Bersatu Padu , Bergandeng Tangan, Membangun Persaudaraan Sejati

Kajian Kafapet Unsoed ke 49 di Cianjur Bahas Pentingnya Muhasabah


  

Muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspek kehidupan yang telah dilakukan oleh manusia. Muhasabah diri di dalam Agama Islam yaitu kita memaknainya sebagai bentuk intropeksi diri, evaluasi segala apa apa yang ada di dalam diri kita.

Demikian disampaikan oleh Ustad Yana Muhibudin dari Warois RSUD Cianjur , dalam acara Kajian Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed (Kafapet Unsoed) wilayah Jabodetabeksuci angkatan ke 49 yang digelar di kediaman Teguh Sudaryatno, Kota Cianjur.  Acara kajian yang berlangsung Minggu 20 Januari 2019 ini sekaligus sebagai acara syukuran telah selesainya pembangunan  Gazebo ala Joglo dari Jawa Tengah milik tuan rumah.

Kajian diikuti sekitar 40an orang dari wilayah Jakarta Bogor  Depok Tangerang Bekasi Sukabumi Cianjur (Jabodetabeksuci), dan juga dihadiri utusan dari Kafapet Wilayah Bandung Raya yaitu Carlita Farmasiana.

Puji Hartono (ketua Kajian), Teguh Sudaryatno (tuan rumah) dan Ustad Yana Muhibudin 

Dalam kesempatan ini,  Ustad Yana Muhibudin selaku penceramah membawakan topik tentang Evaluasi diri (Muhasabah). Ia menjelaskan,  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab secara etimologis berarti melakukan perhitungan.

Telah Allah SWT perintahkan serta Rasulullah SAW pesankan kepada kita semua, bahwasanya muhasabah sangatlah penting untuk senantiasa dilalukan oleh diri-diri setiap muslim.

"Muhasabah merupakan salah satu saran yang dapat mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT," jelas Ustad Yana.

Menurut Imam Al-Ghazali, Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memper­hatikan setiap hamba-Nya dan kelak akan mengadili, menimbang dan menghisab setiap amal terma­suk kedipan mata dan getaran hati. Manusia tidak akan selamat dari pertanggungjawaban kecuali de­ngan bermuhasabah. Jika di dunia ini selalu bermuhasabah maka di akhirat akan ringan dalam mengha­dapi pertanggungjawaban.

Ibnu Qayyim menyampaikan bahwa muhasabah hendaknya dilakukan sebelum dan sesudah melakukan suatu perbuatan atau perjuangan. Sebelum melakukan sesuatu dengan bertanya, apakah yang dilakukan akan sesuai degan syariat? Apakah pekerjaan yang dilakukan ikhlas dengan niat karena Allah Swt?

Lalu saat selesai mengerjakan sesuatu, kembali ber-muhasabah dengan pertanyaan, Apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan syariat? Apakah pekerjaan yang telah dilakukan ikhlas semata-mata karena Allah Swt.

Adapun alasan Ibnu Qudamah menganjurkan muhasabah pada sore hari ialah untuk mengevaluasi kekurangan perilaku, ucapan, dan hati sepanjang hari. Sedangkan ulama tasawuf menganjurkan agar muha­sabah dilakukan setiap malam menjelang tidur. Di antara hal yang harus dimuhasabahi tersebut adalah hal-hal positif yang yang telah dilakukan seharian, serta membangun komitmen untuk meningkatkan kualitas diri di esok harinya. Kemudian menyesali kesilapan dan kealpaan yang telah dilakukan pada hari ini dan bertekad untuk memperbaikinya esok hari.

Muhasabah akan mewariskan nilai tambah dalam berpikir (basirah), kecerdikan, dan mendi­dik untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, Muhasabah mampu memper­luas pengetahuan dan itu semua didasarkan pada kemampuan hati untuk mengontrol setiap keputusan ataupun kebijakan yang diambil.

Beberapa hal pentingnya bermuhasabah dalam kehidupan sehari. Diantaranya,  yaitu :

Pertama, Niat, Muhasabah yang dilakukan baik pada pagi hari maupun sore hari bertujuan untuk mem­perkuat jiwa dan memastikan apakah bah­wa hari ini semua pekerjaan yang telah dilakukan telah diniat­kan secara Ikhlas semata-mata karena Allah. Sebab niat sangatlah penting bagi seorang muslim dalam melakukan sesuatu. Ibadah bukan semata mata melakukan sholat,  puasa,  tetapi semua pekerjaan baik yang dilakukan semata mata untuk mencari Ridho-Nya

Kedua,  Umur,  apa yang telah dilakukan selama ini.  Apakah dengan umur sekarang ini sudah banyak dilakukan untuk beramal ibadah atau sebaliknya.  Seharusnya,  porsi untuk beribadah,  mencari nafkah dan istirahat berimbang,  yaitu masing masing sepertiga bagian.

Ketiga,  Harta, hanya dua pertanyaan,  yaitu dari mana asal harta tersebut dan digunakan untuk apa harta tersebut.

Kajian Kafapet Unsoed kali ini,  selain diisi ceramah.  Diisi juga dengan diskusi dan tukar informasi tentang kegiatan kampus yaitu acara Dies Natalis yang ke 53 tanggal 9 Februari 2019 ,  Rencana Pembuatan Pesantren Alam Tahfidz Qur'an untuk anak anak Pemulung binaan Nadam Alumni Fapet Unsoed angkatan 88, serta sedikit "Orasi" dari Caleg dari Kafapet Unsoed yaitu Rumanti Danur Caleg DPRD Kab Cianjur dan Bagus Pekik Caleg DPR RI.
Roni Fadilah menyerahkan KTA ke perwakilan alumni

Acara kajian kali ini juga,  diisi penyerahan secara simbolik Kartu Tanda Anggota (KTA)  Kafapet Unsoed E-Money Mandiri kepada beberapa perwakinan Alumni oleh Ketua Kafapet Jabodetabeksuci Roni Fadilah.


Penyerahan KTA E Money ke alumni milenial
Roni mengatakan program KTA E Money mendapat sambutan luar biasa dari anggota Kafapet Jabodetabeksuci maupun dari daerah lain. Hal ini sungguh menggembirakan dan membuktikan bahwa Kafapet sangat kompak.***

Penulis : Roni Fadilah
Foto foto : Roni Fadilah 
Editor : Bambang Suharno

Share on Google Plus

About Bambang Suharno

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: