJE, KAUNSOED, IKA UNPAD, IKA UNAND, IKA UNSRI, dan IKA UNM. Presidium 1 mempunyai masa kerja sejak 1 April 2017 – 31 Maret 2018; dilanjutkan dengan Presidium 2 dengan Koordinator Presidium KAGAMA untuk masa kerja 2018 – 2019, dan Presidium 3 dengan Koordinator Presidium IKA UNDIP dengan masa kerja 2019 – 2020. Hingga saat ini sedikitnya sudah 32 organisasi alumni dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia ambil bagian kegiatan HIMPUNI.

Alief Einstein yang juga alumni Fapet mengatakan, dalam rapat pleno HIMPUNI dihasilkan keputusan terkait kegiatan tahunan HIMPUNI yaitu rencana diadakannya Rakernas dengan menetapkan Solo sebagai tuan rumah yang pelaksanaanya di awal bulan Mei 2018 bertempat di Kampus UNS – Universitas Sebelas Maret, Solo dengan memilih Bapak Budi Harto – Ketua IKA UNS sebagai Ketua Panitia. Sejak berdirinya, HIMPUNI telah melakukan berbagai kegiatan-kegiatan ilmiah, seni budaya, social, dan olahraga yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi alumni yang tergabung dalam HIMPUNI.
Rapat pleno HIMPUNI di Jakarta
Pada 16 November 2016, HIMPUNI menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta . HIMPUNI melaporkan kepada Jokowi, bahwa HIMPUNI bersatu untuk secara positif ikut membangun Republik Indonesia, menjaga keutuhan NKRI, mau menjadi bangsa pemenang, dan maju bersama. HIMPUNI mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk bekerja secara profesional, sesuai dengan bidang masing-masing. ***

foto-foto: Alief Einstien, KaUnsoed
Share:

Selamat Jalan Prof Sri Suhermiati, Guru Besar Fapet Unsoed Yang Bersahaja

Innalillahi wa innailaihi roji'uun Telah meninggal dunia Guru Besar Fakultas Peternakan UNSOED Prof. Sri Suhermiati  pada hari Sabtu 14 April 2018 pukul 11.45 WIB di RS Wijaya Kusuma Purwokerto, pada usia 70 tahun. Jenazah disholatkan di Masjid Jl. Kalpataru Perum Purwosari Purwokerto dan diberangkatkan ke Kudus pada  hari yang sama pukul 16.00 WIB. Rumah duka : Perum Purwosari. Jl Kalpataru 1 no 42 Purwokerto
Semoga almarhumah Husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin .
Prof Sri Suhermiati (depan, no 2 dari kanan) saat jalan sehat acara Dies Natalis Fapet Unsoed 2018
Berita duka ini menyebar di kalangan kampus dan alumni melalui berbagai group whatsapps , facebook dan media sosial lainnya Sabtu 14 April 2018, sekitar pukul 12 . Semua keluarga besar Fapet dan juga Kafapet merasakan kehilangan seorang guru besar yang dikenal ramah dan bersahaja.
Prof Sri Suhermiati yang akrab dengan panggilan Bu Emy, dikenal sangat dekat dengan mahasiswa dan para kolega dosen dan karyawan Unsoed. Dr Ning Rachmawati, salah satu dosen Fapet mengatakan, Prof. Emy sangat perhatian pada sesama dosen.
"Bagi saya Mbak Emy (dan juga Mbak Nunung/Prof SNO Suwandiastuti, almarhumah) sudah seperti keluarga sendiri. Pernah suatu hari mbak Emy membeli sepatu kekecilan. Ia datang ke rumah saya jalan kaki, memberikan sepatunya untuk anak saya," ujar Ning Rachmawati mengenang kedekatannya dengan almarhumah.

Informasi yang diperoleh redaksi Kafapet-Unsoed.com, Prof Emy meninggal karena menderita sakit lambung dan ulu hati. Beberapa rekan menyebutkan , almarhumah kemungkinan karena terbiasa dengan kesibukan sehingga tidak menganggap sakitnya sebagai sesuatu yang serius. 
Pakar Nutrisi, Mengubah  Kulit Kakao sebagai pakan Berkualitas
Sri Suhermitamiati lahir di Kudus, Jawa Tengah, 17 Mei 1948. Lulus S1 Fakultas Peternakan Unsoed tahun 1978, meraih pendidikan S2 di IPB tahun 1984 , sedangkan gelar doktor di Unpad tahun 2003.

Ia dikukuhkan sebagai guru besar Unsoed bersama dengan Prof.Dr.Ir Suwarto, MS pada prosesi Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Gedung Soemardjito UNSOED, Selasa, 26 Juni 2012. Sri Suhermitamiati adalah Guru Besar Ilmu Makanan Ternak Omnivora. 
Harian Kompas.com 26 februari 2012 memberitakan, Prof Dr Sri Suhermiyati, menemukan cara mengolah kulit buah kakao yang tidak bernilai menjadi pakan ternak. Bahkan, hasil olahan kulit kakao tersebut membuat daging ternak menjadi rendah kolesterol. 
Temuan ini dipaparkan Prof Dr Sri Suhermiyati dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto, Selasa 26 Juni 2012. Temuan  ini telah mendapatkan hak paten. Lewat proses fermentasi, kulit kakao dicampur dengan 1 persen urea, 10 persen dedak padi, dan 88 persen air suling pada kulit buah kakao dalam waktu tujuh minggu. Selanjutnya, dilakukan penambahan khamir Saccharomyces cerevisiae selama satu minggu. 
Sebagaimana diberitakan Kompas, Sri Suhermiati menguraikan bahwa kulit buah kakao yang telah difermentasi siap dicampur untuk substitusi sebagian jagung kuning, ditambah bahan pakan lain untuk memenuhi kandungan protein, energi, lemak, serat kasar, kalsium, fosfor, serta asam amino esensial. Kulit buah kakao fementasi digunakan untuk substitusi pada jagung kuning dengan level 10, 20, dan 30 persen. Selanjutnya, untuk mengetahui hasil substitusi tersebut, kulit buah fermentasi ini diberikan secara in vivo pada ayam broiler selama 42 hari. Hasil penelitian dievaluasi dari kesehatan ayam broiler pada profil darah, yaitu meliputi Hb, eritrosit, dan N-hematokrit. Substitusi kulit buah kakao fermentasi sampai 30 persen tidak menyebabkan perbedaan. 
"Ternyata sumbangan limbah kulit buah kakao yang difermentasi dapat mengganti jagung kuning hingga 30 persen dan dapat menghasilkan produk hewani yang sehat dengan kandungan kolesterol daging cukup rendah," kata Sri Suhermiati dalam pidato pengukuhan guru besar Unsoed sebagaimana diberitakan Kompas.com dan berbagai media saat itu.

Menurut Rachmawati, Serentetan penelitian tentang Single Cell Protein untuk ayam  di Balai Penelitian Ternak Ciawi dilakukan Sri Suhermiati tahun 1982. Bersama Rachmawati , almarhumah juga ikut aktif pada seminar Pig Nutrition di Denpasar (kerjasama Fapet Unsoed dengan Univ of Melbourne, Victoria Instititute of Animal Science, Vietnam Institute of Animal Science) disponsori oleh Asia Australia Economic Cooperation Program tahun 1998

Sri Suhermiati juga sudah melakukan beberapa penelitian tentang probiotik di awal 2000an dimana waktu itu probiotik belum populer. Salah satunya penelitian probiotik untuk Babi  atas sponsor Novarties Biochemie tahun tahun 2000-2002.

Selamat Jalan Prof Emy 
Karya dan penemuan Prof Emy, semoga dapat bermanfaat untuk pembangunan peternakan dan dapat diteruskan oleh para pakar dan praktisi nutrisi ternak.
Selamat jalan Prof Emy. Semoga almarhumah diterima amal ibadahnya, diampuni dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amien YRA.***

sumber foto : Groups WA Kafapet Unsoed

Share:

Harus Jujur di Tanah Suci

Prof Rubiyanto Misman memiliki banyak cerita "kocak" tetapi bijak. Sebagai rektor, kisah-kisah beliau layak untuk dijadikan permenungan. Berikut ini adalah salah satunya. Kisah pendek ini termuat dalam buku MEMENUHI PANGGILAN ALMAMATER, Biografi Rubiyanto Misman; Mahasiswa Unsoed Pertama - Alumnus Pertama - Pendiri dan Ketua Pertama Ikatan Alumni Unsoed - Dekan Alumnus Unsoed Pertama - Rektor Alumnus Unsoed Pertama.
B
uku tersebut ditulis oleh Sutriyono (Fak Peternakan'90)


Ketika ke Tanah Suci, Prof Rubi bertemu dengan seorang ketua Ponpes di Rembang. Mereka bertemu di sebuah toko emas di Madinah. Melihat wajah Indonesia, orang Rembang itu menyapa. “Bapak dari mana?” tanyanya.
“Dari Purwokerto,” jawab Prof. Rubi.
“Purwokertonya mana?” tanya orang Rembang lebih lanjut.
“Unsoed,” kata Prof. Rubi singkat.
“O, Unsoed. Saya punya teman dekat di Unsoed juga namanya dr. Mambo. Salam buat beliau. Saya ingin bertemu mau menitipkan anak saya kuliah di sana,” papar orang Rembang. Menurutnya, fakultas kedoterannya sempat ramai soal perijinan, tetapi kemudian ternyata banyak yang minat masuk.
Mereka kemudian ngobrol topik lain sambil melihat-lihat gelang di toko emas tersebut.
Tiba-tiba dia bertanya kembali, “Bapak siapa namanya? Bisa saya minta nomor hp, agar bisa kontak suatu waktu kalau sudah pulang nanti?”
Wah, berarti harus menyebut nama, ketahuan ini, batin Prof. Rubi. Bagaimanapun di Tanah Suci kan ya tidak boleh berbohong.
Prof. Rubi kemudian memberikan catatan nama dan nomor kontak. “Saya Rubiyanto,” katanya. Mereka kemudian berlanjut kembali sibuk melihat-lihat pajangan perhiasan.
Beberapa detik kemudian si Bapak Rembang itu berbalik menghadap Prof. Rubi sambil mencermati tulisan nama dan nomor hp pada secarik kertas yang ia pegang. “Rubiyanto, Rubiyanto... Wah, ini rektor yang berbuat gila membuka kedokteran tanpa ijin. Saya harus nitip...” serunya kemudian merangkul Prof Rubi.
Beberapa saat kemudian, kepada penjual emas, Pak Rembang itu berpesan, “Anda jangan main-main dengan orang ini. Beliau Presiden Universitas di Indonesia yang terkenal...!”
Dampak dari peristiwa itu, setiap hari sepulang subuhan lantas berangkat lagi melewati toko emas itu, pemilik toko berseru-seru memanggil Prof Rubi. “Profesor, Profesor, coming, coming...,” katanya, lantas menawarkan barang-barang baru di tokonya.
Bahkan seorang muda pedagang kaki lioma berkebangsaan Bangladesh yang menjual aneka ragam souvenir di depan hotel selalu menyapa, “Good morning Mr Ruby.”

Hal itu terjadi gara-gara Rubi suka membeli souvenir kepadanya. Melihat hal ini teman-teman haji tertawa. “Wah, la kok Pak Rubi kancane akeh men? Dari toko mas sampai pedagang kaki lima…,” kata salah satu teman.
Share:

Wahyu Budi Santoso, Alumni Fapet Unsoed SKS 83, Diangkat Sebagai Plh Bupati Banyumas

Kabar membanggakan bagi Kafapet Unsoed  datang dari pendopo Kabupaten Banyumas, Jateng. Wahyu Budi Saptono,  anggota Kafapet SKS 83 diangkat Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Plh Bupati Banyumas

Masa kepemimpinan Bupati Achmad Husein dan Wakil Bupati Budhi Setiawan, untuk masa bakti 2013- 2018 berakhir Rabu 11 April 2018.  Untuk menjamin kesinambungan pemerintahan kabupaten Banyumas,  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Ir Wahyu Budi Saptono, M.Si yang saat ini menduduki posisi sekda Banyumas, sebagai pelaksana tugas sehari-hari (Plh) Bupati Banyumas berdasarkan surat Nomor T.131.33/3272/OTDA tanggal 9 April 2018.

Pengesahan juga diperkuat dengan Surat Plt Gubernur Jawa Tengah Nomor 131/6020 tanggal 11 April 2018 tentang Pemberitahuan pelaksanaan tugas sehari-hari Bupati Banyumas.

Penyerahan surat penunjukan dilakukan Plt Gubernur Jateng Drs Heru Sujadmoko, M.Si kepada Banyumas Ir Wahyu Budi Saptono, M.Si  Rabu (11/4) di Pendopo Sipanji Banyumas. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan silaturahmi akhir masa jabatan Bupati-Wakil Bupati Banyumas Ir Achmad Husein dr Budhi Setiawan sekaligus pamitan Plt Bupati Banyumas.

Hadir pada acara ini Forkompinda, Pimpinan Perbankkan/BUMN/BUMD, Rektor Perguruan Tinggi, Pimpinan SKPD dan para pejabat di Banyumas

Pasangan Kafapet
Wahyu Budi Santoso adalah suami dari Rahayu Widiyanti, yang juga alumni Fakultas Peternakan Unsoed. Rahayu yang tercatat sebagai alumnus Fapet Unsoed  SKS 85 adalah dosen senior Fapet Unsoed.

Dengan diangkatnya Wahyu Budi Santoso sebagai Plh Bupati Banyumas, maka Rahayu Widiyanti ditetapkan sebagai ketua Tim Penggerak PKK dan ketua Dharma Wanita Kabupaten Banyumas.

Anggota Kafapet di Pemda Banyumas

Kepala Bappeda Banyumas Eko Prijanto (seragam Pemda), Fapet Unsoed SKS 85
Di lingkungan Pemkab Banyumas tercatat setidaknya ada 2 alumni Fapet Unsoed yang menduduki posisi penting yaitu Wahyu Budi Santoso yang sekarang sebagai Plh bupati dan Eko Prijanto (SKS 85) yang saat ini menduduki jabatan Kepala Bappeda Banyumas.

Semoga senantiasa membawa nama harum Fapet Unsoed.***

Dari berbagai sumber.
Foto: Wiseno Nurhamzah




Share:

KETUA KAFAPET JAMBI GATI NIKEN SARI , NARASUMBER BEBERAPA FORUM

Gati (no 6 dari kiri) bersama peserta
Gati Nikensari, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, yang juga Ketua  Kafapet Wilayah Jambi,  mendapat kepercayaan sebagai salah satu pembicara pada acara Sinkronisasi kegiatan ketahanan Pangan Provinsi Jambi 6-7  Maret lalu, workshop panel harga pangan dan beberapa forum lainnya beberapa waktu lalu.

Gati juga dipercaya sebagai moderator pada acara Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tk III Provinsi Jambi baru-baru ini.

Gati, paling kanan, sebagai narasumber
Diklat diikuti oleh 30 orang dari berbagai instansi di Provinsi Jambi.
Bersama Mentan dalam sebuah acara

Acara dengan topik Benchmarking to the best practices ini dilaksanakan di Fave Hotel Makassar , tak jauh dari Pantai Losari. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dimana masing masing mempresentasikan hasil Benchmark nya ke para peserta.

Gati Niken Sari, alumnus Fapet Unsoed angkatan 88, berkarir di Jambi tak lama setelah lulus kuliah hingga sekarang.

Kegiatan Kafapet Jambi
Bersama Eka Bees
Gati mengatakan, Kafapet Jambi saat ini masih dalam tahapan rintisan. Jumlah anggota Kafapet di Jambi tercatat belum banyak, namun ia berusaha aktif melakukan komunikasi dan diskusi dengan sesama alumni yang ada di Jambi maupun dari berbagai daerah. Selain itu ia berusaha mendata alumni Fapet  yang bekerja di berbagai bidang di wilayah Jambi.  Beberapa kali ia juga  menyempatkan hadir dalam acara temu alumni di Jakarta untuk mendapatkan berbagai masukan.

Sebaliknya alumni Fapet Unsoed yang ke Jambi berusaha untuk melakukan pertemuan dengan Gati. Titin Supartinah (SKS 82), Eka Budi Sulistya adalah beberapa nama yang sempat diajak diskusi  di Jambi, di tengah kesibukan bertugas di dinas ketahanan pangan provinsi Jambi.

Kepengurusan

Kepengurusan inti Kafapet Wilayah Jambi saat ini masih sederhana, sebagai berikut:

Ketua        : Gati Nikensari Moehargo,
Sekretaris : Arif  Makhmud Dwiyatno,
Bendahara : Agus Salim
Share:

PERTEMUAN KAFAPET KALIMANTAN DIHADIRI PENGURUS KAFAPET SEMARANG

Bertempat di Rumah Makan Dunia Laut Banjarmasin, Selasa malam  10 April 2018  Kafapet Unsoed Wilayah Kalimantan mengadakan pertemuan  pengurus yang juga dihadiri pengurus Kafapet Semarang Raya.  Pertemuan tersebut membahas tentang program kerja dan rencana kegiatan Kafapet Wilayah Kalimantan di tahun 2018.

Peserta yang hadir antara lain Laras Bambang Kurnianto, Sugeng Juwantya, Isna Kurnianto, Anis Wahdi, Andi Baskara, Chandra Mukti dan M. Asrofi. Dari  pengurus Kafapet Wilayah Semarang hadir Agus Kadarisman

Kehadiran Pengurus Kafapet Wilayah Semarang adalah dalam rangka Sosialisasi tentang Rencana Temu Alumni Kafapet Unsoed tahunan 2018 yang akan diselenggarakan di Semarang serta saling bertukar pandangan mengenai kegiatan Kafapet.


Susunan Pengurus Kafapet Wilayah Kalimantan

Ketua        : Laras Bambang Kurnianto
Bendahara : Isna Kurnianto
Sekretaris  : Chandra Mukti Wibawanta
Team Support : Sugeng Juwantya dan Anis Wahdi

Share:

JENDERAL SOEDIRMAN MEMANGGIL; MARI IKUT MEMBANGUN MASJID KAMPUS FAPET UNSOED

Mushola Fakultas Peternakan Unsoed yang terletak diantara dua gedung di lantai dua kampus Karang Wangkal Purwokerto kini sudah tidak mampu menampung jumlah jamaah yang semakin bertambah. Tahun 2018 ini jumlah mahasiswa mencapai 1.800 orang dan sangat mungkin akan terus bertambah, apalagi selain program D3 dan S1, Fapet juga menyelenggarakan program S2 dan S3. Sementara itu kesadaran warga kampus untuk melakukan sholat berjamaah semakin meningkat. 
Kampus tak tinggal diam, Sarana ibadah harus memadai. Maka melalui berbagai diskusi, akhirnya kampus Fapet bertekad untuk membangun masjid di lingkungan Fapet Unsoed. Dekan Fapet Prof Ismowati beserta jajaran pimpinan dan pihak terkait mengadakan serangkaian pertemuan dan akhirnya menunjuk Ir. Sigit Mugiyono. MS, salah satu dosen senior untuk menjadi Ketua Panitia Pembangunan Masjid. Informasi yang diperoleh dari panitia menyebutkan, masjid yang akan dibangun menyesuaikan lokasi dengan luas 12 m x 12 m dengan dua lantai.
            "Pembangunan tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit oleh karena itu kami mengajak para dermawan termasuk para alumni Fapet untuk berpatisipasi dalam pembangunan masjid tersebut dalam bentuk wakaf uang ataupun material," ujar Sigit.

Diresmikan Saat Dies Natalis ke 53
Panitia menyampaikan, pembangunan Masjid Fapet Unsoed ditargetkan dimulai  bulan Mei 2018 sampai dengan Desember 2018. Peresmian akan dilaksanakan pada 10 Pebruari 2019 bertepatan dengan Dies Natalis Fakultas Peternakan Unsoed ke 53.
Adapun lokasinya adalah di sisi depan bagian selatan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Pembiayaan
       Sumber pembiayaan pembangunan masjid murni dari para donatur. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid Fakultas Peternakan adalah sebesar Rp. 1.024.350.094,92 (satu miliar dua puluh empat jua tiga ratus lima puluh ribu sembilan puluh empat rupiah, sembilan puluh dua sen), sebagaimana tercantum pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diterima redaksi Kafapet-Unsoed.com.


Rekening untuk Donasi

Bagi yang berniat mewakafkan sebagian rezekinya dapat transfer ke Bendahara :

Rekening Bank Mandiri
Nomor. 1800001672619
a.n. Oentoeng Edy Djatmiko

Rekening Bank BCA
Nomor. 3580481123
a.n. Dattadewi Purwantini

Donasi Melalui Kafapet

Sumbangan pembangunan masjid dapat dilakukan langsung ke rekening panitia, bisa juga melalui pengurus Kafapet. Informasi dari Ketua Kafapet Jabodebeksuci Roni Fadilah, pihaknya juga menampung sumbangan dari  anggota Kafapet Jabodebeksuci melalui rekening bendahara Kafapet Jabodebeksuci

Bank BCA
no rek 6820199501 a/n Sri Anna Suryaningsih

Konfirmasi sumbangan, hubungi Sri Anna Suryaningsih hp 08777 03 444 61

Beberapa angkatan kemungkinan juga menggalang dana tersendiri sebagai bentuk optimalisasi partisipasi kafapet. Informasi dari Ketua Kafapet SKS 85 Sinung Nugroho menyebutkan,  pihaknya juga menghimbau anggotanya untuk berkontribusi dalam pembangunan masjid Kampus, dan sumbangan bisa langsung ke panitia pusat, atau melalui bendahara Kafapet SKS 85.

Susunan  Panitia Pembangunan Masjid

Pengarah                 : Prof. Dr. Hj. Ismoyowati, S.Pt., 

                                 Prof. Dr. Ir. H. Mas Yedi Sumaryadi, MS

Penanggungjawab     : Ir. H. Ibnu Hari Sulistyawan

Ketua                       : Ir. Sigit Mugiyono, MS
Sekretaris                  : 1. Ir. Nur Hidayat, MSi
                                  2. Imbang Haryoko, S.Pt., MP
                                  3. Setya Agus Santosa, S.Pt., MP
Bendahara 1             : 1. Ir. H. Oentoeng Edy Djatmiko, MP
                                : 2. Dr. Ir. Hj. Dattadewi Purwantini, MS
Seksi-Seksi :
A.  Seksi Pembangunan  : 
          1. Ir. H. Muhammad Nuskhi, M.Si
          2. Dr. drh. H. Muhamad Samsi, MP
          3. Dr. Ir. Rosidi, MP
          4. Bagyo Mulyono, ST, MT
          5. Gathot Heri Sudibyo, ST, MT
B.  Seksi Humas : 
         1. Ir. H. Alief Einstein, M.Hum
         2. Dr. Ir. Hj. Lucie Setiana, MP
C.  Seksi Usaha : Ir. Nunung Noor Hidayat, MP; dkk
D.  Seksi Perlengkapan  : Purwoko, SH; dkk


Kontak Panitia

Informasi selengkapnya mengenai pembangunan masjid, hubungi:

Ir. Sigit Mugiyono, MS     
             ( CP/WA :  081 227 044 25 )
Ir. H. Oentoeng Edy Djatmiko, MP
             ( CP/WA : 081 229 820 91 )
Dr. Ir. Hj. Dattadewi Purwantini, MS
             ( CP/WA : 081 227 134 13 )


Sumber info dan foto : Ir. H. Oentoeng Edy Djatmiko, MP

Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Pengunjung Web

Undangan Temu Alumni

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini