Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com – Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) unjuk gigi pada acara Conference of the ASEAN Federation of Engineer Organisation (CAFEO-44). Ajang ini merupakan konferensi internasional Insinyur negara-negara Asia Tenggara. Acara ini dilaksanakan dari Tanggal 20-22 Oktober 2026 di Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat. CAFEO-44 dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) bersama Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Ilham Akbar Habibie. Selain itu, acara ini juga dihadiri para Ketua Perserikatan Insinyur Asia Tenggara dari Malaysia Simon Yeong Chin Chow, bersama Ketua Perkumpulan Insinyur dari 11 Negara ASEAN, ungkap dosen ahli Kajian Fisika Komputasi dan Remote Sensing Prof.Ir. Jamrud Aminuddin, SSi., MSi., PhD., IPM., ASEAN Eng. saat bincang-bincang dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Kamis 22 Oktober 2026.
Dalam acara ini Tim Exibisi Jurusan Fisika FMIPA Unsoed yang dipimpin oleh Mantan Ketua Jurusan Fisika Prof. Jamrud, PhD.
Keikutsertaan Jurusan Fisika FMIPA Unsoed dalam forum internasional ini sejalan dengan tema besar CAFEO-44, yaitu “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”. Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran insinyur dalam menciptakan inovasi nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat dan kemajuan teknologi yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pameran tersebut, menurut alumni S3 Remote Sensing, Chiba University, Japan Prof. Jamrud, PhD. bahwa booth Jurusan Fisika FMIPA Unsoed menampilkan tiga inovasi teknologi terapan utama yang menjadi sorotan para pengunjung dan peserta konferensi yakni : Inovasi Pertama yang dipamerkan adalah Moonlight atau Sistem Observasi Hilal Terpadu, sebuah teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu proses rukyatul hilal secara lebih terarah, modern, dan terdokumentasi dengan akurat.
![]() |
| Prof. Jamrud, PhD., bersama Ilham Akbar Habibie (Ketua Persatuan Insinyur Indonesia). |
Inovasi Unggulan Kedua yang dibawa oleh Tim Unsoed adalah Drone Pemetaan atau Small Multirotor UAV for Aerial Mapping. Wahana tanpa awak ini merupakan hasil integrasi sistem kendali canggih, kamera beresolusi tinggi, dan analisis aerodinamika yang mendalam guna mendukung kebutuhan pemetaan wilayah secara cepat dan akurat bagi berbagai keperluan pembangunan daerah. Dari segi spesifikasi teknis, Drone Pemetaan ini memiliki ketahanan terbang yang sangat impresif, yakni mampu mengudara hingga 46 menit 52 detik tanpa muatan. Drone ini juga sanggup menjangkau jarak maksimum hingga 14 kilometer serta mampu mencakup luas area sekitar 4 hingga 5 kilometer persegi per misi penerbangan.
Adapun Inovasi Ketiga yang dipamerkan adalah Drone Sprayer Gerilya-2FU6L4B, yang dirancang khusus untuk mendukung Sektor Pertanian Presisi. Melalui penerapan metode optimasi Conjugate Gradient, Tim Pengembang berhasil mengoptimalkan performa terbang drone ini secara signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Peningkatan performa tersebut terlihat jelas dari penurunan angka galat optimasi yang drastis dari 12,5% menjadi hanya 0,22%. Selain itu, indeks kestabilan terbang atau Flight Stability Index juga melonjak tajam dari 62% menjadi 98%, menjadikan drone ini sangat andal digunakan di medan pertanian yang kompleks, ujar Prof. Jamrud, PhD., yang mempunyai Hak Cipta dalam bidang Pompa Air Hemat Energi dengan Aliran Sungai sebagai Tenaga Penggerak.
Kunjungan lebih dari 1.000 pengunjung yang terdata di Buku tamu pada booth Jurusan Fisika FMIPA Unsoed di ajang internasional ini menegaskan komitmen institusi pendidikan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi nyata bagi masyarakat. Partisipasi ini tidak hanya memperkuat jejaring kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN, tetapi juga membuktikan kapasitas para insinyur Indonesia dalam menghasilkan riset aplikatif yang berdaya saing global demi mewujudkan masa depan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan, ungkap Prof. Jamrud, PhD., yang juga anggota Assosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI).
Prof. Jamrud, PhD., menambahkan bahwa Jurusan Fisika Dinamis Tanpa Friksi, FMIPA Unggul dan Berkarya, serta Unsoed Merdeka Maju Mendunia, dan Berdampak.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum



0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer