Brebes, Kafapet-Unsoed.com. Banjir bandang menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Menurut laporan detikJateng, tiga orang meninggal dunia akibat bencana yang juga menutup akses jalan nasional pada Sabtu (8/11). Dua wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Bumiayu dan Sirampog. Banjir terjadi setelah hujan deras pada Sabtu sore yang menyebabkan Sungai Keruh dan Sungai Erang (Kalierang) meluap, ungkap Dosen Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Yogi Adi Prasetya,ST.,MSc. saat pemaparan yang dipandu saat Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Senin 10 November 2025.
BPBD Brebes mencatat empat desa di Kecamatan Bumiayu terdampak banjir, yaitu Penggarutan, Dukuhturi, Kalierang, dan Langkap. Di Desa Kalierang, air bahkan naik hingga sekitar 80 cm dan menggenangi jalan nasional, sehingga lalu lintas terputus total. Jalan nasional di kawasan perkotaan Bumiayu pun terendam dan tidak dapat dilalui kendaraan. Tiga rumah warga dilaporkan roboh akibat kejadian tersebut. Di Kecamatan Sirampog, empat desa lainnya juga mengalami dampak serupa, jelas alumni S2 dari Kyushu University, Fukuoka, Jepang Yogi.
BMKG menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Brebes pada Sabtu siang menjadi penyebab utama luapan Sungai Erang dan Kalierang. Kondisi topografi Bumiayu yang berada di lereng pegunungan turut mempercepat aliran air menuju dataran rendah, ujar Yogi (anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia/IAGI).
Yogi yang juga dosen ahli Gunung Api mengatakan bahwa sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Brebes akan mengevaluasi sistem drainase serta memperkuat tanggul di sejumlah titik rawan banjir. Pemetaan daerah rawan bencana juga akan diperbarui guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menjelang puncak musim hujan.
Sugianto (68 tahun) salah seorang warga terdampak banjir di sekitar Sungai Kalierang Bumiayu yang sempat dihubungi Alief Einstein menceritakan bahwa sejak menempati rumah pada tahun 2003 sudah mengalami banjir bandang seperti ini 2 (dua) kali. Khusus kejadian pada hari Sabtu kira-kira selang 7 tahunan terjadi lagi, malahan waktu banjir sebelumnya mobil Sugianto terendam air sampai jok mobil. Dan untuk banjir kali ini mobil selamat, karena Sugianto sedang pergi ke luar rumah sekitar pukul 16.00. Tapi ditengah perjalanan ada telephone dari kakak ipar bahwa ada banjir, sehingga Sugianto putar balik ke Bumiayu mau nengok rumah. Ternyata benar air sudah masuk rumah. Agar musibah akibat banjir tidak terjadi lagi, Sugianto sudah mempunyai jalan keluar yakni rencana akan meninggikan posisi rumah.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum


0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer