Dr. ENHA , "Alumni Fapet Unsoed" Berbagi Ilmu IT di Depan Dosen Ilmu Komputer

Dr. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom. Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Palembang -  Kembali Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) berkiprah dikancah Nasional.  Bertempat di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Palembang Dr. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom atau yang akrab disapa Doktor Enha memberikan ilmu dan tips mengenai modul ajar kuliah khususnya selama Pandemi COVID-19.

Kegiatan diikuti oleh Dosen–dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) lingkup UIGM.  Dilaksanakan secara luring - Lantai III Kampus Sudirman, UIGM - maupun daring pada Jumat (8/10/2021).  Dalam sambutan Workshop Pembuatan Modul Ajar Kuliah, Rektor UIGM, Dr H Marzuki Alie, SE. MM mengharapkan bahwa semua dosen harus mempunyai modul daring yang berstandar sesuai Sistem Pembelajaran Daring Pendidikan Tinggi (SPADA DIKTI).

Tim PPG SPADA Kemristekdikti sekaligus Tim Pengelola MOOC APTIKOM, Doktor Enha menyampaikan, “Dosen harus mampu memanfaatkan teknologi yang saat ini terus berkembang.” Berbagai macam template modul ajar dapat diperoleh dari internet dan dikemas dengan baik. Dengan begitu, penyampaian mata kuliah dapat lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.

Lebih lanjut Doktor Enha mengajak para peserta kegiatan untuk mencari tema yang pas.  Banyak sekali aplikasi yang mendukung pembuatan modul, para dosen tinggal memiilihnya saja.  “Ilmu pengetahuan atau sains itu adalah seni atau art. Dengan begitu pemaparan kita lebih menarik,” ujarnya.

Kunci agar suatu paparan agar lebih menarik, Dokter Enha kupas tuntas dalam workshop tersebut.  Mulai dari bagaimana format standar modul, karakteristik bahan ajar yang baik untuk modul serta konten modul yang diakui oleh LLDIKTI.  Sementara, Dekan Fasilkom UIGM, Dr. Juhaini Alie, S.H., M.M. menambahkan, workshop ini digelar agar dosen dapat memberikan materi membuat modul yang baik dan benar. “Tentunya dapat menambah wawasan dan kreatifitas para dosen,” kata Doktor Juhaini.

Target pun diberikan oleh  Sekretaris Rektor Dr. Herry Setiawan, “Kita akan melaksanakan 6 model pembelajaran. Satu persatu kita lakukan. Kita ingin meningkatkan standar kualitas pembelajaran dan menjadi lembaga tinggi yang terbaik di UIGM,”  E-Learning itu sendiri adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi IT (Information and Technology) untuk mengatasi masalah ruang dan waktu dalam proses belajar-mengajar.

E-Learning memberikan harapan baru sebagai alternatif solusi atas sebagian besar permasalahan pendidikan di Indonesia dengan fungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik sebagai suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap), maupun substitusi (pengganti) atas kegiatan pembelajaran tatap muka di dalam kelas (luring) yang selama ini digunakan.  Dalam rangka menghadapi New Normal setelah pandemi Covid-19, UIGM melakukan transformasi metode pengajaran yang akan memanfaatkan platform e-learning dengan membekali para dosen untuk memahami dan mampu membuat Modul Daring Blended Learning.

Transformasi sistem pengajaran di UIGM ini juga ditujukan untuk menambah kompetensi para dosen dalam pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan mutu pembelajaran di setiap program studi. Pelatihan diharapkan menghasilkan luaran berupa modul pembelajaran blended learning yang menggabungkan sistem pembelajaran sinkronos dan asinkronos untuk diluncurkan pada semester ganjil 2021/2022.

E-learning akan memberikan banyak kemajuan bagi sistem pembelajaran di UIGM khususnya dalam pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan persiapan membuka kelas e-learning. Dengan menerapkan Sistem Pembelajaran berbasis blended ini dapat mencapai tujuan pembelajaran yang berbasis teknologi di era digital saat ini dan menjadi solusi atau strategi pembelajaran di masa pandemic ini.

Platform E-learning yang disediakan oleh UIGM ini sudah sangat lengkap dan dapat memuat aktifitas belajar-mengajar bersifat blended learning. ”Unggah bahan ajar, kuis daring, forum diskusi, unggah tugas,dan program penilaian kemajuan belajar mahasiswa yang terdapat pada LMS ini sangat membantu pekerjaan sehari-hari dosen. Modul Ajar daring blended learning ini sangat efisien, paperless, dan nilai mahasiswa dapat dilihat pada dashboard setiap saat.


Doktor Enha yakin Modul Daring ini akan mampu membuat mahasiswa menjadi pembelajar mandiri (autonomous learner) yang secara merdeka mampu belajar lebih dari pada yang diharapkan oleh dosennya. Metode pengajaran seperti ini bersifat student-centered yang harus segera kita adopsi pada setiap mata kuliah yang ditawarkan di UIGM. “Dengan demikian UIGM akan siap menyukseskan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB) yang dicanangkan oleh Kemendikbud”, pungkas Doktor Enha. (Enha/269)

Posting Komentar

0 Komentar