• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

ISPI Purwokerto Dinilai Paling Bagus (Catatan Penting dari Konggres ISPI XII Malang)




Kafapet-Unsoed.com . ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia ) Cabang Purwokerto dinilai sebagai contoh keberhasilan organisasi ISPI di daerah. Demikian salah satu catatan penting  Roni Fadilah saat mengikuti Kongress ISPI XVII di Malang, 6-8 Desember 2018. Roni Fadilah yang menjabat sebagai Ketua Kafapet Jabodetabeksuci hadir di kongres ISPI sebagai utusan ISPI Cabang Bogor.

Menurut catatan redaksi Kafapet-Unsoed.com Setidaknya sejak era PB ISPI dipimpin oleh Ir A. Purwanto (alumni Fapet IPB, waktu itu Direktur Elanco Animal Health), ISPI Cabang Purwokerto memang dikenal sebagai Cabang ISPI Paling aktif dan rapi dalam berorganisasi. Kantor ISPI Cabang Purwokerto saja ada papan namanya di jalan utama kota Purwokerto. Hal ini memperlihatkan eksistensi dan pengelolan organisasi yang serius . Kegiatan perekrutan anggota,  iuran anggota dan usaha yang dijalankan juga berjalan dengan baik. Kas organisasi pada saat itu juga paling bagus dibanding kas di cabang lain.

Pada kongres ISPI tahun ini ISPI Cabang Purwokerto kembali disebut-sebut oleh para petinggi ISPI sebagai ISPI Cabang yang paling bagus. Hal ini tidak lepas dari pengurus ISPI Cabang Purwokerto yang sebagian besar adalah para dosen dan alumni Fapet Unsoed yang dikenal aktif dan rapi dalam berorganisasi.

Kongres ISPI XII yang disertai dengan Seminar Nasional diselenggarakan di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB)  tanggal 6-8 Desember  2018. Kepanitian Kongres ISPI kali ini diketuai oleh Ir.  Didiek Purwanto, ISPI cabang Lampung yang juga Alumni Fapet Universitas Brawijaya (UB). Acara yang berlangsung setiap 4 tahun ini diikuti oleh hampir semua Cabang ISPI seluruh Indonesia.

Dari ISPI Purwokerto hadir Prof. Ismoyowati (Dekan Fapet Unsoed). Sedangkan Alumni Fapet lainnya yang ikut dalam Kongres ISPI adalah Roni Fadilah  (utusan dari ISPI Bogor), Lili Mawarti (utusan ISPI Lampung) dan   Bahri Syamsuryadi (utusan ISPI Sulsel).

Didiek Purwanto Ketua PB ISPI 2018-2022

Roni bersama Ketua Umum Terpilih Didiek Purwanto
Sebagaimana Konggres organisasi pada umumnya , agenda utama kongres ISPI yang ditunggu-tunggu publik adalah pemilihan ketua umum untuk periode berikutnya, tahun 2018-2022. Pada acara pemilihan ketua umum tersebut, ketua umum ISPI periode 2014-2018 Prof Ali Agus tidak terpilih kembali untuk periode kedua karena mayoritas peserta yang memiliki hak suara lebih memilih pergantian Ketua Umum. Dari hasil pemilihan, disepakati  Didiek Purwanto yang merupakan utusan dari Lampung sebagai Ketua Umum PB ISPI Periode 2018-2022. Pada periode sebelumnya Didiek adalah Sekjen ISPI . Didiek dikenal sebagai pengusaha penggemukan sapi (feedlotter) yang juga aktif di gabungan pelaku usaha sapi potong Indonesia (Gapuspindo). Di kalangan ISPI, Didiek adalah aktivis yang sudah lama mengabdi di ISPI Pusat maupun Cabang.

Munculnya nama Didik Purwanto diperkirakan karena sebagian pengurus ISPI di daerah menghendaki ketua umum dari kalangan pelaku usaha. Sebelum Ali Agus Ketua Umum ISPI  dipegang oleh A. Purwanto (2002-2006), kemudian Yudi Guntara (2006-2010 dan 2010-2014. Purwanto adalah  CEO Elanco Animal Health , sedangkan Yudhi Guntara adalah pelaku usaha penggemukan sapi potong.


ISPI berdiri bulan  Agustus tahun 1968 oleh Erwin Soetirto dkk yang merupakan generasi pertama insinyur peternakan. Erwin Soetirto adalah sarjana peternakan pertama yang menduduki Dirjen Peternakan. Tokoh ISPI lainnya antara lain Kusumo Diwyanto (alm) peneliti Balitnak dan Direktur Perbibitan,  yang menjabat Ketua Umum ISPI sebelum era Purwanto. Sementara itu anggota Kafapet Unsoed Dr. Riwantoro juga aktif di ISPI sebagai sekjen dan pengurus harian. Riwantoro pernah menjabat  Sekretaris Ditjen Peternakan dan saat ini menduduki posisi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP). Di daerah cukup banyak anggota Kafapet yang aktif di kepengurusan ISPI Cabang.

Roni bersama Purwanto (tengah)

Agenda Kongres ISPI

Agenda Kongres ISPI XII dimulai dengan seminar nasional peternakan dengan beberapa topik menarik, dilanjutkan dengan agenda utama berupa Kongres dan ditutup dengan acara rekreasi.

Berikut ini rangkaian acara kongres :
1. Hari Pertama, dibagi menjadi dua sesi yaitu :

A.  Sesi pertama 14.00- 20.30.
Seminar Nasional dan diskusi panel dengan 5 pembicara, yaitu
a.  Arah Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Peternakan. Oleh Prof.  Dr.  Ir.  Suyadi,MS,IPU, Dekan Fapet UB.
b.  Tantangan Sapi Potong,  Oleh Ir.  Joni Liano,  Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo)
c.  Kapitalisme Industri Perunggasan,  Oleh Audy Joinaldi, spt,  Ketua Himpunan Alumni Ternak IPB
d. Daya Saing Peternak Dalam Penyediaan Domba Kambing,  oleh Agus Solihul Huda,  Owner UD Gumuk Mas
e.  Kapitalisme Industri Persusuan,  Oleh Sulisitiyanto,  Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)  Wilayah Jawa Timur


Roni bersama Lili Marwati (ISPI Lampung)
B.  Sesi kedua,  Kongres Tahap I,  yaitu :
a.  Pengesahan Tata tertib dan Agenda Kongres ISPI ke XII
b.  Laporan Pertanggungjawaban dannpandangan umum Laporan Pertanggungjawaban
c.  Demisioner kepengurusan ISPI periode 2014-2018
d.  Pemilihan ketua sidang
e.  Pemilihan Majelis ketua yang terdiri dari 5 orang yaitu 2 orang
Pengurus Besar ISPI periode 2014-2018, 3 orang dari Pengurus Cabang yang dipilih oleh peserta kongres.
f.  Penyusunan, Pembahasan Program dan pembagian tugas komisi -komisi yaitu dibagi 3 komisi: 1. Komisi AD/ART, 2. Komisi Garis Besar Haluan Organisasi, dan 3. Komisi Pernyataan Sikap dan Masukan Kepada Pemerintah.

Roni bersama Prof Ismoyowati
Hari kedua, dibagi menjadi dua sesi,  yaitu
1. Sesi Pertama, jam 08.00-11.15.
Seminar Outlook Peternakan 2019 dengan Thema "Terobosan Teknologi Busnis keuangan dalam Mendukung Usaha Peternakan".
2. Sesi kedua,  jam 13.00-22.00

Kongres Tahap II, berupa penetapan program Kerja,   penetapan AD/ART, Penetapan Rekomendasi utk pemerintah di sidang Pleno,  dan Agenda utama kongres ke XII adalah pemilihan Ketua umum PB ISPI Periode 2018-2022. Sesuai tatib kongres,   calon Ketum dipilih dari 5 suara terbanyak dari nama nama calon yg diusulkan oleh Utusan ISPI Wilayah.   5 Besar dari 10 calon yg terjaring, yaitu Didiek Purwanto,  Ali Agus,  Audy Joinaldi, Suyadi dan Joko Susilo.  Dan 5 besar terpilih tersebut secara otomatis jadi formatur  untuk memilih Ketum PB ISPI, dan akhirnya terpilih Ketum PB ISPI periode 2018-2022 yang baru yaitu Ir.  Didiek Purwanto dari ISPI Lampung.
3. Pelantikan Ketum PB ISPI Periode 2018-2022
4. Penentuan kongres ISPI ke XIII di Lampung.

3. Hari ketiga,  yaitu acara keakraban,  senam pagi dan kampanye gizi,  serta wisata petik jeruk di P-WEC,  Petungsewu Batu.

Roni bersama Bahri (kiri) ISPI Sulsel
sumber informasi dan dokumentasi: Roni Fadilah dan Catatan Redaksi
Share:

Kajian Kafapet ke 48 Bahas Cara Pandang dalam Beragama


Kajian Keluarga Alumni Fakultas Peternakan (Kafapet) Unsoed wilayah Jabodebeksuci yang ke 48 kembali dilaksanakan di kediaman Teguh Munajat angkatan 86, Ahad 2 Desember 2018 di Villa Japos Block H1 No. 25 Pondok Aren. Sebagai penceramah adalah Ustad DR. Didin dari Pengurus Masjid komplek Villa Japos.

Ketua Kafapet Jabodetabeksuci Roni Fadilah menyampaikan bahwa topik yang dibawakan ustad Didin cukup menarik. Mengutip pernyataan Ustad Didin, Roni menyampaikan bahwa setiap individu mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap agama, tetapi akhirnya bermuara dalam satu tujuan. Perbedaan dalam menjalankan syariah ini dimungkinkan karena banyak sekali contoh contoh waktu zaman Nabi Sollahu Alaihi Wassalam,  tetapi yang perlu dicatat,  semua perbedaan itu harus ada pijakannya, bukan berdasarkan hawa nafsu manusia.

Pijakan pertama dilandasi dengan adanya do'a yg wajib dibaca setiap hari minimal 17 kali,  yaitu surat Al Fathihah,  didalamnya ada ayat 6 yaitu ihdinashi-shirothol mustaqiim, artinya "Tunjukilah kami jalan yang lurus"

Arti Jalan itu sendiri ada 3 yaitu Shirot,  shabil dan syariah

- Shabil yaitu jalan kecil
- Syariah yaitu jalan yang berbeda
- Syirot yaitu jalan yang lurus atau jalan yang  luas.

Dicontohkan:
Perbedaan syariah dalam masalah Qunut di Sholat Subuh. Di Indonesia ada dua pemuka agama (Ulama)  yaitu Buya Hamka yang berpendapat tidak ada Qunut. Suatu waktu ada kedatangan tamu yaitu sahabat beliau Wahid Hasyim (Pendiri NU). Saat waktu subuh tiba,  Buya hamka menjadi imam,  tetapi dalam sholatnya pakai Qunut,  karena beliau menghargai Wahid Hasim yang Sholat subuh suka pakai Qunut.  Suatu waktu Buya Hamka bertamu ke Wahid Hasim,  pas berjamaah Subuh,  Wahid Hasim yang  jadi Imam,  dalam sholatnya tidak pakai Qunut karena menghormati Buya Hamka yang tidak pakai Qunut.

Contoh kedua,  cerita Saat di jaman Rosulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. ada sahabat suami istri yang bertengkar,  kemudian saat bertengkar suaminya berkata "Demi Allah,  aku tidak akan menyentuh kamu sampai suatu waktu".

Pada suatu waktu suaminya "mengajak" istrinya,  dan Istrinya tidak mau,  karena suaminya sudah "bersumpah". Dalam kasus ini,  sahabat tersebut langsung bertanya ke sahabat yaitu :
1. Abu bakar Rodhiallahu anhu (ra),  beliau bawakan dalil dari surat Al Baqoroh,  maka pendapat Beliau sudah jatuh talak 3.
2.  Pergi ke Umar ra , Sahabat Umar membawa dalil dari surat Al Ihsan,  maka beliau berpendapat  bahwa sahabat tersebut dapat kafarat jangan berhubungan suami istri selama 40 tahun,
3. Pergi ke sahabat lainnya yaitu Usman ra, Usman ra membacakan surat Ali Imron,  "buah itu berbuah pada musimnya,  dan tunaikan lah kewajibannya". Sahabat tersebut dapat kafarat selama satu tahun.
4. Pergi ke sahabat Ali ra,   Sahabat Ali ra membawakan dalil dari Al Quran,  dan menyimoulkan kafaratnya hanya sehari semalam.

Melihat ada 4 jawaban yang berbeda,  lalu sahabat tersebut mengadu ke Rasullullah saw. Lalu ke 4 sahabat dipanggil semua.

Para sahabat tersebut ditanya satu satu, dan semua pendapat sahabat dengan membawa dalil masing masing dibenarkan oleh Rasullullah saw. Lalu Rasulullah saw bersabda :
"sahabat-sahabatku bagaikan bintang di langit,  yang  memberikan jalan buat umat"

Di penutup kajian,  Ustad DR Didin sekali lagi menegaskan bahwa dalam menjalankan syariah akan dijumpai perbedaan,  tetapi perbedaan tersebut bukan berdasarkan hawa nafsu tetapi harus disandarkan kepada sandaran (dakil) yang kuat.

Dalam kajian tersebut,  Wiseno Nurhamzah angkatan 83 memberikan ulasan lebih lanjut,  yaitu sbb

Catatan atas kajian kafapet 2/12/18 (Wiseno Nurhamzah)

Yang saya pahami

Shirat al-Mustaqim (Arab: الصراط المستقيم, Ash-Shirāthal Mustaqiym) adalah sebuah frasa dalam surat Al Fatihah. Kalimat ini secara harfiah memiliki arti "jalan (yang) lurus". Para ulama ahli tafsir baik dari kalangan sahabat ataupun dari para tabi'ut dan tabi'ut tabi'in, telah banyak memberikan penjelasan tentang arti dari shiratal mustaqim.

Etimologi
Kata ash-shiraath (الصراط) diambil dari kata saratha (سرط) dan karena huruf sin (س) dalam kata ini bergandengan dengan huruf ra (ر), maka huruf sin (س) diucapkan shad (ص). Asal kata ash-shiraath sendiri bermakna "menelan". Jalan yang lebar dinamakan shiraath, karena sedemikian lebarnya sehingga jalan itu bagaikan menelan pejalannya.

( kecuali tadi .... Mungkin  belum saya dapati tafsir "shirat" dengan arti luas / lebar sehingga dijadikan sebagai alasan untuk menerima perbedaan yang demikian luas dalam banyak hal dalam Islam...... padahal... )

Perbedaan penjelasan para ulama tentang makna shiratal mustaqim tidaklah saling bertentangan satu sama lain, bahkan saling melengkapi. Dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas bahwa shiratal mustaqim adalah agama Islam yang sangat jelas dan gamblang, yang harus diilmui dan diamalkan berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga bisa menjadikan pelakunya masuk ke dalam surga Allah Ta’ala.
*Jalan inilah yang ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya*.

Shiratal Mustaqim Hanya Satu

Shiratal mustaqim yang merupakan jalan kebenaran *jumlahnya hanya satu dan tidak berbilang*, Allah Ta’ala berfirman :

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa“ (Al An’am:153).

Hal ini dipertegas oleh penafsiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat di atas.  Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat satu garis lurus, kemudian beliau bersabda, “ Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau membuat garis-garis yang banyak di samping kiri dan kanan garis yang lurus tersebut. Setelah itu beliau bersabda , “Ini adalah jalan-jalan (menyimpang). Di setiap jalan tersebut ada syetan yang menyeru kepada jalan (yang menyimpang) tersebut.“ (H.R Ahmad 4142).(Lihat Jaami’ul Bayaan fii Ta’wiil Al Qur’an)

https://muslim.or.id/10648-shirathal-mustaqim-petunjuk-jalan-yang-lurus.html

Sumber artikel dan Foto: Roni Fadilah
Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Temu Alumni Nasional 2018

Pengunjung Web

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini