Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com – Secara geologi, gempa M 5.3 yang mengguncang kawasan selatan Cilacap pada Jum'at (4/9) disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia adalah sebuah proses geologi yang wajar dan terjadi di bagian selatan Pulau Jawa, ungkap ahli Gunung Api dari Fakultas Teknik Unsoed Yogi Adi Prasetya, S.T, M.Sc. saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Sslasa 08 September 2026.
Menurut Yogi (alumni S2 dari Kyushu University, Fukuoka, Jepang) ada 3 (tiga) poin penting yang perlu dicermati masyarakat:
1. Karakter Tektonik Jalur selatan Jawa merupakan kawasan aktif subduksi. Gempa M 5.3 ini adalah pelepasan energi secara berkala pada zona penunjaman lempeng tersebut,
2. Potensi Tsunami dan Kerusakan Berdasarkan magnitudo dan analisis mekanisme sumber BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami serta umumnya tidak memicu kerusakan struktural yang masif,
3. Edukasi dan Kewaspadaan Pelepasan energi bertahap ini meminimalkan penumpukan energi yang lebih besar secara mendadak. Meski begitu, masyarakat pesisir tetap diimbau untuk terus mengasah kesiapsiagaan dan tidak mudah terpancing hoaks.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum


0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer