Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Hari Senin 02 Februari 2026 Dr. Tedy Dirhamsyah, SP.,M.A.B. dapat Kuliah dari Mr. Hiroshi Sato (Pakar Pengembangan Sosiologi Jepang) dan Mr. Taya Toru (Manajer Proyek Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Dukungan bagi Pemagang dalam Memulai Agribisnis - ABP Magang 2022-2026), ungkap alumni Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1991 Dr. Tedy Dirhamsyah, SP.,M.A.B. saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com hari ini Selasa 03 Februari 2026.
Di Jepang menurut Dr. Tedy yang juga Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian RI bahwa karena Penuaan Populasi dan Penurunan Tingkat Kelahiran berdampak pada Industri di Jepang. Banyak lapangan Kerja Kasar, tidak terisi oleh Warga Jepang, mereka lebih senang kerja di Kota. Pekerja Kasar tersebut diisi oleh banyak Negara.
Selanjutnya Dr. Tedy mengatakan pada tahun 2025, lebih dari 2,5 Juta Tenaga Kerja Asing didominasi umur 20 - 44 tahun, dari Total Jumlah Penduduk Asing di Jepang 3.956.619. Pertumbuhan Tenaga Kerja Asing di Jepang (Umumnya Tenaga Kerja Kasar, termasuk Sektor Pertanian dan Perikanan), sebesar 12,4% per Tahun. Para "Pengangguran" di Negara Asal, masuk sebagai Pekerja ke Jepang sebagai Berikut:
1. China 900.738.
2. Vietnam 660.483.
3. Korea Selatan 409.584.
4. Filipina 349.714.
5. Nepal 273.229.
6. Indonesia 230.689.
7. Brazil 211.229.
8. Myanmar 160.362.
9. Sri Langka 73.067
10. Taiwan 71.125
(Sato, 2026).
Gaji UMR Jepang di Sektor Pertanian seperti Skema Tokuteuginau (SSW) seperti Taya Farm di Fukui 180.000 - 210.000/bulan Yen atau 21 Juta - 25 Juta Rupiah per Bulan, ujar Dr. Tedy. Dr. Tedy menjelaskan beberapa skema yang dijalankan Kerjasama Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian RI, baik dengan Asosiasi Pengusaha Pertanian maupun Pemerintah Daerah di Jepang di antaranya:
1. Kenshu.
2. Jisshu/Ginoujisshu => Ikuseishuro (mulai April 2027).
3. Tokuteuginou (SSW).
(Taya, 2026).
Saat ini Pusat Pelatihan Pertanian sedang Negosiasi Penambahan Quota, Kesetaraan Pekerja Mingran sesuai SDG's , termasuk Kesetaraan Uang Saku, ujar Dr. Tedy.
Gaji para Pekerja Indonesia, khususnya Sektor Pertanian dengan Asosiasi Penerima Pekerja Sektor Pertanian dan Pemerintah Daerah Fukui, kata Dr. Tedy.
Dr. Tedy menambahkan jadi seperti China, Korea yang dianggap Hebat Ekonominya, menghadapi permasalahan serupa dengan Indonesia dalam lapangan Kerja. Mereka mau masuk jadi Pekerja Kasar di Jepang. Apalagi seperti Pekerja dari Turki, perkerjaanya masuk di Sektor Buruh Bangunan Kasar (merobohkan bangunan-bangunan tidak layak, dan ini pekerja Kasar yang sangat Beresiko).
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum



0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer