Harga Cabai Mahal (Takmir MAB Gelar Pelatihan Tabelampot)


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Salah satu cara untuk menjaga kebugaran dan tetap bahagia bagi masyarakat yang sudah memasuki periode lansia adalah melakukan aktivitas yang ringan rutin dan menyenangkan.  Satu di antaranya adalah menanam dan merawat tanaman sayuran dalam pot. Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB), Purwokerto pada hari Sabtu 03 Januari 2026 mulai pukul 08.00 sampai dengan 11.00 kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan tanam cabai di dalam pot (Tabelampot). Acara dimulai dengan cek kesehatan seluruh peserta. Kegiatan pelatihan tersebut adalah yang pertama untuk tahun 2026. Tahun sebelumnya, akhir 2025 Takmir MAB sudah melaksanakan pelatihan Tabelampot dengan pesertanya adalah jamaah putra.

Khusus pelatihan kali ini di awal 2026 pesertanya adalah jamaah putri MAB yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lansia Bahagia. Jumlah peserta sekitar 160 orang, di antaranya Tri Utami Sutarmo (88 tahun) adalah peserta paling senior dan Linda (36 tahun) peserta termuda. Setiap peserta mendapatkan 10 (sepuluh) bibit cabai dan 10 kantong polibag, ungkap Profesor dari Unsoed Prof.Ir. Totok Agung, DH.,MP.,PhD. saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Sabtu 03 Januari 2026.

Harga cabe pada bulan Desember 2025 antara 85.000 rupiah sampai 120.000 rupiah. Mahalnya harga cabe; sehingga perlu di gelar pelatihan Tabelampot di  MAB yang dimulai pukul 09.00, dibuka oleh Ketua Panitia H. Mahfulyono. Dalam sambutannya Ketua Takmir H. Sudarman, SAg. menjelaskan perlunya manusia belajar komunikasi. Yaitu komunikasi damai dengan Allah, dengan diri sendiri, damai dengan manusia, dan damai dengan alam. Jika kita damai dengan alam, maka alam akan damai dengan kita. Hari ini kita belajar berdamai dengan tanah, pupuk, dan tanaman cabai.


Peserta menurut Prof.Totok Agumg (alumni S3 dari Kyushu University, Fukuoka Jepang) sangat antusias dengan kegiatan ini. Para peserta mendengarkan paparan dengan seksama dan mencatat materi yang disampaikan. Materi  disampaikan oleh tiga narasumber yaitu Prof Totok Agung, Dr. Etik Wukir Tini, dan Nindy  Seviradari, SP., MSc. Ke tiganya adalah dosen Fakultas Pertanian Unsoed. Setelah materi diberikan, kemudian diadakan diskusi yang sangat dinamis. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik tanam cabai di dalam pot atau polibag. Tahapannya adalah penyiapan media tanam yang terdiri dari tanah yang sudah gembur, dicampur pupuk kandang atau kompos yang sudah jadi dan sekam padi dengan perbandingan masing - masing sepertiga bagian. Bibit disiapkan dimulai dengan pembukaan plastik atau kantong bibit secara perlahan agar tidak merusak akar bibit. Tanah dan bibit tanaman dipindahkan ke dalam lubang sedalam 5 cm pada media tanam dalam pot. Tanah di sekitar bibit muda dipadatkan kemudian segera diberi air secukupnya. Kegiatan selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman, mulai dari pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Diperkirakan buah cabai mulai dipanen pada umur tanaman sekitar 62 hari. Tanaman yang sehat dan pertumbuhan baik dapat dipanen beberapa kali sampai 10 kali.



Purwokerto    : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto                  : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar