WARISAN OLIMPIADE YANG MEMBERDAYA (Opini Zainal Abidin )

Menyambut perhelatan Olimpiade Musim Panas 2012 di London, Pemerintah Inggris membangun kompleks Olympic Stadium di kawasan timur ibukota negeri itu.  Seusai pelaksanaan event olahraga multi-events itu, Pemerintah menawarkan pengelolaan kompleks olahraga modern itu kepada pihak ketiga.

Tujuannya agar Pemerintah tidak mengeluarkan budget khusus untuk pemeliharaan lokasi itu, dan semua fasilitas yang ada tidak terbengkalai.  Bukan sekedar itu, Pemerintah Kota pun berkeinginan agar kompleks stadion yang megah itu menjadi warisan Olimpiade bagi masyarakat kota London.

Beberapa perusahaan, ikut serta mengajukan penawaran.  Akhirnya, Greenwich Leisure Limited (GLL) mendapatkan hak itu.   Sesuai kesepakatan, Pemerintah tidak memberikan kontribusi dana sedikit pun sejak awal.  Uniknya, GLL adalah sebuah perusahaan sosial.  Tentu saja ini bukan kebetulan.  Pemerintah menginginkan agar kompleks stadion itu tidak dikelola sebagai bisnis murni, yang hanya berorientasi mencari keuntungan semata.

Apakah GLL punya uang banyak sebagai dana awal?  Ternyata tidak.  Tapi mereka punya ide kreatif untuk mendapatkan dana itu.  Mereka mengadakan beberapa konser musik di kompleks stadion yang kini dikenal sebagai Copper Box.   Salah satu grup yang pernah tampil grup musik K-Pop asal Korea Selatan, BTS.

Dari kegiatan semacam inilah, GLL mendapatkan support dana, yang jumlahnya tidak sedikit.  Apalagi setelah Westham, klub sepakbola yang bermain di Premier League, menjadikan tempat ini sebagai markasnya sejak 2016.  Sebelumnya, klub berjuluk the Hammers itu bermarkas di Boleyn Ground.   Masyarakat umum pun bisa mengakses fasilitas olahraga dan kebugaran di tempat ini dengan harga yang lebih bersahabat.

Sebuah kafe pun sudah dioperasikan oleh Camden Society dan Unity Kitchen.  Sebagian besar keuntungan yang diperoleh dari usaha itu  disalurkan untuk pendidikan dan permagangan bagi orang-orang yang tidak mampu. 'Kami ingin menunjukkan kewirausahaan sosial yang dapat memberi kontribusi serius pada warisan Olimpiade ini,' begitu penjelasan Peter Bundey, wakil direktur pelaksana GLL.

Kini GLL menjadi salah satu perusahaan sosial terbesar di Inggris yang menjadi penyedia layanan fasilitas untuk aktivitas publik terbesar.  Omset tahunannya mencapai GBP 126 juta, dari 115 pusat aktivitas publik di seluruh negeri, dengan memekerjakan 6.000 staf.  Keuntungan yang didapat, dikelola untuk menyediakan lapangan kerja baru untuk masyarakat marginal, serta memastikan harga murah untuk lapisan masyarakat yang dilayaninya.

Penulis adalah alumni Fapet Unsoed angkatan 1987, penulis buku dan motivator nasional dengan nama populer Bang Jay

Posting Komentar

0 Komentar