BERSATU PADU, BERGANDENG TANGAN, MEMBANGUN PERSAUDARAAN SEJATI (Mars Kafapet Unsoed)

Breaking News

Unsoed Aktif Dalam Pemulihan Pasca Gempa Lombok


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ikut ambil bagian dalam fase pemulihan pasca-bencana gempa Lombok. Melalui tim Unsoed Peduli Lombok dan Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram), Unsoed berupaya memulihkan psikologi (trauma healing) korban gempa dengan kegiatan produktif berupa alih teknologi pertanian.
Alief Einstein
Alief Einstein, selaku Koordinator Sistem Informasi Unsoed dan juga Dosen Fapet Unsoed, kepada Kafapet-Unsoed.com mengemukakan, salah satu metode pemulihan paling efektif bagi korban bencana adalah kembali bergulirnya aktivitas sehari-hari masyarakat. Kegiatan produktif itu akan mempercepat penyembuhan trauma pascabencana.
“Bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana, truma healing yang efektif salah satunya adalah kembali berlangsungnya mata pencaharian masyarakat,” kata Alief kepada kafapet-unsoed.com yang juga dikutip oleh Gatra.com, Liputan6.com dan beberapa media nasional lainnya akhir Maret lalu
Unsoed Peduli Lombok melaksanakan berbagai program, di antaranya Alih Teknologi Varietas Unggul Padi Unsoed untuk Lombok Bangkit, pembangunan huntara/hunian sementara pada fase rehan-rekon, serta pemberian bantuan alat-alat pendidikan dan minat-bakat bagi generasi muda. Bantuan ini menyusul bantuan berupa tenda darurat untuk sekolah-sekolah, sembako, pakaian, serta alat ibadah yang telah disampaikan pada fase tanggap darurat.


Dyah Susanti, LPPM Unsoed 
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini salah satu pihak yang cukup berperan adalah Pusat Penelitian Padi dan Kedelai LPPM Unsoed yang memperkenalkan padi unggulan hasil riset Unsoed yang dikenal dengan nama padi Inpago Unsoed 1. Dyah Susanti selaku Sekretaris Pusat Penelitian Padi dan Kedelai LPPM Unsoed menjelaskan,  Inpago Unsoed 1 adalah hasil riset Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S. dan Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D, ditanam di tiga lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari program Unsoed Peduli Lombok yaitu di Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Padi unggulan hasil riset pakar Unsoed
Selain Inpago Unsoed 1, varietas unggul padi Inpari Unsoed 79 Agritan yang juga dirakit oleh pemulia dari Fakultas Pertanian Unsoed yaitu Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D dan Dr. Ir. Noor Farid, M.S. juga ditanam di demfarm (demonstration farm) pada tiga lokasi wilayah Provinsi NTB. Padi ini memiliki keunggulan berupa toleransi terhadap salinitas, sehingga sesuai ditanam di lahan pesisir pantai.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama LPPM Unsoed dengan LPPM Unram tentang penelitian dan pemanfaatan teknologi bagi pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan pasca bencana gempa Lombok. ***

sumber berita dan Foto : Alief Einstein




Tidak ada komentar

Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer