Bersatu Padu , Bergandeng Tangan, Membangun Persaudaraan Sejati

Kongber Adakan Lomba Kokok Merdu Ayam Pelung yang ke 6

Foto bersama seluruh peserta

Lomba menikmati kokok merdi ayam pelung digelar pada pukul 08.00 sampai selesai pada hari Minggu 22 September 2019 di Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Kongber yakni peternak dan penggemar ayam pelung bertemu dan berdiskusi tentang tata cara pemeliharaan ayam pelung agar suaranya maksimal saat lomba dan dilanjutkan dengan acara latihan lomba untuk persiapan lomba tingkat nasional dengan mendatangkan juri  Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Nusantara (HIPPAPN) dari Cianjur, demikian informasi yang didapat Ka.Dept.Humas Pengurus Pusat KAUNSOED (Keluarga Alumni Unsoed) Alief Einstein dari Ketua Panitia Kongber Agus Triyanto.
Agus menjelaskan, bahwa ia  bersama komunitasnya di wilayah BARLINGMASCAKEB Kabupaten (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga) menggalang acara Kongber ke 6 untuk memperkenalkan Ayam Pelung di wilayah tersebut. Tema lomba yakni “Ayam Itu Dinikmati Merdu Suaranya", jelas Agus yang juga Kasi Pemerintahan Desa Pancurendang Kec. Ajibarang Kab.Banyumas.
Agus (26 tahun) yang lahir di Banyumas 13 Agustus 1993 menambahkan Kongber Ayam Pelung atau kata lain adalah "ngumpul" penggemar dan bernilai (dilombakan) dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan ayam pelung di daerah Jawa Tengah khususnya Ajibarang Banyumas. Kategori yang dinilai atau dilombakan adalah :
1. Kategori Suara,
2. Kategori Penampilan,
3. Kategori Bobot.
Kategori Suara merupakan kategori utama dari perlombaan ayam pelung ini dinilai berdasarkan dasar suara, nada/irama yang dihasilkan, dan keserasian bunyi yang dilantunkan oleh ayam-ayam peserta. Untuk penilaian ini, panitia mendatangkan seorang Juri Nasional yang kebetulan pengamat pelung asli Banyumas, kategori suara yang diambil adalah peringkat 1-10.
Kategori kedua adalah Penampilan, kategori ini adalah menilai dari postur, bulu, dan keserasian tubuh ayam yang disesuaikan dengan ciri-ciri khas ayam pelung. Kategori ini memperebutkan juara 1-3.
Kemudian terakhir adalah kategori bobot yang mana 3 bobot ayam paling tinggi yang diambil menjadi juara 1 sampai 3.
Proses penyeleksian

Lomba Menikmati Kokok Merdu Ayam Pelung

Sorak sorai para penonton dan peserta saat pengumuman Juara Lomba (Kongber) Kokok Merdu Ayam Pelung di umumkan. Ada peserta yang tidak menyangka ayamnya masuk final dan juara dan ada juga yang tidak menyangka hasil usaha ternaknya sendiri banyak yang tampil sebagai finalis.
Kongber telah usai, juara sudah tercatat oleh ketua Panitia Agus Triyanto. Dengan dibantu oleh juri suara Okto Fianto dari 49 peserta kongber ayam pelung dari berbagai daerah sekitar Purwokerto yakni  Kebumen, Gombong, Purbalingga, Banjarnegara, Kroya, Majenang, dan termasuk kedatangan saudara jauh dari Pekalongan tercatat 10 ayam yang masuk final dan semuanya merupakan ayam-ayam potensial untuk berkiprah di "event" yang lebih tinggi lagi.
”Suara dipilih dari dasar suara yang memang khas ayam pelung, yaitu suara tebal dan berirama, dalam bahasa sehari-hari ya tidak "cempreng”, ungkap Okto Fianto selaku juri Kontes ayam pelung asal Banyumas yang mendapat penugasan sebagai juri dari Dewan Penjurian dan Kontes HIPPAPN. Okto menambahkan, sebanyak 49 peserta memang sebuah prestasi yang perlu dibanggakan, pasalnya kongber di wilayah yang masih asing dengan ayam pelung untuk mendapatkan penggemar memang susah dan perlu usaha yang serius untuk menggaet penggemar-penggemar baru. Hal senada diungkapkan oleh Rasmolan (37) asal Pekalongan yang kebetulan dulunya tinggal di Kebumen sehingga ada "event" ayam pelung di BARLINGMASCAKEB  rela datang dari Pekalongan dengan temanya Feri. Rasmolan berkata, “Selamat mas Agus (Ketua Panitia), acaranya sungguh luar biasa, peserta banyak karena "event" lokal peserta hampir 50 memang suatu prestasi yang luar biasa, dan terima kasih juga jamuannya.”
Lomba yang diujikan dalam kongber ini adalah Kategori Suara, Penampilan, dan Bobot. Kategori suara juara 1 adalah ayam milik Janu Budi dari Majenang dengan nama ayam Tole, kemudian juara 2 Samsul dari Ajibarang dengan nama ayam Sapar. Dilanjutkan Juara 3 ayam milik Khanif dari Kebumen dengan nama ayam Prabu, juara 4 ayam milik Feri Pekalongan dengan nama Esmi, juara 5 ayam milik Purna Adi dengan nama Jembrung, juara 6 ayam milik Galang dengan nama Linduaji dari Cilongok, juara 7 adalah Lembayung dari Jalu Banyumas, juara 8 ayam milik Irfan dengan nama Bediang dan terakhir juara 9 adalah Topan milik Maghda dari Ajibarang.
Untuk Kelas Penampilan, adalah kategori "cakep-cakepan" ayam atau yang khas ayam pelung. Berikut juaranya, yang pertama nama Ayam Banyu Langit pemilik Rasmolan dari Pekalongan, juara 2 nama Ayam Blonos pemilik Dudung dari Ajibarang dan juara 3 adalah Lembayung ayam milik Jalu Banyumas. Kategori terakhir adalah kategori bobot dengan juara 1 ayam milik Yono Ajibarang dengan nama Manahati (6,39 kg), juara 2 ayam milik Jalu Banyumas dengan nama Lrmbayung (6,05 kg) dan juara 3 adalah ayam dari Feri Pekalongan dengan nama ayam Esmi (5,998 kg). Dari ketiga kategori lomba yang berhak untuk menjadi juara umum adalah nama ayam Lembayung pemilik Jalu dari Banyumas.
Masyarakat sekitar tempat lomba yang belum pernah mengetahui acara ayam pelung menjadi penasaran dan ikut nonton serta menikmati  jalanya acara. “Acara ini bagus dan sering-seringlah diadakan, sehingga desa kami ada acara yang menghibur dan tidak menyiksa makhluk Tuhan, karena ayam identik dengan petarung (sabung ayam). Kalau seperti ini kan enak, nyaman, masyarakat antusias juga, kegiatanya positif” ungkap Narisun sebagai Kepala Desa Pancurendang yang menyempatkan waktu sedikit untuk hadir ditengah-tengah pekerjaannya selaku kepala desa. Hal senada diungkapkan oleh Suharto selaku Babinsa Desa Pancurendang dari Koramil 13 Kecamatan Ajibarang Kab.Banyumas bahwa “kegiatannya santai, ngobrol, dan unik tapi memiliki suatu kebanggaan tersendiri bagi para juara terlihat dari beberapa raut wajah sang pemilik ayam yang juara, pokoknya salut dan lanjutkan.” Ungkap Suharto setelah berkesempatan berfoto bersama dan menyerahkan piala bagi para juara.
Penyerahan hadiah kepada pemenang
Penyerahan hadiah kepada pemenang oleh Babinsa


 Harga Ayam Pelung

Harga ayam pelung menurut Agus bervariasi. Di Kab. Banyumas dan sekitarnya, harga anakan ayam pelung umur 0 - 1 bulan biasa di patok harga 100 ribu rupiah per pasang, umur 2 - 3 bulan 250 sampai 300 ribu rupiah per pasang. Untuk ayam yang sudah "kokok" harga ditentukan dari kualitas kokok. Ayam yang kokoknya biasa harga antara 300 - 500 ribu rupuah per ekor akan tetapi ayam yang suaranya bagus antara 750.000 sampai 1.500.000 rupiah, dan ayam yang sudah punya sertifikat atau pernah juara harganya 1.500.000 rupiah ke atas. Bahkan ada yang sampai 17 juta rupiah untuk se ekor ayam pelung.

Share on Google Plus

About Kafapet unsoed

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer