Halal bihalal Kafapet Pekalongan Raya, Sarat Inspirasi untuk Menjadi Pengusaha


Pemalang, Kafapet-unsoed.com. Halal bihalal Kafapet Pekalongan Raya dilaksanakan di Rumah Makan Prima Comal, Pemalang pada tanggal 12 Mei 2024.

Halal bihalal dibuka dengan sambutan Tuan Rumah Ir.Suwignyo yang mengharapkan pertemuan sesama alumni ini wajib dilaksanakan secara rutin karena setiap pertemuan akan membawa inspirasi untuk menduplikasi usaha yang telah dilakukan oleh sesama alumni serta trik-trik keberhasilan yang telah dicontohkan oleh alumni lain.

Sambutan Suwignyo selaku tuan rumah

Sebagai contoh saat pertemuan Kafapet Pantura di Batang, seorang alumni 85 Ir.Harry Sugiono terinspirasi oleh usaha Suwignyo dalam beternak ayam petelur sehingga dia mengundurkan diri sebagai dosen dan banting stir memanfaatkan seluruh tabungannya untuk memulai beternak 3.000 ekor ayam petelur.

Dan kini Harry sudah mulai bisa merasakan hasilnya dan menikmati hidupnya sebagai pengusaha.

Ir.waeyanto sebagai Ketua Kafapet Pekalongan raya dalam sambutannya sangat mengapresiasi antusiasme para alumni yang secara spontan dan sukarela menawarkan dirinya untuk menjadi tuan rumah acara halal bihalal semata-mata karena niat ibadah melalui kegiatan silaturahmi. Waeyanto berharap agar halal bihalal ini merupakan salah satu pertemuan yang berorientasi juga kepada kebaikan akhirat mengingat niat yg tulus dari peserta untuk menyambung silaturahmi.


Dalam acara diskusi yang dipimpin oleh Wismo Adityo yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Camat Pekalongan Utara, beliau ingin mengimplementasikan gagasan-gagasan yg muncul dari peserta untuk meningkatkan pendapatan warga yang ia pimpin. Dan gagasan muncul dari Chrisanto yang selama ini sukses menggeluti ayam frozen. Ayam frozen menurut Chrisanto mempunyai prospek yg cerah dan terus berkembang mengikuti trend masyarakat yg setelah diedukasi akan lebih memilih ayam frozen disebabkan karena kepastian standar hiegenis yg diterapkan di frozen.

Puncak acara diisi oleh Perwakilan Perusahaan Japfa Comfeed Cirebon Bp. Tri Abdi yang juga merupakan alumni kafapet Unsoed, yang sengaja dihadirkan untuk menyampaikan trik-trik pengusaha sukses di berbagai daerah yang menjadi wilayah pemasaran japfa Comfeed.

Beliau memaparkan jatuh bangunnya usaha peternakan rakyat di Indonesia. Keterpurukan dunia usaha peternakan unggas mengalami puncak keterpurukan pada tahun 2017 ketika harga jagung melambung, stok DOC melimpah sementara harga jual ayam jauh dibawah HPP.

Tetapi seiring berjalannya waktu kini dunia unggas mulai kembali bangkit menjanjikan keuntungan ideal dan ditandai dengan tumbuhnya banyak sekali peternak rakyat di Jawa Tengah khususnya. Bahkan beliau mencontohkan ada satu kecamatan di Purbalingga yang warganya beramai-ramai usaha peternakan unggas yang dikelola anak-anak muda berusia dibawah 35 tahun.


Dan seiring perkembangan politik di Indonesia jika program makan siang gratis untuk anak sekolah di Indonesia ini mulai berjalan, tentu merupakan tambahan demand yang luar biasa besar dan ini merupakan peluang emas bagi peternak.

Hal menarik dari hasil pemaparan Tri Abdi adalah ketika beliau mencontohkan keberhasilan suatu daerah dalam penanganan stunting sekaligus ketahanan pangan, dimana setiap Posyandu dikasih kandang dan 8 ekor ayam petelur, sehingga tiap hari ada 8 butir telur yang dipanen untuk pemenuhan gizi balita dan gizi anak yg rentan stunting. Ini bisa diimplementasikan di wilayah kecamatan yg dipimpin pak Wismo Adityo, katanya. Karena dalam setiap desa bisa ada 5 - 10 posyandu.

Acara ditutup dengan doa dan foto bersama



Penulis   : Waeyanto

Editor     : Bambang Suharno

Foto        : Dokumen Kafapet Pekalongan Raya

Posting Komentar

0 Komentar