• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

WARTAWAN KAFAPET-UNSOED.COM DAN BEBERAPA REKAN SIAP BERKARYA DI KEMENTAN


Mentan memberikan SK CPNS secara simbolis . Paling Kanan Nurul Pratiwi, alumni Fapet Unsoed angkatan 2009
x



















Kafapet-Unsoed.com Hasil Akhir Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pertanian (CPNS Kementan) Tahun Anggaran 2018 cukup diramaikan oleh Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed). Para alumnus menyebar dimasing-masing intansi lingkup Kementerian Pertanian. Nurtania Sudarmi, "wartawan" Kafapet-Unsoed.com, termasuk salah satu yang diterima sebagai CPNS Kementan dan sudahs berada di Papua.

Tanggal 11 Februari lalu bertempat di gedung Auditorium Kementan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara simbolis menyerahkan langsung Surat Keputusan CPNS pada perwakilan lulusan.  Salah satu lulusan yang mendapat kehormatan menerima SK CPNS langsung dari Menteri Amran yakni Nurul Pratiwi. Alumnus Fapet Unsoed angkatan 2009 ini menempati formasi Peneliti Ahli Pertama di Balai Penelitian Ternak (Balitnak).

Untuk formasi Indonesia Timur, dua alumni Fapet Unsoed yaitu : Bangkit Lutfiadji S angkatan 2010 dan Nurtania Sudarmi angkatan 2005 bergabung menjadi bagian Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Papua Barat.  Jiwa militan jebolan Fapet Unsoed pun tertanam dalam diri kedua alumnus ini.

Pasalnya, dari sebelas personil yang ditempatkan ke Polbangtan hanya empat orang yang menyanggupi untuk berangkat saat itu juga.  Dua orang alumnus Unsoed, satu orang alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS), dan satu orang lainnya alumnus Universitas Brawijaya (UB) didampingi dua orang tim Kementan menuju Manokwari pada 14 Februari menggunakan penerbangan pukul 23.40 WIB.

Bertambahnya alumni unsoed di daratan Papua menginisiasi Farid Maulana, senior yang sudah 4 tahun terakhir berkontribusi di Polbangtan Manokwari, untuk membuat Kafapet Unsoed cabang Papua.  Berdasarkan AD/ART Kafapet Unsoed, Pembentukan Kafapet di suatu Wilayah bisa dilakukan dengan syarat minimal ada kepengurusan inti, Yaitu Ketua,  Sekretaris dan Bendahara.

”Jadi untuk Wilayah Papua jika memenuhi kriteria tersebut,  bisa mendirikan Kafapet Wilayah Papua Barat. Joss luar biasa,” sebut Roni Fadillah, senior Kafapet yang juga ketua Kafapet Jabodetabeksesuci.

Tanggapan lain juga terlontar dari Bayu Adhitya, “Dengan bergabungnya alumni Fapet Unsoed di Kementerian Pertanian menjadi semangat baru untuk para alumni Unsoed yang lainnya untuk menjadi ASN, dengan demikian Alumni Fapet Unsoed semakin mewarnai di sektor Pemerintahan, Wirausaha dan Wiraswasta.”

Adapun Nurtania Sudarmi yang selama ini cukup aktif menyajikan berita di website Kafapet-Unsoed.com menyampaikan, meskipun sekarang mendapat tugas di Papua, dirinya tetap siap berkarya untuk mengembangkan website kafapet-unsoed.com.

Selamat untuk Keluarga Alumni Fapet Unsoed yang siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia, Khususnya wilayah Indonesia bagian Timur yaitu Manokwari Papua Barat. (269)
Share:

MASJID FAPET UNSOED; DIRESMIKAN 9 FEBRUARI, SHOLAT JUMAT PERDANA 15 FEBRUARI 2019

Kafapet-Unsoed.com. Masjid Al An’am Fakultas Peternakan UNSOED rencananya pada hari Jum'at 15 Februari 2019 akan digunakan untuk melaksanakan shalat Jumat perdana. Demikian disampaikan Alief Einstein, dosen senior Fapet Unsoed sekaligus Humas KaUnsoed melalui akun facebooknya.

Menurut Alief, pada shalat Jumat tersebut, bertindak selaku khatib dan imam adalah Dosen Fakultas Peternakan Unsoed ustadz Ir.H.Muhamad Nuskhi, M.Si. (alumni Fapet Unsoed dan cucu pahlawan nasional Ki Bagoes Hadikoesoemo).

Pesermian Masjid

Masjid Fakultas Peternakan dengan nama Masjid Al An'am diresmikan pada Sabtu, 9/2/2019 pukul 19.00 WIB.  Agenda peresmian masjid meliputi sambutan Dekan, laporan panitia pembangunan masjid Fapet Unsoed, pembacaan ayat suci Al-qur’an dan pemotongan pita tanda diresmikannya masjid Al-An’am yang diresmikan oleh Rektor Unsoed yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dan Alumni Dr. Kuat Puji Prayitno, SH.,M.Hum.



Peresmian mesjid dan doa  dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ketua LPPM Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P.,M.Si,  Ketua LPTSI Unsoed Prof. Dr. Ir. Wardhana Suryapratama, MS, Dekan beserta jajaran pimpinan fakultas, staf tenaga pendidik dan tenaga kependidikan fapet unsoed.

Dekan Fapet Prof Ismoyowati mengatakan, peresmian dan Pembangunan masjid ini adalah bukti komitmen Institusi Perguruan Tinggi Fapet Unsoed yang dibawah naungan Kemenristekdikti kepada masyarakat bahwa Lembaga Pendididkan Tinggi hadir di tengah masyarakat untuk membimbing mahasiswa yang berakhlaq mulia dan berkarakter religius. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari sisi pembelajaran kampus namun juga pembentukan akhlak, sehingga nantinya mahasiswa setelah lulus tidak hanya pulang membawa ilmu yang didapat pada perkuliahan selama kuliah saja tapi juga berbekal iman dan taqwa untuk terjun ke masyarakat.

Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan masjid, Ir. Sigit Mugiyono, MS menyampaikan terima kasih atas peran serta para donator yang telah memberikan sumbangsih baik berupa uang ataupun material baik itu dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni. Dalam laporannya dana yang didapat hampir  sampai angka 1 miliar dengan rencana pembangunan masjid sebesar 1 miliar rupiah, ***

Share:

KAFAPET IKUT RAMAIKAN JALAN SEHAT DIES NATALIS FAPET KE 53


Kafapet-Unsoed.com. Warga Kafapet dari berbagai kota ikut meramaikan acara jalan sehat yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke 53 Fapet Unsoed. Acara jalan sehat berlangsung Sabtu (9/2/2019) dimulai jam 07.00 di Kampus Fapet.  Demikian dilaporkan  Zanuar, warga Kafapet Bogor yang hadir dalam acara tersebut.


Jalan sehat tersebut diikuti lebih dari 500 peserta yang terdiri dari warga secara sekitar kampus, mahasiswa, alumni, tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan.  Rute yang ditempuh sepanjang sekitar 5 kilometer mengelilingi desa sekitar kampus, yaitu kelurahan Karangwangkal, Arcawinangun dan Grendeng

Zanuar mengatakan, jumlah alumni yang paling menonjol adalah angkatan 82 dan PTUP 90 . Mereka memakai seragam dan jalan bersama dengan sangat kompak.

Ketua Panitia Jalan Sehat Ir. Nunung Noor Hidayat, MP dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kerjasamanya baik di intern Fakultas maupun mitra fakultas yang telah memberikan hadiah pada kegiatan jalan sehat tersebut. Jumlah hadiah 243 yang terdiri dari hadiah super grand prize, grand prize, hadiah utama dan hadiah hiburan. 

Hadiah utama beragam, beberapa unit sepeda , alat dapur dan lain-lain. Grand prize berupa laptop sumbangan dari Ketum Kafapet dan kulkas 2 pintu dari Dekan Fapet.

Selain jalan sehat, Dies Natalis diwarnai dengan acara tasyakuran di kampus serta peresmian Masjid Fapet yang telah dibangun sejak tahun 2018***
Share:

Seorang Profesor dan Sepasang Sepatu saat Hujan


Prof Rubiyanto Misman, mantar rektor Unsoed yang fenomenal ingin cetak ulang buku biografinya. Buku berjudul “Biografi Rubiyanto Misman – Memenuhi Panggilan Almamater” memiliki ketebalan total lebih dari 360 halaman.  “Masa bayar, Rub? Gratis,” begitu permintaan teman-teman seangkatan SMA di Cilacap yang mengharapkan bisa memiliki buku alumni SMA Cilacap – sekarang SMA Negeri 1 Cilacap tersebut.

Buku Biografi Rubiyanto Misman.


Prof Rubi berencana mencetak 100 eksemplar. Saya yang membantu menyusun buku itu datang untuk memberikan salinan layout dan cover buku. Dulu sudah sempat saya copy-kan di flashdisk, tetapi terselip entah di mana.

Dan, perjumpaan sekitar satu jam itu, antara 11.50 sampai 13.00 bagi saya seperti membaca ulang keseluruhan isi buku biografi tersebut. Prof Rubi memimpin Unsoed dengan cukup fenomenal. Dalam dua masa jabatan, beliau meningkatkan jumlah mahasiswa, dari sekitar 11 ribu menjadi sekitar 23 ribu.

Saya diterima di ruang keluarga, di depan tv lebar. Ini tempat yang selama ini beliau gunakan untuk menerima draf naskah, mendiskusikannya, memberikan koreksi pada masa penyusunan buku dulu. Wawancara dengan berbagai narasumber lebih banyak di Rumah Makan Alas Daun, favorit beliau.

Segera saja Prof Rubi memanggil asisten rumah tangga untuk menyiapkan teh. Dan dua cangkir teh pun tersaji ketika saya sudah membuka laptop dan menyalin ke flashdisk yang baru saya beli di Bursa Kampus – salah satu toko modern di depan Unsoed yang embrionya berasal dilahirkan oleh aktivis koperasi mahasiswa. Prof Rubi ikut andil dalam menemani lahirnya sejumlah toko modern rintisan mahasiswa-alumni penggiat koperasi di Unsoed.

Kepada saya Prof Rubi memberikan dua flashdisk kecil untuk cek isinya. Saya sempat menduga salah satunya berisi file buku biografi yang dicari. Akan tetapi ternyata bukan. Prof Rubi tidak akrab dengan laptop, flashdisk dan sebagainya. Biasanya ada asisten yang membantu. Satu flashdisk berisi lagu-lagu, termasuk di antaranya My Way, lagu kesukaan Prof Rubi. Satu flashdisk berisi makalah beliau.

Maka, demi mengurangi resiko ketlingsut lagi, saya menyiapkan label kertas yang digantung pada flashdisk baru tersebut. “Biografi Prof Rubiyanto Misman”. Demikian tertulis di label.

“Saya masih sering membaca ulang buku ini,” kata Prof Rubi. Impian Prof Rubi untuk meninggalkan catatan berupa buku atas perjalanan hidup dan perjuangannya sudah kesampaian. Perjalanan hidup dan perjuangan Prof Rubi berhimpit dengan sejarah Unsoed (beliau adalah mahasiswa angkatan I dari Fak Biologi Unsoed. Juga alumnus pertama; penggagas dan sekaligus menjadi ketua perta, Ikatan Alumni Unsoed;  dekan termuda pada masanya (34 tahun menjadi Dekan Fak Biologi Unsoed); rektor pertama yang merupakan alumnus).

Sejumlah menteri dan rektor yang menjabat pada masa Prof Rubi menjadi rektor ikut membubuhkan catatan dalam buku bersampul biru tersebut.

Ketika diskusi kami beralih ke masalah dukungan sejumlah alumni perguruan tinggi menjelang pemilu, di luar hujan mulai turun. Perlahan-lahan menderas. Saya teringat sepeda motor yang saya parkir di samping rumah di luar. Tetapi saya sudah antisipasi, helm selalu saya bawa masuk. Yang pasti aman. Hanya memang saya tidak membawa sandal “amphibi”.

Saya sempat menanyakan proses pendirian poltek olahraga impian beliau. Prof Rubi menggemari olahraga sejak muda. Prof Rubi pernah menggunakan forum olahraga menjadi salah satu cara mempromosikan Unsoed.

“Masih menunggu ini. Kemarin ditawari dari kementrian tetapi seperti SGO. Padahal impian saya menyangkut tiga; atlit, kepelatihan dan manajemen bisnis olahraga,” kata Prof Rubi.

“Ini masih punya impian menulis buku sejarah Unsoed,” cetus beliau.

Saya menyeruput teh dalam cangkir yang tinggal separuh. Saya ingat, impian tersebut sudah beberapa lama beliau komunikasikan dengan saya. Hanya saja, tampaknya belum menemukan pintu paling tepat untuk memulai penulisan buku sejarah tersebut. “Mas, nanti dibantu ya,” kata Prof Rubi pada suatu malam melalui telepon whatsapp tentang buku sejarah Unsoed itu, mungkin setengah tahun lalu. Saat itu saya sedang di Taman Balai Kemambang sembari menunggu hasil sebuah tes darah di laboratorium PMI.

Ketika Prof Rubi minum teh dari cangkir dengan bentuk yang sama, dan saya mengambil kueh kecil yang beliau sempat tawarkan, terdengar suara adzan dzuhur. Saya melirik jam dinding.
Kami masih ngobrol ke sana kemari ketika hujan makin deras. Termasuk soal wisuda. “Kalau wisuda fakultas kedokteran saya selalu diundang. Mungkin mereka merasa saya yang melahirkan fakultas tersebut,” kata Prof Rubi.

“Hujan sekarang susah sekali diduga,” katanya lagi.

Tetapi saya memutuskan harus pamit. Saya telah bertahan di situ beberapa menit sesudah suara adzan. Dan beliau tidak pernah menyela meninggalkan tamu untuk menjalankan sholat. Maka, sayalah yang mesti memutus perbincangan dan pamitan.

“Bawa jas hujan?”
“Bawa, Prof. Paling nanti sepatu saja yang saya masukan jok.”
“Butuh tas plastik?”

“Boleh, kalau ada,” jawabku. Tas plastik itu untuk membungkus sepatu. Sementara kaki biarlah nanti telanjang tanpa alas.

Sejurus kemudian Prof Rubi ke arah dapur dan meminta asisten rumah tangga mencarikan tas plastik. Saya menyusul mengemasi tas berisi laptop, membungkus dengan pelapis anti air, berjalan menuju belakang yang akan njujug ke pintu samping di mana sepeda motor berada.

Saya meraih jas hujan di sepeda motor. Selagi saya mengenakan celana jas hujan, Prof Rubi mengambilkan jaket hitam dan menyerahkan ke saya. Saya agak lupa dengan jaket itu. “Waduh, terima kasih, Prof,” kata saya.

Dan, selagi saya sibuk dengan jaket dan mengenakan baju jas hujan saya, Prof Rubi ternyata sudah mendapatkan tas plastik hitam, dan lantas memasukan sepasang sepatu kets saya ke dalam tas itu; sekali lagi, Prof Rubi memasukan sepasang sepatu saya ke tas plastik; lantas datang ke arah saya dan menyerahkan tas tersebut.... Ya ampun, saya pikir. 

“Wah, maaf, Prof. Terima kasih,” kata saya.
Apa lagi yang harus saya katakan?
“Aman, kan, laptopnya?”

“Aman, Prof. Terima kasih.”

Saya pamit menembus hujan yang belum juga mereda. Membelah genangan air mengalir deras di jalanan Grendeng sembari menyimpan rencana menuliskan catatan perjumpaan kembali dengan kesederhanaan dan kerendahan hati seorang guru besar yang mantan rektor Unsoed tersebut.

Sutriyono
Purwokerto, 11 Februari 2019

Share:

KAUNSOED Gelar Pra Munas di Jakarta



Menjelang Musyawarah Nasional Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Munas KAUNSOED) Panitia Pra Munas KAUNSOED menggelar Pra Munas III di Best Western Premier The Hive Jakarta, Sabtu (9/2).

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Unsoed, Prof Achmad Sodik, beserta 49 peserta pra munas.  Kafapet sendiri dihadiri oleh Bapak Mawardi, Bapak Minto, Bapak Roni, dan Akbar serta Bayu mewakili generasi milenial Kafapet Unsoed.



Pra Munas itu sendiri terdiri dari Pengurus Pusat KAUNSOED, Pengurus Ketua Alumni Fakutas, Panitia Munas KAUNSOED ke-3, serta 25 alumnus milenial.

Kehadiran generasi milenial selain sebagai regenerasi kepengurusan juga berperan dalam menggali ide-ide segar dan kreatif, sebut Andrijani Sulistiowati, Sekretaris Pra Munas III KAUNSOED.



Pra Munas III KAUNSOED diawali dengan Laporan Ketua Panitia, Imam Sudiyono. Dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum PP KAUNSOED, Haiban Hadjid. Kaunsoed mengharapkan alumni Unsoed menjadi terdepan dalam ikut pembangunan di Indonesia.



Kedepannya KAUNSOED berencana mendirikan beberapa Cabang Kaunsoed di Wilayah.  Dalam kesempatan yang sama Ketum PP KAUNSOED memberikan aspirasi kepada Keluarga Alumni Fakultas Peternakan (Kafapet) Unsoed sudah membentuk beberapa Kepengurusan Cabang dan aktif dalam kegiatan.



Prof. Ahmad Soddiq, Wakil Rektor 1 Unsoed bertindak mewakili Rektor turun memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Pra Munas III KAUNSOED.  Warek 1 menyampaikan saat ini Unsoed telah mendapatkan Akreditasi A,  dengan nilai di atas 360. Dengan ini Unsoed mendapatkan skim salah satunya beasiswa LPDP.

Warek 1 bersama seluruh civitas akademika Unsoed menyiapkan SDM yang berkualitas dan menyediakan IPTEK.  Target Unsoed berikutnya yakni berkontribusi baik sekup nasional maupun regional, sebelumnya tahap berkarakter.

Trobosan lain yang disiapkan yakni dalam Seleksi Mahasiswa baru mulai dengan sistem baru, 1 kursi diperebutkan oleh 28 calon Mahasiswa. Selain itu, 28 Program Studi di Unsoed yang masih akreditasi C dan B didorong agar memperoleh Akreditasi A.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikan Tata tertib, Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Organisasi, dan Program Kerja.  Para peserta dikelompokkan dalam empat kelompok.  Masing-masing kelompok mendiskusikan hal-hal yang masih relevan ataupun perlu diubah.


Kafapet Unsoed langsung menyebarkan utusannya dalam diskusi di atas, Roni Fadilah di Tata Tertib Munas,  Minto Raharjo di pembahasan AD/ART, Bayu dan Akbar di Branding Unsoed dan Program kerja,  Mas Mawardi di pembahasan Organisasi.  Semua utusan dari Kafapet Unsoed berperan aktif menyumbangkan gagasannya.


Setelah istirahat siang, dipandu oleh Pengurus KAUNSOED, kegiatan dilanjutkan dengan membahas Teknis Munas yang terdiri dari Kepanitiaan, Persyaratan Balon Ketum KAUNSOED, susunan acara Munas, Peserta, serta Publikasi.  Dipenghujung acara Ketua Pra Munas menyebutkan, “Insyaallah Munas akan diseleggarakan bulan Juli 2019, sampai ketemu di Purwokerto.”


Seusai kegiatan, Kafapet Unsoed pun turut foto bersama.  Meski lintas angkatan, lintas profesi, dan juga lintas generasi, Kafapet Unsoed kompak selalu.
(269/Roni Fadilah)





Share:

Menteri Pertanian Lantik Kemal Mahfud Sebagai Kepala BPPP Lembang

Kafapet-Unsoed.com. Senin 4 Februari 2019 lalu Menteri Pertanian Amran Sulaiman merombak 22 jabatan di eselon 1 dan 2 di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya adalah Kemal Mahfud, alumni Fapet Unsoed angkatan 1982.

Menteri Pertanian mengatakan, pembaharuan eselon ini dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan pertanian. "Pergeseran ini biasa, ini penyegaran dimanapun berada untuk yang terbaik bagi negara dan bangsa," tutur Menteri saat melantik jajaran eselon 1 dan 2 di Kantor Kementerian Pertanian, 

Kemal Mahfud, semula adalah Kepala BBPP (Balai Besar Penyuluhan Pertanian) Batangkaluku, Sulsel .  Segera setelah pelantikan, acara Lepas sambut dari Plt. Kepala Balai, Heri Suliyanto kepada Kemal Mahfud, dilaksanakan pada Kamis (07/02/2019). Turut hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, dan seluruh pegawai BBPP Lembang.


Dalam acara lepas sambut tersebut , Kemal Mahfud mengajak seluruh pejabat struktural, widyaiswara dan seluruh pegawai untuk kerja bersama-sama, “Mari kita bahu-membahu, sinergi yang cantik, agar kinerja kita dapat meningkat. Mari kita layani petani dan penyuluh kita dengan baik karena merekalah stakeholder utama pelatihan”, ujar Kemal sebagaimana dikutip swadaya online.
Momon Rusmono, dalam sambutannya mengantar Kemal Mahfud sebagai Kepala BBPP Lembang memuji keahlian Kemal yang sudah dikenal selama ini. “Pak Kemal ini ahli dalam menjalin hubungan eksternal. Karena itu saya minta seluruh Pejabat Eselon III, IV, Widyaiswara, dan seluruh pegawai untuk kerja lebih keras lagi untuk bersinergi dengan kepala balai yang baru. Kembali saya ingatkan bahwa kita dalam bekerja itu harus kerja cepat, fokus, beri yang terbaik, dan berorientasi hasil,” ujar Momon.

Perjalanan Karir Kemal 

Bagi alumni yang aktif hadir dalam pertemuan Kafapet, nama Kemal Mahfud tentunya tidak asing lagi, karena ia termasuk tokoh alumni yang aktif dalam pertemuan-pertemuan alumni dan banyak berkontribusi dalam melancarkan berbagai kegiatan Kafapet. 
Kemal mulai berkarir di Kementan tahun 1989 sebagai CPNS dengan status sebagai tenaga statistik di PUSDATIK (Pusat Data Statistik) Badan Litbang Pertanian . Selanjutnya diangkat menjadi PNS Tahun.1990 dan berkarya di Pusdatik sebagai tenaga statistik sampai 1992 

Perjalanan karir Kemal berkembang di berbagai bidang, mulai dari Badang Litbang, Sekretariat Jenderal Kementan, Badan Agribisnis, hingga pengembangan SDM.

Tahun 1993-1994 Kemal dimutasi sebagai tenaga komputer di PUSDATIN (Pusat Data dan Informasi) Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian (kini Kementerian Pertanian/Kementan). Tahun 1994 mendapat promosi eselon IV  sebagai Kasubid Kemitraan Usaha Peternakan di Badan Agribisnis Deptan hingga .tahun 1998.

Tahun 1999 mutasi masih eselon IV sebagai Kepala Subag TU pada Pusat Standarisasi Badan Agribisnis sampai tahun 2000.

Tahun 2001 mutasi lagi dan menjadi Pimpinan Proyek (Pimpro) Pupuk dan Pestisida pada Direktorat Pupuk Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).

Selanjutnya masih di tahun yang sama sebagai Pimpro  Alat dan Mesin Pertanian di Direktorat Alat dan Mesin Ditjen PSP

Tahun 2002 - 2005 diangkat sebagai Pimpro Pembiayaan pada Direktorat Pembiayaan Ditjen PSP
Tahun 2006 mendapat promosi eselon III sebagai Kepala Bidang Ketenagaan Penyuluhan pada Pusat Penyuluhan Badan Penyuluhan dan SDM.

Tahun 2007 -2010 dimutasi dan rotasi sebagai Kepala Bidang Akademis Kemahasiswaan (BAAK) di  STPP Bogor (sekarang POLBANGTAN).

Tahun 2010 -2013 mendapat promosi jabatan sebagai eselon II dengan jabatan Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi Bogor

Tahun 2014 mendapat kepercayaan untuk menangani SDM di kawasan Indonesia Timur sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkulu Sulsel.

Dan yang terbaru, tahun 2019 ini , Kemal dilantik sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang.

Kepada Kafapet-Unsoed.com, Kemal menyampaikan terima kasih atas perhatian , ucapan selamat dan doa dari para alumni.

Selamat buat Pak Kemal. Semoga dapat terus berkarya sebaik-baiknya membawa nama Fapet Unsoed.**

Sumber: wawancara dengan Kemal Mahfud dan berbagai informasi pendukung lainnya

Share:

Kajian Edisi Emas Kafapet Unsoed Jabodetabeksesuci Bahas Silaturahmi



Kafapet-Unsoed.com. Tanpa terasa acara kajian bulanan Kafapet Unsoed Jabodetabeksuci bulan Februari ini sudah memasuki angkatan ke 50. Ketua Kafapet Jabodetabeksuci Roni Fadilah mengatakan, Kajian  kali ini bisa disebut sebagai Kajian Edisi Emas. Acara berlangsung di kediaman Shita Anisa Doman (Alumni Fapet Unsoed angkatan 88) Perumahan Pondok Lestari Blok C4 No.  7 Tangerang, Ahad, 3 Februari 2019.

Kajian diisi oleh Ustad yang sangat spesial, didatangkan dari Mabes Polri yaitu AKBP H. M. Ali Saifudin, S. Ag.  Kasubbagrohis Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri. Kajian membahan tentang Makna arti Silaturohim dan Silaturahmi, serta Perkembangan Janin menurut Islam.  Sengaja membahas Perkembangan Janin,  karena Tuan Rumah yaitu Shita Anisa Doman akan mendapatkan calon cucu pertama yang masih dalam kandungan sudah  menginjak usia 7 bulan, dari putrinya Nadia Amira Y Doman  dan menantunya  Bhredipta Cresti Socarana .
Bhredipta Cresti Socarana dan Nadia Amira Y Doman  .
 Alhamdulillah, rumah tuan rumah penuh sesak oleh Alumni yang ikut dalam kajian,  plus dalam kajian kali ini, dihadiri juga dari pihak keluarga besan yaitu Keluarga Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M. Si.

Ringkasan ceramah dari Ustad H. M.  Ali Saigudin

Ustad H. M.  Ali Saigudin mengatakan, silaturahim berasal dari bahasa Arab, ‘sillah ar-rahim’ (Shillah), artinya hubungan rahim; tali kasih sayang. Jadi kata "silaturahim" ini merujuk pada hubungan kekeluargaan. Ikatan janin, ikatan darah daging.

Ada yang berbeda dari kata rahim dan rahmi. Rahim merujuk pada ‘tempat janin’. Sementara ‘rahmi’ terserap dari ‘ar-rahm’, kasih sayang. Silaturahim dan Silaturahmi, hakikatnya mengandung makna yang sama tapi penggunaannya dalam kalimat berbeda. Dan secara harfiah berbeda. Intinya keterikatan hubungan yaitu hubungan yang ada keterikatan darah (nasab) dan hubungan yang tidak ada keterikatan darah.

Inti dari dua kata silaturahim dan silaturahmi, ada pada fungsi kata tersebut. Kata silaturahim lebih merujuk pada hubungan kekeluargaan, sementara silaturahmi bersandar pada sikap kasih sayang secara universal.

Tentang Perkembangan janin.

Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan dengan sangat rinci tentang proses penciptaan manusia termasuk proses perkembangan janin di dalam tubuh manusia.

Firman Allah Swt dalam Al-Quran Surat. Al Mukminun,  ayat 12-14. “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati   (berasal ) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani ( yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik.”

Secara garis besar Perkembangan janin dibagi 3 Fase, yaitu :

Fase pertama adalah fase perencanaan dan persiapan. Fase ini disebut dengan "Nuthfah", masanya adalah 40 hari sejak hari pertama setelah masa menstruasi.

Fase kedua adalah fase pelaksanaan dan pembangunan dengan cepat. Nama fase ini adalah " ‘alaqah", karena isi kandungan dalam kondisi tergantung di dinding rahim. Di sana pula ia menjalani pembentukan organ-organ. Saat janin sudah memiliki bentuk yang utuh, maka ia sudah mirip dengan manusia dalam bentuk hal, kecuali tulang otot-ototnya yang belum terbentuk. Fase ini juga berlangsung selama 40 hari. Dan saat berakhir, maka isi kandungan telah mengisi rongga rahim secara penuh. Ia tidak algi tergantung pada dinding rahim.

Fase ketiga adalah fase "Mudhghah", disebut demikian karena isi kandungan menjadi seperti segumpal daging. Mudghah terdiri dari dua macam, salah satunya disebut dengan mudhghah sempurna yaitu janin, dan yang kedua tidak sempurna yaitu plasenta.
Kedua mudghah ini membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan dan satu sama lain saling membutuhkan. Fase mudghah ini juga berlangsung selama 40 hari. Fase ini akan berakhir dengan ditiupkannya ruh.

Ustad menyarankan, tak kala seorang Istri hamil,  harus diperbanyak berdo'a supaya anak turunan kita menjadi anak yang sholeh,  seperti yang dikisahkan dalam Al Qur'an istri Imron berdo'a (QS Ali Imron ayat 35-36), dan di dalam masa kehamilan akan ditemukan masa masa yang berat. Dalam masa berat ini pun tetap harus berdo'a, seperti yang dicontohkan pasangan Nabi Adam dan istrinya (QS.  Ar-A'raf,  ayat 189)

Setelah kajian usai,  seperti biasa diteruskan dengan diskusi "Serius dan Santai", sambil mencicipi rujak,  soto kudus,  nasi tumpeng khas Sulawesi dan Jawa,  Nasi Krawu khas Gresik plus racikan kopi rempah bikinan tuan rumah.


Penyerahan KTA E-money

Diskusi yang dibahas kali ini tentang Bakal Balon yang akan diusung dr Kafapet Unsoed untuk dibawa ke Pramunas KAUNSOED tanggal 9 Februari 2019  mendatang.  Dari masukan perwakilan Alumni Milenial,  angkatan 90an,  angkatan 80an dan para senior disepakati untuk mengusulkan sdr Minto Besar Raharjo Bakal Calon yang akan diusung dari Kafapet Unsoed. Acara  kajian juga diisi dengan serah terima KTA Kafapet Unsoed E-Money Mandiri.



reporter : Roni Fadilah
Editor : Bambang suharno
Foto : Roni Fadilah
Share:

Wikipedia

Hasil penelusuran

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Temu Alumni Nasional 2018

Pengunjung Web

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini