Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com – Dikemas ala Inspirational Talk, Alumni Berbagi Perjalanan, Tantangan, Peluang, dan Gagasan untuk Masa Depan Peternakan Indonesia
Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (KAFAPET UNSOED) menghadirkan KAFAPET TALKS sebagai salah satu rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) VI KAFAPET UNSOED 2026, Sabtu, 5 September 2026, di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Mengangkat tema “Inspirasi dan Aspirasi Alumni Fapet Unsoed untuk Negeri”, KAFAPET TALKS dirancang bukan sebagai seminar formal, melainkan sebagai inspirational talk yang ringan, komunikatif, dan inspiratif. Setiap narasumber diberi ruang untuk berbagi pengalaman, perjalanan karier, tantangan yang pernah dihadapi, pelajaran yang diperoleh, hingga gagasan untuk pengembangan alumni, fakultas, dan sektor peternakan Indonesia.
Konsep tersebut membuat KAFAPET TALKS berbeda dengan seminar maupun forum akademik pada umumnya. Para pembicara tidak dituntut menyampaikan paparan ilmiah yang panjang, melainkan menghadirkan cerita dan gagasan yang dekat dengan pengalaman nyata. TOR kegiatan bahkan menekankan bahwa presentasi tidak diwajibkan; apabila digunakan, slide diarahkan lebih sederhana dengan foto, data penting, atau visual yang mendukung cerita.
Empat Perspektif, Satu Semangat Kolaborasi
KAFAPET TALKS menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.
Amin Suyono, S.Pt., Technical Manager Cobb-Vantress Asia Pacific, berbagi perspektif mengenai perjalanan karier di industri peternakan hingga tingkat internasional, dinamika industri perunggasan, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan alumni dan generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja global.
Perspektif dunia usaha peternakan disampaikan oleh Ir. Nurcahyo Megantoro, peternak ayam petelur. Pengalaman membangun dan mempertahankan usaha menjadi gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus besarnya peluang yang masih terbuka di sektor peternakan bagi alumni maupun generasi muda.
Sementara itu, Andi Haryono, S.Pt. membawa perspektif tentang entrepreneurship, organisasi, dan pentingnya membangun jejaring. Networking alumni dinilai dapat dikembangkan lebih jauh sebagai sarana membuka akses terhadap peluang kerja, usaha, kerja sama, investasi, dan berbagai bentuk kolaborasi.
Perspektif institusi disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Ia mengangkat perkembangan Fakultas Peternakan UNSOED, tantangan pendidikan peternakan, kebutuhan kompetensi lulusan di masa depan, serta pentingnya membangun sinergi yang semakin kuat antara fakultas dan alumni.
Delapan Menit, Satu Cerita, Satu Gagasan Besar
KAFAPET TALKS menggunakan format singkat dan dinamis. Setiap pembicara mendapatkan waktu sekitar delapan menit untuk menyampaikan satu cerita, pengalaman, atau gagasan utama.
Moderator KAFAPET TALKS, Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom. (Dr. ENHA), menekankan bahwa keterbatasan waktu justru diharapkan membuat pesan setiap narasumber semakin tajam.
> “KAFAPET TALKS bukan tentang seberapa banyak materi yang dapat disampaikan, tetapi seberapa kuat satu cerita dan satu gagasan dapat tinggal di pikiran audiens. Delapan menit bisa menjadi sangat berarti ketika di dalamnya terdapat pengalaman, pelajaran, dan inspirasi yang otentik,” ujar Dr. ENHA.
Menurutnya, kekuatan forum alumni justru terletak pada pengalaman nyata yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
> “Hari ini kita tidak hanya ingin mendengar siapa yang sudah berhasil. Kita ingin mendengar bagaimana perjalanan menuju keberhasilan itu: pernah gagal di mana, pernah menghadapi tantangan apa, apa yang dipelajari, dan setelah berhasil apa yang bisa dikembalikan kepada almamater dan masyarakat,” tambahnya.
## Dari Alumni Menjadi Ekosistem Peluang
KAFAPET TALKS juga membawa pesan bahwa organisasi alumni harus berkembang lebih jauh dari sekadar ruang silaturahmi.
Alumni Fakultas Peternakan UNSOED telah tersebar dan berkiprah di berbagai sektor, mulai dari industri, peternakan, kewirausahaan, akademik, hingga profesi lainnya. Potensi tersebut menjadi modal besar apabila mampu dihubungkan dalam sebuah jejaring yang produktif.
Dr. ENHA menggambarkan KAFAPET masa depan sebagai sebuah ekosistem kolaborasi.
> “Alumni bukan hanya database nama. Alumni adalah pengalaman, kompetensi, jejaring, dan peluang. Tantangannya adalah bagaimana semua kekuatan tersebut kita hubungkan sehingga KAFAPET menjadi network of opportunity, network of knowledge, network of business, sekaligus network of contribution.”
Dalam ekosistem tersebut, alumni senior dapat menjadi mentor bagi generasi muda, pelaku industri dapat membuka peluang magang dan pekerjaan, pengusaha alumni dapat membangun business matching, sementara fakultas dapat berkolaborasi dengan alumni dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan mahasiswa.
Dengan demikian, jejaring alumni tidak berhenti pada hubungan sosial, tetapi berkembang menjadi jejaring yang mampu mempertemukan talent dengan opportunity, entrepreneur dengan investor, mahasiswa dengan mentor, serta kampus dengan industri.
Menyiapkan Alumni Menghadapi Masa Depan Peternakan
Diskusi KAFAPET TALKS juga menjadi ruang untuk melihat perubahan besar yang sedang terjadi pada sektor peternakan.
Transformasi digital, artificial intelligence, otomasi, data, precision livestock farming, tuntutan keberlanjutan, perubahan pasar, serta semakin terbukanya kompetisi global menuntut lulusan Fakultas Peternakan memiliki kompetensi yang semakin luas.
Kompetensi teknis tetap menjadi fondasi, tetapi alumni dan mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, entrepreneurship, digital literacy, bahasa asing, networking, problem solving, serta kemampuan beradaptasi.
KAFAPET diharapkan dapat mengambil posisi strategis sebagai jembatan antara pengalaman para alumni dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan fakultas.
Menangkap Aspirasi untuk Kepengurusan KAFAPET Berikutnya
KAFAPET TALKS tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan inspirasi. Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk menangkap aspirasi alumni menjelang periode kepengurusan KAFAPET berikutnya. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan utama yang tercantum dalam TOR kegiatan.
Pada bagian akhir sesi, setiap narasumber diminta menjawab satu pertanyaan yang sama
“Apa satu harapan atau gagasan yang ingin dititipkan untuk KAFAPET ke depan?”
Pertanyaan tersebut menjadi pesan penting karena gagasan, masukan, dan harapan yang muncul melalui KAFAPET TALKS diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran dalam menyusun program kepengurusan KAFAPET selanjutnya.
Dari Inspirasi Menuju Aksi
Menutup sesi, moderator merangkum empat kata kunci yang muncul dari KAFAPET TALKS, yaitu kompetensi, entrepreneurship, networking, dan kolaborasi.
Menurut Dr. ENHA, tantangan setelah MUNAS bukan lagi sekadar menghasilkan ide, tetapi mengubah berbagai gagasan tersebut menjadi program yang nyata.
“Inspirasi harus kita ubah menjadi aksi. Networking harus menjadi kolaborasi. Gagasan harus menjadi program. Dan potensi alumni harus kita transformasikan menjadi kekuatan bersama.”
KAFAPET TALKS akhirnya membawa satu pesan besar: keberhasilan alumni tidak semata-mata diukur dari seberapa jauh seseorang melangkah setelah meninggalkan kampus, tetapi juga dari seberapa besar pengalaman, jejaring, dan keberhasilan tersebut dapat kembali memberikan manfaat bagi almamater, masyarakat, dan bangsa.
#Dari Fapet UNSOED, alumni bergerak.
#Dari KAFAPET, kolaborasi diperkuat.
#Untuk negeri, kontribusi dihadirkan.
#KAFAPET UNSOED
#BERSYUKUR #BANGGA #SOLID
Penulis : Dr. ENHA
Foto : Dr. ENHA


0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer