• PENGAJIAN BULANAN

    Tak kurang dari 30 anggota Kafapet se Jabodetabek Serang Sukabumi Cianjur (Sesuci) beserta keluarganya setiap bulan menghadiri pengajian bulanan di rumah alumni

  • Sarasehan dan Seminar Nasional Kafapet

    Bukti nyata Kafapet bukan sekedar forum silaturahmi melainkan juga ikut membahas masalah-masalah aktual di bidang peternakan

  • Kafapet Unsoed selalu aktif di forum Ka Unsoed

    Di Forum Keluarga Alumni Unsoed (Ka Unsoed), Kafapet sering menjadi pelopor dan peserta terbanyak. Antara lain pelopor kajian bulanan, peserta terbanyaj bedah buku Prof Rubiyanto dan lain-lain

  • Rapat Kordinasi Kafapet

    Munas, Rapat Kordinasi Nasional, Rapat Kordinasi Daerah adalah forum Kafapet Unsoed untuk membahas evaluasi dan program kerja Kafapet dan masalah lainnya

  • Mars Kafapet Unsoed

    Mars Kafapet wajib dinyanyikan pada acara resmi Kafapet di pusat dan daerah, antara lain acara temu alumni, seminar alumni, Munas, Musda, Rakornas dan sebagainya

ISPI Purwokerto Dinilai Paling Bagus (Catatan Penting dari Konggres ISPI XII Malang)




Kafapet-Unsoed.com . ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia ) Cabang Purwokerto dinilai sebagai contoh keberhasilan organisasi ISPI di daerah. Demikian salah satu catatan penting  Roni Fadilah saat mengikuti Kongress ISPI XVII di Malang, 6-8 Desember 2018. Roni Fadilah yang menjabat sebagai Ketua Kafapet Jabodetabeksuci hadir di kongres ISPI sebagai utusan ISPI Cabang Bogor.

Menurut catatan redaksi Kafapet-Unsoed.com Setidaknya sejak era PB ISPI dipimpin oleh Ir A. Purwanto (alumni Fapet IPB, waktu itu Direktur Elanco Animal Health), ISPI Cabang Purwokerto memang dikenal sebagai Cabang ISPI Paling aktif dan rapi dalam berorganisasi. Kantor ISPI Cabang Purwokerto saja ada papan namanya di jalan utama kota Purwokerto. Hal ini memperlihatkan eksistensi dan pengelolan organisasi yang serius . Kegiatan perekrutan anggota,  iuran anggota dan usaha yang dijalankan juga berjalan dengan baik. Kas organisasi pada saat itu juga paling bagus dibanding kas di cabang lain.

Pada kongres ISPI tahun ini ISPI Cabang Purwokerto kembali disebut-sebut oleh para petinggi ISPI sebagai ISPI Cabang yang paling bagus. Hal ini tidak lepas dari pengurus ISPI Cabang Purwokerto yang sebagian besar adalah para dosen dan alumni Fapet Unsoed yang dikenal aktif dan rapi dalam berorganisasi.

Kongres ISPI XII yang disertai dengan Seminar Nasional diselenggarakan di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB)  tanggal 6-8 Desember  2018. Kepanitian Kongres ISPI kali ini diketuai oleh Ir.  Didiek Purwanto, ISPI cabang Lampung yang juga Alumni Fapet Universitas Brawijaya (UB). Acara yang berlangsung setiap 4 tahun ini diikuti oleh hampir semua Cabang ISPI seluruh Indonesia.

Dari ISPI Purwokerto hadir Prof. Ismoyowati (Dekan Fapet Unsoed). Sedangkan Alumni Fapet lainnya yang ikut dalam Kongres ISPI adalah Roni Fadilah  (utusan dari ISPI Bogor), Lili Mawarti (utusan ISPI Lampung) dan   Bahri Syamsuryadi (utusan ISPI Sulsel).

Didiek Purwanto Ketua PB ISPI 2018-2022

Roni bersama Ketua Umum Terpilih Didiek Purwanto
Sebagaimana Konggres organisasi pada umumnya , agenda utama kongres ISPI yang ditunggu-tunggu publik adalah pemilihan ketua umum untuk periode berikutnya, tahun 2018-2022. Pada acara pemilihan ketua umum tersebut, ketua umum ISPI periode 2014-2018 Prof Ali Agus tidak terpilih kembali untuk periode kedua karena mayoritas peserta yang memiliki hak suara lebih memilih pergantian Ketua Umum. Dari hasil pemilihan, disepakati  Didiek Purwanto yang merupakan utusan dari Lampung sebagai Ketua Umum PB ISPI Periode 2018-2022. Pada periode sebelumnya Didiek adalah Sekjen ISPI . Didiek dikenal sebagai pengusaha penggemukan sapi (feedlotter) yang juga aktif di gabungan pelaku usaha sapi potong Indonesia (Gapuspindo). Di kalangan ISPI, Didiek adalah aktivis yang sudah lama mengabdi di ISPI Pusat maupun Cabang.

Munculnya nama Didik Purwanto diperkirakan karena sebagian pengurus ISPI di daerah menghendaki ketua umum dari kalangan pelaku usaha. Sebelum Ali Agus Ketua Umum ISPI  dipegang oleh A. Purwanto (2002-2006), kemudian Yudi Guntara (2006-2010 dan 2010-2014. Purwanto adalah  CEO Elanco Animal Health , sedangkan Yudhi Guntara adalah pelaku usaha penggemukan sapi potong.


ISPI berdiri bulan  Agustus tahun 1968 oleh Erwin Soetirto dkk yang merupakan generasi pertama insinyur peternakan. Erwin Soetirto adalah sarjana peternakan pertama yang menduduki Dirjen Peternakan. Tokoh ISPI lainnya antara lain Kusumo Diwyanto (alm) peneliti Balitnak dan Direktur Perbibitan,  yang menjabat Ketua Umum ISPI sebelum era Purwanto. Sementara itu anggota Kafapet Unsoed Dr. Riwantoro juga aktif di ISPI sebagai sekjen dan pengurus harian. Riwantoro pernah menjabat  Sekretaris Ditjen Peternakan dan saat ini menduduki posisi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP). Di daerah cukup banyak anggota Kafapet yang aktif di kepengurusan ISPI Cabang.

Roni bersama Purwanto (tengah)

Agenda Kongres ISPI

Agenda Kongres ISPI XII dimulai dengan seminar nasional peternakan dengan beberapa topik menarik, dilanjutkan dengan agenda utama berupa Kongres dan ditutup dengan acara rekreasi.

Berikut ini rangkaian acara kongres :
1. Hari Pertama, dibagi menjadi dua sesi yaitu :

A.  Sesi pertama 14.00- 20.30.
Seminar Nasional dan diskusi panel dengan 5 pembicara, yaitu
a.  Arah Kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan Peternakan. Oleh Prof.  Dr.  Ir.  Suyadi,MS,IPU, Dekan Fapet UB.
b.  Tantangan Sapi Potong,  Oleh Ir.  Joni Liano,  Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo)
c.  Kapitalisme Industri Perunggasan,  Oleh Audy Joinaldi, spt,  Ketua Himpunan Alumni Ternak IPB
d. Daya Saing Peternak Dalam Penyediaan Domba Kambing,  oleh Agus Solihul Huda,  Owner UD Gumuk Mas
e.  Kapitalisme Industri Persusuan,  Oleh Sulisitiyanto,  Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)  Wilayah Jawa Timur


Roni bersama Lili Marwati (ISPI Lampung)
B.  Sesi kedua,  Kongres Tahap I,  yaitu :
a.  Pengesahan Tata tertib dan Agenda Kongres ISPI ke XII
b.  Laporan Pertanggungjawaban dannpandangan umum Laporan Pertanggungjawaban
c.  Demisioner kepengurusan ISPI periode 2014-2018
d.  Pemilihan ketua sidang
e.  Pemilihan Majelis ketua yang terdiri dari 5 orang yaitu 2 orang
Pengurus Besar ISPI periode 2014-2018, 3 orang dari Pengurus Cabang yang dipilih oleh peserta kongres.
f.  Penyusunan, Pembahasan Program dan pembagian tugas komisi -komisi yaitu dibagi 3 komisi: 1. Komisi AD/ART, 2. Komisi Garis Besar Haluan Organisasi, dan 3. Komisi Pernyataan Sikap dan Masukan Kepada Pemerintah.

Roni bersama Prof Ismoyowati
Hari kedua, dibagi menjadi dua sesi,  yaitu
1. Sesi Pertama, jam 08.00-11.15.
Seminar Outlook Peternakan 2019 dengan Thema "Terobosan Teknologi Busnis keuangan dalam Mendukung Usaha Peternakan".
2. Sesi kedua,  jam 13.00-22.00

Kongres Tahap II, berupa penetapan program Kerja,   penetapan AD/ART, Penetapan Rekomendasi utk pemerintah di sidang Pleno,  dan Agenda utama kongres ke XII adalah pemilihan Ketua umum PB ISPI Periode 2018-2022. Sesuai tatib kongres,   calon Ketum dipilih dari 5 suara terbanyak dari nama nama calon yg diusulkan oleh Utusan ISPI Wilayah.   5 Besar dari 10 calon yg terjaring, yaitu Didiek Purwanto,  Ali Agus,  Audy Joinaldi, Suyadi dan Joko Susilo.  Dan 5 besar terpilih tersebut secara otomatis jadi formatur  untuk memilih Ketum PB ISPI, dan akhirnya terpilih Ketum PB ISPI periode 2018-2022 yang baru yaitu Ir.  Didiek Purwanto dari ISPI Lampung.
3. Pelantikan Ketum PB ISPI Periode 2018-2022
4. Penentuan kongres ISPI ke XIII di Lampung.

3. Hari ketiga,  yaitu acara keakraban,  senam pagi dan kampanye gizi,  serta wisata petik jeruk di P-WEC,  Petungsewu Batu.

Roni bersama Bahri (kiri) ISPI Sulsel
sumber informasi dan dokumentasi: Roni Fadilah dan Catatan Redaksi
Share:

Kajian Kafapet ke 48 Bahas Cara Pandang dalam Beragama


Kajian Keluarga Alumni Fakultas Peternakan (Kafapet) Unsoed wilayah Jabodebeksuci yang ke 48 kembali dilaksanakan di kediaman Teguh Munajat angkatan 86, Ahad 2 Desember 2018 di Villa Japos Block H1 No. 25 Pondok Aren. Sebagai penceramah adalah Ustad DR. Didin dari Pengurus Masjid komplek Villa Japos.

Ketua Kafapet Jabodetabeksuci Roni Fadilah menyampaikan bahwa topik yang dibawakan ustad Didin cukup menarik. Mengutip pernyataan Ustad Didin, Roni menyampaikan bahwa setiap individu mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap agama, tetapi akhirnya bermuara dalam satu tujuan. Perbedaan dalam menjalankan syariah ini dimungkinkan karena banyak sekali contoh contoh waktu zaman Nabi Sollahu Alaihi Wassalam,  tetapi yang perlu dicatat,  semua perbedaan itu harus ada pijakannya, bukan berdasarkan hawa nafsu manusia.

Pijakan pertama dilandasi dengan adanya do'a yg wajib dibaca setiap hari minimal 17 kali,  yaitu surat Al Fathihah,  didalamnya ada ayat 6 yaitu ihdinashi-shirothol mustaqiim, artinya "Tunjukilah kami jalan yang lurus"

Arti Jalan itu sendiri ada 3 yaitu Shirot,  shabil dan syariah

- Shabil yaitu jalan kecil
- Syariah yaitu jalan yang berbeda
- Syirot yaitu jalan yang lurus atau jalan yang  luas.

Dicontohkan:
Perbedaan syariah dalam masalah Qunut di Sholat Subuh. Di Indonesia ada dua pemuka agama (Ulama)  yaitu Buya Hamka yang berpendapat tidak ada Qunut. Suatu waktu ada kedatangan tamu yaitu sahabat beliau Wahid Hasyim (Pendiri NU). Saat waktu subuh tiba,  Buya hamka menjadi imam,  tetapi dalam sholatnya pakai Qunut,  karena beliau menghargai Wahid Hasim yang Sholat subuh suka pakai Qunut.  Suatu waktu Buya Hamka bertamu ke Wahid Hasim,  pas berjamaah Subuh,  Wahid Hasim yang  jadi Imam,  dalam sholatnya tidak pakai Qunut karena menghormati Buya Hamka yang tidak pakai Qunut.

Contoh kedua,  cerita Saat di jaman Rosulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. ada sahabat suami istri yang bertengkar,  kemudian saat bertengkar suaminya berkata "Demi Allah,  aku tidak akan menyentuh kamu sampai suatu waktu".

Pada suatu waktu suaminya "mengajak" istrinya,  dan Istrinya tidak mau,  karena suaminya sudah "bersumpah". Dalam kasus ini,  sahabat tersebut langsung bertanya ke sahabat yaitu :
1. Abu bakar Rodhiallahu anhu (ra),  beliau bawakan dalil dari surat Al Baqoroh,  maka pendapat Beliau sudah jatuh talak 3.
2.  Pergi ke Umar ra , Sahabat Umar membawa dalil dari surat Al Ihsan,  maka beliau berpendapat  bahwa sahabat tersebut dapat kafarat jangan berhubungan suami istri selama 40 tahun,
3. Pergi ke sahabat lainnya yaitu Usman ra, Usman ra membacakan surat Ali Imron,  "buah itu berbuah pada musimnya,  dan tunaikan lah kewajibannya". Sahabat tersebut dapat kafarat selama satu tahun.
4. Pergi ke sahabat Ali ra,   Sahabat Ali ra membawakan dalil dari Al Quran,  dan menyimoulkan kafaratnya hanya sehari semalam.

Melihat ada 4 jawaban yang berbeda,  lalu sahabat tersebut mengadu ke Rasullullah saw. Lalu ke 4 sahabat dipanggil semua.

Para sahabat tersebut ditanya satu satu, dan semua pendapat sahabat dengan membawa dalil masing masing dibenarkan oleh Rasullullah saw. Lalu Rasulullah saw bersabda :
"sahabat-sahabatku bagaikan bintang di langit,  yang  memberikan jalan buat umat"

Di penutup kajian,  Ustad DR Didin sekali lagi menegaskan bahwa dalam menjalankan syariah akan dijumpai perbedaan,  tetapi perbedaan tersebut bukan berdasarkan hawa nafsu tetapi harus disandarkan kepada sandaran (dakil) yang kuat.

Dalam kajian tersebut,  Wiseno Nurhamzah angkatan 83 memberikan ulasan lebih lanjut,  yaitu sbb

Catatan atas kajian kafapet 2/12/18 (Wiseno Nurhamzah)

Yang saya pahami

Shirat al-Mustaqim (Arab: الصراط المستقيم, Ash-Shirāthal Mustaqiym) adalah sebuah frasa dalam surat Al Fatihah. Kalimat ini secara harfiah memiliki arti "jalan (yang) lurus". Para ulama ahli tafsir baik dari kalangan sahabat ataupun dari para tabi'ut dan tabi'ut tabi'in, telah banyak memberikan penjelasan tentang arti dari shiratal mustaqim.

Etimologi
Kata ash-shiraath (الصراط) diambil dari kata saratha (سرط) dan karena huruf sin (س) dalam kata ini bergandengan dengan huruf ra (ر), maka huruf sin (س) diucapkan shad (ص). Asal kata ash-shiraath sendiri bermakna "menelan". Jalan yang lebar dinamakan shiraath, karena sedemikian lebarnya sehingga jalan itu bagaikan menelan pejalannya.

( kecuali tadi .... Mungkin  belum saya dapati tafsir "shirat" dengan arti luas / lebar sehingga dijadikan sebagai alasan untuk menerima perbedaan yang demikian luas dalam banyak hal dalam Islam...... padahal... )

Perbedaan penjelasan para ulama tentang makna shiratal mustaqim tidaklah saling bertentangan satu sama lain, bahkan saling melengkapi. Dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas bahwa shiratal mustaqim adalah agama Islam yang sangat jelas dan gamblang, yang harus diilmui dan diamalkan berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga bisa menjadikan pelakunya masuk ke dalam surga Allah Ta’ala.
*Jalan inilah yang ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya*.

Shiratal Mustaqim Hanya Satu

Shiratal mustaqim yang merupakan jalan kebenaran *jumlahnya hanya satu dan tidak berbilang*, Allah Ta’ala berfirman :

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) , karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa“ (Al An’am:153).

Hal ini dipertegas oleh penafsiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ayat di atas.  Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat satu garis lurus, kemudian beliau bersabda, “ Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau membuat garis-garis yang banyak di samping kiri dan kanan garis yang lurus tersebut. Setelah itu beliau bersabda , “Ini adalah jalan-jalan (menyimpang). Di setiap jalan tersebut ada syetan yang menyeru kepada jalan (yang menyimpang) tersebut.“ (H.R Ahmad 4142).(Lihat Jaami’ul Bayaan fii Ta’wiil Al Qur’an)

https://muslim.or.id/10648-shirathal-mustaqim-petunjuk-jalan-yang-lurus.html

Sumber artikel dan Foto: Roni Fadilah
Share:

UNDANGAN KAJIAN DAN SIRAMAN ROHANI KE 48


Kafapet Unsoed Jabodetabeksesuci akan mengadakan Kajian & Silaturahmi "Siraman Rohani" ke-48 di kediaman Ir. Teguh Munajat (angkatan 86), di Vila Japos, Pondok Aren Tangerang Selatan, Minggu 2 Desember 2018. Demikian informasi dari bagian kerohanian Kafapet Jabodetabeksuci  Puji Hartono. Ia mengharapkan para alumni dari berbagai angkatan khususnya yang tinggal di wilayah  Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang, Sukabumi, Cianjur dan sekitarnya bisa menyempatkan diri menghadiri acara ini.

Berikut ini undangan acaranya :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bersama ini kami mengundang kehadiran Teman2 Alumni Kafapet Unsoed Jabodetabeksesuci, untuk menghadiri acara Kajian & Silaturahmi "Siraman Rohani" ke-48.

Kami berharap acara silaturahmi bulanan ini bisa menyambung tali Kekeluargaan yg lebih "Mulia" lagi, karena dng kegiatan ini kita bisa menimba ilmu untuk kehidupan Dunia & Akhirat yg Hakiki.

Hari/Tanggal  :  Ahad (Minggu) / 24 Robi'ul Awwal 1440 H• / 02 Desember' 2018
Waktu           :  Jam 09.30 WIB s/d Dzuhur (Dzuhur)
Tempat          :  Bapak Teguh Munajat
Alamat           :  Villa Japos Blok H 1 No.25  Pondok Aren Tangerang Selatan.

Hp  0812-8236-700

Dari tol JORR (Jakarta Outer Ringroad) keluar bisa melalui 3 alternatif :

1. Ciledug, belok kiri sekitar  3.5 km masuk ke jln. H. Mencong.

2. Joglo, ke kiri sekitar 3 km sampe ketemu jln ciledug raya, belok kiri sekitar  300 m ke kanan masuk jln. H. Mencong

3. Pondok Aren, lurus arah Bintaro sektor 9, terus masuk jl jombang raya arah Ciledug.

Dengan Waze  ketik : masjid jami anni'mah Japos

Sungguh akan menjadi sesuatu yang Luar Biasa jika teman-teman Alumni berkenan hadir dalam acara tersebut.


وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sie Kerohanian 

Note : harap disebarluaskan info ini ke sesama alumni Fapet Unsoed
Share:

Video Temu Alumni Nasional Kafapet


Kafapet-Unsoed. Bagi Anda yang hadir maupun tidak hadir pada acara Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed di Hotel MG Setos Semarang, 4 November 2018, silakan lihat video kegiatan temu alumni dan rasakan suasana kemeriahan temu alumni yang luar biasa. Video ini dibuat oleh tim panitia yang dikomandani oleh Ign Hariyanta Nugraha.

Kekompakan dan kemeriahan Kafapet Unsoed tampak luar biasa sebagaimana rangkaian acara yang ditampilkan di video ini. Sebuah komunitas yang beragam dari berbagai daerah, berbagai profesi, berbagai usia, menyatu dalam sebuah keluarga besar Kafapet Unsoed.

Banyak cerita unik dibalik meriahnya acara ini. Salah satunya tentang  rombongan dari Purwokerto yang sebagian terdiri dari para dosen, membawa satu bus yang dikemudikan oleh mas Gembong (angkatan 82 ?), salah satu alumni yang juga pengusaha. Di dalam bus tersebut ada para senior antara lain Ning Rachmawati, Ely Tugianti, Data Dewi Purwantini dan lain-lain. Serunya perjalanan membuat kesan tersendiri bagi alumni yang lebih muda. Betapa semangatnya para senior menghadiri acara temu alumni.

Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi yang lebih junior untuk aktif bersilaturahmi dalam acara temu alumni nasional yang akan datang.

Selamat menikmati nuansa kekompakan, dan kehebatan Kafapet Unsoed***




Share:

Dua Alumni Fapet Unsoed Dilantik Menteri Pertanian Sebagai Pejabat Eselon 2

Riwantoro (no 3) beserta pejabat lain yang dilantik Mentan, 12 Nov 2018
Kafapet-Unsoed.com. Menteri Pertanian Amran Sulaiman melantik 9 Pejabat Tinggi Pratama Eselon II dan 6 Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Lingkup Kementerian Pertanian di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. (12/11/2018). Dua di antaranya adalah alumni Fapet Unsoed.

Dua alumni Fapet Unsoed yang dimaksud adalah Dr. Ir Riwantoro (sks 80) dan Dr. Ir. Siswoyo (sks 81). Riwantoro sebelumnya berkarir di Ditjen PKH sejak lulus kuliah hingga berada di posisi eselon 2 sebagai sekretaris Ditjen PKH. Jabatan Sekretaris Ditjen merupakan Jabatan eselon 2 yang strategis karena memiliki tugas mengkordinir semua kegiatan manajemen Ditjen. Pada posisi ini, Dirjen PKH sempat mengalami pergantian beberapa kali, namun posisi Sekdit tetap di tangan Riwantoro. Ia juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dirjen PKH saat terjadinya kekosongan jabatan Dirjen PKH . 

Riwantoro selaku Pelaksana Tugas Dirjen PKH (no 4) menerima naskah rekomendasi Sarasehan Peternakan Nasional Kafapet dari Prof Mulyoto bersama pengurus Kafapet, tahun 2016 
Selanjutnya Tahun 2016 Riwantoro diangkat sebagai Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan di Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan. Di posisi ini ia membuat gebrakan berupa Toko Tani Indonesia yang berkembang sangat pesat dalam waktu 2 tahun jumlahnya lebih dari 1000 toko di berbagai daerah.  Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan konsep baru memangkas jalur distribusi pangan sehingga konsumen dapat memperoleh harga yang wajar dan petani sebagai produsen tetap mendapatkan untung. Setelah 2 tahun menduduki posisi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, kini Riwantoro menjadi Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP), masih dalam jabatan eselon 2.

Adapun Siswoyo yang dilantik sebagai Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebelumnya Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pendidikan, Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP (Badan Pendidikan dan Pelatihan SDM Pertanian). Redaksi belum mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai perjalanan karir Siswoyo.

Harapan Menteri
Dalam sambutannya, Mentan Amran Sulaiman berharap Polbangtan menjadi contoh sekolah pertanian bertaraf internasional. "Polbangtan merupakan masa depan pertanian dan nantinya harus kuat serta mampu bersaing dengan negara lain", katanya.
"Alsintan dan benih terbaik nantinya, dapat dihasilkan oleh putra-putri dari Polbangtan, dan itu pasti bisa. Karena ada tanda-tanda baik di sektor pertanian, hal tersebut terlihat dari minat masyarakat yang ingin masuk Polbangtan", tegas Amran.
Dirinya berharap direktur yang baru dilantik, lebih baik dari sebelumnya. Kepada Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Amran meminta agar mengoptimalkan dan meningkatkan penempatan alsintan terutama untuk lahan rawa. optimalkan lahan rawa.
Berikut ini nama pejabat yang dilantik 12 November 2018:
1. Prof. Dr. Ir. Risfaheri sebagai Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan.
2. Dr. Ir. Riwantoro sebagai Sekretaris Badan Ketahanan Pangan.
3. Mulyadi Hendiawan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.
4. Ir. Bustanul Arifin Caya sebagai Kepala Pusat Pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
5. Dr. Ir. Leli Nuryati sebagai Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Sekretaris Jenderal.
6. Andi Nur Alam Syah sebagai Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Prasarana dan Sarana Peetanian.
7. Edi Purnawan sebagai Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
8. Dr. Ir. Idha Widi Arsanti sebagai Kepala Pusat Pendidikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
9. Wasis Sarjono sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
Direktur Polbangtan yaitu :
1. Ir. Yuliana Kansrini sebagai Direktur Polbangtan Medan.
2. Dr. Ir. Siswoyo sebagai Direktur Polbangtan Bogor.
3. Dr. Ranjiman sebagai Direktur Polbangtan Jogyakata-Malang.
4. Ir. Bambang Sudarmanto sebagai Direktur Polbangtan Malang.
5. Dr. Ir. Syaifauddin sebagai Direktur Polbangtan Gowa.
6. Drh. Purwanti sebagai Direktur Polbangtan Manokwari.

(dari berbagai sumber)
Share:

TERCATAT 15 CALEG WARGA KAFAPET UNSOED SIAP RAMAIKAN PESTA DEMOKRASI

Berdasarkan hasil pengumpulan data redaksi Kafapet-unsoed.com, per tanggal 27 November 2018 tercatat sudah ada 15 anggota Kafapet masuk bursa Caleg untuk pemilu tahun 2019. Dengan demikian ada tambahan data 2 orang dari data sebelumnya 11 november 2018 yang mencatat 13 orang Caleg . Dua bulan sebelumnya data yang masuk ke redaksi jumlahnya masih 8 orang. Para caleg berasal dari berbagai angkatan mulai dari 70an hingga 90an.

Berdasarkan data terbaru ada satu orang anggota Kafapet yang menjadi caleg di luar Jawa, yaitu Tugiarto, alumni PTUP yang menjadi Caleg di Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan, sisanya berada di Pulau Jawa.

Dari 15 caleg, sebanyak 5 orang adalah caleg dari PKS,  sisanya adalah caleg PDIP (2 orang),  PPP (2 orang), Nasdem (2 orang) , sedangkan partai lainnya yaitu Gerindra , PKB, Perindo dan Partai Berkarya, masing masing 1 orang.

Para Caleg Kafapet ada yang masuk bursa sebagai caleg DPR pusat , ada juga DPRD provinsi dan Kabupaten/kota.

Bagus Pekik adalah caleg PDIP untuk DPR pusat , Ibnu Salimi adalah caleg PKS untuk DPRD Provinsi Jateng. Caleg lainnya untuk DPRD Kabupaten/Kota.

Ketua Kafapet unsoed Bambang Riyanto Japutra (BRJ) menyambut baik banyaknya warga Kafapet yang ikut dalam kontestasi Pileg. Ia berharap kelak jika terpilih, dapat menjadi anggota legislatif yang kredibel dan amanah serta mampu menyalurkan aspirasi masyarakat peternakan.

Berikut ini daftar para caleg warga  Kafapet.

1. Bagus Pekik, Sukabumi. DPR Pusat dari PDIP
2. Johan Rifai, Semarang. DPRD Semarang Kota,  PKS
3. Rumanti Danur, Cianjur.  DPRD Kab Cianjur, PKS
4. Kukuh Pramono, Bogor . DPRD Kab Bogor,  Gerinda
5. Alip Hamzah,  Tasikmalaya. DPRD Tasikmalaya,  PPP
6. Ibnu Salimi. Banyumas. Cilacap, DPRD Provinsi Jateng, PKS
7. Ir Sarjana, Jakarta Timur, DPRD DKI, Partai Nasdem.
8. Anonim (Tak mau disebut namanya), DPRD Kota Pekalongan, PKB
9.Sardi susanto spt (sks 90), dprd Banyumas,  PDIP
10. Rhazes Faza Asrinda, DPR RI Banten 3, Partai Berkarya,  
11.Munir Al Imam Zarkasih, DPRD Banyumas, PPP
12. Putri Mei Sari, Spt. DPRD Kab. Tegal, PKS
13. Aliq Yunan Aliyudin, Spt (angkatan 96), DPRD Kab Purbalingga,  PKS
14. Edy Sucahyo (angkatan 85), DPRD Kota Purwodadi, Perindo
15. Tugiarto, DPRD Musi Rawas , Sumatera Selatan, Nasdem

Share:

GEBYAR TEMU ALUMNI NASIONAL KAFAPET PECAHKAN REKOR

Ketua Kafapet Bambang Rijanto (mengangkat Trophy )bersama Wakil rektor Unsoed Ahmad Sodik dan alumni angkatan 86 merayakan kegembiraan angkatan 86 menerima Best Of The Best Kafapet Award Trophy
Peserta sekitar 600an orang dari berbagai wilayah
Menteri Petrolium Timor Leste Hernani (no 7 dari kiri) bersama alumni 85
Angkatan 83 peraih The Best Costume
Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed yang diselenggarakan Hari Minggu 4 November 2018 di MG Setos  Hotel , Jl Inspeksi Gajah Mada Semarang, berjalan penuh gebyar dan meriah. Mengangkat tema "Harmony in Diversity" , acara yang dikomandani oleh Ketua Panitia Ign Hariyanta Nugraha (Igie) menghadirkan suasana kekompakan, keceriaan, kekeluargaan dan keakraban antar sesama alumni dari berbagai angkatan dan dari beragam daerah dan juga beragam profesi.

Acara ini juga berhasil memecahkan beberapa rekor dibanding acara sejenis yang diselenggarakan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain rekor jumlah peserta yang kali ini mencapai sekitar 600an orang. rekor lainnya adalah mampu menghadirkan alumni yang menjadi pejabat di negara tetangga, yaitu Menteri Petroleum Timor Leste Hernani Coelho Da Silva, yang merupakan alumni angkatan 1986.
Jumlah daerah yang hadir juga lebih beragam, tercatat hadir perwakilan Kafapet Wilayah Sulawesi,  Lampung,  Sumatera Selatan,  Jatim,  Jogja Solo, Pantura,  Ciayumajakuning,  Priangan Timur,  Bandung Raya,  Banten,  Jabodebeksuci dan tuan rumah Semarang Raya. Selain itu, kekompakan terasa dari hampir semua angkatan hadir juga. Di mulai dari angkatan 66, Angkatan 70an,  angkatan 80an,  angkatan 90an dan angkatan 2000an,  semua angkatan menggunakan uniform khas masing masing.

Acara Temu Alumni Tahunan juga dihadiri oleh Wali Kota Semarang (Diwakili oleh Kadis Perekonomian), Pihak Rektorat yaitu Prof. Ahmad Sodik,  Dekan Fapet Prof.  Ismoyowati beserta Jajarannya,  Ketum PP KA Unsoed  Haiban Hadjid beserta Jajarannya, serta Ketum PP Kafapet Bambang Riyanto Japutra (BRJ)

Dalam Acara Temu Alumni Nasional tersebut diisi selain paparan dari Ketua Panitia,  Perwakilan Wali Kota Semarang,  Rektor,  Dekan, Ketum PP Kaunsoed dan Ketum PP Kafapet, juga diisi oleh Hiburan dan gelar kompetisi perform masing masing angkatan, dan disediakan juga beberapa Doorprize.  Tidak lupa, acara akbar ini diawali dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Kafapet yang dinyanyikan oleh group paduan suara M.7 Choirs  dari Semarang, beserta para alumni. Tampil juga  Duta Seni Tari Kota Semarang yang baru saja menjuarai lomba tari tingkat Nasional, Arista Nada band (Aris Pramono, D.3 angk 84). Seluruh acara dipandu oleh  MC Drs Artanto (alumni FE UNSOED 82) dan Penyanyi yang terkenal di kota Semarang.

Panitia juga memberikan Piala untuk Katagori The Best Uniform (Costume), the Best Quantity, The Best Perform,  dan the Best of The Best.  Berbagai angkatan berusaha tampil sebaik mungkin untuk mendapatkan piala. Dewan juri yang berasal dari Ka Unsoed (Riswati Eko dan Andriajani) akhirnya memutuskan bahwa Angkatan 83 mendapatkan piala The Best Costume,  dan sisanya angkatan 86 memborong semua piala yaitu The Best Perform,  The Best Quantity dan The Best of The Best.

Momen Temu Alumni Nasional  di Semarang, juga dimanfaatkan untuk acara reuni per angkatan.  Tercatat angkatan yang mengadakan reuni yaitu angkatan 81, angkatan 82, angkatan 83, angkatan 87, angkatan 88, angkatan 89. Angkatan 90. Angkatan 92 . Beberapa angkatan lainnya mengadakan acara makan malam bersama sambil menikmati indahnya kota semarang di malam hari, antara lain angkatan 85 yang mengadakan acara keakraban di Simpang Lima Semarang.

Kepada redaksi Kafapet-unsoed.com Ketua Panitia Ign Hariyanta Nugraha menyampaikan rasa syukur dan haru atas suksesnya rangkaian acara Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed di Semarang yang berjalan dengan baik, lancar, semarak, penuh warna dan banyak kejutan.
"Dari junior hingga senior larut dalam kebersamaan, keakraban, paseduluran yang sebenarnya melebihi ekspektasi kami panitia. Hal tersebut merupakan cerminan kerinduan para alumni untuk bertemu satu dengan yang lain, dan kekuatan cinta pada Kafapet lah yang mendorong alumni hadir di Semarang," ujarnya.

Igie menambahkan, "sebagaimana kesepakatan dan komitmen  kami sebagai panitia yang diberi kepercayaan oleh Ketua PP Kafapet UNSOED untuk menjadi tuan rumah yang baik, kami berupaya untuk  menyambut tamu-tamu kita dengan berpegang pada 3 - uh  yaitu lungguh, gupuh dan suguh. apapun yg telah kita rencanakan, kita siapkan, tanpa kehadiran para alumni memenuhi undangan kami tiada artinya acara tersebut. dan banyak kemudahan-kemudahan yang seolah datang begitu saja, mengalir begitu begitu indah".

Paling Aktif dan Kompak

Kesuksesan Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed makin mengukuhkan Kafapet sebagai keluarga alumni fakultas di lingkungan Unsoed yang paling akrab, paling kompak dan paling aktif. Hal ini diakui oleh Ketua KA Unsoed Haiban Hadjid dalam beberapa kesempatan, dan diakui juga oleh beberapa pengurus keluarga alumni fakultas lain di lingkungan Unsoed. Acara kajian bulanan di Jabodetak, acara temu alumni nasional tahunan, reuni per angkatan dan berbagai kegiatan lainnya di berbaga daerah membuat decak kagum   alumni fakultas lain. Bahkan juga alumni Fakultas Peternakan dari kampus lain juga mengaku heran dan kagum dengan kemeriahan temu alumni nasional satu fakultas yang kemeriahannya sama bahkan melebihi temu alumni satu perguruan tinggi.

Beberapa alumni yang diwawancarai Kafapet-Unsoed.com mengatakan, keakraban dan kekompakan ini bisa terjadi karena sudah dipupuk sejak masa kuliah, dimana para dosen Fapet pada umumnya dekat dengan mahasiswa. Sistem pendidikan di Fapet yang banyak tugas kelompok baik di kelas maupun praktek lapangan, sangat mungkin membuat para mahasiswa secara alamiah menjadi saling mengenal dan akrab satu sama lain. Ditambah lagi Fapet Unsoed juga dikenal menghasilkan aktivitas yang produktif  sejak tahun 80an, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Beberapa karya mahasiswa Fapet Unsoed antara lain ikut sebagai pendiri Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) tahun 1980an di era Hery Suprapto (alm) dan Satriyo Widhi Purboyo dkk yang diaktifkan kembali atas gagasan Ketua Senat Mahasiswa Tahun 1987 Joni yang kemudian menggelar Munas Luar Biasa Ismapeti di Makassar, dan berlanjut aktif hingga sekarang. Juga karya majalah kampus Husbandry yang beberapa kali mendapat penghargaan di tingkat nasional, serta prestasi di lomba karya ilmiah nasional dan lain sebagainya.

Wakil Rektor Unsoed Prof Ahmad Sodik dan Dekan Fapet Unsoed Prof Ismoyowati menyampaikan kebanggaannya kepada para alumni Fapet yang luar biasa dalam menyelenggarakan temu alumni nasional ini.

Silakan Simak foto-foto indahnya kebersamaan dalam gebyar Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed.***

Liputan by Roni & Bams
Foto : Roni, Bams, Group wa Kafapet














Share:

HARI INI LIMA RATUSAN ALUMNI FAPET UNSOED RAMAIKAN TEMU ALUMNI NASIONAL

Kota semarang sejak Sabtu 3 november kemarin ramai dikunjungi alumni Fapet Unsoed. Diperkirakan 500an orang alumni, belum termasuk keluarganya, sebagian sudah berada di Semarang.  Beberapa angkatan melakukan reuni angkatan masing masing sambil menikmati destinasi wisata dan kuliner kota semarang,  antara lain Lawang Sewu,  Simpanglima dan sebagainya.

Agus Kadarisman,  salah satu panitia mengatakan, Hernani Coelho Da Silva,  menteri Petroleum Timor Leste yang alumni angkatan 86 sudah berada di Indonesia dan besok diagendakan hadir di temu alumni nasional KAFAPET UNSOED. 

Rektor Unsoed, Dekan Fapet,  Ketua KA Unsoed juga siap hadir di temu alumni Nasional Kafapet Unsoed hari ini yang akan berlangsung jam 9.00 hingga 14.00. Ketua Panitia Ign Harijanta menghimbau agar peserta datang sebelum jam 9 agar acara dapat berlangsung tepat waktu.***


Share:

DUTA SENI TARI SEMARANG SIAP RAMAIKAN TEMU ALUMNI NASIONAL KAFAPET UNSOED

Kafapet-unsoed   Bertempat di Ballroom Hotel MG SETOS jl. Inspeksi Gajah Mada Semarang, Minggu, 4 nov 2018, pukul 09.00 - 14.00wib, acara TEMU ALUMNI NASIONAL KAFAPET UNSOED siap digelar dengan mengangkat tema "Harmony in Diversity".

Ketua panitia temu alumni nasional Ignatius Harijanta  (Igie) mengatakan,  saat ini jumlah yang konfirmasi hadir kurang lebih  400 - 450 alumni dari berbagai wilayah Kafapet di Indonesia, dan pada tgl 3 nov ada acara temu alumni per angkatan di beberapa  venue di semarang, yang diselenggarakan oleh masing- masing angkatan.

Berikut ini beberapa perkembangan yang diinformasikan oleh ketua panitia:
Pengisi acara adalah :
1. Duta Seni Tari Kota Semarang yg baru saja menjuarai lomba tari tingkat Nas.
2. Arista Nada band (Aris Pramono, D.3 angk 84)
3. M.7 Choirs (group paduan suara igie)
4. MC Drs Artanto alumni FE UNSOED 82, seorang MC dan Penyanyi yg terkenal di kota Semarang.

Pada acara tersebut juga disediakan doorprize menarik antara lain: Laptop, Netbook, HP, TV, Jam Tangan pria dan wanita dan doorprize menarik lainnya. Panitia masih menerima donasi berupa barang untuk doorprize, maupun karangan bunga sebagai ucapan selamat baik individu, angkatan, wilayah dan perush2.

Disamping itu akan dipilih beberapa  katagori angkatan terbaik yaitu : the best quantity, the best costume, the best performance & best of the best dari ketiga katagori tersebut , dengan tim juri PP KA UNSOED, yang direncanakan hadir sebanyak 8 orang.

Disediakan pula fotobooth secara gratis untuk mengabadikan moment kebersamaan.

Sehubungan dengan masa kampanye maka jadwal kehadiran gubernur/walikota semarang ditiadakan untuk menjaga netralitas. "Terkait dengan kehadiran menlu Timor Leste Hernani Coelho, statusnya masih terkonfirmasi,"ujar Igie.***
Share:

Temu Alumni Kafapet Unsoed 4 November 2018 Pindah ke Hotel MG Setos Semarang





Kafapet-Unsoed.com . Sehubungan dengan telah mulainya masa kampanye Pilpres, maka penggunaan fasilitas milik pemerintah untuk  acara yang berupa pengumpulan massa sangat dibatasi dan perlu ijin khusus. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka tempat Temu Alumni Nasional Kafapet Unsoed tanggal 4 Nov 2018 yang sedianya akan diselenggarakan  di Aula Rumah Dinas Walikota Semarang  dipindah ke Ballroom Hotel MG SETOS, jln Inspeksi Gajahmada, Semarang 50133, Telp 024.86002001. Demikian disampaikan Ketua  Panitia Temu Alumni Nasional Kafapet UNSOED 2018, Ign Hariyanta Nugraha (Igie). Keputusan ini diambil berdasarkan rapat panitia tanggal 30 september 2018. Igie menambahkan, para alumni tidak perlu khawatir atas perubahan ini  karena lokasi  acara yaitu Hotel MG Setos berada di pusat kota Semarang sehingga lebih mudah dijangkau. Informasi dan himbauan kepada alumni dimanapun berada agar hadir di acara temu alumni nasional di Semarang telah beredar melalui medsos antara lain wa dan facebook. Himbauan terbaru dibuat dalam bentuk video sebagaimana berikut ini.

Selain perubahan lokasi acara , rapat panitia baru baru ini juga memutuskan beberapa hal sebagai berikut:
  1. Bahwa dalam rangka mendukung acara tersebut dan adanya perub tempat acara, maka diperlukan pembiayaan yang berasal dari  Iuran khusus Kafapet Semarang Raya, Donatur khusus para alumni dan sponsorship dari beberapa perusahaan dan instansi serta partisipasi iuran dari peserta temu alumni. Besaran iuran diluar Semarang Raya diharapkan minimal Rp.50.000/orang tidak termasuk untuk mendapatkan Kaos Temu Alumni yang akan digunakan pada sesi pemotretan alumni lintas angkatan. Pembayaran agar dikoordinir setiap angkatan ke Rekening PP Kafapet Unsoed Bank Mandiri no. 1390012622548, dengan menambahkan nominal 500 pada saat transfer untuk membedakan transfer kegunaan lain. Tanda setoran dikirim ke Bendahara umum PP Kafapet sdri. Farida 08122664537. ukuran kaos info ke Agung Sri Kuncoro 081316885366 (ditunggu selambatnya tgl 7 okt 2018).
  2. Untuk Kafapet yang sudah melakukan pemesanan hotel/penginapan secara rombongan dan memerlukan penjemputan ke Hotel MG SETOS, Panitya akan memfasilitasi sarana transportasi.
  3. Melanjutkan tradisi tahun lalu akan diselenggarakan pemilihan Angkatan terkompak dengan beberapa Katagori : a. jumlah peserta terbanyak, b. kostum terkompak, c. yel2 terkompak dan d. foto terbaik per angkatan.
  4. Mohon segera konfirmasi kehadirannya, utk menentukan penyediaan dan pengaturan kursi, penyediaan makanan dan minuman, dan fasilitas lain, agar Temu Alumni dpt berjalan nyaman dan aman.
  5. Panitia membuka tangan apabila ada donasi untuk  tambahan door prize.


Igie selaku Ketua Panitia mengharapkan partisipasi para alumni untuk menyebarluaskan perkembangan ini ke sesama alumni dimanapun berada.
***
sumber : Igie
Share:

KAJIAN BULANAN KE 47 DI SUKABUMI : DOA UNTUK CALEG


Kafapet-Unsoed.com.  Kajian rutin Keluarga Alumni Fapet Unsoed  kembali diselenggarakan di Sukabumi yaitu di kediaman H.  Bagus Pekik,  alumni Fapet Unsoed angkatan 88, pada hari Ahad 30 September 2018. Kajian Kafapet ke 47 ini merupakan kajian Kafapet Unsoed yang ketiga yang diselenggarakan di kediamannya.

Seperti kajian sebelumnya,  Bagus Pekik selalu menyediakan tempat bermalam untuk Keluarga Alumni Fapet Unsoed yang datang dari luar kota. Pada kajian kali ini, tempat yang disediakan di villa Panglawungan Bumi Pasundan Situ Gunung Sukabumi.

Ketua KaUnsoed Haiban Hadjid (tengah) hadir di kajian Kafapet
Kajian menghadirkan Ustad yang dikenal dengan nama Ustad Biru Langit, merupakan singkatan dari nama Majlis Taklim "Bimbingan Rohani Laksanakan  Amalan Ingat Tuhan" yang berlokasi di Sukabumi . Ia adalah salah satu Da'i dari Binmas Polresta Sukabumi.

Acara kajian bulanan ini diikuti oleh alumni dari daerah Jabodebeksuci yaitu dari Depok,  Jakarta,  Bogor,  Bekasi,  Cianjur,  Sukabumi dan utusan dari Kafapet Wilayah Bandung Raya yaitu Carlita Farmasiana, serta sesepuh Kafapet Unsoed yaitu Kang Diding Suhardi dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Selaku tuan rumah, Bagus Pekik yang saat ini terdaftar sebagai Caleg DPR RI menyampaikan terima kasih kepada para alumni dari berbagai kota yang bisa menghadiri acara kajian Kafapet dan mohon doa dari rekan rekan alumni terhadap dirinya yang sedang berjuang untuk masuk ke Senayan.


Puji Hartono dan Bagus Pekik
Adapun isi ceramah yang dibawakan ustad Biru Langit, diantaranya membahas :
1. Dunia tempat ujian dan cobaan, untuk semua makhluk. Contoh Nabi Ayub As. Salah satu contoh yang diberikan ujian sakit cukup berat dan lama sekitar 11 tahun,  sampai masyarakat di lingkungannya mengungsikan dan mengisolasinya,  dan semua keluarga dan istri-istrinya meninggalkannya,  kecuali istri pertamanya yang setia merawat Nabi Ayub As.  Nabi Ayub As dengan penuh kesabaran dan ikhlas atas ujian penyakit tersebut, akhirnya lulus  melewati ujian tersebut dan sehat kembali.
2. Jangan pernah sombong dan menyepelekan hal yang dianggap kecil.  Diilustrasikan dengan tiga makhluk yaitu Angin Topan,  Angin Kencang dan Angin sepoi sepoi.  Angin Topan dan angin Kencang bersekutu dan dengan yakinnya bisa nenjatuhkan burung Elang yang sedang bertengger di sebuah pohon.  Tetapi kenyataannya,  burung tersebut tetap bertengger dan tidak jatuh saat Angin Topan dan Angin Kencang beraksi.   Dan akhirnya angin Topan dan angin kencang menyerah. Angin sepoi sepoi dengan rendah hati menyanggupi bisa menjatuhkan burung Elang.  Kemudian angin sepoi sepoi beraksi dengan hembusan yg lembut dan nyaman dirasakan oleh Elang,  sampai burung Elang ngantuk dan tertidur,  dan akhirnya burung elang jatuh.  Hikmah dari kisah tersebut,  jangan sombong dengan apa yang dimiliki oleh kita sekarang ini dan jangan menyepelekan hal yang kecil, karena hal yang kecil bisa menjadi kekuatan yang besar.
3. Sholat  berjamaah di masjid akan banyak memberikan pahala yang diperoleh, seperti  Magfiroh (ampunan) , Amalan ibadah selalu dicatat sejak melangkah menuju dan pulang dari masjid,  meningkatkan derajat,  dibukakan pintu-pintu keberkahan dan menjalin tali silaturahim sesama muslim.
4. Disinggung juga kearifan dalam menyikapi perbedaan hilafiyah, dan fiqih tentang barang temuan di jalan. Yaitu segala sesuatu yang ditemukan di jalan seperti uang,  bukan otomatis menjadi milik pribadi. Jika kita mengamankannya dan kemudian harus mengumumkannya selama 1 tahun.  Setelah 1 tahun baru bisa dipakai,  tetapi jika pemilik uang datang walau sudah 10 tahun berlalu,  maka uang itu harus tetap dikembalikan.

Hal yang sangat istimewa dalam kajian Kafapet Unsoed ke 47 yaitu kedatangan Ketum PP Kaunsoed yaitu Haiban Hadjid .

Tuan rumah Bagus Pekik merupakan salah satu Caleg DPR RI untuk Dapil Kabupaten/Kota Sukabumi,  no. 5 dari PDIP. Setelah kajian selesai, terjadi diskusi hangat tentang situasi percalegan. Dalam kesempatan ini Bagus Pekik memaparkan tentang Kendala,   perjuangan dan Program yang akan "dijual" untuk memajukan Sukabumi.  Intinya "Akan memberdayakan Petani  dan Peternak supaya lebih maju dan sejahtera" .

Dalam diskusi ini,  ada kesempatan dari Alumni untuk memberikan nasehat dan masukan,  diantaranya disampaikan oleh Ketum PP Kaunsoed  yaitu Pak Haiban Hadjid, "Semua Alumni dengan seluruh kekuatannya harus mendukung Bagus Pekik karena Bagus Pekik  orang baik,  dan orang baik harus berada di Legislatif untuk ikut mengubah kondisi negeri ini ke situasi yang lebih baik lagi.  Dan Bagus Pekik salah satu calon legislatif yang tepat dan salah satu calon dari "Partai Kaunsoed"".

Roni Fadilah atas nama Ketua Kafapet wilayah Jabodebeksuci Unsoed , memberikan saran "Bagus Pekik harus pandai "beradaptasi" dengan masyarakat yang ada di Sukabumi.  Karena untuk melaju ke Senayan yang diperlukan adalah suara "Vote" dari masyarakat Sukabumi. Apapun partai pilihan masyarakat,  calon Presidennya atau hal hal lainnya,  tetapi untuk milih Caleg DPR RI  harus ke No.  5 yaitu Bagus Pekik"

Kajian Kafapet Unsoed kali disuguhi jamuan Khas Rumah Makan Sate Jalur. Sate,  Bebek Korek,  gulai dan lain-lain, serta ditutup dengan foto bersama.

Sumber foto dan berita: Roni Fadilah dan Puji Hartono
Share:

Download Proposal Masjid Fapet

LINK BANNER

Daftar dan Dapatkan GRATIS E-book Biografi Jenderal Soedirman dan informasi penting lainnya

Nama Lengkap

Alamat Rumah/Kantor

Pekerjaan/Jabatan
Nama Perusahaan/Instansi

Tahun Masuk Fapet/SKS

NIM

No Handphone

E-mail address




Temu Alumni Nasional 2018

Pengunjung Web

Artikel Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini