Unsoed Hadir di Indo Livestock 2026 (Perkuat Kolaborasi Menuju Peternakan-Pertanian Presisi dan Berkelanjutan)


Jakarta, Kafapet-Unsoed.com. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui perwakilan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa (dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian) hadir di Indo Livestock 2026 Expo & Forum, pameran internasional peternakan, pakan, susu, kesehatan hewan, dan agribisnis terbesar di Indonesia yang diselenggarakan pada 16–18 Juni 2026 di kawasan NICE PIK 2, Tangerang. Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc.,IPU.,ASEAN Eng. selaku Dekan Fakultas Peternakan / Fapet Unsoed dan Dr.Ir. Agus Susanto, M.Sc.Agr.,IPU.,ASEAN Eng. selaku Wakil Dekan Fapet Unsoed bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerja Sama melengkapi kehadiran Unsoed yang merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring kerja sama dengan pelaku industri, pemerintah, asosiasi profesi, dan lembaga penelitian dalam mendukung transformasi sektor peternakan, pakan, susu, kesehatan hewan, dan agribisnis nasional menuju era digital serta berkelanjutan, ungkap Dosen Fapet Unsoed Denis Agita Melianam saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com

Denis menjelaskan bahwa delegasi yang bertugas mewakili Unsoed dalam pagelaran Indo Livestock 2026 yakni Irfan Fadhlurrohman, S.Pt., M.Pt., Danang Nur Cahyo, S.Pt., M.Sc. Denis Agita Meliana, S.Pt., M.Pt., Zulfa Az Zahroh, S.P., M.Sc., Deviana Primayuri, S.P., M.P., Nur Alif, A.Md., Erza Andika Putra Herutama, Cinta Ayuningtias Rahman, Dinda Puspitasari, dan Cantika Dyan Maharani.

Pada penyelenggaraan Indo Livestock 2026 ke-19 ini mengangkat tema “Gizi Seimbang, Generasi Gemilang” dengan menghadirkan berbagai inovasi terbaru di bidang peternakan, pakan, kesehatan hewan, perikanan, dan teknologi pertanian. Pameran tersebut menjadi ajang strategis yang mempertemukan ratusan perusahaan serta pelaku industri dari berbagai negara untuk memamerkan teknologi mutakhir, mulai dari sistem peternakan presisi, otomatisasi kandang, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga solusi energi terbarukan berbasis limbah peternakan, kata Denis.

Delegasi Unsoed juga mengikuti berbagai forum ilmiah, seminar teknologi, dan diskusi bisnis yang membahas tantangan serta peluang pengembangan industri peternakan Indonesia di tengah tuntutan peningkatan produktivitas, efisiensi, kesejahteraan hewan, dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi riset, pengembangan teknologi tepat guna, serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program magang dan kemitraan industri, ujar Denis.


Irfan Fadhlurrohman, S.Pt., M.Pt., selaku Ketua Tim Delegasi Unsoed menyampaikan bahwa perkembangan teknologi peternakan yang ditampilkan dalam pameran menunjukkan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan utama dalam pembangunan peternakan modern. Berbagai inovasi yang dipamerkan dinilai relevan dengan arah pengembangan pendidikan tinggi vokasi dan akademik di bidang peternakan, khususnya dalam mendukung implementasi konsep smart farming, precision livestock farming, serta penguatan kewirausahaan berbasis teknologi.

Selain mengunjungi area pameran, tim Unsoed juga melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan penyedia teknologi peternakan, produsen pakan, perusahaan kesehatan hewan, serta institusi pendidikan dan penelitian yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, keterlibatan Unsoed merupakan ajang bagi para Alumni Unsoed (secara umum atau khususnya alumni Fapet Unsoed dan Faperta Unsoed) untuk bernostalgia dengan kampus kesayangannya. Sampai hari pertama berlangsung sudah 102 pengunjung mendatangi stan atau booth milik Universitas Jenderal Soedirman untuk berbagi perspektif mengenai penerapan dan inovasi di bidang peternakan serta pertanian.

Denis menambahkan bahwa Indo Livestock 2026 sendiri dikenal sebagai salah satu pameran B2B (Business to Business) terbesar di Asia Tenggara yang secara rutin menjadi barometer perkembangan industri peternakan Indonesia sejak tahun 2002. Pada tahun ini penyelenggara memproyeksikan partisipasi lebih dari 600 perusahaan dari sekitar 40 negara, menjadikan acara tersebut sebagai pusat pertukaran informasi, inovasi, dan investasi bagi sektor agribisnis nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam Indo Livestock 2026, Unsoed menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, inovasi teknologi peternakan, serta solusi ilmiah yang mampu menjawab tantangan pembangunan peternakan Indonesia di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Kehadiran Unsoed di forum internasional ini diharapkan dapat memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mendorong terciptanya sistem peternakan yang modern, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Banyak alumni Unsoed yang datang di booth Unsoed di antaranya alumni Fapet Unsoed angkatan 1989 Moh. Jamaludin Malik yang bekerja di PT. Charoen Pokphand Indonesia - Hatchery Specialist. Jamaludin mengatakan senang bisa Hadir di booth Fapet Unsoed di Indolivestock tahun 2026 ini, karena bisa ketemu dengan Dekan dan alumni Unsoed. Senang karena Fapet Unsoed bisa kembali hadir di antara perusahaan-perusahaan di industri peternakan. Terima kasih sudah menerima kami di booth, satu pesan yang untuk kawan-kawan mahasiswa "ini lho nanti yang akan jadi dunia kalian. Sebegitu besar dan makin modern. Jadi, berkelanalah supaya bisa menjadi pendekar di dunia peternakan".


Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto          : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar