Kajian Rutin Bulanan Kafapet Unsoed Jabodetabeksuci ke-59 Bahas Tiga Tugas Manusia di Dunia

Foto Bersama Peserta Kajian Bulanan ke-59

Kajian Rutin Bulanan Kafapet Unsoed Jabodetabeksuci ke-59, diadakan pada hari Minggu, Tanggal 15 Jumadil Akhir 1441 H• / 09 Februari 2020, bertempat di kediaman Teguh Sudaryatno, beralamatkan di Bukit Kalimaya Indah jln Boulevard  Blok AV/05 - Cianjur - Jawa Barat. Peserta yang hadir lebih dari 50 alumni, dari Kafapet Bandung Raya diwakili oleh Carlita Farmasiana, Bekasi diwakili oleh Nadam, Tangerang Puji Astuti Sukabumi oleh Istie Faizah, Bogor oleh Zanuar, Subagyo, Puji Hartono, Kapti Hawandari dan Melenial yaitu Fajar Hidayat, dan Ryan Sofian. Depok ada Driyo, Bogor ada tambahan Parto, Plus para senior dari Cianjur yaitu Setya Gunawan, Dewi Sophiah, Eddy Suwartono dan Melenial Ajie Cs, beserta Crew dari tuan rumah yang sebagian besar dari Alumni Fapet Unsoed. Dan dari Cianjur hadir juga Senior  Sutarto alumni S2 Fapet Unsoed.

Sambutan oleh Teguh Sudaryatno selaku Tuan Rumah
Kajian kali ini, dibuka dengan sambutan oleh Tuan Rumah,
"Puji syukur kami panjatkan, bahwa kajian Kafapet Unsoed sudah dilaksanakan 6 kali di temoat ini, kami merasa senang dan bangga bisa merajut tali silaturahmi dengan Keluarga Besar Alumni Fapet Unsoed sambil mencari Ilmu", ujar  Teguh Sudaryatno. Kali ke dua kajian di laksanakan di Joglo, dengan suasana yang asri, sejuk, dan nuansa alami, terbuka dengan suasana penuh kekeluargaan.





Kajian bersama Ustadz Yana Muhibudin
Ustad Yana Muhibudin, Pengajar MA Al Ma'arif Cianjur dan Wa Rois di RSUD Cianjur, langsung membuka kajiannya dengan menyebut 3 Tugas utama manusia di dunia ini, yaitu :
1. Ibadah
2. Khilafah
3. Risalah

1. IBADAH

Masih ada segelintir orang yang muncul dalam dirinya pertanyaan seperti ini, bahkan dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. “Untuk tujuan apa sih, kita diciptakan di dunia ini?”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya. Lalu sampai-sampai dia menanyakan pula, “Kenapa kita harus beribadah?”

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Allah Ta'ala berfirman dalam surat Adz Dzariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

"Apakah kita setiap waktu harus ibadah? Sehingga tidak ada waktu untuk urusan dunia?". Lebih lanjut, Ustad Yana menjelaskan, Seringkali kita salah menafsirkan arti Ibadah itu sendiri. Ibadah sering ditafsirkan seolah olah Sholat, puasa, zakat, dll (Ibadah Maghdoh). Padahal pengertian Ibadah di sini adalah Setiap perbuatan yang baik, dilakukan karena untuk mencari Ridho Allah semata. Seperti kita bekerja, diniatkan karena Allah Ta'ala maka sudah dicatat sebagai ibadah.

Lebih rinci ustad Yana, membagi ibadah menjadi dua, yaitu Ibadah Mahdhah dan Ibadah Ghairu Mahdhah.
Perbedaan antara ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.

Ibadah mahdhah (العبادت المحضة)
Adalah ibadah yang murni ibadah,  yaitu amal dan ucapan yang merupakan jenis ibadah sejak asal penetapannya dari dalil syariat.  Ibadah mahdhah juga ditunjukkan dengan dalil-dalil syariat.
Contoh sederhana ibadah mahdhah adalah shalat. Shalat adalah ibadah mahdhah karena memang ada perintah (dalil) khusus dari syariat. Sehingga sejak awal mulanya, shalat adalah aktivitas yang diperintahkan (ciri yang pertama). Orang mengerjakan shalat, pastilah berharap pahala akhirat.  Rincian berapa kali shalat, kapan saja, berapa raka’at, gerakan, bacaan, dan seterusnya, hanya bisa kita ketahui melalui penjelasan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam

Ibadah ghairu mahdhah (العبادت غير المحضة)
Ibadah yang tidak murni ibadah, yaitu setiap perkataan atau perbuatan yang pada asalnya bukanlah ibadah. Akan tetapi, berubah status menjadi ibadah karena niat pelakunya karena Allah Ta'ala.  Pokok perbuatan tersebut adalah untuk memenuhi urusan atau kebutuhan yang bersifat duniawi, amal perbuatan tersebut bisa diketahui dan dikenal meskipun tidak rinca ada dalam syariah.

Contoh sederhana dari ibadah ghairu mahdhah adalah aktivitas makan. Makan pada asalnya bukanlah ibadah khusus. Orang bebas mau makan kapan saja, baik ketika lapar ataupun tidak lapar, dan dengan menu apa saja, kecuali yang Allah Ta’ala haramkan. Bisa jadi orang makan karena lapar, atau hanya sekedar ingin mencicipi makanan. Akan tetapi, aktivitas makan tersebut bisa berpahala ketika pelakunya meniatkan agar memiliki kekuatan (tidak lemas) untuk shalat atau berjalan menuju masjid atau untuk mendapatkan kekuatan untuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Oleh karena itu, Ibadah Ghairu Mahdhah setiap negara berbeda beda, tergantung situasi dan kebudayaan setempat.

2. Khalifah
Tugas manusia kedua di muka bumi ini adalah menjadi Khalifah, yaitu Pemimpin dan Pengelola alam beserta isinya.
Allah berfirman dalam surat Al Baqorah ayat 30.
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan Khalifah di bumi"... "

Ustad Yana, menjabarkan lebih lanjut contoh Khalifah setelah Rasullullah meninggal, ada 4 pola suksesi dalam kekhalifahan
1. Ditunjuk dari hasil musyawarah dan mufakat dari para tokoh, yaitu Khalifah Abu Bakar Rhidiallahu Anhu (RA).
2. Menunjuk langsung oleh Pemimpin sebelumnya, Contoh Khalifah Umar RA ditunjuk langsung oleh Abu Bakar RA.
3. Dipilih oleh para perwakilan, yaitu Khalifah Usman, dipilih oleh para sahabat yang dijamin masuk surga yang masih hudup.
4. dipilih oleh sebagian besar umat muslim, yaitu Khalifah Ali RA.

Islam telah memberikan contoh sistem kekhalifahan yang bisa diterapkan dalam sistem suatu negara.

3. RISALAH

Tugas kita semua manusia untuk berperan aktif untuk menyampaikan mana yang hak dan mana yang bathil. Tugas pemerintah untuk "Amar ma'ruf Nahi Mungkar".
"Sebatas manusia telah berupaya dengan segala kemampuannya untuk memberi tahukan kepada orang disekitarnya apa yang dilarang dan apa yang harus dikerjakan, maka manusia itu sudah terlepas dari pertanggungjawabannya jelak di hari akhir", tutup Ustad Yana mengakhiri ceramahnya.

Acara kajian ditutup dengan diskusi santai, ramah tamah dan makan bersama dengan menu khas Garang asem, Sate Maranggi, Freids Chicken, aneka sayuran, buah buahan beserta aneka macam jajanan. Alhamdulillah semua jamuan dari tuan rumah diajdikan ladang amal ibadah untuk Keluarga Teguh Sudaryatno.



Penulis : Roni Fadillah
Foto     : Roni Fadillah

Posting Komentar

0 Komentar