![]() |
| Tim Pertamina, Pertamuda, Tim Unsoed dan Hieren saat visitasi Pertamuda 10 Mei 2026 di LPPM Unsoed |
Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mencatatkan kiprah internasional melalui alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed angkatan 2022 Rafi Ashza Sejati yang berhasil membawa Startup HIEREN menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat, ungkap Ketua Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unsoed Nur Wijayanti., S.TP., M.P. saat pemaparan yang dipandu Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari ini Selasa 26 Mei 2026.
Menurut Yanti (sapaan akrab Nur Wijayanti., S.TP., M.P) bahwa Rafi merupakan tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed yang mendapatkan pendampingan dari Nur Wijayanti, S.TP., M.P., bersama Ratna Satriani, S.P., M.Sc., di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
Yanti yang juga dosen Unsoed ahli Rekayasa Pengolahan dan Manajemen Agroindustri menjelaskan bahwa keberhasilan Rafi tersebut bermula saat HIEREN masuk dalam Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina (Persero) melalui program Pertamuda Overseas. Saat itu, Rafi mengikuti rangkaian kegiatan internasional di Amerika Serikat pada tanggal 25 April 2026 hingga 1 Mei 2026.
![]() |
| Rafi sedang di Silicon Valey, Amerika Serikat. |
HIEREN mulai dikembangkan waktu Rafi masih menjadi mahasiswa Kesmas FIKes Unsoed. HIEREN dikembangkan sebagai Social Enterprise Energi Terbarukan berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa. Inovasi yang diusung berupa sistem modular plug and play yang dapat langsung digunakan tanpa proses perakitan, mampu menyala selama 24 jam, serta terintegrasi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mendukung pengelolaan energi secara mandiri oleh masyarakat, kata Yanti (tenaga ahli Dinkopukm Prov Jateng).
![]() |
| Rafi saat pasca presentasi akhir kompetisi pertamuda dan pengumuman top 3 pertamuda di Jogya. Yanti juga hadir. |
Berangkat dari latar belakang sebagai anak desa asal Cilacap, Rafi mengembangkan inovasi tersebut berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, terutama terkait keterbatasan akses energi di wilayah pesisir dan pedesaan, ujar Yanti yang saat ini sebagai Dewan Pengarah MSB (Masyarakat Singkong Banyumas).
Yanti (tenaga ahli Bank Indonesia dalam Coaching dan Pendampingan UMKM) menambahkan bahwa selama berada di Silicon Valley, Rafi berkesempatan mengunjungi Google serta terlibat dalam Komunitas Startup Global seperti Startup Grind guna memperluas jejaring internasional dan memperkenalkan inovasi berbasis desa dari Indonesia kepada dunia.
Rafi menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan juga bentuk kontribusi untuk membawa nama Unsoed dan potensi desa di Indonesia ke tingkat global. Ia berharap pengalamannya dapat menginspirasi mahasiswa untuk berani berinovasi dan membangun karya yang berdampak bagi masyarakat. “Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani bermimpi besar dan mulai berkarya, ungkap Rafi.
Yanti yang pernah menjadi Manajer Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed bersertifikat AIBI dan World Bank menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi menunjukkan bahwa mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki daya saing global apabila didukung ruang pengembangan, pendampingan, dan ekosistem inovasi yang tepat. “Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia. Pusat Inkubator Bisnis akan terus mendorong lahirnya startup-startup muda yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan masyarakat,” jelasnya.
Perjalanan Rafi dari desa di Cilacap hingga Silicon Valley menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat dapat berkembang dan memperoleh pengakuan di tingkat dunia, ungkap Yanti yang pernah sebagai Manajer Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed bersertifikat AIBI dan World Bank.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum






0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer