Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sukses menyelenggarakan Expo Kewirausahaan 2025 pada hari Jum'at 14 November 2025. Expo merupakan puncak dari rangkaian Praktikum Kewirausahaan D3 yang telah dimulai dari tanggal 8 September 2025. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa (praktikan kwirausahaan) untuk menerapkan seluruh proses kewirausahaan secara nyata, mulai dari perencanaan bisnis, produksi, pemasaran, hingga evaluasi usaha, ungkap Koordinator Praktikum Laboratorium Ekonomi, Bagus Junior saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Minggu 16 November 2025.
Bagus menjelaskan bahwa persiapan expo dimulai dari awal rangkaian acara praktikum di kelas di mana praktikan telah menyusun perencanaan bisnis menggunakan aplikasi milik Wadhwani Foundation yang membantu merancang model usaha secara komprehensif.
Setelah melalui tahap produksi dan presentasi usaha, mahasiswa juga memperoleh kesempatan meminjam modal untuk kemudian diterapkan pada aktivitas pemasaran dan penjualan langsung. Seluruh rangkaian ini diakhiri dengan analisis usaha, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman lengkap mengenai siklus kewirausahaan, ujar Bayu.
Sebelum Expo di gelar, peserta Expo mulai mempersiapkan dan menata produk pada stand masing - masing sejak pukul 06.00 WIB. Sebanyak 164 mahasiswa terlibat dalam Expo ini yang terbagi dalam 24 stand produk, menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh praktikan. Setelah sesi absensi pada pukul 07.00 WIB, acara dilanjutkan dengan persiapan upacara pembukaan. Acara resmi dibuka pukul 08.00 WIB oleh Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, melalui prosesi pemotongan pita. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa praktik lapangan seperti ini penting untuk membangun kapasitas kewirausahaan mahasiswa. “Kuliah bukan sekadar teori. Wirausaha harus dipraktikkan. Expo ini adalah wadah bagi mahasiswa untuk menjalankan langkah-langkah usaha secara langsung,” ujarnya.
Penanggung Jawab Mata Kuliah, Dr.Ir. Krismiwati Muatip, M.Si., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa memahami teori adopsi inovasi, strategi meningkatkan omzet, kedisiplinan, serta profesionalisme dalam berbisnis. “Melalui expo ini, mahasiswa belajar menghubungkan konsep yang dipelajari dengan realitas di lapangan,” jelasnya.
Bayu mengatakan bahwa tenda stand, maskot, dan pembayaran digital semarakkan Expo Kewirausahaan 2025 Fapet Unsoed.
Ketua Pelaksana Expo Ramdan Kursito, menyampaikan bahwa persiapan Expo tahun ini dilakukan lebih panjang dan matang sehingga pelaksanaan berjalan lancar. Ia menambahkan bahwa lokasi Expo di halaman depan Gedung B dipilih untuk memberikan ruang yang lebih luas dan memungkinkan interaksi yang lebih aktif dengan pengunjung.
Ramdan juga menegaskan bahwa Expo ini dikunjungi kurang lebih 500 pengunjung, menunjukkan tingginya minat dari civitas akademika maupun masyarakat luar Fapet. “Expo berjalan baik, namun ke depan kami perlu mengevaluasi manajemen waktu, konsistensi kualitas produk, dan kesiapan stok menghadapi antusiasme pengunjung yang tinggi,” jelas Ramdan.
Bagus menambahkan bahwa Expo tahun ini telah menunjukkan penerapan adopsi inovasi yang terus berkembang berkat pendampingan intensif dalam proses perencanaan usaha menggunakan aplikasi Wadhwani Foundation “Mahasiswa sudah mampu memanfaatkan aplikasi Wadhwani Foundation dalam perencanaan produk. Kedepannya perlu dievaluasi agar produk yang ditawarkan benar-benar menjawab kebutuhan konsumen dan menghadirkan inovasi yang lebih spesifik bagi sektor peternakan, tidak hanya terbatas pada teknologi hasil ternak saja,” ungkapnya.
Bagus juga menyoroti digitalisasi dalam usaha yang semakin terlihat pada Expo tahun ini, ditandai dengan penggunaan pembayaran non-tunai seperti QRIS dan transfer bank. “Ini perkembangan positif yang perlu terus dikembangkan dalam praktik kewirausahaan mahasiswa,” ujarnya.
Suasana Expo semakin semarak dengan hadirnya maskot dari setiap stand, gimmick promosi, dan dekorasi khas masing-masing kelompok. Musik ringan yang diputar menambah energi positif sepanjang acara. Pengunjung mengapresiasi variasi produk dan pelayanan mahasiswa yang semakin profesional, sementara para penjual mengaku mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi konsumen secara langsung, kata Bayu.
Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah Golden Mango Milky Orange, minuman segar yang berulang kali habis terjual. “Rasanya unik, manis dan gurih dari susu menyatu dengan segarnya jeruk. Apalagi cuaca panas, jadi langsung laris,” ujar Delia, salah satu pengunjung. Perwakilan kelompok 2I, Salman, menjelaskan bahwa produk tersebut dibuat sebagai jawaban atas tren minuman kekinian. “Mahasiswa butuh minuman yang unik, segar, dan affordable. Golden Mango ini kami desain untuk menjawab kebutuhan itu,” katanya.
Menutup kegiatan, Ir. Nunung Noor Hidayat, MP. selaku Penanggungjawab Kegiatan Praktikum menyampaikan harapannya agar Expo di tahun-tahun mendatang dapat berkembang lebih besar. “Ke depan, kami berharap Expo dapat menggandeng lebih banyak pihak luar, menghadirkan sponsor, dan mendorong mahasiswa menciptakan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri peternakan,” ujarnya.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Fotk : Ir. Alief Einstein, M.Hum


0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer