Semangat Belajar Terjemah Qur’an di MAB

Ustadz Slamet Hartono, SH. (Alumni Fakultas Hukum Unsoed angkatan 1981 dan Sekretaris Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto).

Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Fenomena di sekitar kita adalah sebagian besar dari yang sudah bisa membaca Al-Quran walaupun terbata-bata ternyata masih belum tahu maknanya atau artinya. Untuk itu, Masjid Agung Baitussalam (MAB), Purwokerto berikhtiar mengatasi hal ini yakni mengadakan “Pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Tamyiz” dalam mana metode ini menggunakan atau mengoptimalkan otak kanan dalam arti kosakata dan rumus-rumus dihafalkan melalui nyanyian, sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Tamyiz, ungkap Alumni Fakultas Hukum Unsoed angkatan 1981/pertama Ustadz Slamet Hartono, SH. saat bincang-bincang  dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Sabtu 21 Maret 2026.

Sarasehan Tamyiz dan terakhir Sosialisasi Tamyiz 1 adalah dilaksanakannya kegiatan rutin berupa  *SIBER KATAM - MAB* (Sinau Bareng Kanca Tamyiz – Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto) setiap hari Senin dan Kamis sore, dikandung maksud bahwa forum ini adalah forum belajar bareng bukan forum guru-murid atau dosen - mahasiswa, jelas Ustadz Nono (sapaan akrab Slamet Hartono, SH).

Sebagaimana kita tahu bahwa kata atau kalimat dalam bahasa Arab di dalam Alquran hanya ada tiga yaitu “Huruf”, “Isim” dan “Fi'il”, huruf harus dihafal karena tetap dan jumlahnya kurang lebih 175 buah dan diulang-ulang dalam Qur’an sejumlah 26.787 dan total 77.865 kata (34,4%), huruf disini dalam arti bukan hijaiyah atau abjadiyah tapi huruf adalah satu kata di mana dia akan bermakna apabila sudah digandengkan dengan huruf lainnya, dari 175 kata tersebut oleh Tamyiz dikelompokkan menjadi 26 kolom di mana tiap kolom dihafal dengan cara dinyanyikan. Isim dan fi'il dikenali dari ciri dan tashrif-nya dan hal ini juga dihafalkan dalam bentuk nyanyian sebagai wujud optimalisasi otak kanan, adapun Fi'il terdiri dari tiga macam yaitu Fi’il Mudhorik, Fi'il Madhi, dan Fi’il Amr. ¹Ketika sudah memahami atau menghafal lagu-lagu tersebut selanjutnya belajar mengidentifikasi setiap kata di dalam Al-Qur’an. Dalam Metode Tamyiz ini yang dianalisis adalah mulai dari surat Al-Baqarah ayat 2 dan seterusnya dengan alasan karena hampir 80% kosa kata dalam Al-Qur’an ada di surat Al-Baqarah ini, sehingga dengan demikian surat-surat lainnya akan lebih mudah kita pelajari.

Siber Katam MAB Ikhwan

Kegiatan rutin SIBER KATAM yang semula dinamakan SBKT (Sinau Bareng Kanca Tamyiz) di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto berlangsung sudah hampir 3 tahun lebih dilakukan belajar secara offline atau tatap muka. Bagi perempuan atau akhwat dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 16.00 sampai dengan 17.30 dan diakhiri dengan berbuka bersama bagi yang sedang berpuasa sunnah hari Senin demikian pula bagi laki-laki dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 16.00 sampai 17.30 juga berbarengan dengan kegiatan buka bersama yang berpuasa sunnah hari Kamis, ujar Ustadz Nono yang juga Sekretatis MAB.

Pada Ramadhan 1447 H ini, kegiatan Belajar Terjemah Al-Qur’an Metode Tamyiz ini di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto ini tetap berlangsung walaupun tidak secara tatap muka atau offline yaitu dengan cara peserta setiap hari Senin dan Kamis menyetorkani Al-Baqarah Ayat 2 sampai dengan 7 melalui voice note pada Group WA Siber Katam MAB.

Metode Belajar Terjemah A;Qur’an Metode Tamyiz secara offline di Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto menggunakan metode TOT (Training of Trainer) dalam arti yang disampaikan dan dilatih adalah bagaimana cara mengajarkan Metode Tamyiz ini kepada orang lain sehingga peserta dilatih berulang-ulang bagaimana mengajarkan sebuah kata dalam Al-Qur’an pada orang-orang lain, kemudian mereka diharapkan akan membentuk kelompok-kelompok belajar terjemahan Tamyiz di tempatnya masing-masing atau yang dinamakan dengan RTO (Rumah Tamyiz Offline). Adapun di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto sudah dibentuk namanya RTO Purwokerto yang mana sudah bersinergi dan mengkoordinir beberapa RTO di Purwokerto dan sekarang sudah ada kurang lebih ada 10 RTO yang di koordinir oleh RTO Purwokerto yang berkedudukan di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto. 

Selama Ramadhan 1447 H kemarin kegiatan “Siber Katam MAB” ini tidak libur hanya saja dilakukan kegiatan dalam bentuk Setto atau Setoran Tamyiz Online yaitu dengan cara para peserta setiap hari Senin dan Kamis menyetorkan audio melalui grup WA “Siber Katam MAB” berupa bacaan Qur’an, terjemah perkata, terjemah per blok makna dan terjemah lengkap, setiap pekan menyetorkan masing-masing satu ayat Surat Al-Baqarah, hal ini mengingat keberhasilan belajar tamyiz itu ditentukan oleh tiga hal yaitu satu Istiqomah, dua Istiqomah, dan tiga Istiqomah.

Selesai Ramadhan dan Syawal nanti kegiatan “Siber Katam MAB” baik untuk Ikhwan maupun akhwat akan kembali dilaksanakan rutin seperti biasa hal ini merupakan salah satu ikhtiar dari Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto agar jamaahnya bisa mebaca Al-Qur’an maupun Hadits bahkan Do’a-do’a dan memahami artinya,

Selama ini dominasi peserta “Siber Katam MAB” memang kebanyakan yang di atas usia 50 tahun bahkan ada yang berusia 82 tahun tapi mereka semangatnya tidak kalah terbukti kegiatan Senin dan Kamis selalu dihadirinya dalam kondisi cuaca seperti apapun. Hal lainnya bisa  dilihat dari setoran audio melalui Group WA Siber Katam MAB, mereka antusias sekali,  hal ini menggambarkan bahwa peserta Siber Katam MAB ini sungguh-sungguh dan In syaa Allah mereka merasakan manfaatnya terbukti dari peserta ini ada beberapa yang ingin mendirikan RTO dan ingin belajar terjemah Qur’an metode Tamyiz di sekitar tempat tinggalnya masing-masing sehingga makin banyak RTO berarti akan semakin banyak yang belajar terjemah Qur’an Metode Tamyiz dan pada akhirnya in syaa Allah yang sudah bisa baca Alquran ke depan semakin banyak akan bisa menterjemahkannya secara reflek karena ini adalah permasalahan kita semua membaca Alquran dengan bahasa Arab berdo'a dengan bahasa Arab shalat dengan bahasa Arab tapi notabene sebagian besar masih belum tahu maknanya, melalui kegiatan ini diharapkan bisa mengatasi atau paling tidak mengurangi permasalahan tersebut, kedepan yang kita baca yang kita ucapkan baik Al-Qur’an, Hadits ketika Shalat serta berdo'a kita benar-benar secara reflek memahami maknanya.



Penulis     : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Foto           : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Posting Komentar

0 Komentar