Tahun Baru Imlek 2026 di Taiwan (Lampion, Pasar Malam, hingga Hidangan Penuh Makna)

Ndari di Lukang Mazu Temple, Changhua, Taiwan.

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Taiwan kembali menghadirkan suasana meriah di berbagai wilayah. Sejak beberapa minggu sebelum hari raya, kota-kota di seluruh pulau mulai dipenuhi lampion warna-warni, bazar musiman, serta festival budaya yang menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan, ungkap Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis/FEB Unsoed Sulistyandari,SE.,MSi. saat bincang-bincang jarak jauh dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Minggu 08 Februari 2026.

Imlek di Taiwan menurut Ndari (sapaan akrab Sulistyandari, SE.,MSi) bukan hanya tradisi pergantian tahun lunar, tetapi juga momen ketika ruang publik berubah menjadi pusat perayaan. Dari Taipei di utara hingga Kaohsiung di selatan, masyarakat menyambut tahun baru dengan cahaya, kuliner, dan kegiatan komunitas yang hangat, jelas Ndari yang sedang menyelesaikan S3 di National Yunlin University of Science and Technology/NYUST, Douliu, Yunlin, Taiwan.

Ndari (dosen ahli corporate finance dari FEB Unsoed) mengatakan bahwa salah satu daya tarik utama adalah festival lampion yang digelar di sejumlah kota besar.

Ndari di salah satu sisi jalan di sekitar Pusat kota Douliu, Yunlin yang dipenuhi lampion jelang perayaan Imlek

Taipei Lantern Festival dan Kaohsiung Lantern Festival kembali menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sementara Taiwan Lantern Festival nasional tahun ini dijadwalkan berlangsung di Chiayi pada awal Maret, ujar Ndari.

Instalasi lampion raksasa, ornamen tematik, serta jalur cahaya malam hari menjadi simbol harapan dan keberuntungan bagi masyarakat, ungkap Ndari.

Selanjutnya Ndari menjelaskan bahwa kota Kaohsiung menghadirkan warna berbeda dalam perayaan Imlek kali ini. Di kawasan Love River Bay, festival musim dingin “Kaohsiung Wonderland” mencuri perhatian karena mengusung tema Ultraman. Instalasi figur ikonik tersebut tampil di tepi sungai, dipadukan dengan pertunjukan cahaya, wahana keluarga, serta aktivitas hiburan yang ramai dikunjungi.

Perpaduan budaya populer dengan tradisi tahun baru menunjukkan bagaimana Taiwan merayakan Imlek secara kreatif dan modern, kata Ndari.

Ndari dan teman-teman kuliah dari Taiwan dan Yaman yang berjualan Kebab dan Samosa di pasar malam Douliu, Yunlin

Selain festival besar, suasana Imlek juga terasa kuat melalui bazar dan pasar malam. Di berbagai kota, pasar malam selama musim Imlek menjadi lebih semarak dengan dekorasi merah dan emas, penjualan ornamen keberuntungan, serta makanan khas tahun baru. Aroma jajanan jalanan Taiwan seperti xiao chi, kue beras manis, dan manisan tradisional menjadi bagian dari pengalaman perayaan.

Di Taipei, salah satu lokasi yang paling ikonik adalah Dihua Street, kawasan tua yang setiap tahun berubah menjadi pusat bazar Imlek terbesar. Pada tahun 2026, bazar tahunan ini berlangsung mulai 31 Januari hingga 15 Februari, dan hanya digelar sekali setahun menjelang Tahun Baru. Jalanan dipenuhi lautan manusia yang berburu berbagai kebutuhan khas Imlek, mulai dari jajanan tradisional, buah-buahan kering, manisan, hingga aneka dekorasi merah seperti gantungan shio, lampion kecil, serta ornamen keberuntungan untuk rumah. Suasana Dihua Street menjadi gambaran khas Imlek Taiwan — ramai, padat, namun penuh semangat menyambut tahun baru.

Tak hanya lampion dan bazar, Imlek juga identik dengan hidangan khas yang sarat filosofi. Di meja makan keluarga Taiwan, beberapa makanan hampir selalu hadir karena dipercaya membawa simbol keberuntungan.

Pangsit, misalnya, melambangkan kekayaan dan rezeki karena bentuknya menyerupai batangan emas kuno. Ikan juga menjadi sajian wajib, karena dalam bahasa Mandarin kata “yu” (ikan) terdengar seperti “kelimpahan”, sehingga ikan dimaknai sebagai harapan rezeki berlebih di tahun baru. Biasanya ikan disajikan utuh sebagai simbol keutuhan dan keberuntungan.

Jeruk menjadi buah yang paling sering diberikan atau diletakkan di rumah selama Imlek. Warnanya yang keemasan dianggap membawa kemakmuran, sementara bunyinya dalam bahasa Mandarin juga diasosiasikan dengan keberuntungan. Selain itu, mie panjang atau longevity noodles melambangkan umur panjang dan kesehatan, sehingga mie biasanya tidak dipotong agar doa panjang umur tetap utuh.

Suasana pasar malam di Douliu, Yunlin

Kue keranjang atau nian gao juga menjadi ikon Imlek. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya hubungan keluarga, sementara namanya berarti “tahun yang lebih tinggi”, sebagai do'a agar kehidupan dan rezeki meningkat dari tahun ke tahun.

Kemeriahan tidak hanya terpusat di kota besar. Di Douliu, Yunlin, kota tempat Ndari tinggal selama menempuh pendidikan S3 di Yuntech, suasana Imlek terasa lebih dekat dan membumi. Lampion-lampion menghiasi jalan utama kota, sementara festival lampion lokal menghadirkan instalasi cahaya di ruang publik yang ramai dikunjungi keluarga. Pasar malam Douliu pun dipadati warga yang berburu kuliner sekaligus menikmati atmosfer kebersamaan.

Imlek 2026 di Taiwan kembali menegaskan bahwa perayaan ini hadir merata di seluruh pulau. Tradisi lampion tetap menjadi simbol utama, namun kreativitas modern juga memberi warna baru, mulai dari festival urban di waterfront Kaohsiung hingga bazar tahunan di Dihua Street, serta perayaan komunitas di kota-kota kecil seperti Douliu.

Di tengah musim dingin, cahaya lampion, keramaian pasar malam, dan hidangan penuh makna menjadi penanda hangatnya awal tahun baru di Taiwan — sebuah perayaan yang menyatukan tradisi, harapan, dan kebersamaan.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto          : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar