Bersatu Padu , Bergandeng Tangan, Membangun Persaudaraan Sejati

Dosen Fakultas Peternakan Unsoed Menjadi Ketua PPLN Australia


Melbourne, Kafapet-Unsoed.com. Hari-hari ini Dr. Mulyono Pangestu, PhD. disibukan dengan kegiatan yang menyangkut hajatan negara yaitu Pemilihan Umum. Dosen Fakultas Peternakan Unsoed dan di Monash University Australia ini terpilih menjadi Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Melbourne, Australia.


Koordinator Sistem Informasi Unsoed yang juga Humas KA Unsoed Alief Einstein  melalui pers rilis-nya mengungkapkan, PPLN Melbourne mulai dibentuk bulan Februari 2018 dengan anggotanya adalah masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah kota Melbourne. Mereka terdiri dari lima orang permanent residence dan dua orang mahasiswa Indonesia. Alief mengatakan kebanggaannya bahwa Mulyoto sebagai salah satu alumni Fapet Unsoed terbaik dan pernah mendapat penghargaan bergengsi tingkat internasional Young Inventors Awards dari The Far Eastern Economic Review (FEER), bersedia menyediakan waktu dan tenaganya untuk kepentingan negara sebagai Ketua PPLN.

Panwaslu LN mendaftar calon PPLN di Melbourne dan melakukan seleksi. Semua ada enam orang kandidat PPLN. Nama tersebut dikirim ke Bawaslu pusat untuk diseleksi menjadi tiga nama.

“Hasil seleksi Bawaslu meloloskan Dr M Abduh, Nika Suwarsih dan saya sendiri (Mulyoto Pangestu) sebagai anggota panwaslu di Melbourne,” kata Mulyoto.

Mulyoto dilantik pada 7-9 Mei 2018 di KJRI Perth, Australia. Ia menjadi Ketua PPLN Melbourne, Australia. Kelahiran Pekalongan 11 November 1963 ini menjalani studi lanjut di School of Agricultural & Forestry di University of Melbourne. Ia meraih gelar magister dan doktoralnya di Monash University, Australia yang selanjutnya menjadi tenaga pengajar di universitas bergengsi tersebut.

Sebagai Ketua PPLN Melbourne, Mulyoto harus melayani pemilih sekitar 13.000 orang dalam daftar pemilih tetap. Pada umumnya, pemilih di Merlbourne adalah mahassiwa.

Rangkaian Kegiatan Pemilu

Sementara itu, sebagaimana diberitakan ObsessionNews dan liputan6.com, sebelum PPLN Melbourne terbentuk, dibentuk Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih). Untuk memastikan daftar pemilih di luar negeri tidak semudah panitia pendaftaran di Indonesia. Tugas Pantarlih di Melbourne sama dengan Pantarlih di Indonesia yaitu mencocokan data pemilih yang sudah ada dan mendaftar pemilih yang belum masuk daftar.

Mulyoto (kiri) beserta PPLN Australia
Warga Negara Indonesia di Merlbourne tinggal menyebar di seluruh wilayah Victoria dan Tasmania. Petugas tidak melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Berbagai cara dilakukan oleh panitia setempat. Pantarlih misalnya berusaha hadir di setiap acara keramaian masyarakat Indonesia. Pada saat itu mereka melakukan pendaftaran pemilih.

Untuk melakukan validasi data, maka CokLit dilakukan dengan pengiriman SMS dan menelepon ke nomer pemilih, apakah yang bersangkutan masih di Melbourne atau tidak dan apakah masih berstatus WNI atau tidak. Dari hasil pendataan dan pendaftaran pemilih yang terus menerus maka diperoleh lebih dari 13 ribu pemilih tetap.

Pantarlih juga membuka pendaftaran pemilih lewat online. Selain mendaftar pemilih, maka Pantarlih juga melakukan CokLit terhadap data pemilih yang diperoleh dari KPU. Data KPU ini disusun berdasarkan data pemilih pemilu 2014 ditambah dengan laporan dari perwakilan RI. Pemungutan suara sendiri berlangsung pada 13 April 2019.

Sumber dan Foto: Alief Einstein
Penyusun : Sutriyono Robert
Editor : Bambang Suharno
Share on Google Plus

About sutriyono

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar