• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

Keluarga Alumni Pasca Sarjana (Kapas) Unsoed Lakukan Pembinaan di Rutan Banyumas






Hery Supriyadi (berdiri no 3 dari kanan) bersama tim Kapas, BBPTU Baturaden dan pimpinan Rutan

Kafapet-Unsoed.com Purwokerto 30 Juni 2018. Sebagai wujud "pengabdian untuk negeri", Keluarga Alumni Pascasarjana Unsoed  (Kapas)  bekerjasama dengan Tim BBPTUHPT (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak) Baturraden melaksanakan kegiatan pembinaan untuk warga binaan di Rutan Klas II B Banyumas, yang berlokasi di seberang alun-alun Kota Banyumas.

Kegiatan pengabdian di Rutan, meliputi pemberian bantuan Bibit Tanaman Odot dan Indigofera dan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak yakni Pembuatan Silase Jagung bagi Warga Binaan di Rutan Klas II B Banyumas.

Pemberian bantuan Bibit Odot dan Indigofera diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Pembibitan Drh. Samsul Fikar bersama  para pengurus Kapas antara lain  Akhmad Marsudi, SPt, SIP, MP dan Hery Supriadi, SPt, MP. Bantuan yang diberikan  pada tahap ini sebanyak 2000 stek bibit odot dan 50 buah bibit Indigofera,serta bahan Silase Jagung 100 kg.

Pada Lahan di sekitar Rutan pun dilakukan penanaman bersama warga binaan agar nantinya tersedia pakan untuk ternak.

Setelah dilaksanakan penanaman, dilanjutkan kegiatan Pelatihan pembuatan Silase Jagung.

Warga binaan Rutan pun sangat antusias mengikuti kegiatan  ini.
Hery Supriyadi mengharapkan semoga kegiatan ini memberikan bekal ilmu dan pengetahuan kepada Narapidana sehingga nantinya kelak bermanfaat yang ingin usaha di bidang peternakan.

Acara Pengabdian Kapas di Rutan dipandang sebagai kegiatan unik yang bermanfaat bagi warga rutan untuk persiapan masa depan.


Share:

Terkumpul dana Rp 476 juta, Pembangunan Masjid Fapet Sudah Dimulai Lagi Setelah Lebaran


Setelah libur lebaran, pembangunan masjid Fapet Unsoed sudah dimulai lagi. Fondasi hampir selesai dan besi beton sudah dipasang. Demikian disampaikan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Fapet Unsoed Ir. Sigit Mugiyono, MS kepada redaksi kafapet-unsoed.com (25/6), menjawab pertanyaan redaksi mengenai perkembangan pembangunan masjid.

Pertanyaan redaksi kepada Ketua Panitia pembangunan masjid dilakukan sehubungan dengan adanya beberapa pertanyaan dari alumni melalui group whatsapp mengenai perkembangan pembangunan masjid dan seberapa besar dana yang sudah terkumpul. 

Terkumpul Dana hampir 50%
Selaku ketua panitia, Sigit Mugiyono menyampaikan banyak terima kasih kepada Kafapet dan  para alumni atas doa dan dukungan donasi para alumni sehingga proses pembangunan masjid sudah mulai berjalan.

Sigit kembali menekankan target pembangunan masjid ini selesai bulan Januari 2019 sehingga dapat diresmikan pada saat Dies Natalis Fapet Unsoed 10 februari 2019.

"Syukur Alhamdulillah dana yang masuk per tanggal 26 Juni 2018 sebesar Rp 476 juta dan sudah digunakan Rp 75 juta. Kebutuhan dana untuk pembangunan masjid sebesar satu miliar rupiah. Kami berharap para alumni untuk dapat menyisihkan rejeki untuk ikut menutupi kekurangan biaya pembangunan masjid," jelas Sigit yang juga dosen senior Fapet Unsoed.


"Mohon doa dan dukungannya ," tambahnya.

Pengurus Kafapet khususnya Ketua Kafapet Jabodebeksuci Roni Fadilah secara aktif telah berulang kali menghimbau para alumni untuk menyisihkan rejekinya demi suksesnya pembangunan masjid. Dari pantauan redaksi , himbauan ini cukup berdampak positif. Roni mengharapkan para pengurus Kafapet di berbagai daerah dan kordinator angkatan untuk tidak bosan berulang-ulang mengingatkan para alumni untuk berkontribusi dalam pembagunan masjid.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Rabu 2 Mei 2018, Dekan Fapet Unsoed Prof Ismoyowati melakukan seremonial peletakan batu pertama pembangunan masjid kampus Fapet.

Acara Peletakan Batu Pertama dihadiri oleh  Para Dekan, Direktur, Ketua Lembaga, Kepala Biro di Unsoed, pada Dosen, karyawan, alumni, BEM, DLM dan perwakilan mahasiswa.

Pada saat peletakan batu pertama tersebut, Dekan menyampaikan bahwa dana yang terkumpul 300 juta. Ini artinya sejak 2 mei hingga 26 Juni (hampir 2 bulan) ada tambahan dana sebesar Rp. 176 juta.

Rekening Wakaf

Bagi yang berniat mewakafkan sebagian rezekinya dapat transfer ke Bendahara :

Rekening Bank Mandiri
Nomor. 1800001672619
a.n. Oentoeng Edy Djatmiko

Rekening Bank BCA
Nomor. 3580481123
a.n. Dattadewi Purwantini

Informasi selengkapnya mengenai pembangunan masjid, hubungi:

Ir. Sigit Mugiyono, MS   
             ( CP/WA :  081 227 044 25 )
Ir. H. Oentoeng Edy Djatmiko, MP
             ( CP/WA : 081 229 820 91 )
Dr. Ir. Hj. Dattadewi Purwantini, MS

             ( CP/WA : 081 227 134 13 )

Donasi Melalui Kafapet
Sumbangan pembangunan masjid dapat dilakukan langsung ke rekening panitia, bisa juga melalui pengurus Kafapet. Informasi dari Ketua Kafapet Jabodebeksuci Roni Fadilah, pihaknya juga menampung sumbangan dari  anggota Kafapet Jabodebeksuci melalui rekening bendahara Kafapet Jabodebeksuci

Bank BCA
no rek 6820199501 a/n Sri Anna Suryaningsih

Konfirmasi sumbangan, hubungi Sri Anna Suryaningsih hp 08777 03 444 61

Download Proposal
Bagi Anda yang butuh proposal lengkap, silakan download dengan klik tombol bertulisan Proposal Masjid di layar halaman web ini, atau KLIK DI SINI 

sumber foto : Panitia Pembangunan Masjid Fapet/Sigit Mugiyono


     
Share:

Download File Rekomendasi Sarasehan Peternakan Nasional

Sarasehan Peternakan Nasional yang diselenggarakan Kafapet Unsoed 4 September 2016 telah menghasilkan rekomendasi resmi yang telah diserahkan ke pemerintah melalui Dr. Ir. Riwantoro (fapet Unsoed sks 80), yang saat itu bertindak sebagai pelaksana harian Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penyerahan naskah dilakukan 31 Oktober 2016 oleh Prof. Mulyoto didampingi para pengurus Kafapet.

Dalam kesempatan itu Riwantoro menyampaikan, sebagian rekomendasi sarasehan sudah dijalankan setelah sarasehan berlangsung. Ia mengucapkan selamat dan terima kasih atas terselenggaranya sarasehan peternakan nasional dan berharap acara serupa bisa berjalan di tahun-tahun mendatang.

Untuk mengetahui naskah lengkap sarasehan peternakan nasional bisa klik di foto cover di artikel ini atau klik di sini
Share:

Mari Manfaatkan Website Untuk Saling Berbagi

Pengelola Kafapet-Unsoed.com dengan ini menyampaikan Selamat Idul Fitri 1439 H , Mohon Maaf Lahir dan Batin.Semoga ibadah puasa Ramadhan dapat meningkatkan kualitas taqwa kita. Aamiin YRA.


Setelah libur beberapa saat menikmati indahnya idul fitri,  tim Cyber Kafapet siap untuk kembali beraktivitas. Kepada para "wartawan" dan kontributor artikel yang telah meluangkan waktu untuk menulis maupun memberi informasi sebagai bahan berita dan artikel, kami menyampaikan banyak terima kasih. Semoga semua yang telah rekan-rekan lakukan merupakan amal ibadah yang mendapat pahala terbaik dari Allah SWT.

Terima kasih khususnya kepada Nurtania Sudarmi, Sutriyono Robert, Zainal Abidin (Bang Jay), Roni Fadillah dan yang lainnya yang sudah menyumbangkan tenaga dan pemikirannya untuk menulis artikel liputan dan atau opini. Juga kepada narasumber dan para alumni yang memberikan informasi sebagai bahan artikel antara lain  Prof. Rubiyanto Misman (mantan Rektor Unsoed), Prof. Yedi Sumaryadi, Prof Ismoyowati,  Yusuf Subagyo, Elly Tugiyanti, Alief Einstein, Ning Rachmawati, Satrio Widhi Purbaya, Bambang Rijanto Japutra, Arsyad Isya, Gati Niken Sari, Prof Mulyoto, Hernani Da Silva, Teguh Sudaryatno, Agus Kadarisman, Laras Bambang Kurnianto, Satrio Sampurno, Carlita Farmasiana, Metroful Riyadi, Dwijo Harsono, Haiban Hadjid (Ketua KAUNSOED),  Aris Teguh Wibowo, Tri Harsi, Yudhi Achmadi, Farid Dimyati, Ashar Saputra, Afdhuha dan lain-lain yang belum sempat kami sebut satu per satu.

Melihat perkembangan website Kafapet-Unsoed.com, yang usianya baru 3 bulan lebih, kami melihat hal-hal positif antara lain:

1. Website mulai tayang Maret 2018. Pengunjung web hingga saat ini (22 Juni 2018) mencapai 19.233 pengunjung, selama 3 bulan lebih dikit. Sehingga rata-rata 6.411 pengunjung per bulan dan 213 pengunjung per hari. Sebagai website yang baru seumur jagung dan isinya sangat spesifik, prestasi  jumlah pengunjung ini bisa dibilang lumayan bagus.

2. Posisi di search engine google, sudah berada di halaman 1 dengan kata kunci Kafapet Unsoed atau keluarga alumni fakultas peternakan unsoed.

3. Artikel semakin bervariasi. Meliputi kegiatan Kafapet Pusat dan daerah, profil alumni, kegiatan alumni, opini para alumni, kegiatan Fapet Unsoed, kegiatan mahasiswa, pergantian pejabat di Unsoed, artikel mengenang almarhum senior dan dosen Fapet Unsoed. Juga tentang pembangunan masjid Fapet Unsoed. Semua ini mudah-mudahan menjadikan kegiatan alumni dan kegiatan di Fapet Unsoed (termasuk kegiatan mahasiswa) semakin banyak diketahui oleh para alumni dan juga para pengunjung web yang non alumni.

4. Melalui sistem integrasi website, aplikasi android dan sistem data base Kafapet Unsoed, kini telah terjaring 439 data alumni Fapet Unsoed (per hari ini 22 Juni 2018). Angka ini masih di bawah 10 % dari total alumni Fapet. Masih perlu dukungan para alumni untuk menyebarluaskan info ini ke sesama alumni. Dengan pendataan yang sistematis ini, diharapkan informasi dari dan untuk alumni dapat tersebar lebih luas. Para alumni kelak dapat memanfaatkan web maupun sistem broadcast email untuk menginformasikan sesuatu yang bermanfaat bagi alumni, termasuk info kegiatan reuni per angkatan maupun lintas angkatan.

5. Website ini juga berperan sebagai penyimpan dokumen penting, antara lain Mars Kafapet Unsoed, susunan pengurus kafapet pusat dan daerah, foto-foto kegiatan alumni, profil alumni,  proposal pembangunan masjid dan sebagainya. Kalau ada dokumen penting lainnya misalkan AD ART Kafapet, Program kerja, dan yang lainnya silakan kirim ke redaksi untuk kami muat di folder download.

6. Tak kalah pentingnya bahwa ternyata narasumber untuk pembuatan artikel sudah cukup banyak sebagaimana disampaikan di atas. Mulai dari Dekan, wakil dekan, mantan Rektor, dosen senior, pengurus Kafapet, serta para alumni yang tersebar di seluruh nusantara di berbagai bidang karir dan bisnis.

Jenderal Soedirman Memanggil

Mari kita terus hidupkan website ini untuk saling berbagi opini dan informasi, serta mempererat tali silaturahmi. Bagi rekan-rekan yang hobi menulis dan atau yang berkarir di dunia tulis menulis yuk ikut berkontribusi meramaikan konten website.

Bagi yang belum sempat menulis, informasikan jika ada kegiatan alumni, sertakan foto, nama kegiatan, peserta, tujuan kegiatan, rangkaian acara dan info lainnya. Cukup kirim wa ke redaksi di 0816 482 7590 (Bambang suharno) atau 0898 3888 169 (Nurtania)

Bagi alumni yang aktif di medsos (wa, line, fb, twitter dll), silakan share jika ada artikel di website Kafapet. Kegiatan share ini sepertinya sepele padahal sangat membantu mendatangkan pengunjung.

Bagi alumni yang punya info lowongan kerja dan peluang usaha silakan kirim informasi singkat ke alamat wa di atas.

Khusus untuk pengurus Kafapet Daerah yang belum dimuat susunan pengurus dan kegiatannya, harap segera mengirimkan data susunan pengurus dan foto-fotonya.

Bagi alumni yang punya produk barang maupun jasa yang perlu dipromosikan di website, silakan kirim informasinya. Mumpung masih GRATIS hehehe

Membuat website itu mudah, yang  cukup menantang adalah bagaimana menghidupkan dan mengembangkannya. Mari kita buktikan bahwa website Kafapet-Unsoed.com menjadi website yang selalu aktif dan bermanfaat bagi warga Kafapet, menjadi yang terbaik di antara website alumni fapet yang lain.

"Jenderal Soedirman" memanggil para alumni untuk saling berbagi melalui website Kafapet-Unsoed.com


Jakarta, 22 Juni 2018
Atas nama pengelola Website



Bambang Suharno


NB.
Usul dan saran bisa via email unsoed.kafapet@gmail.com atau wa 0816 482 7590




Share:

Lebaran Sebentar Lagi : Antara Gembira dan Menangis (Roni Fadilah)


Lebaran adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim,  setelah satu bulan penuh  melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ekspresi keceriaan tersebut terpancarkan dari semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Semua menunjukan kegembiraan yang tiada tara.

Di Indonesia, momen sebelum Lebaran tiba, banyak sekali tradisi atau kebiasaan yang umum dilakukan untuk menyambut Lebaran tiba.  Dari mulai berburu baju, celana, sepatu, perhiasan,motor bahkan mobil baru, tak jarang rumah, atau perabotan, cat rumah diganti juga dengan yang baru. Begitu pun, persiapan pengadaan segala panganan khas lebaran yang berjibun ragamnya termasuk kueh kaleng "Khong Guan" yang selalu setia hadir saat Lebaran.

Persiapan-persiapan tersebut di atas menyebabkan Mall, Super Market, Swalayan bahkan pasar becek menjadi ramai, padat sampai tumpah ruah, super hiruk pikuk antara manusia, trolly, motor, mobil dan barang bawaan. Sungguh situasi yang sangat luar biasa yang tidak bisa digambarkan dengan pendekatan nalar yang normatif semata.

Satu lagi, hal yang sangat fenomenal yang telah berjalan berabad-abad lamanya di Indonesia bahkan di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim yaitu Tradisi Mudik alias Pulang Kampung. Tradisi yang menyebabkan semua kalangan dari mulai rakyat jelata, sampai rakyat kalangan atas, bahkan semua pimpinan di negeri ini dari level RT sampai Presiden ikut terlibat super sibuk di dalamnya. Pak RT sibuk menjaga dan mengatur kampungnya supaya tetap aman dan tertib terkendali selama ditinggal warganya mudik. Para pejabat tinggi pun (termasuk presiden) sibuk mengatur supaya mudik bisa berjalan lancar, aman dan tidak ada gangguan yang sangat berarti.

Tradisi mudik bahkan menjadi "Dulang Emas" bagi beberapa kalangan,  termasuk Media Cetak maupun Media Elektronik. Situasi mudik setiap saat ditayangkan secara live dan on line, pemberitaan ini dimuat sedemikian rupa supaya menarik dan bisa mengeruk keuntungan dari iklan yg ditayangkan.

Pada saat acara mudik ini pun, baru kita menyadari, Jakarta sudah menjadi "Milik Orang Daerah", bukan orang Betawi lagi. Dan ternyata Jakarta tanpa "Orang Daerah" bukan lagi kota "Megapolitan", Jakarta menjadi sepi, lengang, bebas macet dan kebisingan. Saat ini lah Jakarta menjadi Kota yang "Nyaman dan Indah".

Apa yang didapat setelah Lebaran berlalu? Kalau anak-anak pasti bahagia dapat "Angpau", silaturahim dengan keluarga, sanak saudara, kerabat, sahabat, teman, dan ziarah ke makam orang yang dikasihi, cerita pengalaman hidup, cerita perjalanan selama mudik, dan selain itu,  yang didapatkan setelah lebaran adalah capek, uang habis dan kembali dalam kehidupan rutin normal seperti biasa.

Lalu, apa yang dikerjakan oleh para salaf shalih?

Bagi para ulama salaf shalih menjelang  hari-hari kepergian Ramadhan, begitu berat dan sedih mereka rasakan. Dengan berlalunya bulan Ramadhan, hati mereka mejadi sedih. Maka, tidak mengherankan bila pada malam-malam terakhir Ramadhan, pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Masjid Nabawi penuh sesak dengan orang-orang yang beri’tikaf. Dan di sela-sela i’tikafnya, mereka terkadang menangis terisak-isak, karena Ramadhan akan segera berlalu meninggalkan mereka. Ketika mereka memasuki detik-detik akhir penghujung Ramadhan, air mata mereka menetes. Hati mereka sedih.

Betapa tidak, bulan yang penuh keberkahan dan keridhaan Allah Ta'ala itu akan segera pergi meninggalkan mereka. Bulan ketika orang-orang berpuasa dan menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah. Bulan yang Allah bukakan pintu-pintu surga, Dia tutup pintu-pintu neraka, dan Dia belenggu setan. Bulan yang di awalnya adalah rahmat, di pertengahannya ampunan, dan di akhirnya pembebasan dari api neraka. Bulan ketika napas-napas orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kesturi. Bulan ketika Allah setiap malamnya membebaskan ratusan ribu orang yang harus masuk neraka. Bulan ketika Allah menjadikannya sebagai penghubung antara orang-orang berdosa yang bertaubat dan Allah Ta’ala.

Mereka menangis karena merasa belum banyak mengambil manfaat dari Ramadhan. Mereka sedih karena khawatir amalan-amalan mereka tidak diterima dan dosa-dosa mereka belum dihapuskan. Mereka berduka karena boleh jadi mereka tidak akan bertemu lagi bulan Ramadhan yang akan datang.

Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan :

كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم شهر رمضان، ثم يدعون الله ستة أشهر أن يتقبله منهم

“ Para ulama salaf, berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka disampaikan kepada bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa lagi selama enam bulan agar Allah mau menerima amalan ibadah mereka tersebut (selama di bulan Ramadhan) “.

Beliau juga mengatakan :

كان بعض السلف يظهر عليه الحزن يوم عيد الفطر فيقال له: إنه يوم فرح وسرور فيقول: صدقتم ولكني عبد أمرني مولاي أن أعمل له عملا فلا أدري أيقبله مني أم لا ؟

“ Sebagian ulama salaf menampakkan kesedihan di hari raya Idul Fitri, Seseorang kemudian bertanya kepadanya, “Sesungguhnya hari ini adalah hari bersuka ria dan bersenang-senang. Kenapa engkau malah bermuram durja? Ada apa gerangan?”

“Ucapanmu benar, wahai sahabatku,” kata orang tersebut. “Akan tetapi, aku hanyalah hamba yang diperintahkan oleh Rabb-ku untuk mempersembahkan suatu amalan kepada-Nya. Sungguh aku tidak tahu apakah amalanku diterima atau tidak.”

Cerita tersebut di atas, semoga menjadi renungan bersama, kita sebagai umat muslim yang tinggal di Indonesia, jangan sampai terbuai dengan kebiasaan yang dilakukan menjelang Lebaran. Mari kita ikuti contoh para ulama salaf walaupun masih jauh dari kesempurnaan.***

Roni Fadillah
Ketua Kafapet JabodebekSuci

Share:

Bulan Sabit Tipis di Paruh Akhir Ramadhan (Renungan Zainal Abidin)


Zainal Abidin alias Bang Jay
Zainal Abidin, alumni Fapet Unsoed SKS 1987. Dikenal dengan panggilan Bang Jay dan julukan Jay The Terorist. Menulis lebih dari 100 judul buku yang sebagian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris dan Melayu. Sebagai motivator nasional ia punya segudang pengalaman di dalam dan luar negeri. Atas permintaan redaksi Kafapet-Unsoed.com, Bang Jay menulis renungan Ramadhan berikut ini.

Rembulan berbentuk sabit makin menipis. Sinarnya meredup di langit cerah, pertanda hitungan bulan pada kalender Hijriyah memasuki saat-saat akhir, menjelang masuk ke bulan yang baru ... Ramadhan segera berakhir, dan mulai bulan yang baru, Syawwal.

Sejenak tengok mushaf al-Qur'an yang selama setengah bulan sudah kita baca. Ayat demi ayat, surat demi surat, juz demi juz ...

Mungkin sudah mendekati akhir juga, atau bahkan sudah beberapa kali kembali ke titik awal. Semoga

Kalau bacaan Al-Qur'an kita sudah memasuki juz terakhir, coba baca surat Al-Ma'uun. Resapi pula terjemahnya :

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Dialah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menyuruh memberi makan orang miskin
4. Maka celakalah orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya
6. yang berbuat riya'
7. dan enggan (memberikan) bantuan

Bahkan orang yang shalat pun bisa celaka, jika ia riya' dan atau enggan membantu ...

Mungkin itu sebabnya dahulu, KH Ahmad Dahlan pernah mengajar surat ini berkali-kali kepada para muridnya. Beliau mengajar Al-Qur'an, bukan asal para murid membaca berulang kali (dengan target banyaknya bacaan) atau bahkan menghafalnya, tapi lebih pada bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di hari-hari menjelang akhir Ramadhan, mari sejenak memandang sekeliling kita. Masih adakah anak-anak yatim yang tidak mampu, yang belum terpenuhi kebutuhan sandang-pangannya? Masih adakah fakir miskin dan mustahik lain yang bisa kita bantu?

Ebiet G Ade pernah bertutur, mumpung kita masih diberi waktu. Belum terlambat lakukan perbaikan. Tak seorang pun tahu sebelum terjadi. Akankah kita bertemu lagi dengan Ramadhan mendatang. Jangan sampai menyesal, jika kita lebih dahulu dipanggilNya pulang.

Setiap hari, jatah hidup kita terus berkurang. Tugas masing-masing  kita menjadikan diri tidak hanya sekedar ritual artifisial atau seremonial, tetapi lebih esensial. Menjadi lebih peduli pada sekeliling, daripada meninggikan ego masing-masing pribadi.

Laitsal ‘ied liman labisal jadiid. Wa laakinnal ‘ied liman thaa’athuhu taziid. Wa laitsal ‘ied liman tajmal libaas wal markuub. Innamal ‘ied liman gufirat lahudz dzunub (‘Idul Fitri bukan milik mereka yang berpakaian baru. Namun milik mereka yang tingkat ketundukan kepada-Nya meningkat. Bukan juga milik mereka yang menghiasi dirinya dengan busana dan kendaraan. Tetapi ia milik orang yang dosa-dosanya terampunkan).

Zainal Abidin
Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Pengunjung Web

Undangan Temu Alumni

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini