Purwokerto, Kafapet-Unsoed.com. Maraknya pembangunan kawasan industri di berbagai daerah saat ini, berdampak pada kebutuhan tenaga kerja bersertifikat. Sebuah langkah strategis ditempuh sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk kalangan UMKM Bengkel Las yang digagas oleh Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) bersama Kampuh Welding Cikarang (KWC), ungkap Ketua Ikatan Alumni FISIP Unsoed Jabodetabek dan Luar Negeri Drs. Nirwan Lesmana, SP. yang juga Pendiri dan Sekjen Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) saat bincang - bincang dengan Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com pada hari Rabu 20 Mei 2026.
Dengan memberikan beasiswa 60%, dari standar kisaran Rp.5 juta, kali ini Peserta cukup membayar Rp.2 juta saja. Dengan Modul Teori dan Praktik yang difasilitasi peralatan dan mesin modern, APD / Alat Pelindung Diri lengkap seperti helm, kacamata, sarung tangan, safety shoes, dll, kemudian material uji, serta makan siang.
Kegiatan akan dilaksanakan selama satu hari penuh, pada 15 Juni 2026 nanti, yang didedikasikan untuk para pekerja tehnik dan pemilik bengkel las.
"Sepertinya sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah yang meng-upgrade tenaga kerja di bengkel las. Padahal mereka adalah tulang punggung pembangunan infrastruktur saat ini, sekaligus ujung tombak pemasaran besi baja nasional," jelas Arif Yulianto, Direktur Kampuh Welding Cikarang.
Nota kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak, kiranya sejalan dengan misi Kampuh Welding Indonesia yang kantor pusatnya di Surabaya. "Menjadi jembatan untuk peningkatan SDM bidang pengelasan. Dengan kombinasi dari 3 aspek yaitu, keahlian (skill), sikap (attitude), dan pengetahuan (knowledge), niscaya kerjasama ini akan melahirkan juru las yang berdaya saing tinggi, meski dimulai hanya dari halaman bengkel las rumahan," tambah lelaki berkacamata, ayah tiga anak itu.
Angin segar ini disambut baik oleh Staf Khusus Bidang Informasi dan Komunikasi, Asosiasi Pengelasan Indonesia (API-IWS) Nirwan Lesmana, lantaran agenda kolaborasi pelatihan memang sangat dibutuhkan. "Banyak sekali juru las otodidak dari kalangan bengkel las. Mereka punya kemampuan yang mumpuni, tapi tak bisa berkembang, hanya karena selembar kertas yang disebut Sertifikat BNSP," ujar lelaki berkepala plontos itu dengan mata berbinar.
Nirwan Lesmana berharap semoga giat ini bisa menjadi momentum kebangkitan bagi kalangan industriawan, instansi pemerintah, dan pihak terkait agar lebih peduli dengan UMKM Bengkel Las di tanah air. Salam Pijar Silaturahmi Sinergi Kolaborasi.
Catatan :
Kampuh adalah istilah pengelasan artinya Tehnik Sambungan. Kampuh dijadikan nama tempat pelatihan pengelasan.
Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum
Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum




0 Komentar
Jika kesulitan posting komentar via hp harap menggunakan komputer