PERKEMBANGAN INDUSTRI PERUNGGASAN DI INDONESIA

Jumat, 11 Maret 2022 alumni Fakultas Peternakan Unsoed dan Program Profesi Insinyur Sekolah Pascasarjana IPB Ir. Roni Fadilah, S.E., IPU kembali membagikan ilmunya dalam bentuk kuliah umum. Kali ini berkaitan tentang “Perkembangan Industri Perunggasan di Indonesia”. Kuliah ini terlaksana atas dasar kerjasama PT New Hope Indonesia dengan Sekolah Vokasi Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kuliah via Zoom Meeting diikuti lebih dari 90 mahasiswa dan dipandu oleh  Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc selaku guru besar Fakultas Peternakan IPB dan sekaligus Dosen Sekolah Vokasi IPB.

 Roni memulai paparannya dengan menjelaskan sejarah revolusi industri, yaitu :

1. Revolusi industi 1.0 (1750 – 1850) terjadi saat ditemukannya mesin uap. Penemuan ini berdampak besar pada bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi. 

2. Revolusi industri 2.0 (awal abad ke-20) adalah saat ditemukannya tenaga listrik serta penggunaan conveyor belt untuk menggantikan mesin uap. Mobil, pesawat, tank serta senjata mulai diproduksi secara masal. Pada masa ini masyarakat agraris berubah menjadi masyarakat industri.

3. Revolusi industri 3.0 (akhir abad ke-20) saat ditemukannya komputer dan robot. Fungsi manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi di industri mulai digantikan oleh komputer dan robot.

4. Revolusi industri 4.0 (awal abad ke-21) adalah era penggabungan teknologi otomatis dengan teknologi cyber. Hal tersebut berkaitan dengan sistem cyber-fisik, Internet of Think (IoT), cloud computing, dan cognitive computing. Revolusi industri 4.0 menanamkan kecerdasan buatan yang dapat menghubungkan teknologi dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan berkembangnya revolusi industri 4.0, lahir pula konsep society 5.0 dengan tujuan mengoptimalkan peran teknologi guna kesejahteraan umat manusia.

Lantas bagaimana perkembangan industri dunia perunggasan?

Di era revolusi industri 4.0 ini dunia perunggasan sudah semakin maju dengan menerapkan digitalisasi berbasis Internet of Things (IoT), big data, machine learning, artificial intelligence (AI), advanced robotic dan sharing economy. Adapun perkembangan yang dapat diamati yaitu :

1. Berorientasi kepada kebutuhan pelanggan (Costumers Need Oriented )

Hal ini didasarkan pada pergeseran pola konsumen. Konsumen masa lalu biasanya hanya mengkonsumsi, sedangkan konsumen masa kini tidak hanya mengonsumsi produk tapi juga mengonsumsi konten. Mereka pun dapat membagikan pengalaman mereka terhadap suatu produk melalui berbagai jenis paltform media sosial yang ada.

2. Beradaptasi dengan IT dan digital

Pemanfaatan teknologi dalam industri perunggasan diantaranya diterapkan pada :

(a) Chicken Pedigree


Beberapa fitur aplikasi bisa memonitor sifat yang menjadi indikator dalam pemuliaan unggas misalnya : 1) Rangka; 2) daging/telur ; 3) fungsi cardiovascular; 4) sifat genetik; dan 5) formasi kaki. Teknologi digital digunakan karena pada Chicken Pedegree memerlukan keakuratan data yang sangat tinggi dan memerlukan waktu pemuliaan sekitar 4-5 tahun.

(b) Breeding Farm


Penggunaan software digital sangat diperlukan dalam manajemen breeding, antara lain berkaitan dengan : 1) Genetic tracking ; 2) Manajemen kandang; 3) Produksi; 4) Sistem pelaporan; 5) Situasi farm  6) Mesin grading telur tetas, serta 7) Sistem perkandangan.  

(c) Closed House System

Aplikasi teknologi digital pada kandang sistem tertutup ini menggunakan fitur-fitur yang sangat memudahkan pengaturan kondisi lingkungan di dalam kandang (micro climates) supaya unggas berada pada zona nyaman (comfort zone). Fitur digital digunakan untuk mengatur suhu, kelembapan, kecepatan angin, pencahayaan, feeding, kontrol amonia, dan fitur lainnya yang disesuaikan kebutuhan user. 

(d). Aplikasi digital pada feedmill

Industri pakan banyak menerapkan teknologi misalnya dalam proses penerimaan bahan baku, produksi, kontrol kualitas, pengemasan, penimbangan serta pendistribusian. Global Positioning System (GPS) juga digunakan, misalnya untuk tracking pengiriman pakan, bahan baku, dokemen dan lainnya sehingga posisinya bisa diketahui.

3. Memanfaatkan big data dan jaringan

Dengan adanya aplikasi tekhnologi digital berbasis Internet of Things (IoT) dan tekonolgi Artificial Intelegent (AI) semua data dapat disimpan dengan mudah pada sistem Cloud dengan fasilitas semua data tersimpan di big data. Hal ini membuat kontrol lingkungan (MILEU) bisa lebih masif serta data yang diperoleh  bisa dimonitor secara real time. Pihak manajemen sekarang bisa melihat dan mengevaluasi kondisi farm secara langsung walaupun tidak berada dikandang dengan bantuan Closed Circuit Television (CCTV) dan aplikasi berbasis android.

4. Konektifitas hulu dan hilir ( Integrated)

Guna mambangun dan meningkatkan daya saing produk, industri perunggasan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir mulai berkembang. Adanya integrasi ini dipercaya dapat meminimalkan risiko produksi dan risiko ekonomi, sebab proses produksi mulai dari hulu misalnya industri pembibitan sampai dengan hilir berada pada satu keputusan manajemen yang sama.

Materi kuliah yang sangat menarik mengundang banyak pertanyaan kritis dari mahasiswa.

Rio Febrian menanyakan tentang peranan Feedmill dalam mengawasi performa ayam. Menanggapi hal tersebut, Roni menjelaskan untuk PT New Hope sendiri bertanggung jawab mengawasi performa ayam di lapangan dengan memberikan oekayanan purna jual (after sales service) yang optimal kepada customer. Misalnya dengan menempatkan personil Technical Service and Support di farm customer serta mengadakan training dan workshop untuk operator kandang.

Ahmad Ahlan bertanya “Apa imbas kenaikan harga pakan terhadap perunggasan?” Kenaikan harga pakan tentu akan meningkatkan harga pokok produksi. Oleh karena itu, efisiensi produksi lah yang menjadi kunci. Jika performa ayam bagus, maka harga pokok produksi akan semakin rendah (efisien) dan akan menguntungkan secara ekonomi ujar Ir. Roni.

Pertanyaan lain muncul dari Jidan “Jika Saya lulus dari sekolah vokasi, kira-kira kedepannya bisa berkarir di mana?” Roni memberikan gambaran bahwa sekolah vokasi adalah tempat yang tepat untuk mengenyam pendidikan. Akan tetapi perlu perencanaan yang matang dari diri sendiri untuk menentukan karir dan masa depan yang akan dipilih. Perencanaan ini tidak hanya dipikirkan setelah lulus kuliah, namun sudah direncanakan target-target yang akan dicapai saat masih kuliah.

Terakhir pertanyaan dari Dosen Ibu Sari tentang prospek maggot untuk industri perunggasan. Maggot bagus sebagai sumber protein hewani bagi unggas, namun yang penjadi poin utama adalah jumlah ketersediaannya yang harus kontinyu untuk memenuhi kebutuhan industri.

Kuliah umum ditutup oleh Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc. dengan ucapan terima kasih dan pemberian sertifikat kepada narasumber Ir. Roni Fadilah, S.E., IPU.


Penulis : Fajar Hidayat

Editor : Roni Fadilah

Foto : Fajar Hidayat

Posting Komentar

1 Komentar

Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer