Eurasia Foundation Lecture Series 2026 (Seri Ketiga di Unsoed Bahas Ekonomi Kesehatan di Asia)

Penyerahan Souvenir Ketua LPPM Unsoed, Narasumber, Panitia.

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Program Eurasia Foundation Lecture Series di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merupakan kegiatan perkuliahan internasional yang diselenggarakan melalui kerja sama antara LPPM Unsoed dan Eurasia Foundation (from Asia), dengan skema hibah kerjasama akademik. Program ini menghadirkan rangkaian kuliah umum yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara Asia maupun dari institusi dalam negeri untuk berbagi pengetahuan, pengalaman riset, serta perspektif global kepada mahasiswa. Pada tahun 2026, kegiatan ini dirancang dalam bentuk 15 seri perkuliahan yang dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) mulai bulan Februari - Juni 2026 di lingkungan Unsoed. Beberapa narasumber internasional yang  dihadirkan, antara lain akademisi dari berbagai universitas di Kamboja, Jepang, Korea, China, Malaysia serta Australia, dengan tema-tema yang beragam seperti Pembangunan Berkelanjutan, Kerja Sama Regional Asia, Komunikasi Lintas Budaya, hingga Ekonomi Kesehatan. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 150–200 mahasiswa dari berbagai fakultas, sehingga menjadi ruang pembelajaran lintas disiplin yang mempertemukan perspektif global dengan konteks lokal. Secara umum, program ini bertujuan memperluas wawasan internasional mahasiswa, memperkuat jejaring akademik global, serta menghadirkan pengalaman perkuliahan bertaraf internasional di lingkungan kampus. Melalui rangkaian lecture series ini, mahasiswa Unsoed mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan para pakar dari berbagai negara dan bidang keilmuan, sehingga mendorong lahirnya pemikiran kritis serta kesadaran terhadap isu-isu global yang relevan dengan pembangunan di Kawasan Asia, ungkap dosen ahli Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unsoed Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd. saat pada hari Sabtu 7 Maret 2026 bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com

Unsoed menggelar kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Eurasia Foundation Lecture yang memasuki Seri Ketiga secara luring pada Sabtu (7/3/2026) di Gedung Aula Fakultas Peternakan Unsoed, jelas Bayu Sensei yang pernah mendapatkan hibah penelitian dari Sumitomo Foundation dan Toyota Foundation.

Sebelumnya, pada Seri Kedua, perkuliahan dilaksanakan secara daring dengan menghadirkan pembicara dari Waseda University, yaitu Mutia Kusumawati, M.A., Ph.D., ujar Bayu Sensei yang memiliki pengalaman kerja di Jepang selama 3 tahun mulai 2009-2012, di perusahaan manufaktur di daerah Prefektur Shizuoka, kota Hamamatsu, Jepang.

Foto bersama Nara Sumber, Peserta, dan Panitia.

Pada Seri Ketiga ini, hadir sebagai narasumber utama Prof.Dr.sc.Hum. Budi Aji, SKM, M.Sc., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed. Dalam kuliahnya yang berjudul “Health Economics in Asian Region:  Providing an Equitable Healthcare for All,” Prof.Budi yang juga alumni S3 Public Health dari Heidelberg University, Jerman memaparkan pentingnya pendekatan ekonomi kesehatan dalam memastikan sistem layanan kesehatan yang adil dan merata di kawasan Asia. Ia menjelaskan bahwa tantangan besar di berbagai negara Asia adalah bagaimana memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa menciptakan kesenjangan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan Seri Ketiga dibuka dengan sambutan dari Prof.Dr.Ir.Elly Tugiyanti, MP.IPU.,ASEAN Eng, selaku Ketua LPPM Unsoed. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Eurasia Foundation Lecture Series merupakan sebuah pencapaian penting bagi Unsoed dalam menghadirkan perkuliahan dengan standar internasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan lintas disiplin ilmu melalui pembelajaran langsung dari para pakar yang berasal dari berbagai institusi terkemuka.

Acara ini turut dihadiri oleh Bayu Sensei selaku Koordinator Lecture Series di Unsoed, serta Tri Murniati, Ph.D., dan Ulul Huda, S.Pd.I., M.Si., masing-masing sebagai Ketua dan anggota Pusat Penelitian LPPM. Demikian pula ada sejumlah dosen Unsoed dari Fakultas Ilmu Budaya juga hadir untuk mendukung kegiatan akademik internasional tersebut.

Sesi tanya jawab

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai tantangan sistem kesehatan di Asia, kebijakan pembiayaan kesehatan, hingga peran generasi muda dalam mendorong terciptanya sistem kesehatan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, Unsoed tidak hanya menghadirkan ruang diskusi akademik internasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai bidang keilmuan dengan tingkat diversitas yang tinggi. Kehadiran narasumber baik dari dalam maupun luar negeri diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami berbagai persoalan global secara komprehensif, kata Bayu Sensei (anggota Tim Kerjasama Luar Negeri dari FIB Unsoed).

Bayu Sensei yang juga sebagai Pengurus Pusat Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia / ASPBJI) menambahkan bahwa Eurasia Foundation Lecture Series 2026, masih berlanjut dengan 12 seri perkuliahan lainnya yang akan menghadirkan tema-tema menarik dari berbagai disiplin ilmu. Program ini diharapkan terus menjadi wadah pertukaran gagasan akademik serta memperkuat posisi Unsoed dalam jejaring Pendidikan Tinggi Internasional.


Penulis      : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto            : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar