Perkuat Lifeskill Santri (Tim Pengabdian Unsoed Gelar Pelatihan Pengolahan Yoghurt-Nugget di Pondok Pesantren Baitul Mahmud)

Tim Pelaksana bersama dengan mitra Pondok Pesantren Baitul Mahmud

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian santri terus dilakukan melalui penguatan kecakapan personal dan vokasional. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Lifeskill Santri dalam Kecakapan Personal dan Vokasional melalui Teknologi Pengolahan Yoghurt-Nugget Berbasis Ekonomi Kreatif Berkelanjutan di Pondok Pesantren Baitul Mahmud,” ungkap Dosen THT Fakultas Peternakan  / Fapet Unsoed Irfan Fadhlurrohman saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Irfan Fadhlurrohman kegiatan dilaksanakan bersama mitra Pondok Pesantren Baitul Mahmud dengan rangkaian program yang dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan pengolahan pangan sekaligus kemampuan kewirausahaan dan komunikasi.

Program diawali dengan survei pendahuluan dan identifikasi kebutuhan bersama mitra. Tahap ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi, kebutuhan, serta kesiapan santri dalam mengikuti program pemberdayaan.

Selanjutnya, para santri mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai teknologi pengolahan yoghurt dan nugget. Melalui kegiatan praktik secara langsung, santri tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga diperkenalkan pada aspek kebersihan, sanitasi, pengendalian mutu, pengemasan, serta potensi pengembangan produk pangan bernilai ekonomi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital. Santri diperkenalkan pada konsep dasar Pemasaran Produk, Penentuan Target Konsumen, Strategi Promosi, Pengembangan Merek, hingga Pemanfaatan Media Digital sebagai sarana memperluas pasar. Materi tersebut diharapkan dapat mendorong santri untuk melihat produk olahan pangan bukan hanya sebagai hasil praktik, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain keterampilan vokasional, program juga memberikan perhatian pada kecakapan personal melalui pelatihan public speaking. Santri dilatih untuk membangun Kepercayaan Diri, menyampaikan gagasan secara sistematis, berkomunikasi dengan baik, serta mempresentasikan produk yang dihasilkan.

Ketua tim pelaksana, Irfan Fadhlurrohman, dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menjelaskan bahwa pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis pengolahan pangan.

“Santri diharapkan memiliki kombinasi antara keterampilan vokasional, kemampuan komunikasi, dan jiwa kewirausahaan. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri maupun menjadi bagian dari kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Irfan Fadhlurrohman (Unsoed) sebagai Ketua, bersama anggota Dr. Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A., M.Phil. (Unsoed) dan Adityo Nugroho, S.E., M.M. (Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto). Program juga melibatkan mahasiswa, yaitu Dhika Adji Afinesta, Hafiz Nugraha, Dimas Abian Pamungkas, Amanda Ainan Salsabila, Nazmi Siti Safrina Whidarta, dan Firsty Valinka Azhari.

Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat

Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan tahun pendanaan hibah 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Baitul Mahmud diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat berkembang sebagai lingkungan yang mendorong tumbuhnya kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan santri.

Pengembangan produk yoghurt dan nugget menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan konsep ekonomi kreatif berbasis potensi pangan. Dengan dukungan keterampilan pemasaran dan public speaking, santri diharapkan mampu mengembangkan produk secara lebih profesional serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia kerja di masa mendatang.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar