Unsoed Dorong BUMDes Babakan Kembangkan Layanan Berbasis Drone

Foto bersama Tim Pengabdi beserta Kepala Desa dan Manajer Bumdes di depan balai desa

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong BUMDes “Unggul Bahtera” Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, untuk memanfaatkan Teknologi Drone sebagai layanan Pemetaan Lahan Pertanian serta Pemantauan Saluran Irigasi dan Drainase. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat skema Penerapan Iptek, bertempat di Balai Desa Babakan, Rabu (12/8). 

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian yang terdiri atas Dr. Setya Permana Sutisna, S.TP., M.Si., Dr.Ir. Irawadi, CES., dan Afik Hardanto, Ph.D. Program ini diarahkan tidak hanya untuk memperkenalkan teknologi drone, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengubah hasil foto udara menjadi data dan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan desa, ungkap dosen Teknik Pertanian Unsoed Dr. Setya Permana Sutisna, S.T.P., M.Si.

saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Jum'at 21 Agustus 2026.

Kegiatan disambut langsung oleh Sonhaji, Kepala Desa Babakan. Ia menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya, kehadiran Teknologi Drone memberikan peluang bagi Desa Babakan untuk meningkatkan kemampuan dalam memperoleh informasi wilayah sekaligus membuka peluang pengembangan layanan baru melalui BUMDes.

Foto saat pemberian materi "Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Evaluasi Sistem Irigasi dan Drainase Pertanian".

Menurut Dr. Setya yang juga anggota Perhimpunan Ahli Teknik Pertanian Indonesia menjelaskan bahwa dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan dan pengoperasian drone, termasuk pengenalan komponen drone, fungsi remote controller, joystick, mode penerbangan, serta fitur-fitur utama. Peserta juga mendapatkan materi mengenai persiapan dan pemeriksaan sebelum penerbangan atau pre-flight check, yang mencakup pemeriksaan kondisi perangkat, baterai, sistem, lokasi penerbangan, dan kondisi cuaca.

Selanjutnya Dr. Setya mengatakan bahwa aspek keselamatan dan regulasi penerbangan juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan Home Point, Return to Home (RTH), kondisi no-go, keberadaan pesawat atau helikopter, aspek privasi, serta prinsip Visual Line of Sight (VLOS). Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik teknik penerbangan dasar, mulai dari take-off, hover, gerakan naik dan turun, maju dan mundur, pergerakan kiri dan kanan, yaw, Return to Home, hingga landing. Pengelolaan baterai, pemeriksaan setelah penerbangan, penyimpanan, dan perawatan drone juga diperkenalkan agar perangkat dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

Foto serah terima dronenya.

Pelatihan kemudian diarahkan pada pemanfaatan drone untuk pemetaan. Peserta diperkenalkan pada perencanaan pengambilan foto udara, penentuan cakupan wilayah, kualitas foto, serta overlap antar-foto. Data foto udara kemudian diperkenalkan untuk diolah menggunakan Agisoft melalui tahapan image alignment, pembentukan point cloud, DSM/DEM, hingga menghasilkan ortomosaik. Hasil tersebut kemudian dapat diolah lebih lanjut menggunakan QGIS melalui pengaturan sistem koordinat, pemasukan ortofoto, digitasi objek seperti jalan, bangunan, lahan dan saluran, pemberian atribut, hingga penyusunan peta dasar.

foto peserta sedang mengendalikan drone

Materi pemanfaatan drone juga secara khusus membahas evaluasi sistem irigasi dan drainase pertanian. Foto vertikal digunakan untuk memperoleh gambaran jaringan secara menyeluruh, sedangkan foto miring dan video inspeksi dapat memberikan informasi lebih detail mengenai kondisi fisik saluran. Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi saluran, pintu air, bangunan pembagi, gorong-gorong, serta berbagai permasalahan seperti sedimentasi, kerusakan saluran, vegetasi yang menghambat aliran, saluran tersumbat, hingga titik genangan. Hasil identifikasi dapat menjadi bahan untuk menentukan lokasi dan prioritas pemeliharaan maupun perbaikan. Bagian penting dari kegiatan ini adalah serah terima paket teknologi berupa Drone kepada Desa Babakan. Perangkat tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh desa melalui BUMDes untuk mendukung pengembangan layanan berbasis teknologi drone.

Melalui konsep BUMDes Drone Service, drone diarahkan untuk dikembangkan bukan sekadar sebagai perangkat dokumentasi, tetapi sebagai aset produktif yang mampu menghasilkan data, informasi, layanan, dan peluang pendapatan bagi desa. Layanan yang dapat dikembangkan mencakup pemetaan lahan pertanian, inspeksi irigasi dan drainase, dokumentasi pembangunan desa, pembuatan profil desa, serta dokumentasi dan promosi potensi desa.

Dengan adanya pelatihan sekaligus penyerahan perangkat teknologi, Desa Babakan diharapkan memiliki modal awal untuk membangun kapasitas lokal dalam mengoperasikan, merawat, mengolah data, dan mengembangkan layanan drone melalui BUMDes, ujar Dr. Setya.

Dr. Setya menambahkan bahwa program ini menempatkan teknologi drone sebagai bagian dari upaya membangun desa berbasis data. Dari foto udara menjadi peta, dari peta menjadi informasi, dan dari informasi menjadi dasar pengambilan keputusan serta layanan produktif bagi desa.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar