Mini Ranch Domba di Experimental Farm Fakultas Peternakan Unsoed (Usaha Peternakan Kecil dengan Harapan Besar)


Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Ketika ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak terus dibicarakan di ruang-ruang kebijakan, solusi sering kali dibayangkan dalam skala besar, mahal, dan kompleks. Padahal, perubahan justru dapat dimulai dari ruang kecil yang dikelola dengan visi besar. Di sinilah Mini Ranch Domba di Experimental Farm (ExpFarm) Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menemukan relevansinya: sebuah model peternakan kampus yang sederhana dan membumi, tetapi menawarkan jawaban nyata atas berbagai tantangan peternakan rakyat mulai dari kesehatan ternak, efisiensi usaha, kesejahteraan ternak, hingga keberlanjutan lingkungan, ujar Wakil Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Ir. Mochamad Sugiarto, SPt.,MM.,PhD.,IPU.,ASEAN Eng. saat pemaparan yang dipandu Ir.H. Alief Einstein,bM.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Jum'at 16 Januari 2026.

1. Dari Kandang Konvensional ke Mini Ranch

Peternakan domba rakyat di Indonesia umumnya dijalankan dalam skala kecil dengan keterbatasan lahan, modal, dan akses teknologi. Kandang sering kali bersifat sempit, minim sirkulasi, dan kurang memberikan ruang gerak bagi ternak. Dalam kondisi demikian, masalah kesehatan, stres ternak, serta fluktuasi produktivitas menjadi persoalan yang berulang, kata Sugiarto (sapaan akrab Ir. Mochamad Sugiarto, SPt.,MM.,PhD.,IPU.,ASEAN Eng.)

Menurut Sugiarto (alumni S3 Community Development, College of Public Affair/CPAF), University of the Philippines/UP Los Banos, Philippines) Mini Ranch Domba hadir sebagai pendekatan alternatif. Secara sederhana, mini ranch adalah kandang semi-intensif yang dilengkapi dengan lahan umbaran atau area exercise, sehingga ternak tidak hanya dikandangkan, tetapi juga diberi ruang untuk bergerak, beradaptasi dengan lingkungan, dan mengekspresikan perilaku alaminya. Konsep ini menggabungkan efisiensi sistem kandang dengan prinsip animal welfare yang semakin relevan dalam peternakan modern.

Berbeda dengan peternakan ekstensif yang membutuhkan lahan luas, mini ranch dirancang adaptif terhadap keterbatasan ruang, sehingga realistis diterapkan di tingkat peternak rakyat. Inilah kekuatan utamanya: inovasi yang tidak menjauh dari realitas lapangan.



2  Mini Ranch sebagai Ruang Belajar Hidup

Di ExpFarm Fapet Unsoed, Mini Ranch Domba tidak berdiri sebagai proyek terpisah, melainkan bagian integral dari ruang belajar peternakan masa depan. Artinya, mini ranch diposisikan sebagai ruang hidup tempat pembelajaran, riset, dan inovasi bertemu dalam praktik nyata. Bagi mahasiswa, mini ranch menjadi laboratorium lapangan yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya belajar memberi pakan atau membersihkan kandang, tetapi juga memahami manajemen ternak secara utuh: mengatur kepadatan, menjaga kebersihan area umbaran, mengamati perilaku ternak, hingga menganalisis implikasinya terhadap kesehatan dan performa produksi. Pembelajaran semacam ini sulit diperoleh jika praktik hanya dilakukan di kandang konvensional. Bagi dosen dan peneliti, mini ranch menyediakan ruang riset terapan. Berbagai kajian tentang pakan hijauan, leguminosa, kesehatan ternak, perilaku hewan, hingga efisiensi usaha dapat diuji langsung dalam kondisi lapangan. Riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi memiliki peluang besar untuk diterjemahkan menjadi rekomendasi teknis yang aplikatif, jelas Sugiarto (Dosen ahli Pemberdayaan Masyarakat Fapet Unsoed).

3. Manfaat Nyata bagi Ternak dan Peternak

Selanjutnya Sugiarto (SekJend Perhimpunan Ilmuwan Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia/PERSEPSI) mengatakan bahwa keberadaan mini ranch memberikan manfaat langsung yang dapat diamati. Dari sisi ternak, kesehatan cenderung lebih baik, tingkat stres menurun, dan perilaku ternak lebih alami. Ternak yang lebih aktif bergerak menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungan, yang pada akhirnya berdampak pada performa produksi dan daya tahan tubuh. Dari sisi peternak, mini ranch menawarkan model kandang yang mudah ditiru. Dengan desain sederhana dan biaya yang relatif terjangkau, peternak dapat mengadaptasi konsep ini sesuai kondisi lokal. Mini ranch juga mendorong perubahan cara pandang: beternak bukan sekadar soal memberi pakan dan menunggu panen, tetapi mengelola sistem yang memperhatikan keseimbangan antara ternak, lingkungan, dan manusia. Lebih jauh, mini ranch membuka ruang pembelajaran kolektif. Ketika peternak, penyuluh, mahasiswa, dan akademisi bertemu di satu lokasi, terjadi pertukaran pengetahuan yang setara. Kampus tidak lagi dipandang sebagai menara gading, melainkan sebagai mitra belajar dan mitra usaha.

4. Relevansi bagi Kebijakan Publik

Dari perspektif pemerintah, Mini Ranch Domba di kampus memiliki makna strategis. Ia dapat berfungsi sebagai demonstration plot atau prototipe kebijakan pengembangan peternakan rakyat. Banyak program peternakan gagal direplikasi karena terlalu kompleks atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Mini ranch justru menawarkan kebalikan: sederhana, kontekstual, dan mudah diadaptasi. Bagi pemerintah daerah, model ini relevan untuk program pemberdayaan peternak, penguatan ekonomi perdesaan, hingga regenerasi peternak muda. Mini ranch dapat dijadikan basis sekolah lapang, pelatihan vokasi, atau inkubasi usaha peternakan skala kecil. Dengan dukungan kebijakan dan pendampingan yang tepat, mini ranch berpotensi memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal. Lebih luas lagi, mini ranch sejalan dengan agenda nasional tentang ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. Prinsip efisiensi lahan, pemanfaatan hijauan lokal, dan perhatian terhadap kesejahteraan ternak merupakan elemen penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya, ungkap Sugiarto yang juga alumni S2 Agribusiness Management, College of Economic and Management/CEM, University of the Philippines/UP, Los Banos, Philippines.

5. Dari Mini Ranch Menuju Masa Depan

Mini Ranch Domba di Experimental Farm bukanlah tujuan akhir. Ia adalah titik awal perubahan cara pandang tentang bagaimana peternakan rakyat dapat dikembangkan secara lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dari ruang kecil di kampus, lahir gagasan besar yang dapat direplikasi di desa-desa. Ke depan, mini ranch berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari agro-edutourism, pusat pelatihan peternak, hingga inkubator wirausaha muda di bidang peternakan. Semua itu berangkat dari prinsip yang sama: inovasi harus membumi, dekat dengan realitas, dan berpihak pada pelaku usaha kecil. Peternakan masa depan tidak selalu dimulai dari investasi besar. Ia bisa tumbuh dari kandang sederhana yang dikelola dengan ilmu, kepedulian, dan visi jangka panjang. Dari Mini Ranch Domba di kampus Unsoed, kita belajar bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, asal dijalankan secara konsisten dan kolaboratif, kata Sugiarto.

Salah satu pegawai ExpFarm Fapet Unsoed Tarwono menambahkan bahwa mini farm dapat untuk pengenalan ternak saat adanya kunjungan dari anak-anak TK/PAUD dan siswa lainnya.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M. Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M. Hum

Posting Komentar

0 Komentar