Erupsi Gunung Semeru


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada hari Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Hanya satu jam setelah kejadian itu, status aktivitas vulkanik Semeru langsung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB., ungkap Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Kamis 20 November 2025.

Badan Geologi melaporkan bahwa Semeru tengah menunjukkan peningkatan aktivitas berupa erupsi dan guguran kubah lava. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut juga memuntahkan awan panas sejauh 5,5 kilometer dari kawah menuju wilayah Besuk Kobokan, ujar Yogi (alumni S2 di Kyushu University, Fukuoka, Jepang).

Sebagai tindak lanjut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup seluruh aktivitas pendakian. Kebijakan itu mengacu pada rekomendasi Badan Geologi yang menetapkan peningkatan status Semeru ke Level IV (Awas), ujar Yogi yang juga dosen ahli Gunung Api.

Yogi (anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia) menambahkan bahwa menindaklanjuti kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 mengenai Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru. Pemerintah daerah meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi untuk mengantisipasi risiko lanjutan.

Hingga saat ini belum ada informasi Berapa Tinggi Kolom Erupsi, dan Kejadian Erupsi yang Mendadak, ada kemungkinan Tipe Erupsi pada November 2025 sama dengan Erupsi Semeru pada Desember 2021. Yaitu Erupsi karena Runtuhnya Kubah Lava pada puncak Gunung Semeru.

Kemudian Runtuhnya Kubah Lava juga bisa terjadi karena curah hujan yang tinggi yang membuat kubah lava menjadi lebih Rapuh dan kemudian runtuh oleh sebab itu sangat cocok karena pada akhir tahun ini curah hujan di Indonesia sedang tinggi.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto         :  Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar