![]() |
| Pemberian cinderamata motor gede daur ulang besi bekas, oleh Sekjen KBLI, Nirwan kepada Deputi KemenUMKM, Sekda Pemkot Tasik, Pengurus KAUnsoed, Disnakerprov Jabar. |
Tasikmalaya, Kafapet-Unsoed.com. Inovasi cinderamata dari limbah rongsokan di bengkel las, kini tengah dikembangkan oleh Komunitas Bengkel Las Indonesia. Mengubah wajah sisa potongan besi menjadi Seni Industrial yang digandrungi, ungkap Ketua Ikatan Alumni FISIP Unsoed Jabodetabek dan Luar Negeri, Drs. Nirwan Lesmana, SP. saat bincang-bincang dengan Ir.H. Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Selasa 17 Februari 2026.
Nirwan yang juga Pendiri dan Sekjen Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) mengatakan bahwa usai pembukaan acara Tasik Manyala 2026 pada awal bulan lalu, Deputi KemenUMKM RI, Mohammad Mahrisyafrisal, bersama Sekda Pemkot Tasikmalaya, Drs. H.Asep Goparullah, M.Pd., didampingi Pengurus KAUnsoed, Andrian Lame, dan KadisKominfo, H. Amran Saefullah, S.E., MM, serta perwakilan Disnakerprov. Jabar, yang sekaligus mendeklarasikan berdirinya Paguyuban Bengkel Las Tasikmalaya, dikukuhkan simbolis oleh KBLI Jabar Ngahiji.
Yang menarik dalam prosesi ini, adalah ketika Sekjen Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) Nirwan menyerahkan cinderamata berupa 4 (empat) unit Moge, kendaraan roda dua jenis motor gede, buatan anak bangsa yang aman dan bebas pajak. Cinderamata tersebut terbuat dari pernak-pernik bekas perabotan dan aksesoris motor, seperti hand grip, baut, mur, cantelan helm, gir rantai bekas atau lainnya. Pernak pernik merupakan hasil karya Totong Satori putra daerah Kawalu, Tasikmalaya.
“Pemkot Tasikmalaya menyambut baik giat kreasi daur ulang besi bekas ini, karena didukung potensi SDM di Tasik bidang pengelasan terbilang sangat baik,” ujar Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Asep, dihadapan lebih dari 150 hadirin pemilik bengkel las dan para juru las yang memenuhi lantai 2 Promotion Centre Gedung PPIK Kota Tasik, saat digelar acara Tasik Manyala 2026.
Ajang silaturahmi pengusaha bengkel las di Kota Tasikmalaya itu sekaligus upaya Pemerintah Kota untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal guna mewujudkan program Tasik PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan), jelas Nirwan.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi, peningkatan kapasitas, dan penguatan semangat para pelaku usaha bengkel las. Ia menilai, kreativitas pengolahan limbah besi menjadi karya bernilai ekonomis, sejalan dengan gerakan peduli lingkungan, serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui program Tasik PELAK dalam mendukung penguatan UMKM, industri kecil, dan keterampilan kerja masyarakat," ujar Sekda Asep.
Nada optimisme juga datang dari Deputi Kemen UMKM RI. "Ekonomi kreatif yang melibatkan bengkel las bisa menyulap tumpukan limbah besi bekas dapat berubah menjadi karya seni bernilai tinggi, dan berdampak pada laju Ekonomi Sirkular, yang meminimalisir limbah dan mengoptimalkan sumber daya yang ada," papar pria berkacamata itu.
Selanjutnya, ada Sekjen Induk Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame, yang hadir mewakili pengurus KAUnsoed. “Saya melihat peluang besar bagi komunitas bengkel las dan juru las dalam program revitalisasi pasar rakyat di seluruh Indonesia. Inkoppas membawahi ribuan pasar yang akan direvitalisasi, mendorong agar proyek-proyek tersebut melibatkan juru las lokal, termasuk dari Tasik,” ucap Andrian yang akan mendorong kolaborasi dengan BUMN baja dan industri besar agar komunitas juru las mendapat akses sertifikasi dan pekerjaan berskala nasional.
“Seni kreasi daur ulang besi bekas adalah proses mentransformasi limbah logam menjadi karya seni bernilai tinggi, seperti patung, instalasi, hingga furnitur fungsional. Besi dipilih karena sifatnya yang dapat didaur ulang berulang kali tanpa mengurangi kualitas dasarnya,” tambah Dede Sufiandi, Ketua KBLI Jabar Ngahiji.
"Metal Morphosis bukan sekadar soal mengelas menyambung besi, tapi soal cara pandang. Kami melihat potensi keindahan di dalam tumpukan karat. Setiap percikan api adalah proses kelahiran kembali material yang sudah 'mati' menjadi sesuatu yang memiliki jiwa dan nilai ekonomi, serta menjadi tren gaya hidup," tegas Nirwan pria berkepala botak dengan penuh optimis.
Gerakan ini lahir dari kegelisahan para praktisi bengkel las terhadap kondisi ekonomi saat ini, dengan maraknya besi impor dan welder aseng menyebabkan bengkel jadi sepi. “Sambil menunggu order yang tak kunjung datang saya coba merangkai sisa-sisa aksesoris motor, diotak-atik menjadi motor trail mini, itu karya pertama saya. Kalau sekarang yang penting ada bahan, saya bisa kerjakan.” kenang Tori, sang kreator yang kini sudah memiliki koleksi hampir 100 unit aneka jenis motor gede, vespa, trail, dan roda dua lainnya.
Begitulah, alih-alih berakhir di peleburan, material besi bekas ini dikurasi dan dirakit kembali menggunakan teknik las tingkat tinggi yang penuh fantasi, untuk menciptakan objek seni mulai dari figur robot, hewan, hingga furnitur bergaya industrial. Seperti ditekuni kreator lainnya, Juana Putra Priangan yang memajang 20 item lebih koleksi berbagai bentuk hewan dan bentuk unik dari besi bekas yang di las.
Alhasil dengan silaturahmi, di hari itu juga pintu rejeki terbuka, pundi-pundi saldo rekening Juana bertambah sekian juta, karena hasil karyanya dibeli pengunjung pameran dan mini bazaar produk tehnik pengelasan, di antaranya dari Enka, Nikko Steel, Ikam Jaya Folding, Sinar Terang, Kencana, Spindo, Mattaka, Propan, dan lainnya, termasuk UMKM Tasikmalaya, yang menggelar booth di lantai dasar, ungkap Nirwan.
Lantas, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap desain interior industrial dan gerakan ramah lingkungan (sustainability), karya seni daur ulang besi ini mulai menjadi primadona. Para pemilik usaha seperti pengelola mal, hotel, dan pemilik kafe kini mulai melirik instalasi besi bekas sebagai landmark ikonik yang memberikan kesan maskulin dan eksklusif. Let’s Go Green.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum




0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer