Penjelasan Dosen Unsoed Terkait Gempa Bumi Mengguncang NTT


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Terjadi gempa bumi dengan kekuatan M7.0 pada hari ini Sabtu pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan data terbaru dari BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 38 km arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 km, ungkap ahli Gunung Api Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Yogi Adi Prasetya saat pemaparan yang dipandu oleh Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Sabtu 14 Agustus 2026.

Yogi alumni S2 di Kyushu University, Fukuoka, Jepang menjelaskan hingga pukul 07.07 WIB, tercatat ada 37 aktivitas gempa susulan. Beberapa gempa susulan yang cukup kuat yaitu M6.2 pada pukul 05.13 WIB, M6.2 pada pukul 05.28 WIB, dan M5.6 pada pukul 05.37 WIB. Gempa susulan lainnya dengan kekuatan M5.5 juga tercatat. Berdasarkan informasi sementara, seluruh rangkaian gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Secara tektonik menurut Yogi (Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia) gempa di wilayah NTB-NTT ini disebabkan oleh aktivitas Flores Back Arc Thrust, bukan akibat subduksi Lempeng Samudra Hindia. Kerak Samudra Banda Barat yang masih muda terdorong kuat ke bawah Busur Flores, sehingga wilayah utara NTB-NTT memang sering menjadi pusat gempa kuat.

Gempa dangkal dengan durasi yang cukup lama ini terasa sangat kuat di daratan Flores, terutama di Sikka, dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Beberapa daerah dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan kerusakan ringan pada fasilitas umum. Getaran gempa bahkan terasa hingga ke wilayah NTB, Kota Makassar, dan Kendari, kata Yogi. 

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada, tidak panik, dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pihak terkait. Bagi warga yang berada di wilayah pesisir, diimbau untuk segera menuju tempat yang lebih tinggi, ungkap Yogi.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar