Breaking News

SELAMAT JALAN PAK WIN, YANG SELALU DEKAT DENGAN MAHASISWA DAN ALUMNI

Di acara Temu Alumni Fapet Unsoed tahun 2017 yang berlangsung di gedung Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (PPMKP) Ciawi, Bogor,  pagi itu saya bertemu dengan Ir Winarto Hadi, SU , waktu itu sudah pensiun dari dosen Fapet Unsoed . Karena sampai lokasi masih pagi dan acara belum mulai,  saya sengaja menemuinya di penginapannya yang sederhana bersama alumni lain dan beberapa dosen.

Saya bersalaman dan memeluknya.
"Tetap semangat ya pak," hanya itu ucapan saya. Saya paham, tidak perlu berbicara banyak perihal ujian yang dihadapinya.

"Iya mas,  ini sedang menghadapi ujian," sambutnya sambil tetap tersenyum.  Sejenak kemudian kami ngobrol. Wajahnya tampak lelah namun senyum ramah dan tawanya masih sama seperti puluhan tahun lalu ketika saya mengenalnya sebagai dosen yang ramah dan dekat dengan mahasiswa.

Itulah terakhir kalinya saya bertemu dengan Pak Win, sapaan akrabnya. Di usianya yang jauh di atas saya (sekitar 60an tahun) , dia masih tampak segar bugar. Mungkin karena rajin olah raga dan senang main sepak bola. Di kala saya mahasiswa, ia adalah dosen yang sangat aktif membina kegiatan khususnya kegiatan sepak bola.

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka mendadak beredar Jumat pagi 6 Desember 2019 melalui medsos. Telah berpulah ke Rakhmatullah Ir Hadi Winarto kamis malam 5 desember 2019.

Pengumuman di status Facebook Keluarga Alumni Unsoed (Kaunsoed) menyebutkan, pemakaman dilakukan Jum'at 06 Desember 2019 setelah disholatkan di Masjid. Pemakaman di TPU Desa Beji Utara, Purwokerto, tidak jauh dari  Rumah Duka di Desa Beji Utara yang tidak jauh dari Kampus UNWIKU Purwokerto .

Dalam wak⁰qtu sekejap , di Jumat Pagi, ucapan duka cita mengalir deras di group medsos WA, FB, telegram dan yang lainnya. Semuanya terkejut dan berduka karena tidak ada kabar Pak Win menderita sakit.

Winarto Hadi, Minto B Raharjo dan Zanuar . Di sela sela temu alumni 2017
Minto B Rahardjo, mantan Ketua Kafapet Unsoed yang dikenal dekat dengan Pak Win menyampaikan kesan yang sangat baik perihal Pak Win. Ia mengatakan , Pak Win itu orang baik, bahkan sangat baik. Tidak mau benturan dengan orang lain dan cenderung hanya mau mengerjakan sesuatu yang beliau kuasai dengan baik.

" Semalam saya dapat Japri dar1i pak Alief Einstein  dan langsung saya telepon ke istrinya. Kata istri beliau, beliau baru berpulang beberapa menit sebelumnya dan tidak sakit. Bahkan beberapa waktu sebelumnya telepon  ke teman beliau yang di Magetan, minta dikirimi barang. Nampaknya beliau kena serangan jantung mendadak," jelas Minto dalam sebuah group alumni.

"Saya 8 tahun belakangan dekat dengan beliau. Beliau tidak pernah mau omongkan kejelekan orang, bahkan terhadap  mereka yang pernah menjebloskan kehidupannya sekalipun.  Selamat jalan Mas Win, semoga Allah SWT menerima segala  Amal Kebaikanmu. Aamiin."  tambahnya

Lilis Siregar , salah satu alumni yang pernah menjadi bimbingannya , di status facebook menyatakan dukanya yang mendalam.  "Innalliahi wainallilahi rojiun....semoga husnul khotimah almarhum bapak Ir. Winarto Hadi, SU.  Maturnuwun bimbingannya selama kami menjadi mahasiswa. Bapak adalah sosok dosen yang sangat dicintai mahasiswanya, karena hatinya tulus sekali...mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum...hanya lantunan doa dari kami mahasiswamu yang akan menemani istirahat panjangmu bapak...Al Fatihah," urai Lilis mengungkapkan dukanya.



Dan ribuan doa hari Jumat mengalir mengantar kepergian Pak Win, dosen yang selalu memberikan bimbingan yang tulus kepada mahasiswanya, dan selalu dekat dengan para alumni.
,
Kisah Ekabees Tentang Sosok Pak Win

Eka Budi Sulistya yang dikenal  dengan nama populer Eka Bees, menyampaikan cerita yang cukup panjang dan mengesankan di status facebooknya. Cerita  yang menunjukkan sosok Pak Win yang selalu ramah, dekat dan bekerja dengan tulus, tanpa pamrih. Berikut kisahnya.

Mendengar berita duka mendadak tentang berpulangnya  Pak Winarto Hadi, Dosen kami yang sangat peduli dan dekat dengan mahasiswa, saya teringat kejadian 23 tahun silam.

Saat itu saya hampir selesai kuliah dan bersama Agustinus Setiawan serta Sultoni Kosim, kami  menghadap beliau untuk meminjam kandang kampus. Kami ingin belajar memelihara ayam broiler sejak awal sampai menghasilkan. Beliau menyambut antusias usulan kami.

Kemudian beliau berikan satu kandang ayam di ujung dengan kapasitas 1.000 ekor untuk kami kelola,  ditambah referensi ke Poultry Shop Katul Murni agar bersedia memberikan kami sapronak (DOC, pakan, dan obat-obatan  serta vaksin).

Mulailah kami belajar beternak sebanyak 500 ekor, kami bermalam di kandang, mengamati perkembangan ayam, fisiologis ayam, memberikan pakan, mengganti air minum, melakukan vaksinasi, dan pengobatan serta panen.
Alhamdulillah, waktu itu kami panen dan ada uang hasil panen masing-masing Rp 500 ribu

Kemudian periode kedua, Novie Andri Setianto dan Budi Prabowo bergabung ditambah Mas Yudhi.
"Eskperimen" ini adalah pelajaran yang sangat berharga yang mengilhami 18 tahun usaha keluarga di peternakan ayam broiler.

Populasi bertambah menjadi 1.000 ekor, alhamdulillah panen memberikan hasil  masing-masing  satu juta rupiah dan bisa dipakai untuk biaya ticket orang tua PP Jakarta - Purwokerto dengan KA eksekutif saat menghadiri wisuda.
Semalam beliau berpulang ke rahmatullah

Selamat jalan Bapakku, saya bersaksi atas kebaikanmu, atas ketulusan, dan semua yang terbaik bagi kami, mahasiswamu.
Harap untuk keberkahan Allah SWT bagimu dan syafaat Nabi SAW atasmu, Pak Win. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu

Begitulah sebagian kesan mendalam dari para alumni terhadap Pak Win. Hingga tulisan ini disusun masih banyak ucapan duka dan cerita kebaikan Pak Win ditulis di medsos. Menunjukkan betapa sayangnya para sahabat dan alumni Fapet kepada Pak Win.

Selamat Jalan Pak Win, sosok yang selalu dekat dengan mahasiswa dan alumni.  Kami semua mendoakanmu. Al Fatihah.  
***

Penulis: Bambang Suharno
Foto: Zanuar 

Tidak ada komentar

Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer