Sosialisasi Wisata Halal dan Branding Digital Perkuat Potensi Panembangan


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Tim Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Skema Smart Village mengawali rangkaian program pengabdian berjudul “Transformasi Panembangan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim: Integrasi Sertifikasi Halal, Wisata Halal, dan Promosi Digital untuk Pemberdayaan Masyarakat” melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Wisata Halal dan Branding Digital Perkuat Potensi Panembangan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara blended (luring dan daring) belum lama ini, bertempat di LPPM Unsoed. Program pengabdian ini diketuai oleh Prof. Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D. dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Altri Mulyani, S.P., M.Sc., Dian Novitasari, S.TP., M.Si., Izka Sofiyya Wahyurin, S.Gz., M.P.H., Wilis Cahyani, S.P., M.P., dan Nur Wijayanti, S.TP., M.P. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya memperkuat identitas dan daya saing Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kab Banyumas sebagai desa wisata ramah muslim yang berkelanjutan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian, Prof. Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata halal tidak hanya berfokus pada aspek destinasi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat, penerapan prinsip halal, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi yang efektif, ungkap Ketua Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unsoed Nur Wijayanti saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Yanti (sapaan akrab Nur Wijayanti) pada Sesi 1, peserta mengikuti diskusi mengenai potensi pengembangan wisata halal di Desa Panembangan. Sesi ini diawali dengan pemaparan oleh Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., yang menjelaskan berbagai potensi desa, kondisi eksisting, serta sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wisata halal. Potensi alam, budaya, dan produk lokal yang dimiliki Desa Panembangan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim.

Selanjutnya, Iwan Sulistiya Setiyawan, Kepala Desa Wunut, Kecamatan Tulung Kab. Klaten berbagi pengalaman mengenai pengelolaan desa wisata yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam paparannya, beliau menjelaskan strategi pengelolaan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, hingga pentingnya inovasi dalam mengembangkan destinasi wisata desa agar mampu bersaing dan berkelanjutan.

Sesi pertama ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab antara Narasumber, Tim Pengabdian, serta Peserta. Berbagai masukan dan rekomendasi muncul terkait pengelolaan Desa Wisata Halal Panembangan, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas layanan wisata, penyediaan fasilitas pendukung wisatawan muslim, hingga strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Pada Sesi 2, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai branding digital oleh Hanan Fadhulloh yang juga alumni Fakultas Teknik Unsoed. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya membangun citra dan identitas desa wisata melalui media digital. Peserta diperkenalkan pada berbagai strategi promosi digital, mulai dari penyusunan narasi destinasi, pengelolaan media sosial, teknik fotografi dan videografi sederhana, hingga pemanfaatan berbagai platform digital untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih luas.

Yanti (dosen ahli Rekayasa Pengolahan dan Manajemen Agroindustri) menbahkan bahwa setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan praktik pembuatan konten promosi untuk Desa Wisata Halal Panembangan. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merancang konsep konten yang mampu menampilkan keunggulan desa, nilai-nilai wisata halal, serta daya tarik lokal yang dimiliki Desa Panembangan. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi konten digital yang menarik dan efektif sebagai media promosi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dan para pemangku kepentingan di Desa Panembangan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep wisata halal serta pentingnya branding digital dalam pengembangan desa wisata. Program ini menjadi langkah awal menuju transformasi Desa Panembangan sebagai desa wisata ramah muslim yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar