Kembali ke Kampus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) meski melalui virtual, itulah yang dilakukan Ir. Roni Fadilah, SE, IPU, alumnus Fapet Unsoed angkatan 86. Roni, begitu ia kerap disapa, berbagi ilmu “Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Komersil” dalam rangkaian kuliah umum Basic Sciences Seri ke-2.
Kuliah umum yang dilakukan pada Sabtu (30/10) mulai pukul 7 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB) dihadiri oleh Mahasiswa Angkatan 2019 dan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP, dosen ahli perunggasan yang juga alumnus Fapet Unsoed. Para Mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan kuliah umum tersebut.
Seperti tema yang diusung, “Basic Sciences”, Roni berbagai
pengalaman dasar dalam pemelihraan ayam broiler komersil. Diawali dengan pernyataan, “Strain Ayam
Broiler sekarang adalah yam Broiler Modern dengan Potensi Genetik yang sudah
terseleksi, mempunyai percepatan proses hiperpasia atau pembelahan sel dan
hiperthropi atau pembesaran sel yang cepat.”
Roni pun menjelasakan dengan kalimat yang sederhana, “Saat
jaman Prof Elly pelihara ayam di tahun sembilan puluhan, ayam yang datang
diberi minum dulu, selama satu hari ayam baru beri makan. Namun ayam jaman sekarang berbeda, bisa langsung
diberikan makan dan minum.” Namun
demikian, dengan semakin baiknya potensi genetik yang ada. Faktor lingkungan (Milieu) menjadi faktor
pendukung utama. Faktor ini menjadi
faktor penentu hingga 70 persen.
Secara detail Roni menyebtukan pentingnya melakukan kontrol
suhu dan kelembaban (Rh) sebelum anak ayam tiba. Langkah selanjutnya dengan memeriksa dan
membuat berita acara yang berisikan jumlah anak ayam yang diterima, jumlah mati
atau culling, berat anak ayam,
tingkat keseragaman dan kondisi anak ayam.
Masa-masa kritis dalam tahapan pemeliharaan pun Roni
sampaikan. Tak hanya itu, cara menghitung
suhu dan kelembaban, pedoman suhu dengan kelembaban, pemantauan Heat Index Score (HIS), pedoman kualitas
udara yang baik, manajemen litter, pedoman pemberian pakan, umur panen, hingga
parameter performa ayam broiler.
Hal menarik dan menjadi sebuah kewajiban bagi para peternak yang kadang diabaikan adalah PENCATATAN. Dengan adanya pencatatan, permasalahan yang kerap terjadi dilapangan dapat terpecahkan dengan solusi yang sesuai dengan apa yang menjadi penyebab. Berulang kali Roni pun menyampaikan, “Ini bisa jadi bahan penelitian.”
Sejatinya antara apa yang diajarkan di bangku kuliah dengan apa yang ada di lapangan, seiring sejalan. Kuncinya ada pada PENCATATAN atau Recording. Respon pun diberikan oleh peserta kuliah umum Udfa Ardianto, “Kalau mau diskusi dengan Pak Roni harus bawa recording biar dapat solusi.” Meski bukan mahasiswa Fapet Unsoed. Udfa merupakan tim dari Roni Fadilah yang tiap harinya berkecimpung dengan ayam broiler komersil.
Penulis : Nurtania
Sudarmi
Foto : Nurtania
Sudarmi
Editor : Roni Fadilah
0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer