• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

Roni Fadilah di Bursa Gaweyan: Strategi Sukses Berkarir di Era Global

Kafapet-Unsoed.com. Ketua Kafapet Jabodetabeksuci Roni Fadilah tampil  di seminar  Bursa Gaweyan, sebuah acara jobs expo atau bursa kerja yang diselenggarakan oleh Unsoed bertempat di Graha Unsoed tanggal 26-27 September 2018. Roni tampil membawakan makalah dengan topik Strategi Sukses Berkarir di Era Global yang dihadiri oleh para alumni baru dari Unsoed,  para dosen dan beberapa personil perusahaan yang ikut di Bursa kerja tersebut. Berikut uraian Roni.

Banyak sekali literatur, seminar,  workshop, kursus, pelatihan dan lainnya yang membahas dan memberikan ilmu tentang Strategi sukses untuk meniti karir. Lalu,  apa bedanya Strategi sukses berkarir di era global yang dibahas di depan seminar ini ?

Strategi yang saya bawakan memang beda dari yang lain yaitu Hanya bercerita tentang kisah Nabi Musa AS yang selamat dari kejaran Firaun dan Pasukannya,  dengan cara membelah lautan dengan tongkat.

Cerita ini sederhana dan dari mulai kecil atau TK cerita "Nabi Musa Membelah Lautan" sudah  seting diceritakan dan didengar.

Cerita ini sama halnya dengan pertanyaan yang saya lontarkan ke hadirin, "Berapa kah hasilnya 2 x 2 ?. Hampir semua serentak menjawab "empat".

Seketika itu saya langsung  berkomentar , "Seperti ini lah gambaran Lulusan dari Universitas Jenderal Soedirman., Standard,  umum,  tidak punya nilai jual".

Padahal di era global ini,  diperlukan para sarjana yang punya pola pikir "Out Of Box, Beda dengan yang lain,  kreatif,  punya nilai jual dan menarik".

Jawaban dari 2x2 sendiri tidak terhingga,  berapa kreatif menjawab,  menggambarkan berapa besar potensi yang ada di dalam dirinya.  Contoh : 2 x 2 bisa  sama dengan 5-1, 8 dibagi 2, dan sebagainya.

Balik lagi ke "Kisah Nabi Musa AS", kalau hanya dibacakan,  kemudian didengarkan hanya sebagai sebuah cerita,  tidak akan ada hikmah yang bisa diambil untuk dijadikan salah satu Strategi untuk berkarir.  Padahal strategi ini diberikan langsung oleh Allah Yang Mahaberilmu. Dan Strategi sukses dari kisah Nabi Musa AS tidak akan usang dimakan zaman.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah Suksesnya Nabi Musa AS Lolos dari Firaun di atas bisa untuk jadikan Strategi sukses berkarir di Era Gobal,  yaitu :

1. Keyakinan atau confidence

Ini yang paling pokok dari segala Strategi yang ada di dunia ini.  Yakin akan ada Tuhan. Yakin akan Selamat,  Yakin Tuhan akan Menolong,  Yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik,  Yakin akan Sukses,  Yakin Tuhan tidak akan menyia-nyiakan umatnya. Yakin Tuhan Mahasegalanya. Yakin pada diri sendiri. Yakin diri bisa. Yakin mampu, dan lain-lain . Kemampuan untuk mengelola *Keyakinan* atau *Self confidence* ini dalam ilmu Karakter Diri disebut dengan istilah *Intrapersonal Skill*.

2. Ancaman atau the Threat

Hikmah kedua yaitu bagaimana cara menghindar atau lepas dari *Ancaman*.  Selama manusia hidup akan selalu diikuti oleh *Ancaman*. Dalam kisah Nabi Musa AS,  *Firaun* adalah *Ancaman* yang nyata sedang dihadapi oleh Nabi Musa AS.  Nabi Musa AS dengan *Strateginya Menghindar* dari *Ancaman* Firaun dan bisa *Sukses* tidak tertangkap dan hidup.

Begitu pun di era global ini,  setiap segi kehidupan,  jenjang karir, baik dalam kerjaan maupun usaha, akan selalu diikuti dengan *Ancaman*. Ancaman yang setiap saat akan *Menggagalkan* setiap sendi kehidupan ataupun karir.  Ancaman ini bisa datang dari dalam diri sendiri,  seperti hawa nafsu. ambisi,  dan lain-lain, maupun ancaman yang datang dari luar,  seperti Ancaman dari Pesaing, lingkungan. Dan kejahatan.
Orang *Sukses* akan memiliki strategi tersendiri untuk menghindar dari setiap ancaman yang dihadapinya,  sehingga bisa *Lolos* dari setiap ancaman yang mengikutinya.

3. *Tantangan* atau *Challenge*

Nabi Musa AS terdesak sampai yang dihadapinya adalah *Bentangan Lautan yang Luas*. Lautan yang luas ini adalah *Tantangan*. Hikmah ketiga dari kisah Nabi Musa AS adalah kita harus selalu *Siap Siaga* untuk menghadapi *Tantangan* yang lebih berat daripada *Ancaman*. *Tantangan* harus dihadapi bukan untuk dihindari. Orang yang lari dari *Tantangan* yang sedang dihadapi sering disebut *Pecundang*.

Tantangan yang sering dihadapi bisa berupa rasa aman (comford zone),  Keadaan Ekonomi,  Penyakit,  Tugas Kerja, Target Kerjaan,  Omset, kondisi pasar, Posisi Kerja,  ketenagakerjaan,  Penguasaan teknologi,  Persaingan Harga,  dll

Orang disebut *Sukses* apabila bisa *melewati* setiap *Tantangan* yang dihadapinya.

4. *Solusi* atau *Solution*

Tak kala Nabi Musa AS menghadapi lautan, tak terbesik sedikitpun *Keputusasaan*, Nabi Musa AS selalu *Yakin*. Yakin pasti ada *Jalan Keluar*. Tak kala,  *Akal,  Ilmu dan Semua Strategi sudah buntu*. *Apa yang dilakukam oleh Nabi Musa AS?*.  Nabi Musa AS (1). *tidak melakukan sesuatu yang diluar kemampuannya* (2) langsung *Konsultasi ke Yang Mahatahu*, untuk (3) *Meminta Petunjuk jalan keluarnya*

Dari hasil *Konsultasi* tersebut. Diberikanlah *SOLUSI yang TIDAK JAUH darinya*,  yaitu untuk memukulkan *Tongkat ke Laut*. Dan ternyata *Tongkat* tersebut menjadi *Solusi* untuk *Membelah Lautan* sehingga nabi Musa AS bisa selamat menyebrangi lautan.

Seringkali dalam kehidupan atau pekerjaan. jika dihadapi dengan *Tantangan atau Challange* yang dihadapi, kita melakukannya *tanpa perhitungan,  tanpa mau bertanya kepada yang lebih tahu atau ahlinya atau menolak karena sudah nyaman dalam posisi yang sekarang*.

Jadi Setiap *permasalahan atau tantangan yang dihadapi pasti ada SOLUSI untuk jalan keluarnya*.

Sering kali, diantara kita *Tidak pernah menyadari bahwa setiap SOLUSI untuk menghadapi tantangan ternyata tidak jauh dari diri kita sendiri*.

5. *Aksi* atau *Action*

Nabi Musa AS telah diberi *Solusi untuk memukulkan tongkat*. Solusi yang diberikan sama *Allah Yang Mahaberilmu* langsung  *Dikerjakan* tanpa keraguan sedikit pun.  Tidak ada *diskusi sampai tegang*.

Hikmah dari Kisah Nabi Musa AS selanjutnya yaitu melakukan *Aksi*, *Mengerjakan*, atau *Action*.

Banyak diantara kita,  pekerja,  manager, perusahaan,  membayar mahal untuk mencari Strategi supaya *Sukses*, tetapi apalah gunanya jika sudah ada *Solusi* tapi tidak *Aksi*,  tidak *Dikerjakan* atau tidak *Action*.

Point 2 sampai 5, berdasarkan ilmu kemampuan untuk membangun karakter diri disebut dengan istilah *Interpersonal Skill*.

Kemampuan untuk mengelola diri sendiri *(intrapersonal Skill)* dan  kemampuan berinteraksi dengan orang lain atau pihak lain,  *(Interpersonal Skill)* merupakan bagian dari *Softskill*.
Dalam kisah Nabi Musa AS dengan jelas dan gamblang bagaimana *Softskill* yang diajarkan yaitu (1) *Kemampuan berkomunikasi (Communication) dengan para pengikutnya dan dengan Tuhan. (2) Kemampuan memimpin (Leadership),  (3) kemampuan mencari jalan keluar (Probkem solving),  (4) kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking), (5) Kemampuan mengelola waktu (Manage Time), (6) kemampuan bertindak (Action)* .
Status *Nabi* yang disandang oleh Musa AS sebagai manusia pilihan, atau pada jaman sekarang orang yg memiliki predikit Sarjana yang hasil gemblengan Akademik atau memiliki keahlian. Kemamouan atau keahlian ini disebut sebagai *Hardskill*.

Kesimpulannya : Kisah dari Nabi Musa AS bisa digunakan untuk *Strategi Sukses  berkarir di Era Global* yaitu dengan Menerapkan dan memadukan dengan harmonis antara *Hardskill* dengan *Softskill*.

Sumber tulisan dan foto: Roni Fadilah



Share:

Ahad 30 September, Kajian Bulanan Kafapet Unsoed Jabodetabeksesuci ke 47, Tuan Rumah Siapkan Penginapan

Hari Ahad, 30 September mendatang Kafapet Jabodetabeksesuci menggelar acara Kajian Bulanan dan Siraman Rohani ke 47. Puji Hartono selaku pengurus Kafapet Jabodetabeksesuci bidang kerohanian mengatakan, acara kajian kali ini akan berlangsung di Sukabumi, kediaman H. Bagus Pekik (sks 88),  yang saat ini menjadi caleg di DPRRI. "Karena jaraknya yang cukup jauh dari Jakarta, tuan rumah sudah menyediakan penginapan gratis untuk warga Kafapet," ujar Puji.

Puji menghimbau kepada alumni Fapet untuk hadir dan juga membantu menyebarluaskan undangan ini ke sesama alumni. Berikut undangannya

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

Bersama ini kami mengundang kehadiran Teman2 Alumni Kafapet Unsoed Jabodetabeksesuci, untuk menghadiri acara kajian & silaturahmi "Siraman Rohani" ke-47.

Kami berharap acara silaturahmi bulanan yg kita adakan bersama ini bisa menyambung tali Kekeluargaan yg lebih Erat lagi.

Hari/Tanggal  : Ahad (Minggu) /  20 Muharram 1440 H• / 30 September 2018
Waktu.    :  Jam 10.00 WIB s/d selesai (Dzuhur).
Tempat.  :  Bapak Ir. H. A. Bagus Pekik H. (Calon Anggota DPR-RI)
Alamat.   :  Jln. Lingkar selatan kavling Balandongan no 1 rt 04 rw 03 Sudajaya Hilir kec Baros - Sukabumi.

CP. 0811114991.

Sungguh akan menjadi sesuatu yang Luar Biasa jika teman2 Alumni berkenan hadir dlm acara tersebut. Ajaklah bersama keluarga sambil menikmati suasana Alam - Sukabumi dengan wisata kuliner yg khas.

Note* : Bagi Rekan2 Alumni yang ingin menginap, di sabtu malam minggu, sudah disiapkan Villa di Situ Gunung - Cisaat.
(*Hubungi Panitia)

Terimakasih

*وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

 ¤ sie kerohanian ¤
Share:

DISKUSI WAG KAFAPET: TENTANG BISNIS UNGGAS HINGGA KEMENTERIAN PETERNAKAN


Kafapet-Unsoed.com. Tidak seperti lebaran tahun-tahun yang lalu, pasca lebaran tahun 2018 ini harga ayam dan telur mengalami "perbaikan" dari sudut pandang peternak.  Harga di konsumen pun mengalami kenaikan, sehingga terjadi keresahan di masyarakat. Pemerintah baik di Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan , Pemda dan lembaga terkait lainnya sibuk mengadakan rapat koordinasi untuk mencari penyebab terjadinya lonjakan harga dan berusaha menurunkan harga ayam dan telur. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan membentuk Tim Analisa Supply-Demand Unggas, dimana hasil analisa tim menyimpulkan bahwa tidak ada kekurangan pasokan unggas untuk masyarakat.

Di tengah polemik supply demand, memasuki September 2018 harga ayam mengalami penurunan tajam di tingkat peternak. Di Jawa Tengah harga ayam bahkan hanya 13.000/kg hidup. Namun harga ayam di konsumen nyaris tak beranjak turun, Kalau mengalami penurunan pun tak seimbang dengan penurunan di peternakan. Terjadi asimetris harga, kata pakar ekonomi.

Sementara itu harga DOC tidak juga beranjak turun, sehingga hal ini menambah penderitaan peternak. Muncul kesan, terjadi kelangkaan DOC, yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan ayam dalam periode berikutnya. Atau ini permainan perusahaan besar yang disinyalir mampu merekayasa harga? Apa sebenarnya yang terjadi? Kasus seperti ini sebenarnya sudah berulang kali terjadi. Apa solusinya?

Bagaimana pula tanggapan warga Kafapet Unsoed terhadap situasi ini? Sebagian warga Kafapet Unsoed adalah praktisi perunggasan yang sudah malang melintang puluhan di dunia perunggasan di berbagai wilayah Indonesia. Ada yang saat ini menduduki posisi eksekutif di pabrik pakan, breeding farm, obat hewan, perusahaan kemitraan unggas, ada juga pengusaha budidaya unggas. Banyak juga yang di pemerintahan baik di Pusat maupun daerah. Dan tentu saja ada yang di industri lain yang relevan, serta juga ada pengamat.

Karena demikian lengkap profesi para alumni Fapet, maka diskusi perunggasan Kafapet melalui group Whatsapp layak untuk ditulis di webiste ini.

Problem Data Yang Simpang Siur

Tabah Dwi Sasongko
Tabah Dwi Sasangko alumni Fapet angkatan 2000, yang berkerja di salah satu perusahaan PMA memposting tabel Produksi DOC Broiler Komersial. Dari tabel yang bersumber dari Ditjen PKH tersebut,  disimpulkan bahwa produksi DOC surplus, yang artinya Indonesia tidak kekurangan ayam. Namun anggota group yang sebagian adalah pelaku usaha perunggasan mengaku saat ini peternak sangat sulit mendapatkan DOC dan harganya juga  di atas harga normal. Harga di tingkat Pembibitan sekitar Rp 6.500-7.300, rataan di sekitar Rp. 7.000, sedangkan di level broker  di kisaran Rp 7.500-8 000. Pertanyaannya, kalau DOC surplus kenapa harga naik? Padahal DOC termasuk komoditi yang sangat sensitif dengan situasi keseimbangan supply-demand.

Subagyo
Melihat data yang terjadi, peserta mempertanyakan validitas data yang dikeluarkan pemerintah. Roni Fadilah, salah satu aktivis Kafapet berpendapat bisnis perunggasan sering gonjang ganjing salah satunya adalah akibat dari tidak pernah ada data yang sama antara lembaga pemerintah maupun swasta. "Data Badan Pusat Statistik (BPS),  Kementan, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU)  dan Peternak apakah sama? : tanya Roni.

Salah satu alumni angkatan 88 yang memiliki usaha restoran dan berpengalaman di industri perunggasan,   berpandangan bahwa data "surplus unggas" yang disajikan pemerintah sebaiknya tidak sebagai dasar untuk kalkulasi bisnis. Itu merupakan data yang dipakai hanya sebagai dasar untuk mencegah masuknya impor daging beku dari luar negeri.  "Dari data tersebut pemerintah ingin menunjukkan bahwa negara kita sudah surplus daging ayam broiler,"ujarnya. 

Seperti diketahui, awal tahun 2018 Indonesia mendapat ancaman masuknya ayam dari Brazil karena Brazil memenangkan gugatan di WTO yang menuduh Indonesia terlalu memproteksi perunggasan dan melanggar aturan WTO. Belakangan USA juga berniat menuntut denda 5 triliun kepada Indonesia atas kebijakan Indonesia yang , menurut USA, melanggar aturan WTO dalam kebijakan peternakan.

Disinyalir munculnya data surplus DOC sengaja dikeluarkan untuk memastikan bahwa Indonesia tidak kekurangan DOC yang artinya masih mampu untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Bahkan data ekspor unggas baik ayam beku maupun DOC beberapa kali dirilis pemerintah.

Dalam diskusi tersebut terjadi silang pendapat di antara group Keluarga Alumni Fapet Unsoed,  diantaranya Subagyo yang bergerak dibidang Kemitraan, Masrur Sumeri yang telah lama berkicimpung di perusahaan perunggasan, Wiseno Nurhamzah,  Iman Rajawikarta, Agus,  Imam Suhadi, Bambang Suharno, Puji Hartono, Farid Dimyati dan yang lainnya.

Sudah menjadi rahasia umum,  kelangkaan DOC dan harga tinggi,  harga pakan yang terus naik ,  biaya ekspedisi dan juga biaya operasional yang terus meningkat menyebabkan HPP (Harga Pokok Produksi) ayam hidup per kg naik,  tetapi harga ayam hidup saat ini (pertengahan September 2018) di bawah HPP sehingga peternak sangat dirugikan. Di lain pihak harga di konsumen tetap bertengger tinggi. 

Seorang alumni yang bekerja di Dinas Peternakan di Pati Jawa Tengah mengatakan harga ayam di pasar masih 30 ribu, padahal di kandang harga ayam hidup  hanya sekitar 15.000 bahkan ada yang 13.000/kg.jauh di bawah pasar. Data harga PinsarIndonesia.com menunjukan hampir di seluruh Jawa dan Sumatera harga ayam di peternak anjlok di bulan September 2018.

Roni Fadilah
Menurut Roni Fadilah, di tengah harga ayam yang merosot, yang bersamaan dengan kelangkaan DOC, konon dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan di bidang perunggasan  terpadu,  untuk melakukan sistem "Kawin Pakan" yaitu setiap DOC yang dibeli peternak harus menggunakan pakan dari perusahaan tersebut sebanyak 1 ekor DOC = 2-3 kg pakan.  Kebijakan tersebut bagaikan pisau bermata dua,  jika tidak mau,  maka DOC tidak didapatkan dan peternak kandangnya kosong alias usahanya berhenti.

Farid Dimyati langsung memposting hasil repotase yang  telah dimuat di majalah Perunggasan Nasional. Dari postingan tersebut menggambarkan kondisi terkini perunggasan di Indonesia, intinya kondisi sekarang sedang surplus produksi DOC . Sedangkan Bambang Suharno mengutip data Pinsar Indonesia , mengatakan, saat ini budidaya ayam broiler  sudah sangat berbeda dengan 30 tahun lalu dimana saat itu mayoritas pelaku budidaya adalah peternak mandiri. Hal senada disampaikan Roni, yang menyatakan di wilayah Bogor saja peternak mandiri tinggal beberapa orang saja.

Seorang alumni yang telah lama berkecimpung di Perusahaan Besar Nasional di Indonesia menganalisa dari sudut pandang lain tentang kenapa DOC  (terkesan) langka.  Ia mengatakan, data impor GPS tahun  2014 sebanyak 850.000 ekor/tahun, kemudian tahun 2016 turun menjadi 650 ribu/tahun, atau terjadi penurunan sebesar  26 %. Nah, pada saat terjadi impor 850 ribu, semua peternak/perusahaan mempersiapkan kandang dan armada penjualan untuk 850 ribu GPS (impor GPS berdampak pada kenaikan supply PS dan FS). Ketika terjadi penurunan impor, kandang perusahaan besar sudah siap dengan kapasitas GPS 850 ribu, padahal kemudian yang diimpor turun 26 %.  Inilah yg membuat "seolah-olah" kurang . Walaupun belum ada jaminan bahwa pasokan DOC kurang dari permintaan . Faktor lainnya yang perlu dicermati adalah problem penyakit di GP maupun PS farm karena efek dicabutnya AGP (Antibiotic Growth Promoter) sejak awal 2018, yang ikut menjadi penyebab DOC hari ini (september 2018) sepertinya langka.

Pendapat tersebut langsung ditanggapi oleh Roni Fadilah . "Betul , kebijakan tersebut diambil karena sebelumnya oversuplai, dimana harga DOC waktu itu ada yang hanya Rp 500/ekor bahkan digratiskan asal ambil pakan. Pemerintah mengurangi izin Import GPS agar tidak oversuplai DOC .

Program ini "berhasil". Artinya harga DOC stabil,  tidak fluktuatif tajam dan selalu di atas Rp 4.500.
Artinya suplai sudah tertata  . Permasalahan muncul,  tak kala harga DOC di atas Rp 6.500,  sementara raw material Feedmill membubung tinggi,  akibatnya HPP (Harga Pokok Produksi) naik,  sedangkan harga ayam masih tetap di kisaran Rp 16.000-21.000.

HPP (Konservatif)  posisi sekarang (September 2018) menurut Roni di kisaran Rp 17.300. Dengan catatan kematian masih dikisaran 5 persen. Atau HPP ini nyaris setara dengan IP (Indeks Performans) kisaran 320. Jadi kalau IP di bawah itu, (harga DOC dan Pakan kondisi sekarang), peternak masih rugi. "Tapi kalau DOC kisaran Rp 5.000,  harga pakan kisaran Rp 6.650, dengan IP 320 peternak masih untung sedikit,"kata Roni.

Perlu Kementerian Peternakan?

Wiseno Nurhamzah , menyampaikan sudut pandang dari orang yang tidak langsung berkecimpung di perunggasan. Ia mengaku  sangat prihatin melihat kondisi peternakan ayam sekarang ini.  Sehingga perlu mendesak Penerintahan yang akan datang dibentuknya Kementerian Peternakan.  Seruan ini langsung diaminkan sama peserta diskusi.  Kementerian Peternakan memang dipandang sudah mendesak supaya setiap perencanaan, produksi dan permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas.

Peserta diskusi berpandangan untuk mengatasi gejolak perunggasan harus dimulai dengan sistem data unggas yang valid, sehingga keputusan yang diambil pemerintah tidak keliru. Khusus untuk kasus yang terjadi saat ini, pemerintah bersama pemangku kepentingan perlu duduk bersama mengatasi masalah kelangkaan DOC,  tingginya harga DOC dan Pakan,  serta rendahnya harga ayam hidup yang sangat merugikan peternak.

Untuk jangka panjang, mengingat perunggasan memiliki peran strategis sebagai penyedia protein hewani yang murah dan dapat menghasilkan devisa melalui pengembangan ekspor,  selayaknya Kabinet yang akan datang perlu membentuk Kementerian Peternakan.

Menurut catatan redaksi, saat ini perputaran bisnis unggas mencapai lebih dari 300 triliun rupiah, menyerap tenaga kerja 3 juta orang, menjadi penyerap komoditi pertanian khususnya jagung dengan total daya serap lebih dari 9 juta ton per tahun. Produksi pakan unggas tahun 2017 mencapai lebih dari 18 juta ton, sementara pakan ikan hanya sekitar 10 persen dari pakan unggas.

Saat ini Indonesia adalah produsen telur no 8 dalam peringkat produsen telur dunia, dan dalam hal produksi daging ayam Indonesia dalam kisaran peringkat 10 atau 11.  Ini baru bicara unggas.  Indonesia masih punya potensi peningkatan populasi sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan ternak lainnya yang diyakini dapat berkembang lebih pesat jika ditangani oleh sebuah kementerian tersendiri.***



Share:

MAHASISWA FAPET UNSOED SUKSES SELENGGARAKAN LOMBA BAHASA INGGRIS SE JAWA DAN BALI


Unit Kegiatan Mahasiswa Animal Science English Club (AEC) sukses mengadakan kegiatan ilmiah kedua kalinya yang bertajuk ECA (English Contest of Animal Science) BATCH II 2018 untuk seluruh mahasiswa se-jawa dan Bali.  Kegiatan dilaksanakan di Fakultas Peternakan Unsoed tanggal 14 – 16 September 2018. Acara ECA BATCH II diisi dengan 2 perlombaan yaitu Debat dan Presentasi Esai Bahasa Inggris  untuk mahasiswa/i se-Jawa dan Bali, dengan mengangkat thema "Youthful Role to Reach SDG’s 2030"

Acara ECA BATCH II dibuka di Ruangan Seminar 1 Fapet unsoed (15/9) oleh Wakil Dekan Fapet Bidang Akademik Novie Andri Setianto S.Pt, M.Sc, Ph.D.  Acara ECA BATCH II diikuti oleh 5 peserta presentasi terbaik yang dipilih setelah melalui tahap seleksi esai yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Airlangga, Universitas PGRI Semarang, dan Universitas Pertamina, sedangkan pada kategori lomba debat dipilih 4 Tim Terbaik dari seleksi esai yang berasal dari Universitas Negeri Malang, Universitas Teknologi Yogyakarta, dan tuan rumah Universitas Jenderal Soedirman.

Kegiatan lomba yang bertujuan untuk memunculkan pemuda yang membawa sebuah gagasan menarik untuk tercapainya SDG’s 2030 ini melibatkan civitas akademika Unsoed sebagai dewan juri pada semua lomba, diantaranya adalah Lis Safitri, S. Th. I., M. Pd, Novie Andri Setianto S. Pt, M. Sc., Ph. D, Mocahmmad Sugiarto , S. Pt., MM., Ph. D, Ari Asnani, Ph.D, dan Stafirudin Fuad Suryadibrata. Rangkaian acara lomba yang tak kalah menarik adalah Experimental Farm Touring, para peserta diajak oleh panitia untuk berkunjung ke area perkandangan Fapet Unsoed. Seluruh peserta terlihat antusias ketika diajak berkeliling di area kandang, peserta dikenalkan dengan berbagai jenis ternak dan teknologi pemeliharaan broiler dengan teknologi Close House.

Pemenang dari lomba untuk kategori Debat juara pertama adalah Universitas Negeri Malang, dan juara kedua Universitas Teknologi Yogyakarta. Kategori lomba presentasi juara pertama Universitas Airlangga dan juara kedua Universitas Pertamina.

Momen terakhir acara ECA BATCH II adalah berkunjung ke Lokawisata Baturraden (16/9) sebagai peluruh lelah dari berbagia lomba yang diikuti. Sebagai instansi yang memiliki hubungan baik dengan Fakultas Peternakan Unsoed, PT Cheil Jedang Indonesia turut andil dalam mendukung acara ini. Acara ini juga didukung oleh Owabonng, tempat rekreasi air di Purbalingga , Informasil Lomba, Eventkampus.com, Info Lomba, dan beberapa media lainnya yang ambil bagian dalam media partner.
Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini , termasuk Wisma Holtikultura yang dijadikan tempat penginapan peserta delegasi selama 3 hari .

"Sebagai Penyelenggara , kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu menyukseskan acara ECA BATCH II. Semoga acara ini dapat menjadikan kekuatan bersama kepada seluruh mahasiswa, civitas akademika dan instansi pemerintahan untuk saling merangkul demi tercapainya SDS’s di Indonesia pada tahun 2030," ujar Mujib, panitia ECA yang juga mahasiswa Fapet Unsoed.***

Share:

BUKAN ENAM, TAPI DELAPAN ANGGOTA KAFAPET MASUK BURSA CALEG

Kafapet-unsoed.com. Setelah berita tentang "6 anggota Kafapet masuk bursa Caleg" dimuat di web ini beberapa waktu lalu, banyak alumni mengaku bangga dan ikut mendoakan semoga para caleg ini berhasil menjadi anggota Dewan, dan nantinya dapat bekerja dengan profesional, menyuarakan kepentingan masyarakat peternakan ,

"Mari kita do'akan Caleg DPR/DPRD dari Kafapet Unsoed, semoga bisa jadi anggota Dewan yang terhormat, apapun latar belakang bendera partainya, " kata pengurus Kafapet Unsoed Roni Fadilah.

Berita di web ini menyebar melalui medsos dimana kemudian ada yang mengabarkan data baru anggota Kafapet yang masuk bursa Caleg.  Hingga tulisan ini disusun,  data yang semula 6 anggota, kini bertambah 2 sehingga menjadi 8 orang anggota Kafapet yang masuk bursa Caleg. Tambahan dua orang adalah Ir Sarjana, dari Jaktim, alumni Fapet angkatan 83, sebagai caleg DPRD DKI dari Partai Nasdem. Satu lagi, seorang alumni yang tidak bersedia disebut namanya, menjadi caleg dari PKB untuk DPRD Kota Pekalongan Jawa Tengah.

Bagus Pekik
Berikut daftar 8 anggota Kafapet Unsoed yang masuk bursa Caleg.

1. Bagus Pekik, Sukabumi. DPR Pusat dari PDIP
2. Johan Rifai, Semarang. DPRD Semarang Kota,  PKS
3. Rumanti Danur, Cianjur.  DPRD Kab Cianjur, PKS
4. Kukuh Pramono, Bogor . DPRD Kab Bogor,  Gerinda
5. Alip Hamzah,  Tasikmalaya. DPRD Tasikmalaya,  PPP
6. Ibnu Salimi. Banyumas. Cilacap, DPRD Provinsi Jateng, PKS
7. Ir Sarjana, Jakarta Timur, DPRD DKI, Partai Nasdem.
8. Tak mau disebut namanya, DPRD Kota Pekalongan, PKB 

Sebagaimana dimuat di berita sebelumnya, Bagus Pekik selama ini dikenal sebagai eksekutif di Charoen Pokphand Indonesia. Alumni Fapet sks 88 ini masuk sebagai kandidat anggota DPR pusat melalui PDIP.

Johan Rifai
Sedangkan Johan Rifai (sks 86) sudah lama aktif di PKS dan tahun ini kembali mencalonkan sebagai caleg PKS di Kota Semarang. Di saat mahasiswa,  Johan adalah aktivis kampus dan menjadi Ketua UP3 (Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan) yang pertama. UP3 adalah salah satu wadah kegiatan mahasiswa yang masih eksis hingga sekarang, berdiri sekitar tahun 1987 di era kepemimpinan ketua Senat Mahasiswa Joni Asmi (sks 84).

Jika ada pembaca yang punya data alumni Fapet Unsoed yang lain yang juga jadi caleg, silakan hubungi 08164827590.***


Share:

ENAM ANGGOTA KAFAPET UNSOED MASUK BURSA CALEG 2019

Kafapet-unsoed.com. "Mari kita do'akan Caleg DPR/DPRD dari Kafapet Unsoed, semoga bisa jadi anggota Dewan yang terhormat, apapun latar belakang bendera partainya, " kata pengurus Kafapet Unsoed Roni Fadilah.

Bagus Pekik
Berdasarkan catatan Kafapet
Unsoed saat ini  ada 6 orang alumni yang terdaftar menjadi Caleg DPR/DPRD untuk pemilu 2019. Di antaranya adalah Bagus Pekik, yang selama ini dikenal sebagai eksekutif di Charoen Pokphand Indonesia. Alumni Fapet sks 88 ini masuk sebagai kandidat anggota DPR pusat melalui PDIP.

Johan Rifai
Sedangkan Johan Rifai (sks 86) sudah lama aktif di PKS dan tahun ini kembali mencalonkan sebagai caleg PKS di Kota Semarang. Di saat mahasiswa,  Johan adalah aktivis kampus dan menjadi Ketua UP3 (Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan) yang pertama. UP3 adalah salah satu wadah kegiatan mahasiswa yang masih eksis hingga sekarang, berdiri sekitar tahun 1987 di era kepemimpinan ketua Senat Mahasiswa Joni Asmi (sks 84).

Berikut daftar anggota Kafapet Unsoed yang masuk bursa Caleg.

1. Bagus Pekik, Sukabumi. DPR Pusat dari PDIP
2. Johan Rifai, Semarang. DPRD Semarang Kota,  PKS
3. Rumanti Danur, Cianjur.  DPRD Kab Cianjur, PKS
4. Kukuh Pramono, Bogor . DPRD Kab Bogor,  Gerinda
5. Alip Hamzah,  Tasikmalaya. DPRD Tasikmalaya,  PPP
6. Ibnu Salimi. Banyumas. Cilacap, DPRD Provinsi Jateng, PKS

Jika ada pembaca yang punya data alumni Fapet Unsoed yang lain yang juga jadi caleg, silakan hubungi 08164827590.

Kafapet Unsoed berharap, setelah jadi Anggota Dewan mereka bisa menyalurkan aspirasi untuk mengembangkan
Peternakan nasional .
Share:

GUBERNUR JATENG DAN MENLU TIMOR LESTE DIHARAPKAN HADIR DI TEMU ALUMNI NASIONAL KAFAPET UNSOED


Kafapet-Unsoed.com. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menlu Timor Leste Hernani Da Silva Coelho diharapkan hadir pada Temu Alumni Nasional Fapet Unsoed 4 November 2018  mendatang di Wisma Perdamaian Semarang . Demikian dikemukakan Ketua Panitia Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed Ign Hariyanta Nugraha beberapa tanggal 2 September lalu usai rapat koordinasi panitia inti Temu Alumni Nasional. 
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah diharapkan dapat bertindak sebagai keynote speaker dalam forum temu alumni dengan topik yang akan ditentukan kemudian oleh panitia. Igie menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audiensi dengan Gubernur untuk melaporkan bahwa Semarang telah ditetapkan sebagai tuan rumah temu alumni nasional Fapet Unsoed 2018 sekaligus meminta kesediaan Gubernur untuk hadir dan ikut menyukseskan acara ini.
Menlu Timor Leste Hernani (Paling Kanan) saat menerima kunjungan Kafapet di Timor Leste tahun 2017
Adapun Menlu Tomor Leste Hernani akan diundang sebagai alumni Fapet Unsoed. Hernani tercatat sebagai anggota Kafapet karena ia adalah lulusan Fapet Unsoed angkatan 1986 program D3, yang kemudian menyelesaikan S1  di Universitas Islam Malang (Unisma). Igie mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Hernani dan sudah mendapatkan lampu hijau dari Menlu Timor Leste tersebut . Tahun lalu, Igie bersama beberapa alumni juga mengadakan kunjungan ke Timor Leste untuk bersilaturahmi dan mengajak untuk ke Indonesia dan hadir di temu alumni nasional yang diselenggarakan setiap tahun sekali. Pada waktu itu Hernani yang sewaktu mahasiswa aktif di kepengurusan Senat Mahasiswa dan Resimen Mahasiswa sudah menyampaikan "kerinduannya" untuk bisa bertemu dengan para alumni Fapet Unsoed. "Saya siap hadir di temu alumni jika tidak ada tugas negara," ujar Hernani kepada utusan Kafapet Unsoed sebagaimana disampaikan oleh Igie.
Para peserta Rapat Panitia
Rapat panitia inti 2 September dihadiri oleh 7 orang,  antara lain Igie (sks 86) , Agus Kadarisman (86), Injie Rohyati (86), Nana Storada (83). Nana Storada yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo kota Semarang, menyatakan siap mendukung acara Temu Alumni Nasional sesuai dengan kapasitasnyanya antara lain melalui  publikasi, dokumentasi termasuk transportasi. Baliho, Videotron, video streaming dan sarana komunikasi lain di kota semarang akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meramaikan hajatan nasional Kafapet.
Igie menyampaikan tema Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed tahun ini adalah  "UNITY in DIVERSITY" .

Sumber foto : Igie


Share:

KAFAPET UNSOED DUKUNG ACARA PERKENALAN KEHIDUPAN KAMPUS

Kafapet-Unsoed.com.  Fakultas peternakan kembali mengadakan acara Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dimulai dari 31 Agustus sampai 2 September 2018 dan dilanjutkan lagi 8-9 September 2018. Presiden BEM Fapet Unsoed Hanief Riyadi   mengatakan, tema PKKBM Fapet Unsoed  yang dipilih tahun ini adalah Membentuk Mahasiswa Aktif Berorganisasi yang Memiliki Rasa Solidaritas yang Tinggi dan Bermoral Baik serta Cinta Peternakan.

Humas PKKMB, Nida Nur Aziz menambahkan,  tujuan PKKMB ini diharapkan mahasiswa baru yang diterima di Fapet Unsoed menjadi bangga terhadap almamaternya,  dan mengetahui gambaran perkuliahan secara sistematik ke depannya.

Acara PKKMB menampilkan semua kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan mendatangkan para Alumni yang telah sukses di bidangnya,  serta pembekalan dari beberapa perusahaan yang secara kebetulan yang membawakannya dari Alumni Fapet Unsoed yang mempunyai posisi di perusahaan tersebut.  Perusahaan yang terlibat dalam acara PKKMB adalah:

1. Japfa Comfeed  yaitu Juni Widodo dan Puguh Wardoyo
2. Sulton dari Medion.
3. Team PT New Hope Indonesia yang dikomandani oleh Roni Fadilah
4. Team dari Mustika jaya Lestari Anggi Sarjana dan Is Haryanto.
5. Team dari CPI yaitu pak Cosmas dan pak Oki.

Pembekalan dari berbagai Perusahaan besar yang bergerak di bidang peternakan ini,  memaparkan tentang Profil Perusahaannya masing masing,  serta memberikan gambaran kepada Mahasiswa Baru tentang peluang karier setelah lulus nanti.  Program ini merupakan terobosan yang sangat bagus,  sehingga mahasiswa mendapatkan gambaran terbaru tentang informasi di luar kampus yaitu teknologi yang terbarukan,  besaran bisnis peternakan serta prospek usaha di bidang peternakan di masa depan.

Para Alumni yang datang dari utusan beberapa Perusahaan juga sempat berkumpul dan berdiskusi langsung dengan  Dekan Fapet Unsoed  Prof.  Ismoyowati didampingi Dr. Elly Tugiyanti.  Para alumni dan Pimpinan Fapet Unsoed sangat antusias dalam diskusi yang diselenggarakan dalam suasana informal,  santai,  dan penuh dengan keakraban.  Dekan memberikan beberapa informasi tentang apa yang telah,  sedang dan akan dikerjakan di kampus,  begitupun Alumni dengan penuh semangat mendengarkan dan memberikan masukan terhadap almamaternya.

Pada 31 Agustus 2018 bersamaan dengan acara PKKMB, PT New Hope Indonesia mengadakan rekrutment untuk berbagai posisi yang ditawarkan untuk para sarjana Fapet Unsoed yang baru lulus.  Rekrutment tersebut langsung dipimpin oleh HRD Manager PT NHI yaitu Ibu Dede Indah Sari dan Team,  rekrutment diikuti oleh 63 sarjana peternakan Fapet Unsoed yang baru lulus. Berikut ini beberapa foto kegiatan. (Roni/Bams)




Acara pembekalan oleh Roni Fadilah




Sumber foto : Roni Fadilah
Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Pengunjung Web

Undangan Temu Alumni

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini