Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Hilirisasi Riset (LPPM Unsoed Gelar Pemilihan Duta Inovasi 2026)


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Beberapa waktu yang lalu Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sukses menggelar Grand Final Pemilihan Duta Inovasi Unsoed Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program strategis LPPM dalam memperkuat budaya inovasi, memperluas diseminasi hasil riset, serta mempercepat hilirisasi inovasi agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dunia industri, pemerintah daerah, juga berbagai pemangku kepentingan, ungkap 

Koordinator Puskor IHSP LPPM Unsoed Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si. saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Rabu 08 Juli 2026.

Pemenang Duta Inovasi 2026

Program Duta Inovasi menurut Santi diselenggarakan sebagai implementasi tugas dan fungsi Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) LPPM dalam mengoordinasikan pengelolaan inovasi, memperkuat branding hasil penelitian, membangun jejaring kemitraan, serta mendorong pemanfaatan hasil riset Unsoed menuju hilirisasi dan komersialisasi.

Santi yang juga dosen ahli Rekayasa Pangan Fungsional berbasis komoditas lokal unggulan menjelaskan bahwa di era transformasi digital, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi, tetapi juga oleh kemampuan mengomunikasikan manfaatnya kepada masyarakat secara luas. Oleh karena itu, mahasiswa dipandang memiliki posisi strategis sebagai agen transformasi, komunikator sains, sekaligus ambassador inovasi yang mampu menjembatani hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Santi (Wakil Ketua PATPI / Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia) cabang Banyumas mengatakan Pemilihan Duta Inovasi 2026 diikuti oleh 30 mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas. Di tahap awal, dari 30 mahasiswa, terseleksi melalui tahap penyisihan 11 mahasiswa dan 5 mahasiswa di tahap Grand Final. Acara Grand Final berlangsung dengan penuh antusiasme dan menghadirkan kandidat finalis terbaik yang telah melalui serangkaian seleksi administrasi, penilaian wawasan inovasi, presentasi, serta wawancara mendalam. Para finalis dinilai oleh dewan juri yang berasal dari berbagai bidang keahlian, yaitu akademisi, pakar inovasi, pakar transformasi digital, pemerintah, dunia usaha, serta praktisi branding dan pemasaran. Komposisi dewan juri tersebut mencerminkan pendekatan pentahelix, sehingga peserta tidak hanya diuji dari aspek akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, branding, kolaborasi, dan orientasi pasar.

Dalam sambutannya, Rektor Unsoed yang di wakili oleh Prof.Dr.Ir. Noor Farid, M.Si. (Wakil Rektor bidang Akademik) menyampaikan bahwa perguruan tinggi masa kini dituntut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut beliau, Duta Inovasi merupakan langkah progresif untuk membangun budaya inovasi di kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat posisi Unsoed sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak (research to impact). Beliau berharap para Duta Inovasi mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai riset, mengembangkan kreativitas, dan menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Penyerahan Sertifikat dari Puskor ke Dewan Juri

Sementara itu, Prof.Dr.Ir. Elly Tugiyanti, MP.,IPU.,ASEAN Eng., sebagai Kepala LPPM Unsoed menegaskan bahwa Program Duta Inovasi merupakan bagian dari strategi LPPM dalam memperkuat ekosistem hilirisasi hasil riset. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat, diadopsi oleh dunia usaha dan dunia industri, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial. Kehadiran Duta Inovasi diharapkan menjadi penggerak baru dalam memperluas diseminasi, promosi, dan pemanfaatan inovasi Unsoed sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi.

Selanjutnya Santi menyampaikan bahwa pemilihan Duta Inovasi merupakan awal dari gerakan yang lebih besar untuk membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif dan berkelanjutan. Para Duta Inovasi nantinya akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan branding inovasi, expo, podcast, promosi digital, business matching, edukasi masyarakat, serta berbagai program hilirisasi yang dilaksanakan oleh LPPM.

Di ajang ini, dengan kriteria penilaian di sesi grand final yang terdiri dari : 1) pengetahuan tentang inovasi, riset, dan hilirisasi; 2) kemampuan komunikasi dan public speaking; 3) kreativitas branding dan membuat konten; 4) kepemimpinan dan kemampuan kolaborasi; 5) kepribadian, integritas, dan karakter; 6) komitmen, motivasi, dan rencana kontribusi; terpilih Ida Nur Safitri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) sebagai Juara 1; Siti Rohanna dari Fakultas Pertanian sebagai Juara 2; M. Yusuf Habibi dari Fakultas Hukum sebagai Juara 3; Rizki Febri Pratama dari Fakultas Ekonomi Bisnis sebagai Juara Harapan 1; dan Nadira Apie Sinatryan dari Fakultas Peternakan sebagai Juara Harapan 2. Ida Nur Safitri menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, menjadi Duta Inovasi bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi juga amanah untuk memperkenalkan hasil-hasil riset Unsoed kepada masyarakat. Ia berkomitmen memanfaatkan media digital, jejaring mahasiswa, dan berbagai kegiatan edukasi untuk mengomunikasikan inovasi kampus agar semakin dikenal, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Pemenang Duta Inovasi 2026 dengan Para Dewan Juri

Berikut para dewan juri juga memberikan apresiasi terhadap kualitas para finalis. Pertama: Prof.Dr. Eni Sumarni, STP., MSi, Guru Besar Bidang Teknik Pertanian menilai bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat, sehingga inovasi tidak berhenti sebagai luaran penelitian, tetapi berkembang menjadi solusi yang dapat diimplementasikan. Kedua : Assoc. Prof.Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si., (Rektor Universitas Amikom Purwokerto) sebagai Pakar Transformasi Digital menilai bahwa kemampuan komunikasi digital merupakan kompetensi yang sangat penting di era saat ini. Menurutnya, inovasi Santi yang baik harus didukung oleh strategi branding dan komunikasi yang kreatif agar mampu menjangkau masyarakat luas dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Ketiga : Budi Nugroho, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyumas menyampaikan bahwa Duta Inovasi memiliki peran strategis dalam membangun literasi inovasi di tengah masyarakat. Kemampuan menyampaikan informasi secara benar, menarik, dan bertanggung jawab akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil-hasil riset perguruan tinggi. Keempat : Pujiyanto, SE., Ketua ASPIKMAS (Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Banyumas menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM. Menurutnya, banyak hasil riset yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha apabila dikomunikasikan dengan baik dan didampingi hingga tahap implementasi. Sementara itu, Kelima :  Amar Ramdhani, STP., Pakar Branding dan Pemasaran dari PT. HDN, Jakarta mengapresiasi lahirnya Program Duta Inovasi sebagai pendekatan baru dalam pengembangan inovasi perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun merek, kepercayaan, dan kedekatan dengan pengguna. Duta Inovasi diyakini mampu menjadi representasi yang efektif dalam memperkuat citra inovasi Unsoed.

Melalui program ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata, memperkuat daya saing bangsa, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Emas 2045.


Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar