Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi sidang UNESCO

Dr.Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty,S.S.,M.Hum. (Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya / FIB Unsoed, Pengurus Bidang Pementasan HISKI / Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, dan Dosen yang aktif meneliti Lengger dan Seni Pertunjukan di Banyumas).

Purwokerto, Kafapet-unsoed.com. Sebagai bangsa Indonesia kita patut berbangga, karena beberapa waktu lalu, Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi atau official language Konferensi Umum (General Conference) UNESCO. Dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO tanggal 20 November 2023 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis. Dengan demikian, saat ini Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, ungkap Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unsoed Dr.Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty,S.S.,M.Hum. saat pemaparan pada hari ini Kamis 21 Desember 2023 yang didampingi Ir.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com.

Menurut Dr.Lynda (sapaan akrab Dr.Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty,S.S.,M.Hum) penetapan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO ini mempunyai peran strategis bagi perkembangan dan penyebaran budaya Indonesia. Bahasa Indonesia telah melalui perjalanan yang sangat panjang dalam kehidupan bernegara dan kini siap memberikan warna pada konteks relasi internasional. Demikian halnya dengan konteks barat dan timur yang selama ini mendominasi berbagai aspek kehidupan, sangat mungkin bahwa hal ini akan berdampak pada perubahan konstelasi budaya yang akan meredifinisi posisi Indonesia di mata dunia.

Dosen Ahli Kajian Sastra dan Budaya dari FIB Unsoed Dr.Lynda mengatakan bahwa secara historis, Bahasa Indonesia mempunyai sejarah perjalanan panjang, sebagai Bahasa pemersatu antar suku di Indonesia yang memiliki penutur sangat besar, yaitu lebih dari 275 penutur Bahasa Indonesia. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia Bahasa Indonesia mempunyai peran yang sangat strategis dalam menumbuhkan nasionalisme melalui ikrar Sumpah Pemuda di tahun 1928. Dalam perkembangan selanjutnya, eksistensi Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai media komunikasi yang menghubungkan ribuan suku bangsa yang berbeda-beda, akan tetapi sekaligus sebagai simbol dan identitas Nasional bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks ini Bahasa Indonesia mempunyai peran sebagai kekuatan utama dalam mengintegrasikan keberagaman suku bangsa dan budaya Masyarakat Indonesia.

Dalam tahapan perkembangan berikutnya, Bahasa Indonesia saat ini menjadi salah satu Bahasa yang dipelajari hampir di 50-an negara di dunia dan memiliki lebih dari 100 ribu penutur asing. Dengan ditetapkannya Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi konferensi umum UNESCO, maka Bahasa Idonesia mempunyai peran yang cukup strategis dalam rangka ikut mewarnai budaya, tata nilai, dan norma di tingkat pergaulan internasional. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa Bahasa dan budaya mempunyai keterkaitan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, jelas Dr.Lynda (Bendahara Katabumi / Ikatan Alumni Kajian Budaya dan Media).

Selanjutnya Anggota ESAI (English Association in Indonesia) Dr.Lynda mengatakan bahwa momentum ini menjadikan budaya Indonesia yang terkenal dengan norma dan budaya ketimuran yang adiluhung bisa lebih memberikan warna dalam tata kebudayaan global. Kesempatan ini tentu saja perlu dimanfaatkan dengan baik sehingga akan memberikan dampak postitif dalam konteks kebangsaan. Oleh karena itu, selain peran aktif yang harus dimainkan oleh pemerintah, dalam tingkatan akar rumput perlu ditumbuhkan kesadaran dan gerakan komunal dari segenap lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi mempromosikan budaya Indonesia.

Pola-pola gerakan seperti citizen journalism bisa menjadi salah satu alternatif, dengan memanfaatkan platform sosial media yang ada. Gerakan komunal masyarakat ini akan menjadi kekuatan yang besar dan berperan penting dalam transformasi masyarakat global. Dengan demikian, gerakan semacam ini perlu didesain dengan baik, agar terstruktur, dan terencana. Dalam hal ini, seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi sesuai dengan kapasitas dan perannya masing-masing, ujar Dr.Lynda (Pengurus Bidang Pementasan HISKI / Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia).

Dr.Lynda yang juga aktif meneliti Lengger dan Seni Pertunjukan di Banyumas menambahkan bahwa dalam konteks perguruan tinggi, misalnya, penetapan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi konferensi umum UNESCO harus diterjemahkan menjadi semakin bertambahnya khasanah keilmuan yang didiseminasikan oleh para akademisi dan pakar ahli dari Indonesia ke dunia internasional, meningkatnya kualitas dan kuantitas publikasi internasional serta meningkatnya mobilitas internasional mahasiswa, dan menjadi daya tarik mahasiswa asing untuk belajar di berbagai Lembaga Pendidikan di Indonesia. Jika Langkah-langkah ini bisa dilakukan dengan terstruktur dan terencana, tidak mustahil akselerasi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia akan terjadi secara cepat. Peningkatan kuailtas pendidikan inilah yang secara langsung akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia yang unggul, yang pada akhirnya bermuara pada kekuatan daya saing bangsa di tingkat internasional. Kekuatan inilah yang akan mendorong transformasi masyarakat dan bangsa Indonesia sebagai pemeran utama dalam konteks pergaulan dunia global.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto          : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar