Lebaran Tanpa Khawatir (Rahasia Santap Nikmat, Tubuh Tetap Sehat)

Prof.Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Kes., Ph.D. saat wisuda di University of Glasgow, Inggris Raya.

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Idul fitri adalah momen penuh kebahagiaan. Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, saatnya menikmati hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga aneka kue manis. Namun, di balik kenikmatan tersebut, ada tantangan tersendiri: menjaga kesehatan agar tidak “kaget” setelah perubahan pola makan selama Ramadan, agar tetap bisa menikmati Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan, ungkap Guru Besar Unsoed ahli dalam bidang Ilmu Epidemiologi Penyakit Tropis Prof.Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Kes., Ph.D. saat bincang-bincang dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Sabtu 21 Maret 2026.

Selanjutnya, Prof. Siwi,PhD., (Ketua Tim Komisi Etik Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan/FIKes Unsoed) menjelaskan panduan cerdas berikut yang bisa kita terapkan dalam menikmati santap nikmat, tubuh tetap sehat :

1. Kendalikan Porsi, Bukan Menahan Diri

Banyak orang “balas dendam” setelah puasa dengan makan berlebihan. Padahal, tubuh justru perlu adaptasi. Ambil porsi kecil, tapi boleh tambah jika masih lapar. Utamakan makan secara perlahan, dan berhenti sebelum terlalu kenyang. Ingat, menikmati makanan tidak harus berlebihan,

2. Seimbangkan dengan Menyantap Sayur dan Buah

Menu Lebaran identik dengan santan dan daging. Agar tetap sehat, imbangi dengan serat. Pilihan yang baik: Lalapan segar, sayur bening atau tumis ringan, buah seperti pepaya, apel, atau jeruk. Serat membantu pencernaan tetap lancar dan mencegah sembelit,

3. Batasi Minuman Manis dan Bersoda

Sirup, soda, dan minuman kemasan sering menjadi pelengkap Lebaran. Namun, konsumsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah. Solusi sehat: Air putih tetap jadi pilihan utama, sedangkan infused water bisa sebagai alternatif segar. Batasi minuman manis maksimal 1–2 gelas per hari,

4. Waspadai Makanan Tinggi Lemak dan Santan

Opor, gulai, dan rendang memang menggoda. Tapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol. Cara menyiasatinya bisa dengan cara: pilih bagian daging tanpa lemak, kurangi kuah santan, kombinasikan dengan makanan berkuah bening,

5. Atur Waktu Makan dengan Bijak

Selama Lebaran, pola makan sering jadi tidak teratur karena mungkin padatnya jadwal silaturahmi. Ada tips yang bisa dijalankan: jangan makan terus-menerus setiap bertamu, beri jeda 2–3 jam antar makan, dan dengarkan sinyal lapar dari tubuh,

6. Tetap Aktif Bergerak

Meski suasana santai, jangan sampai tubuh pasif total dan malas bergerak. Contoh aktivitas ringan yang bisa dilakukan: Jalan kaki saat silaturahmi, membantu aktivitas rumah, dan peregangan ringan di pagi hari. Aktivitas akan membantu membakar kalori dan menjaga metabolisme tetap optimal,

7. Jaga Pola Tidur

Bagi banyak orang, begadang saat Lebaran mungkin menyenangkan. Tapi kurang tidur bisa mempengaruhi kesehatan. Dampaknya adalah : mudah lelah, nafsu makan meningkat, dan imunitas menurun. Usahakan tetap tidur cukup minimal 6–7 jam per hari.

Prof.Siwi,PhD. yang juga alumni S3 Centre for Virus Research, University of Glasgow, Inggris Raya menambahkan bahwa lebaran merupakan momen berbagi kebahagiaan, bukan ajang “balas dendam” makan. Melalui pengaturan yang bijak, kita tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa harus mengorbankan kesehatan. Kunci utamanya sederhana: nikmati secukupnya, imbangi dengan gaya hidup sehat. Selamat merayakan Idulfitri, semoga sehat selalu dan penuh keberkahan.


Penulis      : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar