Dari Purwokerto untuk Dunia : Riset Kebijakan Kesehatan Prof. Budi Aji, Dekan FIKes Unsoed, Tembus Peringkat Peneliti Top Global


Komitmen dalam membenahi sistem kesehatan publik tak selalu harus berawal dari pusat kota besar. Dari kampus Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah, Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, M.Sc., Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), berhasil membuktikan bahwa riset berbasis masalah lokal mampu menembus panggung sains dunia.

Nama Prof. Budi Aji mencatatkan rekam jejak gemilang dalam pemeringkatan saintis global versi TOPSCINET (Elsevier) pada bidang Clinical Medicine dan Public Health. Pencapaian ini diraih berkat konsistensi publikasi dan belasan ribu sitasi karya ilmiahnya yang banyak dirujuk oleh peneliti mancanegara.

Tidak hanya berkutat pada teori, riset yang dilakoni alumni Heidelberg University Jerman ini berfokus langsung pada realitas sosial masyarakat Indonesia. Mulai dari memperjuangkan jaminan perlindungan kesehatan bagi para petani penderes gula kelapa, akses layanan lansia di pedesaan Banyumas, hingga dampak pembiayaan kesehatan masyarakat kurang mampu melalui program JKN/BPJS Kesehatan.

"Sains yang baik adalah sains yang tidak berjarak dengan masyarakat. Saat kita meneliti masalah kesehatan petani atau lansia di desa, kita tidak hanya sedang menulis artikel jurnal, tetapi sedang menyuarakan hak-hak kesehatan mereka agar didengar oleh pembuat kebijakan," ujar Prof. Budi Aji santai saat ditemui Ir.H. Alief Einstein, M.Hum. dari kafapet-unsoed.com di ruang kerjanya.

Kiprah internasional Prof. Budi Aji juga diperkuat melalui kolaborasinya dalam jaringan peneliti dunia Global Burden of Disease (GBD) Collaboration Network yang berpusat di University of Washington, USA. Lewat kolaborasi global ini, ia turut membidani berbagai artikel ilmiah bergengsi yang terbit di jurnal internasional bereputasi seperti The Lancet dan Nature Human Behaviour.

Di sela-sela kesibukannya mengendalikan manajemen fakultas sebagai Dekan FIKes Unsoed periode 2022–2026, ia juga aktif menuangkan edukasi publik dalam bentuk media kreatif seperti film pendek terhakcipta tentang stigma kesehatan lansia dan pencegahan stunting.

"Penghargaan dan peringkat global tentu menjadi motivasi tambahan. Namun, target utama kami di Unsoed tetap satu: bagaimana hasil pemikiran dan riset ini bisa terus memberi dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia," tambahnya.

Dengan capaian ini, Prof. Budi Aji berharap dapat menginspirasi para peneliti muda dan mahasiswa di daerah agar terus percaya diri berkarya dan berjejaring di tingkat global tanpa melupakan akar permasalahan di masyarakat sekitar.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto          : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar